World Elements

World Elements
freedom



Ariespun kembali berenang dengan posisi paling depan dan membuat sebuah gelembung air yang sangat besar untuk melindungi Putri Kenny, Karlo, dan Kirlo, agar hanya mereka yang berada dalam gelembung saja dapat melihat mereka yang berada di luar gelembung. Kepakan ekor mulai membawa mereka yang semakin dekat dengan istana yang berwarna biru tua itu.


Sebelum sampai di istana, Aries memggunakan telepati kepada Queen Gloraris agar mereka semua memyambut kedatangan Putri Kenny yang telah lama di asingkan. Tak disangka, sudut bibir Putri Kenny dan juga mulai memaik ketika sang ibu sudah menunggu di ambang pintu bersama dengan yang lainnya.


"Ibu!" seru Aries mempercepat renangnya menuju Queen Gloraris dan memeluknya dengan erat.


"Putriku" balas Queen Gloraris. "Apa kamu baik-baik saja? Tapi? Tunggu dulu? Kamu sendirian?" bingung Queen Gloraris yang merubah senyuman menjadi kesedihat.


"Tenang ibu, aku tidak sendirian. Mutiara pelangi bersamaku, lihat ini!" jawab Aries sambil memperlihatkan kalungnya.


"Hm... Putriku, ibu fikir..." balas Queen Gloraris yang menggantung ucapannya.


"Ibu, apa ibu melupakanku? Ibu? Aku menyayangimu walaupun hukuman yang kamu berikan membuatku tidak memiliki keluarga yang sebenarnya. Tapi aku sudah bahagia dengan wujudku sebagi lumba-lumba, karena para mamalia laut telah ku jadikan sahabat sekaligus keluarga" bisik Putri Kenny kepada Queen Gloraris yang berada di gelembung.


Mendengar itu, Queen Gloraris tersentak kaget karena tidak melihat Putrinya bersamanya. Aries yang tidak tahan melihat kerinduan dari sang ibu, diapun memutuskan untuk mengakhiri drama itu dan mengeluarkan Putri Kenny, Karlo dan Kirlo dari gelembung agar mereka semua melihat yang telah dinantikan oleh semua orang.


Betapa terkejutnya, Putri Kenny yang begitu cantik kini berada dihadapan mereka yang telah lama diasingkan. Air mata yang mulai berderai kini tak dapat dibendung lagi. Kenangan masa lalu kini terlintas dibenak masing-masing dari mereka. Pengasingan yang begitu lama, membuat Queen Gloraris dan Putri Kenny terhanyut dalam fikiran dan tanpa sengaja mengacuhkan yang lainnya.


"Ehem... Kami para tamu disini, seharusnya lebih dihormati" canda dari Kirlo yang mendapatkan teguran dari saudara ke!barnya yaitu Karlo.


"Oh ya maaf, ibu dia Karlo dan ini Kirlo. Mereka adalah saudara kembar, dan mereka juga membantu Aries menemukan mutiara itu" jelas Putri Kenny melepaskan pelukan dari ibunya.


Setelah berada sedikit lama didalam istana, dan menceritakan petualang. Tak lupa dengan Karlo dan Kirlo yang diberikan jabatan untuk menjadi mengawal kerajaan yang di tugaskan untuk menjaga seluruh istana.


Melepaskan kerinduan yang begitu lama, Aries memutuskan untuk tidak membuang-buang waktu. Aries pamit kepada Queen Gloraris untuk memenuhi tanggung jawabnya. Setelah berpamitan secepat kilat Aries berenang kepermukaan dan keluar dari air yang berubah menjadi fairy. Ekor biru kini berubah menjadi sepasang kaki putih dan memperlihatkan tanda sisik ikan di bagian betisnya. Tak lupa juga dengan sepasang sayang putih yang begitu besar. Aries sengaja menggunakan sayap yang terlihat seperti bentuk sayap burung dari pada sayap fairy pada umumnya yaitu sayap kupu-kupu agar dia dapat terbang menembus awan. Tanpa melihat sekeliliang Aries terfokus pada tujuannya dan terbang begitu cepatnya hingga tak ada yang bisa melihat kejelasan bentuk tubuhnya dari bawah. Tidak perlu menunggu waktu yang lama Aries melewati awan. Tangan yang mulai terentang, tubuh yang mulai mengeluarkan cahaya dan diikuti oleh mutiara pelangi. Saat itu mutira pelangi terpisah dari kalung Aries dan berada tepat di atas kepala Aries dengan memancarkan sinar yang terang. Keretakan dari mutiara mulai terlihat dengan cahaya yang semakin terang. Tangan yang terentang kini di rubah dengan posisi merapat sambil mengarah ke mutiara. Tangan yang mulai merenggang diikuti dengan cahaya emas memperlihatkan bahwa separuh kekuatan itu akan kembali menyebar. Perlahan dia mulai merenggangkan tanggannya hingga kebawah membuat ledakan cahaya yang begitu besar. Pecahan-pecahan mutiara kini bergabung/bersatu dalam tubuh Aries. Cahaya emas kini semakin terang hingga merubah sayap putih Aries menjadi warna emas. Hal ini menandakan identitas Aries telah sepenuhnya dia dapatkan dan bersamaan dengan meningkatnya kekuatan yang dia miliki. Gaun mini yang berwana biru juga berubah warna. Rambut biru tua Aries kini berubah menjadi emas dan semakin panjang sangat panjang hinga tak dapat di ukur. Tanda bintang dan bulan yang berada di dahi kini menghilang, tanda sayap dan juga sisik ikut menghilang ditubuh Aries. Setelah ke-3 tanda itu menghilang, dahi Aries kembali mengeluarkan cahaya emas dan meninggalkan tanda permata. Sementara yang lainnya berada dibawah Aries merasakan apa yang telah terjadi, pelindung transparan yang menghalangi wilayah mereka kini pecah menjadi serpihan kaca. Mereka semua telah mendapatkan milik mereka kembali. Begitu juga dengan mereka yang berada jauh dari sana lebih tepatnya lagi di kerajaan Viore mereka mendapatkan sayap-sayap mereka kembali. Seluruh World Element kini kembali seperti semula dan mendapatkan sayap dan ekor, semuanya, semua kekuatan mereka.


