World Elements

World Elements
darkness attack



"Para kesatria!" panggil seorang wanita perak bermahkota di ambang pintu yang baru saja datang sambil memegang sebuah bola di atas tangan kdengan 2 warna yang berbeda


"Yang Mulia, Maafkan kami. Tapi Aries sudah memperlambat pergerakan mereka" ucap Pangeran Dilon kepada wanita yang baru saja datang yang bernama Queen Tara.


"Dilon? Vera? Sebelum memulai peperangan ini, seraplah separuh kekuatan kalian agar kalian sepenuhnya mendapatkan identitas kalian" ucap Queen Tara. "Pasukan lain akan segera datang ke Sini, jadi kalian segera mempersiapkan diri. Pimpin pasukan sesuai dengan element kalian, Aries? Kamu berada di paling depan bersama Quen Ororo" ujar Queen Tara yang membuat Aries tersentak kaget Mendengar nama Queen Ororo di indra pendengarannya dan sedikit bergema tiada henti.


Pangeran Dilon dan Vera telah siap dengan kekuatan baru yang mereka serap. Saat ini kekuatan merekasemakin meningkat dan mencobanya sesekali untuk melihat perkembangan kekuatannya dengan cepat.


Pasukan putih atau kebaikan sudah berkumpul di Luar istana di balik tembok yang Aries buat. Pasukan Queen Tara berkuda, pemanah, pengendali element dan yang lainnya sIAP, pasukan Queen Liana, pasukan King Raggie, pasukan Queen Gloraris, pasukan Queen Ororo, dan pasukan dari kerajaan lain ikut gabung melindungi World Element agar tidak jatuh ke tangan yang salah.


Pasukan yang membela kebaikan sudah bersiap dengan senjata masing-masing dari kemampuan mereka. Semua pasukan tidak takut mati karen orang terbesar berada bersama mereka untuk melindungi mereka.


Perisai yang terbentuk sebuah tembok transparan satu persatu dapat di hancurkan pasukan Dark, pecahan-pecahan Perisai itu seperti kaca yang berderai. Kaca-kaca yang berderai menghujani mereka, sedikit Luka dan kembali sembuh dengan sendirinya. Melihat kemampuat dari mereka, pasukan-pasukan Aries sedikit gematar dan kembali bersemangat akibat para kesatria.


Mereka semua sudah berkumpul, namun Aries belum saja memimpin mereka, Entah kemana dia tidak ada yang tahu.


Disebuah tempat sedikit tertutup tanpa ada satu cahayapun, disana ada seorang gadis dengan jubah putih menutup seluruh tubuhnya dan seorang pemuda dengan jubah hitam menutup seluruh tubuhnya. Entah Siapa mereka berdua, sedikit cahayapun tidak berhasil memperlihatkan wajah mereka.


"Dies, saat ini akan terjadi peperangan yang sangat besar. Apa kamu tidak ingin ikut serta?" Tanya seorang gadis itu.


"Dies, Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa ikut sampai kamu benar-benar dalam bahaya, karena mereka, mereka dari kerajaan Zenna menginginkan kematianku. Jika aku ikut serta bersamamu, maka hidupmu juga akan dalam bahaya" jawab pemuda itu dengan memanggil gadis itu dengan nama yang sama telah di panggil olehnya juga.


"Tapi mengapa? Mengapa mereka ingin membunuhmu?" Tanya gadis itu.


"Setelah peperangan aku akan menjelaskan semuanya" ucap pemuda itu mengakhiri pertemuan mereka dan menghilang begitu saja.


Di tempat di mana pasukan yang mendukung kebaikan berada.


"Aries? Dari mana saja kamu? Kami semua menunggu perintahmu. Lihat Perisai milikmu dapat mereka hancurkan, dan kabar buruk, Luka-Luka mereka dapat pulih dalam hitungan detik" ucap Queen Ororo.


"Maafkan aku yang mulia. Tadi aku mengamankan para penduduk Desa agar mereka tidak terkena dampak dei peperangan ini" ucapnya dengan tulus. Setelah melihat dengan mata kepala mereka sendiri, Aries mengubah recananya untuk mencari titik kelemahan pasukan lawan. Dia memerintahkan agar pasukan-pasukan dengan senjata tajam berada di depan.


"Pemanah dan penombak? Kalian siap?" Tanya Veri yang di tunjuk untuk memimpin seluruh pasukan dengan senjata tajam.


Setelah Perisai terakhir dapat mereka pecahkan, Veripun memerintahkan pasukan pemanah melesatkan anak panah mereka tepat kesasaran. Panah-panah itu memang mengenai sasaran namun panah-panah yang tertancap ke tubuh mereka tercabut sendirinya begitu juga dengan luka-luka yang sembuh dengan sendirinya.


