World Elements

World Elements
the destruction of Dark forces



"aku akan membunuh kalian" teriak Yura dengan suara mengerikannya.


Yura membuat tubuhnya melayang ke udara hingga membentuk sebuah lubang di langit yang sangat besar, dimana lubang itu menghisap semua yang berada di sekitarnya kecuali Yura sang pembuat lubang itu. Lubang itu bernama lubang iblis yang hanya dapat dibuat karena adanya permata Dark, dimana apapun atau siapapun yang masuk kedalam tidak akan bisa di selamatkan dan berujung pada kematian.


"Yura hentikan, jangan lakukan ini" teriak Pangeran Clard yang membuat pertahanan bersama elementer lainnya.


Sementara di laut berbeda situasi, saat Putri Kenny akan mengalami kekalahan, tiba-tiba ice dragon datang membantunya karena permata milik ice dragon ada bersamanya.


Ice dragon dengan sekali kibasan ekornya membuat pasukan Putri Olin terluka parah, dan memar-memar di bagian tubuh mereka.


"a-apa yang terjadi? Bukankah ice dragon milik Yura, bagaimana ini bisa terjadi?" batin Putri Olin dengan mata yang terbelalak melihat pasukannya yang banyak musnah di basmi ice dragon.


Putri Kenny yang sempat kelelahan kini kembali bersemangat dan menyerang Putri Olin beserta pasukannya. Kemenangan hampir di raih olehnya, tapi entah mengapa Putri Olin membawa pasukannya ke daratan.


"hmmmm akhirnya mereka menyerah juga" batin Putri Kenny merasa lega. "Ice Dragon! Terima kasih telah menyelamatkanku dan pasukan ku" lanjutnya memberi hormat.


"tidak perlu yang mulia, karena aku melindungi permata ku yang ada bersamamu" jawab ice dragon.


Dalam perbincangan mereka, Putri Kenny tiba-tiba tersentak mundur dan merasa kesakitan. Rasa sakit itu dia rasakan karena Yura menyakiti alam yang merupakan penyelamat hidupnya saat bayi. Sakit yang amat sakit Putri Kenny rasakan. Kulitnya mengelupas dan merasakan perih di sekujur tubuhnya.


"Ibu" tangis Putri Kenny yang tidak tahan dengan rasa sakit yang dia rasakan.


"putriku!" batin Queen Gloraris.


Mengingat hutan yang menyelamatkan nyawa anaknya telah rusak, Queen Glorarispun meminta bantuan agar hutan tersebut tidak rusak demi kebaikan Putri semata wayangnya. Mereka semuapun mencari cara agar hutan tersebut tidak rusak, karena seluruh yang ada di world elements telah di tarik/dihisap masuk dengan paksa oleh lubang yang di buat oleh Yura.


Perang semakin lama semakin menegangkan, satu persatu prajurit dari bangsa fairys masuk ke lubang itu sementara yang lain saling berpegangan tangan karena tidak dapat melakukan apa-apa lagi.


"Deg....deg....deg....deg...." suasana menjadi lebih menegangkan dibanding sebelumnya, bahkan mayat-mayat yang berserakan di tanah terhisap oleh lubang iblis itu. Vera, Very dan pengendali element earth lainnya membuat sebuah perlindungan/perisai dari tanah agar mereka semua tidak terhisap dan masuk kedalam lubang yang di buat oleh Yura. Melihat hal itu, tentu saja Yura tidak terima, Yura menarik pangeran Odin dan putri Olin dekat dengannya agar mereka berdua tidak ikut terhisap, Yurapun kembali dengan aksinya menyerang para musuh mereka yaitu Ibunya, saudara/i dan sahabat-sahabatnya sendiri. Dia membuat perisai tanah itu ambruk dan tidak menjadi apa-apa hingga mereka semua kembali terhisap.


"Yura!" panggil seseorang dari kejauhan dengan sangat keras hingga membuat pandangan mereka semua tertuju pada sumber suara itu, dan melihatkan seorang wanita cantik berambut biru tua dengan sebuah trisula di tangan kanannya, terlihat jelas di wajah wanita itu sedih, kecewa, marah semuanya bercampur aduk menjadi penderitaan yang amat perih yang tidak lain adalah putri semata wayang Queen Gloraris yaitu putri Kenny. Putri Kenny terbang ke udara bersama sayap birunya itu, tanpa takut dan tidak terhisap diapun datang menghampiri Yura tepat di bawah lubang itu bersama Yura, Pangeran Odin dan Putri Olin. Mereka semua terkejut, karena Putri Kenny tidak terhisap kedalam lubang tersebut.


