
Next....
Ini season ke-3 dari World Elements
Jangan lupa votmen ya reads 😘
_____________________________________
Beberapa tahun kemudian di sebuah kampus yang sangat terkenal, hanya orang-orang terpilih yang bisa masuk universitas Arsa. Kampus ternama, terpandang dan terfavorit dikalangan masyarakat sekitar, hanya orang berada, pintar dan berprestasi yang bisa memasuki universitas itu. Sayangnya saja kebanyakan orang kaya dengan otak yang kosong belagu, seperti sok berkuasa, menindas orang miskin, tapi tidak semua orang miskin yang bisa mereka bully karena mereka melakukan perlawanan yang serata karena tidak mau di tindas sama orang yang sok berkuasa, kecuali ada seorang gadis yang bernasib malang. Setiap hari dia harus mengerjakan tugas-tugas para pembully di kampus itu, harus menerima siksaan yang amat sakit dari mereka. Alasan dia di bully karena dia gadis cupu yang kutu buku, bisa di bilang pemalu, tidak banyak bicara, dan tidak ingin berbicara kepada semua orang.
Kekerasan itu terus terjadi kepada gadis yang bernama Anita fransiska, dia terus disiksa dan ditindas. Sekujur tubuhnya babak belur, dan bahkan dia pernah mimisan sepulang kuliah di hajar habis-habis oleh geng Tiara.
"hey kutu buku" panggil Tiara yang berdiri bersama kedua temannya Melda dan Diana.
"Tiara, maafkan aku, tapi aku benar-benar ada urusan sekarang" Ucap Anita sambil membenarkan kaca mata yang dia gunakan untuk alat bantu penglihatannya.
"oh,,, jadi kamu berani melawan kami" ucap melda dengan nada keras sambil mendorong Anita.
"aww..." rintihnya terjatuh di kaki pemuda yang berada di belakangnya. "kaca mataku" ucapnya meraba-raba lantai di sekitarnya.
Tanpa sengaja lewat pemuda dan membantu Anita memasangkan kaca mata dan menolongnya untuk berdiri, sambil membersihkan debu-debu yang menempel di pakaian Anita. Sentuhan pemuda itu membuat Anita gugup, berkeringat dan gemetar seakan-akan Anita takut kepadanya.
"kamu tidak apa-apa?" tanya pemuda itu dengan sopan.
"ti-tidak... Terima kasih Yuda" ucapnya begitu.
Tangan Yuda yang memegang lengan Anita kini di tarik dengan amarah Tiara seakan Yuda adalah kekasihnya.
"lepaskan aku tiara" ucap Yuda tidak menyukai sifat Tiara. "sekali lagi kamu menyakitinya maka kamu akan tau akibatnya!" ancam Yuda sambil memegang pergelangan tangan Tiara hingga memerah dan terasa panas.
"aw yuda sakit, lepaskan panas" ucapnya tidak fokus.
Yudapun melepaskan genggamannya dan menghampiri Anita, entah mengapa Yuda adalah cowok terkeren, terganteng, terpintar, dan terkaya, bahkan penampilannya bentuk wajahnya sangat tampan seperti ada keturunan kerajaan, hanya dia yang terlalu simpatik kepada Anita, ada si beberapa tapi tidak terlalu seperti Yuda, seakan-akan Anita itu pacarnya, tapi yang menjadi tanda tanya Anita gadis cupu itu selalu menghindari Yuda.
"hey Anita... Anita" panggilnya yang lagi-lagi di tinggal pergi oleh Anita. "ku harap Anita adalah dia yang selama ini kami cari" batinnya begitu.
Entah *dia* itu siapa, dan mengapa Yuda terus mengejar Anita hanya dia yang tau hal itu.
***
"ibu" panggil Anita di luar pintu rumah yang saaaangat besar sambil memencet bell rumah. Setelah beberapa detik menunggu datang ibu-ibu yang memakai daster layak seperti assistent rumah tangga, Anitapun mencium tangan ibu tadi dan segera masuk kedalam rumah menuju suatu ruangan yang berada di atas, dengan menaiki tangga. Tidak lupa dengan kunci yang berada di sakunya untuk membuka pintu kamar.
