
Aries yang terbaring tidak berdaya di tempat tidurnya, lebih Tepat lagi Sekarang berada di kamarnya berdua dengan Queen Ororo, wajah yang sangat pucat, membuat Queen Ororo meneteskan air matanya.
"Aku yakin, kamu Putriku Aries. Apa yang terjadi padamu?" Kata Queen Ororo yang berbicara kepada Aries yang tidak sadarkan diri.
Entah apa yang di bacanya sambil mengusap-usap kedua telapak tangannya hingga mengeluarkan cahaya putih. Cahaya putih itu, Queen Ororo arahkan ke tubuh Aries agar rasa sakit di tubuhnya sedikit hilang. Ya bisa di katakan ini adalah ilmu medis.
***
"Queen? Bagaimana yang lainnya? Apa mereka juga bersamamu? Pinki, fitz, Alex, Jack, semua Sahabat kita. Kemana dia?" Tanya Queen Tara penuh harapan kepada Queen Ororo.
"Maafkan aku, sebelumnya mereka bersamaku. Namun, mereka mininggalkan kita sejak 50 tahun yang lalu karena menyelamatkan Kesatria, yaitu anak-anak mereka dari bumi. Sekarang aura mereka bersemi di tubuh ke-6 kesatria itu, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia dan Ragil. Bola ini, aku sengaja membawakannya untuk Dilon dan juga Vera, karena mereka 2 di antara 10 kesatria" jelas Queen Ororo yang sangat amat menyesal.
Sedikit terpukul akibat kematian Sahabat-sahabatnya, namun Queen Tara mencoba untuk tegar dan melepaskan semuanya ke pada ke-7 anak Sahabat-sahabatnya itu. Karena hanya tingal merekalah kenangan yang tanpa membekas.
"Alasan mereka datang ke Sini adalah mencari Putriku, Putriku Yura. Putriku memiliki element yang sama sepertiku, hanya saja dia sangat sempurna, hingga seluruh kekuatan yang ada di World Elements ini dia miliki" ujar Queen Ororo.
"Apa? Tapi mengapa mereka tidak mengatakannya?" Tanya Queen Tara sedikit kaget.
"Itu karena perintahku yang melarang mereka" jawab Queen Ororo.
Sementara Pangeran Clard, Pangeran Dilon, Vera, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan juga Ragil, mereka masih menunggu kesadaran Aries yang sejak tadi pingsan. Kecemasan terlihat di raut wajah Pangeran yang di kenal sangat dingin itu saat dia mengerutkan dahinya. Kecemasan itu dapat di lihat oleh Novia dan Diah. Sedikit kabar bahagia untuk mereka, karena Pangeran merah itu selama ini tidak pernah memyampaikan ekspresi wajahnya semenjak Yura mereka hilang.
Pangeran Clard yang duduk di depan meja tepatnya di samping tempat tidur milik Aries beranjak dengan segera menghampiri Aries saan melihat jari-jari Aries bergerak. Beranjaknya Pangeran Clard di ikuti oleh yang lainnya dan mulai mengisi ruang-ruang kosong di sisi tempat tidur Aries.
"Kakak" panggilnya yang belum menyadarkan diri sepenuhnya.
"Yura" panggil Diah yang langsung memeluk Aries yang terbaring.
"Apa yang kamu lakukan Diah? Aries baru saja siuman, bisakah kamu menjauh sedikit dengannya?" Goda Pangeran Dilon yang mendaptkan tatapan tajam Roby, namun dia tidak mengambil hati kelakuan Roby itu.
"Tunggu dulu! Apa kamu memanggilku Yura sebelumnya?" Tanya Aries kepada Diah.
"Hm? Yura? Maafkan aku, aku teringat akan sahabatku Yura. Dia telah menghilang sejak 100 tahun yang lalu, karena peperangan antara para kesatria dan bangsa Dark" ujar Diah.
"Aries, aku dan Vera keluar sebentar. Kalian? Kalian jaga Aries baik-baik ya" ucap Pangeran Dilon.
Setelah Pangeran Dilon dan Vera pergi, Aries merasa sedikit sakit kepala dan terlintas sedikit demi sedikit ingatan yang tidak jelas yang mengambarkan keadaan yang tidak dapat di jelaskan di bibirnya.
"Siapa sebenarnya Yura? Apa dia ada hubungannya denganku? Setiap kepalaku merasa sakit, ingatanku selalu ada gadis yang bernama Yura. Belakangan ini aku sudah mencari sosok gadis yang bernama Yura, tapi nihil. Semua ini membuatku semakin bingung" ucap Yura yang mulai mengatakan semua tentangnnya.
Mendengar hal itu, Sesilia pun melihat liontin yang ada pada lehernya. Betapa mengejutkannya, liontin itu bersinar sangat terang. Sesilia mencoba untuk menerawang seisi kamar, namun tidak ada gadis selain Aries di sana.
"Tapi mengapa itu semua bisa terjadi?" Tanya Sesili yang mencoba untuk mencari kebenaran liontin miliknya.
"Entah aku juga tidak tahu, tapi sebenarnya aku bukanlah berasal dari Sini. Aku di temukan Ibu Gloraris di dasar laut di balut dengan bola ice yang melindungiku dan kemudian Ibu Tara dan Ibu Liana membantuku agar aku selamat dan keluar dari sana. Saat itu aku sudah tidak tahu siapa diriku? Dari mana asalku? Perlahan ingatanku teringat kembali namun tidak dapat dilihat begitu jelas" jelas Aries.
