World Elements

World Elements
Curse



Ke esokan harinya...


Keramaian rakyat telah menunggu sesuatu di depan rumah meraka. sementara di istana, para raja dan ratu telah berkumpul untuk mendo'akan perjalanan para kesatria mendapatkan hasil yang baik.


Sebuah pintu besar dan megah kini terbuka lebar dan memperlihatkan keluarga kerajaan yang siap dengan perpisahan mereka yang terjadi mungkin hanya beberapa hari.


"Ayah! Ibu! Kami akan pergi" ucap para kesatria kepada Queen Ororo, Qurrn Tara, Queen Liana, Queen Gloraris, King Jack dan King Raggie.


Masing-masing dari mereka mulai membentuk sayap di belakang mereka dan perlahan mengepakannya semakin cepat hingga membuat angin sedikit kencang dan mengangkatnya ke udara. Semakin jauh ke gerbang kerajaan dan melihatkan lambaian penduduk di bawah mereka, tidak lupa membalas lambaian tangannya hingga tidak membuat penduduk percaya pada mereka semua. Hingga terbang semakin jauh dan hanya meninggalkan butiran cahaya yang akan hilang dalam hitungan detik.


Tiba di sebuah perbatasan antara wilayah kerajaan Zena dan hutan. Hutan yang mungkin di huni bangsa Troll, siluman atau apapun itu. Menurut cerita dari Queen Ororo, hutan itu memiliki kekuatan negatif bahkan bisa saja orang yang memasuki hutan itu akan lenyap, dan hanya element Dark saja yang berfungsi di sana, kerena hutan itu telah di ambil alih beberapa ratus tahun yang lalu. Dulu, hutan itu di sebut dengan hutan kebahagian/damai, hutan itu memiliki keindahan yang sangat indah dan bunga-bunga kristal yang bersinar. Hutan itu kehilangan keindahannya saat terjadi cinta segitiga, yaitu antara pengendali Plant (Jessy), Pengendali Aqua (Karin), dan pengendali Fire (Gara). Mereka bertiga adalah sebagian dari nenek moyang mereka. Cinta mereka memang tulus namun cinta Jessy tidak mendapatkan balasan karena Gara mencintai Karin, begitu juga sebaliknya, Karin tidak mencintainya karena Jessy adalah sahabatnya. Cinta segi tiga itu membuat nama persahabatan mereka tercoreng karena kesalah pahaman.


Flashback...


Kesalah pahaman di antara mereka, membuat sebuah pertarungan antara dua orang sahabat itu di hutan damai yang di buat oleh seluruh bangsa elements dengan susah payah dan keringat mereka sendiri. Namun salah satu dari mereka yaitu Karin tidak ingin melawan Jessy dan memutuskan untuk menangkisnya saja, karena Karin tetap menganggap Jessy adalah sahabatnya. Serangan-serangan yang di buat Jessy dan tangkisan dari Karin merusak semua tanaman di hutan itu. Tanaman-tanaman menjadi kering, dan tatanan pohon menjadi hancur.


Pertarungan mereke berdua, menyebar luas hingga ke pelosok World Element. Gara yang mendengar hal itu bergegas menghampiri mereka untuk menghentikan pertarungan kedua sepasang sahabat yang terkenal kedekatan dan kekompakan mereka. Melihat Gara yang membantu Karin, amarah Jessy semakin bertambah hingga membuat serangan yang bertubi-tubi. Pohon-pohon menjadi hangus terbakar akibat kekuatanĀ  Gara yang menangkis serangan dari Jessy.


Kekuatan mereka semakin melemah. Detik-detik terakhir, Jessy membuat tanaman berduri yang terdapat racun di bagian pangkalnya. Tanaman itu Jessy lilitkan ke tubuh Karin yang bekerja sangat cepat hanya dalam hitungan menit, tubuh yang membiru melihatkan racun yang sangat cepat bekerja. Melihat orang yang di cintai telah di racuni, air matapun terjatuh dan sebuah api yang menyala-nyala di seluruh tubuh. Sisa-sisa tanaman yang hidup kini mati di bakar Gara, keajaiban atau kelebihan satu-satunya pada pohon itu adalah, pohon yang tidak bisa menjadi abu saat di bakar, pohon itu hanya menjadi hangus, dan meninggal asap beracun. Lingkaran tanaman yang sebelumnya terlilit ke perut gadis yang tatapannya tidak stabil, kini melonggar dan membuatnya terhempas ke tanah. Dari kejauhan seluruh pengendali elemen telah berjalan menuju hutan damai yang hancur. Dari kejauhan melukiskan hutan yang sebelumnya indah kini menjadi sangat mengerikan dengan asap beracun yang meluap-luap.


Melihat sahabatnya yang tergelatak dengan posisi di pangkuan Gara, air matapun menetes. Tangisan yang mengerikan bergemah, seluruh World Elements dapat mendengarkan tangisan Jessy dan juga Gara.


"Karin! Karin! Bangun!" tangisan Gara.


Nafas yang tidak stabil, kemudian menghilang. Suara udara yang di hembuskan Karin tidak dapat di dengar lagi begitu juga dengan detak jantungnya perlahan menghilang dan lenyap di susul dengan tutupnya ke dua mata yang indah.


"Ka... Ka... Karin" tangis Jessy yang tidak jauh dari Gara dan mayat Karin. "Ini semua salahmu! Aku akan mengutuk seluruh pengendali Fire dan Aqua!" ucapnya yang di sambut dengan gemuruhan langit dan sahutan petir-petir yang bertarung di langit.