***
Lagi-lagi di bangku kuliah, Anita harus mengalami luka-luka di taman belakang akibat penindasan Tiara karena Yuda telah membelanya. Pipinya memar bekas tamparan Tiara, Melda dan Diana. Bahkan bibir dan hidungnya ikut berdarah, setelah di hajar oleh mereka. Walaupun babak belur di hajar, tapi hal itu di rahasiakannya dari kepala sekolah dan dosen lainnya, karena dia tidak ingin selalu mendapatkan masalah yang serius.
Tepat di depan UKS Yuda melihat Anita membawa peralatan P3K untuk lukanya itu, yaa tentu saja melihat itu Yuda langsung menghampirinya dan membantunya.
"Anita, apa yang terjadi padamu?" tanya Yuda cemas.
"kamu tidak perlu tau Yuda, sebaiknya kamu pergi dari sini" ucapnya begitu dengan bantahan Yura.
Entahlah mendengar bantahan Yuda, Anitapun menolak Yuda dengan sangat keras hingga membuat tempat tidur di UKS sedikit terguncang.
Anita cukup di bilang gadis yang kuat, karena bisa bertahan setiap di bully. Pendarahan, memar, terus saja dia dapatkan di setiap harinya, kadang pulang kuliah dengan kondisi yang basah-basah.
Jam kuliah terselesaikan, seperti biasa Anita pulang dengan berjalan kaki, langkahnya terhenti ketika mendengar klason mobil dari belakang dan di lihatnya yang tidak lain adalah Yuda dengan mobil merahnya yang sangat mewah dapat dikatakan mobil Yuda adalah yang termahal bahkan dia juga menambahkan beberapa aksesoris, seperti knalpot api.
Melihat Yuda yang ada di belakangnya, Anitapun berlari, tentu saja lariannya itu percuma hingga kesabaran Yura habis, diapun keluar dari mobil dan menarik paksa Anita masuk ke dalam. Yuda membawa Anita di suatu tempat dimana terdapat bunga-bunga yang indah dengan aroma yang khas.
"Anita, mengapa setiap kali aku ingin membantumu, kamu malah pergi meninggalkanku? Aku ini tidak seperti mereka yang kamu bayangkan! Aku hanya ingin menyelamatkanmu" ucapnya menghentikan mobil dan mengunci semua pintu mobil.
"aku tidak ingin mendapatkan masalah lebih Yuda, lepaskan aku" ucap Anita yang sama sekali tidak ingin menatap waja Yuda.
"tatap wajahku Anita" paksa Yuda dengan menarik Anita.
"hentikan Yuda! Apa yang kamu lakukan?" tanyanya memberontak tidak ingin di sentuh.
Yudapun tetap memaksa, membuka kuncir kuda Anita hingga ke kaca mata Anita. Sedikit terdiam melihat kecantikan Anita tanpa kaca mata dan kuncir kudanya. Tatapan mata Anita sedikit mengeluarkan cahaya putih membuat tatapan Yuda membuyar.
"Anita apa itu tadi?" ucapnya membenarkan posisi duduk.
"apanya yang apa?" tanya Anita gugup.
"apa dia.... Ah lupakan saja" batin Yuda.
Entah mengapa sejak tatapan tadi berlangsung, Anita banyak diam dan mulai berbicara kepada Yuda, menikmati suasana taman yang menyejukan, menghabiskan waktu, makan bersama hingga terlelap tidur di tengah taman di bawah pohon yang rindang.
Waktu terus berjalan hingga membawa mereka ke dunia mimpi, dimana rasa mimpi itu seperti nyata, karena seluruh dunia di kelilingi kabut tiada henti, bencana dimana-mana. Mimpi buruk Yuda sangat menakutkan, hingga membuatnya hanyut hingga sore hari dan tersadar dari mimpi buruk itu.
"dimana Anita? Ah dia pulang tanpa memberitahukan ku" tanyanya tidak mendapatkan sosok Anita di sampingnya, sama sekali tidak ada orang di sekitarnya, hingga membuat dia beranjak dari duduk langsung pergi ke mobil menuju rumah. Perjalanan Yuda terganggu karena Anita selalu ada di benaknya.