World Elements

World Elements
Party dance



Novia yang sedang menari bersama dengan Ezra juga melihat gadis cantik yang dilihat oleh Pangeran Clard.


"Akhirnya yang kita tunggu turun juga, lihat itu" kata Novia yang berbicara pada sahabatnya.


"Dia sangat cantik dan berbeda malam ini, bahkan semua para bangsawan kagum melihat kecantikan wajahnya" gumam Ezra yang terdengar ditelinga sahabat dan pacarnya.


Pembicaraan mereka terhenti saat melihat perhatian semua orang tertuju pada Yura.


"My Princess" gumam Queen Ororo.


Yura yang melangkahkan kakinya maju kedepan kini membawa wajah yang merona karena gugup dilihat semua orang. Sementara Pangeran Clard yang sedari tadi menatap Yura dari posisi yang sedikit jauh kini mulai mendekat dengan langkahnya.


Jalan yang sempit kini mulai melebar karena para tamu yang mulai memberi jalan.


"Siapa dia? Mengapa aku merasa dia sepertinya menghampiriku?" batin Yura yang tidak mengenal sosok Pangeran Clard yang dari pertama masuk istana belum sempat melihat wajahnya. "Oh tidak! Apakah dia Pangeran Fire yang dimaksud oleh sahabatku? Apakah dia salah satu dari ke-8 kesatria" batinnya saat melihat tanda Fire di dahi pemuda yang berjalan menujunya.


Para tamu yang lainnya menghentikan tariannya saat gadis dengan gaun biru muda dan Pangeran Fire berjalan ditengah-tengah antara mereka.


Kini mereka berdua pun saling menatap satu sama lain dengan jarak masing-masing 1 langkah. Yura yang menghentikan langkah sementara Pangeran Clard yang terus maju dan mulai menemukan kaki kanannya dan berlutut didepan Yura.


"Would you dance with me Princess?" tanya Prince Clard sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Of course" jawab Yura menyambut uluran tangan Pangeran Clard.


Mereka berduapun mulai menari dan diikuti oleh yang lainnya.


"Mereka berdua terlihat cocok bukan?" tanya Diah kepada Roby.


"Yaaa... Tapi apa mereka saling mengenal?" tanya Roby.


"Aku rasa tidak, karena mereka belum pernah melihat wajah satu sama lain. Kecuali mereka menyebutkan nama mereka masing-masing" Jawab Diah yang mengakhiri pembicaraan.


Yura dan Pangeran Clard saling menatap satu sama lain.


"Who are you?" tanya Pangeran Clard yang mengakhiri kesunyian antara mereka.


"Apa? Dia memang tidak mengenalku! Aku harus memastikan bahwa dia itu...." batin Yura "And you? Who are you?" tanya Yura yang kembali bertanya.


"My name is Clard Jackson Fire, and you?" jawab Pangeran Clard menyertakan pertanyaannya sebelumnya.


"My name isss...." jawab Yura yang menggantung jawabannya saat mengingat pesan Queen Ororo.


"Yaaaaa?" ucap Pangeran Clard yang ingin meluruskan jawaban Yura. "Where do you live? And where your famili?" tanya Pangeran Calrd yang tidak mendapatkan jawaban.


Kini kesunyian kembali diantara mereka. Pangeran Clard mulai memegang kepala Yura mengunakan tangannya dan menariknya tepat didadanya. Kini mereka dalam posisi berpelukan yang sedang menari dengan diiringi musik yang sangat pas.


"Di sini aku merasa sangat aneh, saat dibumi bahasa inggris sulit untukku pahami tapi di sini? Begitu lancar dan tidak terbatah-batah" batin Yura yang mulai sedikit banyak bicara.


Pangeran Clard yang sedari tadi memeluk Yura kini melepaskannya dan mulai menggenggam pergelangan tangan Yura dan membawanya kesuatu tempat. Dimana terdapat pemandangan air terjun yang sangat Indah dengan hawa yang sedikit dingin.


Pangeran Clard mengajak Yura ketepian air terjun itu dan mengajaknya berjalan-jalan di tepian. Gaun yang menutupi kaki Yura kini basah terkena air terjun yang berwarna tosca itu.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku yang tadi Putri" tanya Pangeran Clard yang mengingatkan pertanyaannya terhadap Yura.


