
"guys! Cari mahkota itu! Jika tidak di temukan maka akan terjadi malapetaka apa lagi mahkota itu tidak berada di tempatnya" ucap King Clard menceburkan dirinya dan berubah menjadi mermaid (putra duyung) dengan penampilan berbeda karena telah memiliki mahkota, lengan kanannya terdapat ukiran khas yang di miliki penguasa berwarna merah. Bahkan ekornya sedikit bersinar.
Queen Yura yang berlari dengan isakan di susul dengan sahabat-sahabatnya kecuali King Dilon, dan Queen Vera karena mereka berdua ikut menceburkan diri ke danau mencari mahkota penguasa world elements. Mereka bertiga mencoba menerawang seisi danau menggunakan mata batinnya tapi tak kunjung ketemu.
"mahkota itu telah hilang, sebaiknya kita minta bantuan kepada Diah dan ibu Gloraris" ucap King Clard.
Pencarian mahkota di cari semua orang dengan kondisi danau yang penuh dengan mermeids termasuk bangsa meids juga. Saling menerawang namun tak kunjung berhasil di temukan. Mahkota tidak dapat ditemukan begitu juga dengan Queen Yura yang menghilang entah kemana. Di danau sibuk mencari mahkota dan di darat sibuk mencari Queen Yura. Hanya tangisannya yang terdengar tapi Queen Yura sama sekali tidak terdengar.
"oh tidak, jangan sampai Yura menghilang lagi. Cari dia sampai dapat" perintah Queen Diah pada pasukannya. Kabar hilangnya Queen Yura telah menyebar ke seluruh penjuru world elements termasuk negeri di atas angin. Mereka semua cemas, bahkan King Clard mengumumkan sayembara yang menakjubkan yaitu barang siapa yang menemukan Queen Yura akan menjadi orang terpenting di kerajaan. Seluruh world elements merasa takut dan berlomba-lomba mencari Queen Yura sudah 3 hari dia menghilang, bahkan King Clard meninggalkan tugasnya untuk memperbaiki dunia.
Kerajaan Zenna menyepi dan di kepung oleh rasa sedih, kini kesekian kalinya Queen Yura menghilang begitu juga dengan mahkota penguasa yang mengandung kekuatan yang sangat besar. Kecemasan mereka bercampur aduk, ada yang mencari mahkota dan ada yang mencari Queen Yura.
"Yura, dimana kamu" cemas King Clard menatap langit yang perlahan gelap di atas balkon istana.
"Clard" panggil seseorang di belakang yang tak lain adalah sahabat King Clard dan juga Queen Yura.
"kamu mencemaskan Yura? Apa kamu belum mengakui kalau kamu mencintainya?" Tanya King Ezra sambil memegang pundak King Clard.
"iya Clard, kami bisa melihat cinta kalian. Aku harap kamu mengatakan isi hati mu nanti ketika dia ditemukan" lanjut king Roby membenarkan.
"tidak!" ucapnya bijak sana dengan jubah merahnya yang menari-nari di tiup angin. "aku tidak mencintainya" ucapnya bergema-gema di telinga para sahabatnya.
"Clard sadarlah, kamu akan merasakan kehilangan nantinya!" balas Queen Sesilia menunjuk kearahnya dan pergi begitu saja begitu juga dengan yang lainnya.
Sikap King Clard membuat yang lain marah karena dia memungkiri perasaanya itu, padahal terlihat jelas di mata mereka King Clard sangat meratapi kepergian Queen Yura dulu. Entah apa yang membuatnya memungkiri tentang perasaan itu, bahkan ke tiga ibu Ratu juga ikut mencari dan mencemaskan Queen Yura serta menyalahkan sikap King Clard kepadanya.
Poster dan kabar tentangnya terus saja menjadi topik pembicaraan mereka, menantikan datangannya Ratu mereka. King Clard yang masih pada keputusannya yang tetap kokoh pada perkataannya yang tidak mencintai Queen Yura kini terpojoki oleh sahabat-sahabatnya.
Sarapan, makan siang, bahkan makan malam menjadi sendu tak bersuara hanya mengisakan suara detingan sendok dan piring, tak ada lagi konunikasi, semuanya terdiam dan berubah total.