Pengendali element lainnya merasa ada yang tidak beres, terutama Elements Air, Elements Sun light dan Element Masa atau waktu. Merasa akan terjadi sesuatu merekapun bergegas menggunakan teleport milik mereka semua.


Sesampainya di sana, Jessy sudah di selimuti cahaya hijau dan aura kemarahan yang menyala-nyala. Berhubung mereka bertiga adalah calon Raja dan Ratu pertama di World Elements.


"Aku mengutuk Pengendali Elements Fire Aqua, jika mereka saling mencintai maka salah satu dari mereka akan mengalami kematian, kematian beribu-ribu kali" bunyi kutukannya yang mengerikan dan di sabut dengan petir-petir yang menyala.


"Hentikan! Hentikan yang mulia, kutukanmu akan berdampak buruk" ucap salah satu pengendali Aqua.


"Hentikan Jessy! Hentikan! Apa kamu akan menghancurkan World Elements?" tanya Gara mencoba menghentikan Jessy.


Kori yaitu salah satu pengendali waktu mencoba untuk memperlambat waktu pada diri Jessy sementara yang lainnya normal. Namun, waktu itu tidak berlangsung lama karena Kori baru memulai mengendalikan waktu.


"Karena kamu telah dengan lancang menyerangku Kori, maka aku akan mengutuk seluruh keturunan pengendali waktu! Mereka akan musnah secara perlahan dengan berjalannya waktu, dan jika dia mencoba untuk memperlambat waktu maka mereka akan kehilangan ingatannya!" lanjut Jessy dengan kutukan kedua.


"Hentikan yang mulia! Ku mohon!" ucap mereka semua bersamaan.


"Agar kematian Karin tidak menjadi sia-sia, maka aku mengutuk setiap cinta antar persahabatan yang terjadi cinta segitiga. Aku mengutuk mereka, salah satu dari mereka akan mati, dia akan menjadi korban" ucapnya dengan kutukan ketiga. "Benih dari pemasalahan ini akan melahirkan bangsa baru yaitu Dark, mereka yang akan memusuhi kalian semua dan merenggut hak kalian! Dia akan terlahir dari kerlipan-kerlipanku" lagi-lagi kutukan Jessy di sertai dengan gemuruhan petir-petir di langit. "Untuk memusnahkan bangsa Dark, kalian akan mendapatkan pelindung dari Element Storm yang memiliki seluruh Elements. Akan terlahir penyelamat kalian dan akan membasmi kejahatan di World Elements dari dimensi lain" sambung Jessy.


Banyak kutukan yang Jessy keluarkan dari mulutnya dan ketakutan akan terjadi nya kehancuran menghantui mereka semua. Setelah memberi kutukan yang bertubi-tubi Jessypun menangis sekencang-kencangnya. Rasa menyesal terlihat di wajahnya, penyesalan yang tidak lagi memiliki arti.


"Jessy! Kamu telah mengutuk World Elements" ucap mereka.


Rasa penyesalan membuat Jessy putus asa dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri, menjadi kerlipan hitam yang bertebaran diudara. Seperti yang dikatakannya sebelum ini, Kerlipan-kerlipan itu adalah hasil kemarahannya yang akan menjadi benih dari bangsa Dark dan kejahatan lainnya. Kematian Jessy di ikuti dengan musnahnya Karin dari pangkuan Gara. Kebaikannya menghasilkan kerlipan-kerlipan yang inda, yang nantinya akan menjadi benih dari kebaikan. Kematian Karin tidak dapat di terima Gara, diapun memerintahkan yang lainnya keluar dari hutan damai. Dia menebar asap-asap beracun dari api yang ia bakarkan ke pohon-pohon, asap beracun yang tidak akan pernah menghilang dari hutan itu.


Kutukan yang di hasilkanpun mereka buat menjadi peraturan dan membuatnya menjadi


Buku yang sangat tebal dan dinamakan buku petunjuk. Setelah membuat hutan damai menjadi hutan kutukan, Garapun mengakhiri dirinya sendiri. Pengendali lainnya merasa sedih akan kehilangan calon Ratu dan Raja mereka dan membuat mereka memutuskan untuk mencari penguasa baru dan di dapatkannya satu minggu setelah kejadian itu, yaitu dari pengendali Sun Light yaitu Fara. Farapun di umumkan menjadi ratu pertama di World Elements.


Perubahan waktu dan bertambah banyaknya penduduk mereka, wilayahpun di bagi sebanyak jumlah elements yang ada di world elements. Pembagian kerajaan dan bangsa-bangsapun terjadi. Bangsa tertua mereka adalah Fairy, Mermaids, bangsa terakhir adalah bangsa Wicth Element.


Flashback off...


Mengingat cerita yang mengerikan itu, mereka (Pangeran Clard, Pangeran Dilon, Ezra, Roby, Ragil, Yura, Diah, Vera, Novia, dan Sesilia) memutuskan untuk melihat betapa mengerikannya hutan itu.


"Aku bisa merasakan aura hutan ini!" ucap Ezra.


"Kita harus siap memasuki hutan ini karena kutukan Jessy pada seluruh pengendali tidak dapat mengeluarkan kekuatannya di sana" sambung Sesilia.


Langkah mereka yang akan memusnahkan bangsa Dark kini di mulai.