"Selesai" ucapnya dengan penampilan barunya. Sayap yang indah kini membawanya terbang ke angkasa mengelilingi awan dengan bahagia. Sementara di bawah, para Raja dan Ratu telah berkumpul dengan sayap yang masing-masing dengan warna elemen mereka untuk menunggu kedatangan Aries dari atas. Begitu juga bangsa mermaid, mereka dapat berubah menjadi manusia dan tidak lupa dengan sayap. Seluruh World Element kini dapat terbang dan juga berenang didalam air layaknya seperti bangsa mermaid.


Aries yang sibuk terbang kini teringat akan yang lainya di bawah, begitu cepat dia terbang ke bawah untuk turun dan membuat kaget semua orang. Kepakan sayapnya yang besar membuat angin yang tenang memjadi sedikit kencang. Setelah kaki yang menyentuh tanah, Queen Gloraris, Queen Liana, Queen Tara, King Reggie, sahabat-sahabat Aries dan yang lainya bersamaan berlutut memberikan hormat kepada Aries yang telah memcapai kesempurnaan dalam wujud Storm dari sebelumnya.


"Jangan membuatku seperti orang yang terlalu mementingkan diri sendiri, aku tidak ingin dihormati pada kalian yang lebih tua dariku" ucap Aries yang disambut dengan berdirinya yang lain. "Aku berterima kasih pada kalian, karena sudah menjagaku dan menganggapku layaknya seperti keluarga kalian. Walaupun ingatanku yang belum pulih, kalian tetap akan menjadi keluargaku jika semua ingatanku telah kembali. Dan juga, aku berharap, aku akan tetap menjadi Aries yang kalian kenal sebelumnya, maksudku aku tidak ingin memerintahkan kalian karena kalian adalah keluargaku" kata Aries.


"Seharusnya kami yang berterima kasih kepadamu Aries, karena kamu telah membantu kami mengembalikan World Element seperti dulu" ucap Queen Tara.


Jauh dari mereka, yaitu di istana Viore...


"Yura putriku, ibu yakin kamu masih hidup" batin Ororo.


"Yang mulia!" panggil Pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil bersamaan.


"Yang mulia, apa ini perbuatan dari Yura? Kekuatan ini telah kembali" seru Novia yang memulai pembicaraan.


"Ini semua memang perbuatan Yura, bahkan pelindung transparan itupun telah pecah, kalian akan memulai pencarian Yura di sana!" ucap Queen Ororo.


"Tapi bagaimana bisa? Bahkan kita tidak tahu seperti apa wajah Yura, pasti wajah dia juga ikut berubah seperti kami yang sudah lebih dewasa dengan umur 100 tahun" keluh Diah.


"Tanpa mengenali wajah, kalian pasti menemukan dia karena ikatan batin bukan?" balas Queen Ororo. "Besok! Kalian bisa mulai mencari Yura disana!"


"Baiklah!" jawab mereka serempak.


Semangat api yang ingin mencari sosok Yura telah mereka siapkan dari sejak Yura hilang.


Kembali ke tempat dimana Aries bersama yang lainnya berada....


Vera, Pangeran Dilon, Putri Kenny, dan juga Aries hubungan mereka semakin dekat karena kebebasan itu. Ingin melepaskan kerinduan, mereka berjalan bersama di sekitar pantai. Bercanda, bahkan lari-larian. Kesunyian tidak pernah mereka lalui, Kenny yang dikenal lucu dan banyak bicara itu menjadi sosok yang sangat penting pada saat itu.


"Kenny sudah pulang, sekarang kita tinggal menunggu kepulangan Veri. Entah kapan dia akan pulang" seru Vera.


"Veri? Dia siapa? Mengapa aku tidak kenal dengannya?" tanya Aries.


"Mendingan kita duduk" ajak Dilon.


"Begini, Veri itu, dia adalah saudara kembar Vera. Dia mengambil sumpah pada saat hukumanku baru dimulai. Dia bersumpah untuk ikut meninggalkan tempat ini sampai aku benar-benar pulang" ujar putri Kenny.


"Apa dia pacar kamu?" tanya Aries lagi, yang mulai penasaran akan sosok Veri.


"Bukan pacar, melainkan sahabat sejati" jawab seorang pemuda yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Veri?" gumam putri Kenny.


"Aku di sini guys" ucap Veri.


Dengan cepat, putri Kenny, Vera dan Dilon beranjak dari duduknya dan segera menghampiri sahabatnya. Saat berada di pelukan sang adik dan Kenny, Veri melihat Aries yang tersenyum dihadapannya.


"Storm? Jadi? Emm... Terima kasih atas bantuan mu..." ucap Veri yang menggantung.


"Aries, aku Aries. Aku juga sahabat mereka bertiga sejak 101 tahun yang lalu" ucap Aries.


"Apa tidak sebaiknya kita mengitari laut dan menikmati pemandangan disana? Sekalian berbagi cerita selama kita tidak bersama?" ajak Veri yang disetujui yang lainnya.