World Elements

World Elements
Aries that is Yura



"Odin?" gumam Aries yang sadar dari pingsannya dan kemudian memeluk Pangeran Odin sambil menangis.


"Aries, sudahlah! Apa yang terjadi?" tanya Pangeran Odin sambil membelai surai emas milik Aries.


"Entahlah, aku rasa Clard dan kakakku Kenny..." jawabnya yang menggantung melanjutkan tangisannya.


"Aries, aku bisa menjelaskan apa yang kamu rasakan saat ini" kata Pangeran Odin.


"Maksudmu?" tanya Aries melepaskan pelukannya.


"Sudah seharusnya kamu tahu semuanya, kamu harus siap dan percaya semua ini, ingatanmu adalah kehidupanmu. Aku akan mengatakan yang sebenarnya." jawab Pangeran Odin.


***


Di istana biru muda lebih tepatnya lagi di sebuah ruangan yang sebelumnya ramai kini sepi kecuali penghuni istana. Para kesatria yang di ramalkan berada disana, begitu juga dengan Queen Tara, Queen Gloraris, Queen Liana, King Reggie, King Jack, Veri dan Putri Kenny. Raut wajah mereka seperti menunggu seseorang.


"Kalung itu?" gumam Pangeran Clard melihat kalung yang melingkar di lehernya. "Guys! Sudahku katakan sebelumnya bahwa Kenny adalah Yura" ujar Pangeran Clard yang mendapatkan tatapan bingung.


"Bagaimana bisa kamu mengatakan kalau Kenny adalah Putriku?" amarah Queen Ororo yang sedikit membuat angin di sekitarnya.


"Yang mulia, tenanglah! Lihat di sekitarmu ini yang mulia" ucap Putri Kenny lemah lembut.


Saat itu di ruang istana terjadi perdebatan. Suasana hening menjadi kacau. Terdapat pertikaian mulut antara Pangeran Clard dan Veri.


"Cu... Ku... P" teriak Queen Ororo membuat keadaan menjadi kacau akibat kekuatannya.


"Yang mulia, yang aku katakan benar! Lihat! Lihatlah kalung di leher Kenny! Itu membuktikan bahwa dia adalah Yura" ucapnya sambil menunjuk ke arah Putri Kenny yang berada di belakang pundak Veri.


"Kalung? Maafkan aku, tapi aku bukanlah Yura, dan kalung ini bukanlah milikku, tapi...." ucapnya terpotong saat pintu yang megah itu terbuka lebar dan melihatkan gadis cantik yang serba emas, kecuali gaun putih tanpa lengan yang ia kenakan.


Suasana menjadi hening. Hanya melukiskan suara langkah yang di hasilkan dari haig hils yang gadis emas itu gunakan untuk alas kakinya.


"Akulah Yura! Dan aku juga pemilik kalung itu, kalung yang Clard berikan kepadaku" ujarnya memecahkan keheningan. "Aku sudah ingat semuanya, dimana aku adalah sahabat kalian semua yang menghilang di lautan dan di selamatkan oleh ke-tiga ibuku" lanjutnya yang mendapatkan pelukan dari Novia, Diah, Sesilia, Ezra, Roby, dan Ragil.


"Aries?" gumam mereka bingung dengan rasa tidak percaya.


"Yura! Kamu sudah kembali? Kami senang bisa memelukmu lagi. Ternyata dugaan kami selama ini benar, kamu memang Yura kami" kata Diah.


Melepas kerinduan yang telah lama tidak bertemu karena ingatan yang hilang mereka semuapun saling berpelukan dan menangis bahagia. Dalam adegan sedih, bahagia, dan terharu, mereka kedatangan tamu yang tidak di undang, tamu yang melihatkan raut wajah yang sedang marah. Tamu itu adalah seorang pemuda berambut hitam dan tidak lupa dengan wajahnya yang tampan.


Tangan yang mulai mengepal dan mengeluarkan cahaya hitam kemudian dia hujani mereka dengan cahaya hitam yang bisa di katakan berbahaya ke arah Yura/Aries dan yang lainnya. Sebuah perisai putih dengan cepat Queen Ororo bentuk untuk melindungi yang lainnya.


"Kalian akan aku bunuh karena telah merebut Yura dariku!" ucapnya kembali menyerang.


Prajurit istana di buatnya menjadi pertahanan dia dan menjadi pasukan untuk menyerang yang di anggapnya musuh itu menggunakan elemen darah milik bangsa dark. Elemen darah adalah elemen andalan milik bangsa Dark, selain itu elemen darah memiliki efek samping kepada orang yang telah di kendalikannya yaitu kematian.


Untuk menjaga istana tetap aman, mereka memutuskan untuk bertarung di luar istana dan mencoba untuk menyelamatkan prajurit lainya agar tidak terkena elemen darah.


"Kembalikan Yuraku atau ku basmi semua keturunan pengendali elemen kalian" acaman pemuda itu.


"Odin! Kami tidak akan pernah


menyerahkan Yura!" balas Pangeran Dilon.


Yura/Aries yang berada di tengah-tengah antara mereka kini maju ke arah lawan, kemudian menyatukan kedua telapak tangannya dan kemudian kembali memisahkan hingga mengeluarkan cahaya merah, cahaya itu Yura/Aries arahkan ke arah musuh dan membakarnya hingga menjadi abu. Lagi-lagi Pangeran Odin tidak mengenai serangan sambil memperlihatkan senyuman liciknya. Yura/Aries sedikit kesal rasa ingin menyerang tidak tertahankan, namun kelicikan dan kecepatan Pangeran Odin membuatnya lemah, Quern Ororo beserta yang lainnya di buatnya terkurung dengan kekuatanya yang berlangsung selama 10 menit. 10 menit itu ia gunakan untuk berbicara dengan Yura/Aries yang tidak bisa berbuat apa-apa.