Ibu Ratu (Tara) membuat pengumuman untuk orang terpenting di kerajaan termasuk kings dan Queens untuk menghadiri rapat yang sangat penting yang berhubungan dengan Queen Yura.
Ruang rapat yang kosong kini kembali berisi dengan posisi singgah sana terbesar dan tertinggi masih dalam keadaan kosong.
"aku mengumpulkan kalian disini untuk membahas tentang Yura! Harus ada yang bisa menggantikannya karena tahta tertinggi tidak boleh kosong!" ucapnya begitu mendapat tatapan bingung dari yang lainnya.
"Apa maksudmu Tara?" tanya Ibu ratu (Gloraris meldi sea) yang sepertinya tidak menyetujui hal itu, karena tidak ada yang bisa menggantikan posisi storm kecuali yang menggantikannya memiliki elements storm juga.
"tapi, kita harus menanyakan keputusan Queens dan Kings" ucap Ibu ratu (Tara)
"Maaf yang mulia, ibu ratu! Tapi menurutku posisi Yang mulia Yura tidak dapat di gantikan karena Elements storm di abad ini tidak memiliki keturunan, karena peraturannya adalah hanya sesama element yang bisa menggantikan jabatan elements lainnya" kata penasihat kerajaan.
Pernyataan tersebut di sambut dengan ledakan cahaya emas di singgah sana Queen Storm, mereka merasakan kekuatan yang sangat kuat beraromakan sosok yang mereka kenal yaitu Queen Yura. Butiran-butiran kerlipan berwarna emas mulai terkumpul menjadi satu membentuk seorang wanita yang cantik dengan kulit putihnya, wajah yang tidak asing membuat senyum mereka terbentuk dengan sempurna dan berdiri memberi hormat.
"tidak perlu mencari penggantiku" ucapnya menggembirakan dengan sebuah mahkota yang dinyatakan hilang berada di atas kepalanya.
"Yang mulia, sungguh world element gelisah akan kabar hilangnya dirimu" ucap penasihat kerajaan.
"aku mengumpulkan kekuatanku untuk membawa kami kembali ke bumi karena butuh kekuatan besar membuka gerbang teleport ke dunia yang berbeda, dan iya aku juga merasakan hal yang buruk akan terjadi pada world elemets jadi sebaiknya kumpulkan semua penghuni world elements" ucapnya dengan perintah dan pergi tanpa banyak bicara hanya meninggalkan suara langkah kaki yang di hasilkan dari heals emasya dan mendapatkan hormat ketika melewati siapa saja.
"apa? Sungguh tidak percaya! kita melupakan bumi" ucap Novia menepuk dahinya.
"iya sudah ratusan tahun kita disini bahkan kita sudah menjadi dewasa memimpin kerajaan" ucap Ragil.
"entah orang tua kita masih mengingat kita atau tidak" lanjut Diah sedikit sedih.
"tenanglah, Yura telah mengorbankan ingatannya karena menghentikan aliran waktu dari sini ke bumi, jadi kalian tidak perlu cemas, kalian pulang ke bumi tidak akan terjadi apa-apa hanya saja kejadian di sini terasa seperti mimpi yang tidak bisa di capai lagi" jelas King Clard langsung pergi meninggalkan mereka.
Rapatpun di bubarkan, kedatangan Yura sangat menggembirakan menghela sedih yang menghantui world elements.
Setelah rapat itu selesai terlaksanakan, mereka semua memutuskan untuk tidak tidur hingga semuanya selesai atas perintah Queen Yura. Satu persatu kerajaan di hubungi menggunakan telepati, agar segera berkumpul malam itu juga. Atas kabar yang mereka dapat mereka semua berkumpul di kerajaan zenna dengan penuh pertanyaan yang menghantui. Semuanya menyibukan diri dengan tugas-tugas yang telah di berikan Queen Yura.
"tinggal beberapa jam lagi teleport akan di buka, lokasi teleport di halaman belakang dimana terdapat pohon mimpi" ucap Yura menyiapkan diri.