World Elements

World Elements
magic



Sepulang kuliah, Anita di tinggal sendiri oleh Yuda karena Yuda ada urusan mendadak bersama keluarganya dan membuat Anita pulang dengan berjalan kaki sendirian tanpa di temani siapapun.


Berjalan menatapi aspal hitam yang ia pijak, serta butiran pasir yang menghiasinya.


Tepat di ujung jalan, ada sekumpulan lelaki layaknya seorang pereman dengan beberapa botol miras di atas meja. Firasat yang merasa lebih buruk, Anita tetap menguatkan tekadnya untuk terus berjalan dengan merunduk. Beberapa siulan telah dilontarkan oleh pereman-pereman itu, entah apa yang akan terjadi tubuhnya seperti merasa gemetar dan mulai berkeringat.


"hay gadis cantik" ucap salah satu dari mereka menghampiri Anita dengan tatapan nafsu yang tinggi, bau-bau miras menyengat saat sekumpulan lelaki itu menghampirinya. Anita yang berdiam diri terus saja di ganggu.


"jangan sentuh aku" bentaknya seperti itu.


Lelaki itupun mengeluarkan tawanya yang keras, seakan dia berada di puncak kemenangan yang tinggi. Anita menjadi rebutan hingga lengan bajunya sobek dan memperlihatkan kulit lembut, mulus dan putih. Anita merasa keberatan dengan itu dia sangat marah hingga melakukan apa yang tidak pernah dia lakukan. Anita menghajar lelaki itu, dengan satu kali dorongan, hentakan kaki yang membuat tanah berguncang. Lelaki tadi mulai takut melihat kejadian itu, tidak di sangka gadis yang mereka ganggu memiliki kekuatan. Anita masih dalam aksinya menghukum pereman jalan itu, dia membekukan kaki mereka, menyerangnya dengan angin.


Mata Anita memerah, angin-angin berhembus kencang membuat rambutnya melambai-lambai dan memperlihatkan wajahnya yang sangat mengerikan.


"jangan pernah melakukan ini lagi kepada yang lainnya, jika tidak kalian akan mendapatkan ganjarannya" ucapnya menggema dengan mata yang bercahaya.


Pereman-pereman tadi pun lari terbirit-birit, meninggalkan Anita yang seperti kerasukan.


Di sebuah tempat yang sepi, dimana ada tiga gadis yang menunggu kedatangan seseorang dan menunggu kabar baik.


"bos... Bos..." ucap lelaki yang tak lain adalah lelaki yang berniat buruk pada Anita namun gagal di jalankan.


"maaf Bos, kami gagal melakukan tugas, gadis itu sangat kuat bahkan dia memiliki kekuatan" lanjut lelaki yang lain.


"apa? Anita mempunyai kekuatan? Apa kalian tidak bermimpi?" tanya Tiara terkejut dan tidak percaya. "baiklah kalian segera pergi, dan iya rahasiakan ini dan apa yang kalian ketahui kepada semua orang, jika tidak kalian akan mati" ucapnya begitu dengan ancaman dan melemparkan uang satu tas yang berisi ratusan juta.


Anita yang masih terengah-engah pun melanjutkan langkahnya menuju pulang. Hingga sampai di rumah, seperti biasa dia mencium tangan ibu-ibu yang membukakan pintu rumah yang besar itu, dan langsung pergi keruangan rahasia itu layaknya kamar.


"cukup!" ucapnya membanting kaca mata yang selalu dia gunakan. "aku lelah berpura-pura menjadi cupu, bahkan aku sudah menggunakan kekuatanku pada manusia yang ingin berniat buruk kepadaku" ucapnya begitu sambil menatap cermin dengan lengan baju yang sobek melihatkan sebuah gambar permata seperti tato.


"ada apa putriku?" ucap seseorang yang mendengarkan teriakan Anita.


"mama" ucapnya melihat wanita paruh baya dan langsung memeluknya."mama tadi...." ucap Anita menceritakan apa yang terjadi adanya sepulang kuliah.


Sementara di lain tempat, di mana melihatkan sebuah istana megah.


"ada yang menggunakan kekuatan besar di bumi ini" ucap seorang lelaki yang berpenampilan seperti seorang raja lengkap dengan jubah dan mahkotanya.


"Iya suamiku, aku rasa itu adalah Yura" lanjut wanita yang merupakan istrinya.


"apakah Clard sudah memberikan kabarnya pada mu Vera?" tanya Lelaki itu.


