World Elements

World Elements
Dead



"Ini semua salahku! Ini semua salahkuuuuu!" teriak Yura yang membuat angin yang tenang menjadi kencang. Topi yang sedari tadi menutupi kepalanya kini terbuka lebar. Perlahan rambut hitamnya berubah menjadi putih seutuhnya. Perubahan warna rambut Yura kembali mengeluarkan cahaya yang sangat terang bahkan menembus langit.


"Yura? Kamu berhasil. Aku harap dia berada di jalan kebenaran" batin Queen Ororo.


Pangeran Clard dan Pangeran Odin tidak dapat melihat kejelasan wajah Yura karena bersinar. Petir mulai bergemuruh, angin mulai bertiup kencang. Cuaca kini mulai sedingin Es. Pundak Yura mengeluarkan cahaya yang meninggalkan sepasang sayap putih. Dan Bumi mulai berguncang seperti gempa. Dahi Yura mengeluarkan cahaya dan meninggalkan tanda bulan sabit dan bintang. Lengan kanannya terukir sepasang sayap putih. Semua orang sangat terkejut melihat ini, kekuatan yang telah punah kini kembali bersama Yura karena tanda bulan sabit dan bintang itu. Perubah Yura kini belum seutuhnya. Pohon-pohon di sekitar sana kini tercabut melayang keudara, logam, besi dari istana Viore juga ikut melayang ke udara, batu-batu, air, angin yang membentuk badai petir, es, dan kekuatan lainnya yang punah kini semuanya dapat di kendalikan Yura.


Perlahan cahaya itu mulai lenyap tapi Yura belum juga sadar dari emosinya. Semua pasukan iblis dengan sekejap mati di tangan Yura hanya dengan mengangkat tanganya, iblis itu hangus terbakar. Kini topi yang terbuka kembali tertutup. Yura berjalan menuju ke-2 orang tua Pangeran Odin dengan menutup mata dan bertarung. 30 detik berlangsung keduanya pun mati di tangan Yura hanya tinggal Pangeran Odin sendirian.


Melihat orang yang di cintainya telah di rasuki oleh kekuatannya sendiri, Pangeran Odin pergi dan berhenti di dekat jurang yang di bawahnya terdapat lautan biru yang sangat luas. Sementara Raja dan Ratu membawa Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia dan Ragil masuk ke istana.


"Queen! Jantung mereka masih berdetak" kata mereka serempak yang sedang memegang dada anak mereka.


"Bawa ke istana, mereka harus berada di peti kehidupan" perintah Queen Ororo.


"Kemana kamu akan membawa dirimu Odin?" Tanya Yura yang secepat kilat menghampiri Pangeran Odin bersama Pangeran Clard.


Marah dan dendam diri Yura yang di kuasai kekuatannya mencoba untuk menyadarkan diri dan pada akhirnya dapat terkontrol. Yura mulai bertarung dengan Pangeran Odin dengan menggunakan pedang. Meski begitu Pangeran Odin tetap saja tidak ingin melukai Yura. Dia hanya menahan serangan dari Yura. Satu jam berlalu, pertarungan sengit itu belum juga berakhir. Pada akhirnya Pangeran Clard juga ikut campur dalam pertarungan itu.


Pedang bertemu pedang, pukulan bertemu pukulan dan akhirnya pedang Yura menembus jantung Pangeran Odin sementara pedangang Pangeran Odin menembus perut Pangeran Clard. Yura yang membelakangi jurang kini kembali menarik pedangnya, begitu juga dengan Pangeran Odin dia juga kembali menarik pedangnya.


"Aaakkhh..." rintih Pangeran Odin dan terjatuh ke tanah dan menghilang mengunakan kekuatannya.


Sementara luka di perut Pangeran Clard mulai menghilang.


"Aakkh..." rintih Yura yang tiba-tiba merasa sakit di perutnya karena terdapat bekas tusukan pedang.


"Yura?" Gumam Pangeran Clard yang melihat lumuran darah tepat di perutnya padahal tak ada seorangpun yang menusukan pedang padanya, sementara dia juga tak merasa heran apabila bekas tusukan pedang itu hilang sekejap mata karena luka-luka sebelumnya juga hilang tanpa bekas seperti melakukan medis pada dirinya sendiri.


Melihat tubuh yang tidak seimbang pangeran clard ingin menarik Yura yang akan terjatuh, Karena kehilangan keseimbangan topi yang menutupi wajah Yura kini terbuka. Betapa terkejutnya saat Pangeran Clard melihat sosok Putri di hadapannya.


"Putri?" gumam Pangeran Alex.