"Penombak!" Perintah Veri. Tombak-tombakpun mulai mengarah ke arah lawan namun yang terjadi persis sebelumnya.


"Sepertinya mereka tidak mempan dengan senjata-senjata tanjam anakku" ucap Queen Ororo.


Tanpa berbicara, Aries mengangkat kedua tangannya dan membentuk sebuah palang yang artinya penyerangan, yaitu semua pasukan harus siap menghampiri pasukan lawan yang mengarah ke arahnya. Jari telunjuk telah dia lihatkan dengan arti angka 1, kemudian di ikuti jari tengah, dan kemudian jari manis dengan arti 3, merekapun dengan cepat mengarah pasukan lawan dengan berbentuk segitiga besar bisa di bilang membentuk sudut di bagian depan, karena Aries berada di paling depan pasukan. Setelah mereka bertemu, desingan pedang mulai terdengar, percikan-percikan drah mulai menetes sedemikian rupanya.


Aries karena dia adalah pemimpin pasukan, dia melawan pemimpin pasukan lawan yang tidak lain seorang wanita juga dengan wajah yang sedikit mengerikan.


"Hallo Aries? Hm? Storm? Perkenalkan aku Putri Olin, gadis terkejam dan terjahat di bangsa Dark. Sepertinya aku sedikit kesulitan melawanmu, ya karena aku memdapatkan Perintah agar tidak membuat darahmu menetes. Ah ini peperangan yang paling menyedihkan, karena aku tidak bisa meneteskan darah lawanku sendiri" ujar Olin dengan nada licik dan cukup dengan gaya yang dia miliki dengan kuku-kuku hitamnya yang panjang.


"Olin, jika kamu ingin meneteskan darahku itu tidak masalah buatku, karena aku tidak lemah seperti yang kamu fikirkan" balas Aries yang memulai serangannya dan di tangkis oleh Putri Olin.


Peperanganpun sudah di mulai. Desingan dari pedang, tombak, dan kapak, telah menghiasi peperangan itu. Begitu juga dengan tumpahan darah dan sayat-sayat luka prajurit Aries, karena mereka tidak bisa menyembuhkan diri mereka sendiri.


Sedikit jauh dari posisi dimana Aries berada, Pangeran Clard dan kesatria lainnya begitu juga dengan Putri Kenny dan Veri, mereka bekerja sama agar mempermudah mengalahkan pasukan lawan.


Novia dengan Element Blinknya, membuat benda tajam seperti sebuah pisau namun membentuk sebuah perisai di bagian lengannya. Pangeran Clard membuat tubuhnya terselimut oleh api miliknya. Ezra, dia membuat sebuah perisai bulat menyelimuti tubuhnya menggunakan angin miliknya. Diah dan Kenny membuat sebuah cambuk dan perisai Aqua. Roby membuat tanaman-tanaman jinak berada di sekelilingnya seperti akar-akar pohon yang ganas. Sesilia dengan Sunlightnya seperti kemampuannya, dia mempergunakan cahaya Matahari sebagai senjatanya. Ragil dengan Electricnya membuat perisai petir yang barang Siapa yang menyentuhnya dengan apapun itu, dia akan terkena sengatan listrik dari Ragil, bukan hanya sebuah Perisai bulat di tangan kirinya, sebuah pedang dengan aliran listrik juga berda di tangan kirinya. Veri dan Vera dia memanfaatkan tanah yang mereka injak dengan mempermudah pergerakan mereka. Dan yang terakhir Pangeran Dilon dengan element icenya.


Seperti yang di lihat, pasukan lawan lebih banyak di bandingkan pasukan mereka, bagaikan 1 berbanding 5. Namun hal itu tidak membuat mereka takut, melainkan mereka semakin berani dan membuat pasukan lawan mati dengan cara menguburnya ke dalam tanah dengan bantuan saudara kembar yaitu Veri, Vera, dan Pasukan Earth lainnya. Sebelum mereka mengubur pasukan iblis itu, Novia, Pangeran Dilon, Putri Kenny, Diah dan Roby menyelimuti mereka dengan menggunakan element yang mereka miliki.


Karena pasukan lawan lebih banyak dari mereka, tentu saja hal itu sangat sulit untuk di lakukan, namun kecerdasan yang mereka miliki tidak kalah banyak dari pasukan lawan.


Mereka semua sesekali melemparkan kekuatan mereka saat mereka tidak dapat mengubur pasukan lawan. Seperti yang di ketahui, musuh tidak mempan dengan senjata lawan. Walaupun seperti itu, usaha mereka melawan para musuh itu, untuk memperlambat 3 dari 2 menyelamatkan iblis yang akan di kubur oleh pasukan Earth dan Vera, Veri.