"Yura, hentikan semua ini!" perintahnya dengan nada suara yang terdengar sangat marah.


"Ibu, izinkan aku melakukan ini" batin Putri Kenny kepada Queen Gloraris.


Entah apa yang dia lakukan, sayapnyapun tiba-tiba menghilang dari pundaknya tapi Putri Kenny masih bisa melayang ke udara tanpa menggunakan sayap. Putri Kennypun semakin tinggi hingga di susuli cahaya putih dari dadanya yang tidak lain cahaya dari permata Ice Dragon.


"Putriku" tangis Queen Gloraris pecah membasahi pipinya.


"jangan-jangan Kenny ingin mengorbankan dirinya untuk membuat perisai anti Dark" gumam Very tidak percaya dan tidak menerima hal itu.


"apa Kenny" ucap mereka tidak percaya.


Aksi itu membuat suasana malam menjadi terang akibat cahaya permata Ice Dragon, Queen Ororo yang berdiri tegak bersama yang lainnya kini tertarik oleh Putri Kenny karena proses itu membutuhkan kekuatan dari Element Storm. Mereka berdua telah di takdirkan untuk mengorbankan nyawa mereka. Cahaya itu semakin terang dan perlahan tubuh mereka berdua terpisah menjadi permata-pemata kecil yang bertebaran menjadi perisai. Sebelum mereka berdua benar-benar menjadi permata, Queen Ororo dan Putri Kenny menghampiri Yura dengan tatapan sedih.


"Putriku, sadarlah dengan apa yang kamu lakukan! Kembalilah" pinta ibunya hingga berderai menjadi permata dan lenyap menjadi perisai bersama Putri Kenny.


Setelah permata itu bertebaran dan membentuk sebuah perisai transparan pasukan iblis dan bangsa Dark hangus terbakar menjadi abu hingga ke pelosok-pelosok world Elements hingga tempat di mana bangsa Dark berada. Pemusnahan bangsa Dark kini di lakukan oleh Putri Kenny dan Queen Ororo. Bahagia kini bercampur aduk dengan kesedihan, karena mereka berdua telah tiada dan menjadi perisai kokoh untuk melindungi dan memusnahkan bangsa Dark. Lubang iblispun kini pecah dan musnah hingga membuat Yura, Pangeran Odin dan Putri Olin terlempar jauh ke tanah.


Suasana World Elements menjadi tenang, aman, sejuk dan damai tapi yang membuat jadi pertanyaan adalah Pangeran Odin dan Putri Olin tidak musnah seperti halnya dengan bangsa Dark lainnya.


"Yura! Apa kamu belum puas? Apa yang kamu mau sekarang? Membunuh kami? Atau mengecewakan orang tuamu yang ada di bumi?" tanya Diah yang membuat Yura terdiam di tanah, wajah menunduk seperti menyesalkan sesuatu yang terjadi hingga beberapa detik kemudian dia mengangkat dagunya dan menyeringai.


"aku tidak akan terpengaruh dengan tipu daya kalian!" ucapnya kembali berdiri.


"Yura, sadarlah! Perlakuanmu membuat Kenny dan Ibumu tiada! Jangan sia-siakan pengorbanan mereka Yura" kata Novia.


Melihat orang yang sangat dia cintai mengorbankan dirinya, Very sangat marah dan ingin membunuh Yura. Terlihat jelas dari tatapan Very, diapun berlari menuju Yura dan bertarung melawan Yura, Pangeran Odin dan Putri Olin. Tentu saja sebagai adik semata wayangnya, Vera tidak tinggal diam dan membantu kakaknya, belum saja melangkah "sriiiiiiiiiiing" Very berujung pada kematiannya yang sangat tragis, mata mereka terbelalak melihat kekejaman Yura melebihi batas, Vera terjatuh lemas tak berdaya melihat kejadian itu. Tubuh Very yang terbelah menjadi dua membuat darahnya berserakan dimana-mana terutama di sekujur tubuh Yura.


"Ka-kakak" ucapnya tak berdaya hingga meneteskan air mata.


"Vera! Vera bersabarlah, kamu jangan putus asa" bujuk Diah, Sesilia dan Novia agar Vera tenang.


Yurapun kembali melemparkan kekuatannya, dengan cepat Pangeran Clard dan pengendali elements Fire membuat perisai sebagai pelindung.