Saat itu juga Pangeran Alex mulai sadar bahwa selama ini gadis berambut biru bukanlah Putri melainkan sosok Yura. Saat kebersamaanya dan keresahannya dia tersadar akan hal itu. Pangeran Clard mencoba mengingat jelas akan kebersamaanya kepada Putri dan juga Yura. Kemiripan suaranya, bahkan jika putri ada maka Yura tak ada begitu juga sebaliknya. Rasa tidak percaya, bagaimana bisa dia tidak mengenal Yura padahal dia sangat dekat, bahkan tak bisa berada jauh dari Yura seakan memiliki ikatan.


"Ternyata benar, suara mereka sangat mirip"


...


"Aku Yura"


...


"Aku Putri"


...


"Aku berjanji akan selalu bersamamu, dan juga berhak merasakan susah, pahit dan sakit dari dirimu. Bila perlu luka di dalam tubuhmu berpindah ke tubuhku"


...


"Sampai kapanpun kita akan menjadi sahabat"


...


"Aku akan selalu bersamamu"


...


...


"Clard!"


...


"Aku Yura"


...


"Aku Putri"


...


"Aku berjanji akan selalu bersamamu, dan juga berhak merasakan susah, pahit dan sakit dari dirimu. Bila perlu luka di dalam tubuhmu berpindah ke tubuhku"


...


"Sampai kapanpun kita akan menjadi sahabat"


...


"Clard"


Suara itu terus saja bergema di telinga pangeran clard, mengingat lumuran darah di sekujur perut Yura karena luka yang begitu dalam hingga menembus kebelakang, Yurapun tidak kuat menahan sakitnya. Tubuhnya mulai tidak seimbang dan terjatuh ke lautan.


"Clard" panggil Yura sambil memegang perutnya.


Kata itu adalah kata terakhir yang terucap dari bibir Yura. Saat Pangeran Clard ingin menarik tangannya, Yura lebih dulu jatuh kejurang yang di bawahnya terdapat lautan luas berwarna gelap karena gelapnya malam.


"Yuraaaaaaaaa" teriak Pangeran Clard yang melihat Yura jatuh kejurang.


"Clard sampai kapanpun aku akan mencintaimu. Ya aku benar-benar mencintaimu" gumam Yura saat-saat terakhirnya bisa bernafas dan tenggelam di dasar laut yang sama sekali belum pernah dia sentuh.


"Buuuuuurrr" sosok Yura tidak terlihat lagi dan menghilang di lautan.


Secepatnya dia kembali ke istana dan meberitahukan ini. Mendengar itu, Queen Ororo sangat shock karena kehilangan Putrinya. Sementara Queen Claudia pergi bersama Pangeran Clard kembali kejurang. Tanpa berpikir panjang Queen Claudia menceburkan dirinya kelaut untuk mencari Yura. usaha yang dilakukanpun sia-sia, lautan di itari sambil menanyakan makhluk laut Al hasil nihil.


"Mengapa aku bodoh? Sehingga aku tidak mengenal Yura yang selalu di sampingku yang menjadi sosok Putri" batin Pangeran Clard yang teriris-iris karena kepergian Yura.


2 bulan kemudian...


Istana Viore di penuhi dengan kesunyian semenjak para manusia bumi itu tiada. Jasad Yura tidak berhasil di temukan. Sementara Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil di simpan ke dalam peti kehidupan. Dimana peti itu yang di buat oleh bangsa angel. Queen Ororo berharap peti itu dapat membangunkan mereka kembali.


Pangeran Clard yang merasa kehilangan sahabat-sahabatnya termasuk gadis yang dia cintai kini berubah menjadi dingin, tatapannya hingga sikapnya berubah total. Kekecewaan tak dapat di sesalkan, hanya menatap nasib dan pengakhiran cerita yang begitu tragis dimana world elements akan merasa kehilangan yang amat sangat besar kali ini.


***


Sementara di bumi pencarian sudah berlangsung selama 2 hari tapi tidak menemukan hasil dan membuat polisi mengambil keputusan bahwa team penjelajah telah meninggal dunia. Keluarga yang bersangkutanpun mengalami shock dan kesedihan karena kehilangan anak mereka.


Keterpaksaan membuat mereka menerima kenyataan yang pahit dimana mereka harus kehilangan anak/saudara/teman/murid yang mereka sayangi, berduka kini dirasakan oleh mereka semua. Khasus yang menimpa tim penjelajah membuat pulau tersembunyi di tutup untuk selamanya, dan di beri batas antara hutan dan di pesisir pantainya.