Pangeran Clard sedikit termenung melihat Putri Kenny hingga meneteskan air mata. "Yura?" Gumamnya melihat Putri Kenny yang terdengar oleh yang lainnya.
"Apa?" Tanya Putri Kenny yang merasa bingung.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Pangeran Clardpun langsung memeluk Putri Kenny, dan berkali-kali mencium kepala Putri Kenny. Putri Kenny yang di perlakukan seperti itu hanya merasa bingung, terheran-heran melihat kelakuan Pangeran Clard. Veri yang melihat hal itu sedikit jengkel hingga memisahkan Putri Kenny dari pelukan Pangeran Clard.
"Apa kamu gila? Apa yang kamu lakukan?" Bentak Veri sedikit marah kepada Pangeran Clard.
Sementara Aries, Entah mengapa diapun tidak mengetahui alasannya menangis saat melihat adegan beberapa menit yang lalu. Dia merasa sedikit sedih, marah, namun tanpa ekspresi. Sedikit perdebatan, pertengkaran, mulai terbentuk diantara mereka saat itu. Aries yang merasa belum pulih akan lukanya memutuskan untuk berdiam diri dan menyerap energi alam agar dia lebih pulih.
"Kamu Yurakan? Katakan pada mereka bahwa kamu adalah Yura kami" ucap Pangeran Clard kepada Putri Kenny.
"Apa yang kamu katakan? Dia Kenny sahabat kami!" Jawab Vera yang berada di belakang Pangeran Dilon.
"Aku tahu dia Yura, aku bisa merasakan sesuatu milikku berada padanya" ucap Pangeran Clard pada pendiriannya.
"Clard? Apa kamu lupa? Yura seorang Storm bukan Aqua" bujuk Diah mencoba untuk mengubah pendirian Pangeran Clard.
"Storm katamu? Dulu bahkan sebelum dia mendapatkan identitasnya, dia berpenampilan Aqua. Apa ini juga tidak mungkin? Dia Storm, apa saja bisa dia lakukan" bantah Pangeran Clard.
"Kamu memang sudah gila. dia putri satu-satunya dari Queen Gloraris Meldi Sea, Pewaris kerajaan Piston Sea. Apa kamu bisa membuktikan bahwa dia Yuramu?" tanya Vera mulai memanas.
"Buktiku memang tidak nyata, akan tetapi aku bisa membuktikannya nanti" ucap Pangeran Clard dengan keras kepalanya.
"Maaf, tapi aku memang bukan Yura, aku Kenny" ucap Putri Kenny dengan lembut tanpa amarah.
"Guys" panggil Aries yang tidak di dengarkan yang lainnya.
"Tunggu dulu! Aku merasa bingung dengan apa yang terjadi saat ini, tolong jangan bertengkar dan jangan saling membentak. Kita semua adalah Sahabat dan kesatria" ucap Novia yang membuat yang lainnya terdiam.
Tiba-tiba saja seisi kamar itu bergoyang, mereka satu sama lain saling melindungi. Entah apa yang terjadi. Karena untuk memastikan keadaan istana baik-baik saja, Pangeran Clard mencoba melihat keadaan di bawah melalui jendala kamar milik Aries. Begitu sangat mengejutkan saat pasukan dari bangsa Dark teleh datang dengan banyaknya menuju istana tepat mereka injak. Penampilan yang sangat mengerikan, bahkan para iblispun ikut serta di dalamnya, troll hitam, bahkan pasukan binatang-binatang buas yang telah di hipnotis oleh mereka dari bangsa Dark telah bergabung. Tentu saja setiap peperangan atau pasukan memiliki pemimpin mereka, ya tidak lain bangsa Dark sendirilah yang memimpin pasukan itu di barisan yang paling depan dengan penampilan tidak jauh dengan jubah hitam milik mereka dan topi penutup kepala. Pasukan yang berjumblah sekitar puluhan ribu itu dikelilingi oleh aura hitam bahkan dapat dirasakan mereka yang berada di dalam istana.
Aries yang sedari tadi berada di atas tempat tidur kini sudah pulih dengan sepenuhnya dan beranjak menuju ke jendela di mana terdapat yang lainnya di sana. Ekspresi yang sedikit terkejut namun dapat di kontrol.
"Kalian semua! Mundurlah! Aku akan mencoba untuk memperlambat langkah mereka" perintah Aries yang di ikuti yang lainnya.
Mata yang terbuka kini di tutup dengan cepat oleh Aries sendiri. Tangan yang mulai bergerak kiri dan kanan kemudian mengarah ke depat dengan tegasnya. Kekuatan yang Aries keluarkan sedikit membuatnya tersentak ke belakan, kemudian jauh di depan mereka tepatnya di hadapan pasukan terbentuk sebuah dinding yang berlapis-lapis mengelilingi kerajaan Zenna. Dengan sengaja Aries memperlambat putaran waktu para musuh menggunakan kelebihan kekuatannya. Sebelumnya pasukan yang maju sedikit cepat, kini melambat akibat Aries.
"Para kesatria!" panggil seorang wanita perak bermahkota di ambang pintu yang baru saja datang sambil memegang sebuah bola di atas tangan kdengan 2 warna yang berbeda
"Yang