World Elements

World Elements
suspicious



Langkah mereka yang akan memusnahkan bangsa Dark kini di mulai. Awal langkah mereka yang memasuki hutan itupun di sambut dengan kerlipan-kerlipan cahaya yang membentuk pola manusia berparas lelaki yang hendak menghentikan mereka.


"Apa ini ilusi atau cerita itu benar?" batin Aries bingung dengan rasa tidak percaya. "Tapi aku harus mempercayai yang telah ku dengar sebelumnya" lanjutnya dengan memegang teguhkan kebenaran dalam dirinya.


Sempat kagum, namun teralihkan saat Novia yang memecahkan keheningan. Seperti biasanya, Novia yang lemot itu membuat suasana hati Yura sedikit membanting, namun di tenangkan oleh si tampan Silver dan si tampan Red tidak lain adalah Pangeran Dilon dan Pangeran Clard.


"Terima salamku para kesatria" ujar Kerlipan-kerlipan itu.


"Salam" balas mereka serempak.


"Tu-tuan Gara? Apa ini kamu yang mulia?" Tanya Vera.


"Iya, ini aku. Kalian bisa memanggilku dengan namaku saja" jawabnya. "Apa yang membuat kalian datang ke perbatasan hutan damai?" Tanyanya.


"Kami datang kemari dengan tujuan untuk mengambil permata kehidupan, dengan cara melewati hutan kutukan ini" jawab Sesilia.


"Melewatinya?" Tanyanya lagi. "Sebaiknya kalian pergi jangan pernah bermimpi untuk masuk ataupun datang lagi kemari" sambungnya yang memancing amarah dari gadis biru yang tidak lain adalah Diah.


"Apa? Pergi? Kami tidak akan pergi karena keputusan kami adalah menyelamatkan World Elements" katanya dengan dana tinggi.


"Kami di sini sudah 100 tahun, hingga lupa akan tempat kelahiran kami. Jika kalian tidak ingin di selamatkan mengapa kalian mengundang kami datang ke dunia kalian. Bahkan kami tidak tahu bagaimana keadaan orang tua kami saat ini" lanjut Sesilia ikut marah.


Untuk sementara suasana kembali hening. Ekspresi wajah yang penuh pertimbangan kecuali Pangeran Clard yang meninggalkan jati dirinya 100 tahun yang lalu.


Mata Yura yang mulai melirik Pangeran Clard, kini mengerutkan dahinya, entah apa yang dia pikirkan hanya dia yang tahu.


"Clard?" Gumamnya seperti baru menyadari bahwa Pangeran Clard berada di sampingnya.


Kemudian pandangannya di arahkan kepada teman-temannya yang berada di sampingnya. Heran, bingung, kaget, begitu banyak ekspresi di wajah Yura. Sementara yang lain ikut heran melihat tatapan Yura kepada mereka.


"Guys?" Gumamnya lagi terharu.


Entah apa yang terjadi pada Yura saat itu. Tatapan bingung mengarah padanya. Yura yang mendapatkan tatapan kini mulai memejamkan kedua matanya dan kemudian lemas hingga jatuh ke pelukan Pangeran Clard.


"Yura!?" Panggil mereka melihat Yura yang pingsan di pelukan Pangeran Clard.


"Aku merasakan Element Dark berada di sekitar kita" ucap Tuan Gara yang mendapatkan tatapan yang lainnya.


"Memang benar, Element Dark memang berada di sini" jawab Diah membenarkan perkataan Tuan Gara.


"Iya, lihat ini!" Ucap Pangeran Clard yang memegang Aries sambil menyingkap rambut-rambut pendek yang menutupi dahi Aries yang melihatkan lambang permata.


"Ini yang membuatmu merasa bahwa bangsa Dark berada di sekitar sini, karena Yura memiliki semua elements" ucap Ragil.


"Tidak! Ini sangat berbeda. Dirinya benar-benar dalam bahaya" kata Tuan Gara.


Cukup lama, namun Yura belum juga sadar. Tuan Gara, Pangeran Dilon,Ezra, Roby, Ragil, Novia, Diah, Sesilia, dan Vera, mengerahkan semua kekuatannya untuk Yura agar segera sadar, Al hasil, nihil.