"aku harap Diah, Novia, Sesilia, Roby, Ezra, Ragil, Clard dan ayahnya cepat menemukan Yura, karena istana ini mulai goyah sementara kekuatan dark mulai tercium di muka bumi ini" lanjutnya begitu"


Kembali ke rumah Anita...


Setelah menceritakan apa yang terjadi, wanita paruh baya yang di panggil mama oleh Anitapun mencemaskan Anita, dan memeriksa seluruh tubuhnya, karena di setiap harinya pasti Anita membawa bekas-bekas luka akibat kelakuan teman-temannya kepadanya, namun semenjak ada Yuda, Anita aman-aman saja.


"mama, sebaiknya kita tinggalkan kota ini" ajak Anita. "karena aku sudah menggunakan kekuatanku, aku takut mereka semua mengetahui identitasku yang selama ini telah ku sembunyikan" lanjutnya.


Kesokan harinya, kelas sangat ribut karena tidak ada dosen masuk bahkan Anita juga tidak masuk pada hari itu. Waktu terus berjalan kelas sejarah aktif tanpa Anita selama satu pekan, sedikit mencurigakan, Yudapun memutuskan untuk kerumahnya.


Sesampainya di sana, Yuda melihat wanita paruh baya yang Anita panggil ibu yang selalu menyambut Anita ketika pulang.


"permisi bu" ucapnya sambil mencium tangan wanita paruh baya itu."bu mau tanya soal Anita, selama satu minggu ini dia tidak ada masuk kuliah, kenapa ya bu?" tanyanya sopan.


"maaf nak, ibu tidak tau, karena Anita pergi bersama mamanya satu minggu yang lalu, hanya menitipkan rumah ini agar selalu di jaga" jawab wanita paruh baya itu.


"apa mama? Maksudnya? Bukankah Ibu adalah...."


"tidak nak, dia bukan anak ibu. Dia gadis yang sopan, dan dia juga telah menyelamatkan ibu di jalanan dan mengangkat ibu sebagai ibu angkatnya" jawab wanita paruh baya itu memotong pembicaraan Yuda.


"a-apa? Jadi Anita bukan gadis miskin? Dia bukan gadis yang seperti yang di tampilkannya" batinnya langsung pergi tanpa pamitan, dan menginjak gas yang sangat tajam.


Perkataa wanita paruh baya tadi selalu terngiang di telinga Yuda, dan mencari tahu alasannya menutupi identitasnya itu. Karena jika saja mahasiswa, mahasiswi di kampus mengetahui bahwa dia keturunan orang kaya dan terhormat mungkin dia tidak akan di bully oleh Tiara dan teman-teman lainnya.


Sudah sangat lama Anita juga belum masuk kuliah, dan kabar opini juga mulai tersebar bahwa Anita ingin berhenti dan pindah kuliah di london. Mendengar hal itu Yudapun mencari dimana Anita berada dengan bantuan mobilnya dan melacak keberadaan Anita.


Disebuah tempat, terdapat jurang yang di penuhi dengan taman bunga terdapat sepasang kekasih yang terlihat bertengkar, dan mendorong satu sama lain, hingga membuat mereka berdua terpeleset dan bergantung di ujung jurang dengan kedua tangan memegang batu untuk mereka bertahan.


"tolong...." teriak mereka bersamaan. "maafkan aku jika selama kita bersama, aku selalu berbuat salah dan menyalahkanmu" ucap lelaki itu dan melepaskan pegangan tangannya.


Mata terpejam dan menerima apa yang terjadi setelah itu, tiba-tiba lelaki meresa terapung di udara sambil perlahan membuka kedua matanya, dan melihat sang kekasih sudah berada di atas dan tersenyum bersama seorang gadis dengan burka putihnya sambil mengacukan tangan ke arah pria yang jatuh kejurang dan di sambut dengan pergerakan maju pria itu.


"apa yang kalian lakukan?" tanya gadis itu.


"siapa kamu?" tanya pemuda itu yang terlihat takut dan mencoba menjauhi gadis dengan burka putih itu.


"jangan takut, aku tidak akan mencelakakan kalian" ucapnya langsung pergi.


Gadis dengan burka putih itu menjadi firal dan pusat perhatian, dengan magic dan tanpa nama dia membantu semua orang yang membutuhkan pertolongan dan ada sebagian orang takut kepadanya dan menggelarinya sebagi penyihir.