"Kamu akan mengetahuinya nanti" jawab Yura yang tidak ingin mengungkapkan identitasnya.


"Hhmmm baiklah" kata Pangeran Clard dengan keterpaksaan.


Pangeran Clard dengan elemen apinya mulai membuat sebuah kelucuan. Saat ini mereka lupa akan party dance yang disiapkan untu mereka. Canda Tawa, gembira, mereka berdua merasakannya saat malam itu.


Hingga lelah merekapun menghempaskan tubuh mereka ke rumput dan melihat kearah langit yang penuh bintang.


"Amazing" gumam Yura yang disambut pandangan Pangeran Clard.


"Jika didengar-dengar sepertinya aku pernah mendengar suaramu" ucap Prince Clard yang sedang menatap Yura.


"Mungkin" jawab Yura simple yang membalas tatapan Pangeran Clard.


"Kamu tahu? Sebelum ini tidak ada seorang gadis yang ku dekati, melainkan semua gadis yang mendekat padaku" seru Pangeran Clard. "Aku mendekatimu karena aku melihat ada yang berbeda dalam dirimu, ntah itu apa aku juga juga tidak tahu" sambung Pangeran Clard yang tidak direspon Yura.


Saat Pangeran Clard melihat kearah Yura, dia memperlihatkan senyum kecil diwajahnya karena melihat Yura yang tertidur.


Pangeran Clard terus memandangi gadis yang berada disampingnya. Hingga dalam hitungan menit gadis itu membuka kedua matanya yang tidak disadari Pangeran Clard.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Yura sambil memainkan kedua alisnya.


Pertanyaannya tidak dijawab oleh Pangeran Clard karen serius memandang wajahnya.


"Clard?" panggil Yura.


"Hm?" jawab Pangeran Clard.


"Sebaiknya kita kembali ke istana dan bergabung di Party Dance" ajak Yura.


"Baiklah" jawab Pangeran Clard segera bangkit dari baringnya. "Tunggu dulu! Aku akan mengeringkan gaunmu" kata Pangeran Clard yang mengulurkan kedua telapak tangannya.


"Thanks" seru Yura.


Mereka berdua kembali masuk ke istana dan bergabung dalam pesta. Dalam langkah mereka Yurapun mencoba untuk melepaskan genggaman Pangeran Clard dari tangannya.


"What happen?" tanya Pangeran Clard.


"I want to go back!" jawab Yura.


"Apa ini akhir dari pertemuan kita?" tanya Pangeran Clard.


"Kita akan bertemu lagi" jawab Yura yang pergi meninggalkan Pangeran Clard.


Party Dancepun selesai. Para tamu undangan kembali dengan kereta kuda mereka masing-masing.


"Huuuft... Seru bukan?" tanya Sesilia kepada sahabatnya termasuk Pangeran Clard.


"Ya kamu benar" jawab Diah membenarkan perkataan Sesilia.


"Clard! Bagaimana denganmu?" tanya Ezra.


"Yaaa... Hari ini aku merasakan bahwa aku benar berada didalam pesta" jawab Pangeran Clard yang mencoba mengingat saat dia bersama gadis dengan gaun berwarna biru muda yang dia tak tahu siapa namnya.


"Apa kalian tidak merasa lelah?" tanya Queen Ororo.


"Yaaa sedikit" jawab Novia.


"Sebaiknya kita istirahat" ajak Queen Pinkky.


Mereka semua bersama-sama menaiki tangga dan melewati lorong dan satu persatu masuk kekamar masing-masing. Sementar Pangeran Clard yang mengingat bahwa Yura tidak ikut hadir dalam pesta memutuskan untuk pergi kemar Yura.


"Tok tok tok" Pangeran Alex yang mengetuk pintu kamar Yura.


Pintu kamarpun terbuka memperlihatkan sosok seorang gadis dengan jubah berwarna putih dengan topi yang menutupi wajahnya.


"Hallo Yura" seru Pangeran Clard yang langsung masuk. "Apa yang kamu lakukan dikamar ini?" tanya Pangeran Clard.


"Seperti biasa" jawab Yura simple.


"Ternyata aku benar, suara gadis yang tak kutahui namanya itu sama dengan suara Yura" gumam Pangeran Clard yang didengar oleh Yura namun tidak begitu jelas.