"Clard?" Panggil seseorang kepadanya. Dilihat sekitarnya, seperti hanya dia yang mendengar panggilan itu. ya memang benar, panggilan itu berasal dari batinnya. Pangeran Clard mencoba untuk menenangkan dirinya dan kembali mendengar panggilan sebelumnya.


"Clard, ini aku. Ternyata kamu telah mencintai orang lain selain diriku" ujar suara itu.


"Apa kamu? Kamu Yura?" Batinnya bertanya.


"Clard, tolong aku, kumohon" ucap suara itu kemudian menghilang.


Hilangnya suara itu membuat pandangan Pangeran Clard tidak terarah. Sementara yang lainnya sibuk membangunkan Yura yang terbaring di atas pangkuan Pangeran Clard.


***


"Sial! Sangat sulit membuatnya tetap berpihak kepadaku" ucap seseorang di tempat yang sangat gelap. "Aku harus membuatnya tetap dalam genggamanku" lanjutnya kemudian menghilang.


***


"Yura? Yura?" Panggil mereka yang disambut dengan bergeraknya tangan Yura kemudian di susul dengan terbukanya kedua mata yang indah.


"Guys?" Gumamnya melihat sahabat-sahabatnya mengelilingi dirinya. "Aku baik-baik saja, tenanglah" ucapnya.


"Yura, apa ini benar kamu?" Tanya Tuan Gara yang masih tidak yakin pada Yura.


"Apa kamu mencurigaiku?" Tanya Yura yang merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang mengarah padanya.


Tuan Gara menyimpan kecurigaan terhadap Yura, namun tidak dapat dia buktikan dengan kata-kata. Bukan hanya Yura, melainkan yang lainnya juga merasa terganggu akan pertanyaan itu.


Tuan Gara Memiliki pengalaman yang lebih besar di bandingkan yang lain karena dialah yang menyaksikan kehancuran dan kemurkaan hati seseorang.


Tuan Gara masih tetap pada pendiriannya bahwa mereka tidak akan pernah di berikan izin untuk memasuki hutan kutukan itu, terutama pada Yura yang di curigainya bersekongkol dengan Bangsa Dark. Hingga terjadi perdebatan anatara mereka dengan Tuan Gara.


"Hentikan! Jika kalian tetap seperti ini , maka pemilik hutan ini akan merasa sangat terganggu" ucap Tuan Gara mulai kesal.


"Apa hakmu untuk melarang kami?" tanya Roby.


"Baiklah,  aku memang tidak memiliki hak, tapi jika kalian tetap bersih keras maka akan aku putuskan!" ucapnya.  "Aku mengajak salah satu dari kalian bertarung,  jika kalian menang,  kalian akan aku biarkan masuk ke dalam!" lanjutnya dengan keputusan yang bulat.


"Baiklah, jika begitu aku yang akan melawanmu" ucap Pangeran Clard pada keputusannya.


Keputusan yang Pangeran Clard ambil di setujui yang lainnya, apa lagi, mereka berdua sama-sama pengendali element Fire. Namun walaupun mereka sama-sama pengendali Fire, tapi sangat sulit untuk melukai kerlipan-kerlipan itu, fikir mereka.


Arena pertarungan di buat oleh Diah dengan Element Aquanya dan di bantu oleh Yura menggunakan element yang sama. Arena itu mereka berdua bentuk lingkaran yang di dalamnya terdapat Pangeran Clard dan Tuan Gara, dan di batasi dengan air, di mana nantinya akan menjadi kekalahan bagi mereka yang menyentuh air itu.


Pertarungan akan segera di mulai, Pangeran Clard telah siap pada posisinya dan tidak lupa dengan pedang kemampuan elementnya, begitu juga sebaliknya dengan Tuan Gara.


Penyerangan pertama di mulai dengan serangan cahaya merah dari Tuan Gara yang mengarah ke Pangeran Clard dan meleset hingga musnah terkena perisai air yang tinggi ± 3 M.