Bukan hanya dengan mengubur para iblis dan makhluk buas lainnya, Pangeran Clard, Sesilia, dan pasukan Fire maupun Sunlight membakar mereka menggunakan api suci di dalam tubuh para element Fire dan cahaya Matahari. Sedikit sulit, untuk menarik cahaya Matahari masuk ke area kabut hitam yang di buat bangsa Dark, namun berkat kerja sama dan kekompakan mereka, mereka berhasil melakukannya, Walaupun memakan waktu yang sedikit lama.


Peperangan antara kebaikan dan kejahatan sudah berlangsung selama 5 jam. Pasukan kebaikan telah banyak gugur, begitu juga dengan pemimpin-pemimpin kerajaan lainnya harus gugur dan mengalami kematian yang begitu cepat di medan perang. Sebaliknya, pasukan kegelapan dari bangsa Dark, mereka tidak mengalami kerugian, melainkan keuntungan. Jika pasukan mereka mati terbunuh maka mereka akan hidup kembali dan menjadi meningkat 2 kali lipat dari jumlah sebelumnya, kecuali mereka di tanam atau di kubur di dalam tanah, mereka tidak akan hidup ataupun bertambah.


Aries dengan cahaya emasnya bisa di katakan dengan kekuatan emasnya, sesekali dapat mengalahkan Putri Olin dan dapat menyeranya, karena Putri Olin bisa di katakan kekuatannya setara dengan Aries. Dia memiliki semua jenis kekuatan milik bangsa Dark. Bahkan dia dapat lebih kuat dengan menghisap energi aura milik prajurit-parujit yang hendak menyerangnya.


Kristal-kristal entah itu dari es maupun dari permata, di biarkan para iblis tertancap di tubuh mereka dan fokus terhadap penyerangan. Jika satu di antara mereka terkena serangan/terbunuh oleh pendukung kebaikan, maka seluruh pasukan iblis akan membala dengan 1000 kali serangan. Keganasan mereka tudak bisa di imbangi prajurit biasa seperyi pemanah, penombak, dan keahlian lauinya kecuali prajurit element. Dari ptajurit-prajurit yang ada yang hanya dapat bertahan pasukan elementer.


Tiba pada keputusan Aries, Aries menggunakan kekuatan waktu yang dia miliki ke pasukan lawan. Waktu yang sebelumnya normal, kini menjadi melambat untuk para bangsa Dark. Hal itu Aries lakukan untuk mempermudah prajuritnya menyerang para iblis, troll dan lain sebagainya. Kekuatan masa/waktu milik Aries memiliki resiko di bagian kepalanya sendiri. Melihat Aries terganggu karena merasa sakit di bagian kepala, Putru Olin mengambil kesempatan yang tidak biasa itu dia dapatkan. Cahaya hitam pekat, mulai terbentuk di kedua telapak tangan Putri Olin. Saat dia ingin menyerang Aries, tiba-tiba pergerakan tangannya terhenti saat melihat ke-4 ratu datang untuj melindungi Aries, yaitu Queen Ororo, Queen Gloraris, Queen Tara, dan Queen Liana. Mereka ber-4 mengelilingi Aries untuk melindunginya.


"Oww, ke-4 ratu? Aries saja kesulitan melawanku. Apa lagi kalian yang lemah bagaikan semut-semut kecil yang mati di injak" ucap Putri Olin dengan cepat menyerang Queen Ororo dengan pedang leluhur milik bangsa Dark namun dapat di tangkis dengan cepat oleh Queen Liana dari bangsa Fairy.


"Seperti halnya dengan gajah, gajah yang besar tidak akan dapat mengalahkan sekumpulan semut kecil" balas Queen Ororo menyerang Putri Olin hingga terlempar ke udara.


Mata kemarahan yang di ikuti dengan ekspresinya sudah terletak pada puncaknya. Queen Ororo memberikan keputusan agar Aries bergabung dengan para kesatria. Karena bantuan kekuatan masa milik Aries, pasukan Dark telah banyak tewas dan demi keamanan Aries berada di tengah-tengah di antara ke-11 sahabatnya. Memiliki tanggung jawab yang begitu besar di dalam lingkaran persahabatan itu, Aries juga menggunakan 9 jenis kekuatan miliknya untuk melindungi Sahabat-sahabatnya itu.


Kemenangan telah mulai berada di tangan penegak kebaikan, hingga membuat bangsa Dark mengundurkan diri dan akan kembali di lain hari dengan pasukan yang lebih sempurna dari yang sebelumnya.