"Yura, asal kamu tahu, aku sangat mencintaimu. Aku akan menunggumu di istana Jochas" "Cuup" ucapnya sambil mencium pipi Yura/Aries yang mendapatkan teriakan dari sahabat-sahabat Yura/Aries.


"Odi..n! Aku akan memotong bibirmu!" amarah Pangeran Clard.


"Silahkan saja jika kamu bisa" balasnya sekali lagi membuat emosi yang lainnya melebihi batas. "Oh iya! Siapkan saja pasukan kalian, karena aku akan menyerang kalian secepatnya!" pesannya langsung menghilang seketika begitu juga dengan kurungan yang dia buat sebelumnya untuk menahan yang lainnya.


"Putriku! Apa kamu baik-baik saja?" cemas Queen Ororo.


"Yura! Kamu tidak apa-apa? Apa kamu terluka?" tanya sahabat-sahabatnya.


"Jangan khawatir, dia hanya menciumku, dia tidak akan melukaiku karena dia mencintaiku, tapi aku bisa membunuhnya" jawab Yura/Aries enteng.


"Aries... Maksudku Yura, sebaiknya kita masuk ke istana" ajak Queen Tara.


"Ibu Tara, jika ibu ingin memanggilku Aries itu tidak masalah buatku" kata Yura/Aries.


Mereka semuapun masuk ke istana menuju ke ruang sidang khusus mereka. Mengingat akan perkataan Pangeran Odin musuh bebuyutan mereka, Queen Ororopun memerintahkan mereka para kesatria yang di ramalkan untuk pergi ke gunung air naga yang menyimpan sebuah permata kehidupan dan permata hitam bangsa Dark. Namun keputusan untuk Yura/Aries ikut serta dalam pertualangan itu tidak di setujui para ratu dan raja yang tidak lain adalah Queen Tara, Queen Liana, Queen Gloraris dan King Raggie, karena mereka meresakan akan terjadi sesuatu pada Yura. Bukan hanya mereka, tapi sahabat Yura juga merasakan hal yang sama, dan mengingat gerhana bulan yang akan terjadi dalam waktu yang singkat yaitu 1 minggu ke depan mereka juga sedikit cemas akan keselamatan Yura karena tidak ingin kehilangannya. Ketidakpersetujuan mereka tidak di ketahui oleh Yura sendiri karena mereka membicarakannya dengan menggunakan telepati. Hanya demi kelangsungan mahkluk hidup merekapun dengan terpaksa dan berat hati bersedia agar Yura tetap ikut dalam adventure ini, yang bukan pertama kalinya. Berhubungan dengan mendekatnya gerhana bulan, mereka di perintahkan untuk memulai perjalanan besok saat matahari belum menyinari dunia.


"Tunggu! Kenyataan bahwa Aries adalah Yura tidak memiliki bukti nyata, kucuali jika aku melukai diriku" ucap Pangeran Clard yang sejak tadi tidak mempercayai kenyataan dan melukai telapak tangnya menggunakan belati di saku kirinya. Luka itu perlahan menghilang dan mendapatkan suara Yura/Aries yang teriak kesakitan pada tangannya dan meninggalkan luka yang sama dimana sebelumnya luka itu berada pada telapak tangan Pangeran Clard.


"Ini cinta sejati! Cinta murni, janji suci, kesetiaan putriku kepada Clard. Seluruh dunia tahu mereka berdua adalah sepasang kekasih yang di takdirkan untuk bersama" batin Queen Ororo


Siapa kamu? Dimana Clard? Clard adalah orang yang baik, dia tidak ingin menyakiti sahabatnya. Jika kamu adalah Clard, kamu tidak mungkin melakukan hal ini" ucap Yura sedikit marah dan mencoba untuk menyembuhkan lukanya.


"Clard! Yang di katakan Yura itu benar! Bukannya kamu mencintai Yura?" tanya Ezra sambil membenarkan perkataan Yura.


"Dia tidak mencintaiku Ezra, aku juga tidak mencintainya, karena dia mencintai kakakku" ucap Yura.


Seisi ruangan itu mendapatkan kejutan terutama Veri yang mencintai Putri Kenny. Percaya dirinya menghilang seketika, marah, kesal, itu memeng hak dia, tapi bukan pada cintanya Pangeran Clard, karena cinta tidak bisa disalahkan.


"Ya, inilah kenyataannya. Aku memang mencintai Kenny, tapi aku tidak pernah mengatakan bahwa aku mencintai Yura" kata Pangeran Clard memberontak.


"Cukup Clard! Aku tidak mencintaimu! Aku telah mencintai seseorang sejak lama sebelum kalian berada di sini. Dia bukan Pangeran ataupun rakyat, dia adalah Veri!" kata Putri Kenny yang bergemah di telinga Veri. "Terimalah kenyataan ini Clard" sambungnya.


Suasana kembali hening, memikirkan perjalanan para kesatria besok. Tidak lupa dengan bola yang sebelumnya berwarna-warni dan kini menjadi warna biru. Bola itu akan di bentuk menjadi tongkat dari permata kehidupan untuk memusnahkan bangsa Dark.