"Apa?" tanya Yura.


"Tidak. Jika begitu aku keluar dulu ya, selamat malam" ucap Pangeran Clard yang melangkah keluar.


"Aku fikir dia mengenalku" gumam Yura yang berdiri didepan cermin sambil membuka topi jubahnya dengan warna rambut putih dan hitam.


Di satu ruangan dimana terdapat Raja dan Ratu berkumpul dengan posisi duduk membuat lingkaran yang ditengah-tengah terdapat bola pelangi dengan 8 warna yang melambangkan elemen mereka.


Bola yang berada di tengah atara mereka, ditatap dengan pandangan kosong dan mata yang melotot.


"Dua elemen Storm didunia ini sangat mustahil" kata Queen Ororo yang memecahkan kehening saat melihat membaca buku petunjuk yang ada dipangkuannya.


Perkataan Queen Ororo mendapatkan balasan lototan dari Raja dan Ratu lainnya.


"Maksudmu yang Mulia?" tanya Queen Pinkki.


"Apa kalian semua lupa?" tanya balik Queen Ororo yang disambut dengan wajah yang penuh tanda tanya sambil meletakkan buku yang sedari tadi dia pegang kelantai. "Jika di World Elements memiliki dua elemen Storm, maka salah satu diantara mereka akan berubah menjadi sosok yang tidak dapat kita bayangkan. Bahkan dia bisa saja melenyapkan seisi dunia kita dan juga bumi. Itulah yang diterangkan oleh buku petunjuk" jawab Queen Ororo panjang lebar.


"Ya aku ingat. Perubahan dan kehancuran dapat dihindari hanya membunuh salah satu diantara mereka" sambung King Jack.


"Apa tidak ada cara lain?" lagi-lagi Queen Pinkki bertanya.


"Yura? Perubahannya untuk mendapatkan identitas sangat sulit saat ini. Bahkan untuk melihat keahliannya, ini sangat mustahil" seru King Glend.


"Dibuku ini tertulis 'elemen storm tidak untuk di satukan jika memiliki teman, istri, suami, ataupun anak yang sama memiliki elemen storm juga' dan lihat!" kata Queen Irridesa yang berhenti tiba-tiba.


"Apa?" tanya mereka.


"Ada halam yang sobek disini, halaman 1785. mungkin halaman ini adalah jalan keluarnya" jawab Queen Irridesa.


Mendengar perkataan Queen Irridesa, Queen Ororo mengambil buku yang penuh dengan masalah, peraturan, dan solusi dari World Elements. Yang tidak dapat dilihat/dibaca oleh elemen yang lainnya.


Buku itu hanya dapat dibaca dan dilihat oleh elemen Sun Light, kerena elemen ini dapat mengeluarkan cahaya.


Buku itu tidak dapat dilihat tulisannya oleh elemen yang lainnya, begitu juga dengan bahasanya yang hanya dapat di translate oleh orang yang memiliki elemen Sun Light dan juga elemen Storm karena elemen Storm adalah segala-gala dari semua elemen. Yang terkuat dari semua elemen.


"Tapi dihalaman 1786 'elemen Storm yang berasal dari dunia selain World Elemen, dialah yang terkuat. Dia akan mampu mengatasi semua yang ada dalam dirinya, sebelum dia mendapatkan identitasnya. Tapi jika dia telah mendapatkan identitasnya jangan sesekali membuatnya marah! Amarahnya adalah monster dalam dirinya' ini akan membantu kita, walaupun sebagian halaman tentangnya telah sobek" kata Queen Ororo menjelaskan isi buku petunjuk itu.


Setelah melihat-lihat isi buku itu, perhatian mereka kini beralih dengan bola pelangi. Pikiran yang sama, dan keinginan yang sama terdapat pada diri mereka pada bola pelangi.


"Jauhkan bola ini darinya, jangan biarkan dia tahu akan hal ini, dan jangan sampai dia tahu tentang bola ini. Jika dia mengetahui tentang bola ini, maka dengan mudah dia akan menghancurkan kita" ucap perintah Queen Ororo yang disertakan dengan langkah kakinya untuk keluar.


Bola pelangi simbol dari kekuatan mereka kini disembunyikan sesuai dengan apa yang diperintahkan Queen Ororo. Begitu juga dengan Buku Petunjung itu.