
Suasana yang tenang di dalam ruangan yang di penuhi rak-rak buku dan remaja-remaja yang duduk tertib membaca buku dan lain sebagainya. Tepat dipojok sudut ruangan itu Anita duduk membaca sejarah yang ditemani Yuda. Yaaa Anita sangat menyukai sejarah, apa lagi tentang zaman kuno, legenda-legenda. Tentu saja gadis cupu yang bersama pemuda tampan menjadi musuh di kalangan remaja putri di kampus karena Yuda adalah cowok terfavorit di universitas, bahkan dia menjadi duta model lelaki terganteng di seluruh kampus, tidak heran semua gadis menyukainya, kecuali Anita.
"Yuda masuk yuk, jam udah di mulai ni" ajak Anita buru-buru sambil membenarkan kaca matanya.
Mereka berdua berjalan bersama menuju kelas, seperti biasa mereka di soroti murid yang lainnya, ada yang iri, benci bahkan sangat bengis.
Yaaa jam pertama dosen menanyakan tentang sejarah, dimana membahas tentang kerajaan-kerajaan. Mata membulat dengan sangat fokus Anita mendengarkan Dosen berbicara.
"mengenai sejarah, dari mulut ke mulut mermaid itu ada bahkan beberapa bukti sudah di lihatkan oleh google" ucap dosen dengan perut buncitnya.
Cerita mermaidpun berlarut dengan sahutan Anita yang membuat dosen tertarik kepada ceritanya. Beberapa saat telah hanyut, jam belajarpun selesai.
"Anita, bagaimana kamu bisa mengatakan mermaid dan fairy itu ada?" tanya Yuda penasaran.
"yaaa tentu saja meraka ada, mungkin suatu saat aku akan membuktikan bahwa mereka itu ada, dan mereka tidak jahat. Karena aku pemburu sejarah" jawabnya begitu.
"ya udah kantin yuk" ajak Yuda kepadanya.
Yuda mempererat kedekatannya saat mendapati tiara dan yang lainnya menatap mereka, dengan menggenggam tangan Anita berjalan menuju kantin.
ting-ting-Ting..... Keributan yang dihasilkan kantin kuliah itu, berisik alias tidak tenang, namun kantin itu tertata dengan rapi, makanannyapun terjamin bersih dan tidak ada sampah yang berserakan. Tentu saja begitu karena Universitas mereka adalah universitas terelit, ulet, bersih, dan hal positif lainnya.
Berhubungan jadwal Anita kosong hari ini, Yudapun mengajaknya jalan-jalan.
"Anita?" panggil Yuda sambil menyetir mobil yang di jawab dengan tatapan Anita. "apa aku boleh minta sesuatu darimu?" tanya Yuda yang mendapatkan anggukan dari Anita. "aku tau matamu tidak rabun, dan sebenarnya penampilanmu yang sekarang bukan penampilanmu yang sebenarnya" ucap Yuda yang mendapatkan ekspresi kaget dari Anita. "jadi, aku ingin...." ucapnya terhenti saat melirik ekspresi Anita yang lucu. "hey Anita, aku hanya bercanda, aku tidak serius" tawanya pecah.
Lagi-lagi Yuda mengajak Anita makan di restoran termahal di kota itu, dan memesan meja terspesial untuk mereka berdua. Musik melow yang dimainkan membuat suasana menjadi hangat nan romantis. Pesanan merekapun di antarkan oleh pelayan dengan sangat sopan dan ramah tama, di atas meja itu terdapat makanan berat, jus, dan pencuci mulut. Sungguh walaupun Anita terlihat cupu tapi dia tidak terlihat kampungan, walaupun diketahui dia dari keluarga miskin, tapi dia bisa menggunakan sendok+garpu, pisau+garpu, sumpit, dan alat makan lainnya.
Suasana menjadi hanyut, makananpun habis termakan tidak tersisa karena porsi di restoran itu sedikit tapi dengan harga tinggi, karena tingkat kelezatannya mendunia.
Setelah makan, Yuda mengajak Anita pergi ke wisata hiburan dimana terdapat wahana khusus untuk remaja. Wisata hiburan itu sangat ramai, Wahana-wahana di sana sangat menakjubkan dan mengerikan juga. Selain wahana hiburan, di sana juga terdapat replika istana Ice, namun terbuat dari kaca-kaca.
Tawa telah terjadi, perlahan daya tarik diantara mereka bereaksi satu sama lain. Tiba-tiba hal buruk terjadi menimpa wisata itu, kaki dari wahana bianglala yang sangat besar dan tinggi itu rapuh hingga patah, perlahan bianglala itupun beraksi ingin tumbang, tentu saja yang berada di bawah menyelamatkan diri bertebaran kemana-mana. Aliran listrik dari wahana itupun putus saat proses tumbangnya wahana itu. Dalam ketakutan dan kepanikan mereka yang disusuli wahana bianglala yang akan tumbang, Anita dan Yuda hanya menatap bianglala itu yang menghampirinya, dalam lamungannya tiba-tiba saja bianglala itu terhenti seketika seperti ada yang menahannya.
"apa yang terjadi?" batin Anita terkejut.
Wahana yang rusak dan tumbang tadi pun berhasil di amankan dan diperbaiki oleh orang yang tidak di kenal yang melayang ke udara dengan kedua sayap di balik pundak mereka.
"bukankah sudah kukatakan bahwa fairy itu ada" ucap Anita mendapatkan tatapan Yuda. "bagaimana kamu terkejut dengan kenyataan yang ada?" tanya Anita.
"aku bukan tidak percaya, tapi beberapa orang mengatakan bahwa mereka jahat, padahal mereka tidak jahat, buktinya mereka menolong kita sekarang" jawab Yuda enteng seperti mengenal mereka saja.
Perbincangan mereka di ganggu oleh datangnya pemuda-pemudi yang menghampiri mereka, dan berbicara kepada Yuda.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya pemuda yang baru saja datang.
"iya aku baik Ezra" jawab Yuda enteng seperti tidak terjadi apa-apa. "oh iya perkenalkan dia A...." ucapnya tergantung melihat Anita yang tiba-tiba saja pergi meninggalkan mereka. "oh dia telah pergi" lanjut menunduk.
"sepertinya kamu mencintai seseorang" goda gadis yang berada di sisi kirinya.
"ya sepertinya begitu Sil" jawabnya.
"huft untung saja kita datang tepat waktu, jika tidak" ucap pemuda lainnya.
"Ezra, Roby, Ragil, Novia, Diah, Sesil, terima kasih. Tapi sebaiknya sembunyikan kekuatan kalian disini, jika tidak kalian akan mendapatkan masalah" pesan Yuda menghampiri mobilnya dan pergi meninggalkan mereka.
Masih ingat mereka? Novia, Ezra, Diah, Robi, Sesil dan Ragil? Mereka adalah tim penjelajah saat SMK yang termasuk dari kesatria di world Elements. Ternyata Yuda juga mengenal mereka bahkan tau identitas mereka.
Suasana wisata wahana menjadi sepi semenjak kejadian itu, hanya beberapa orang yang datang namun tidak seramai dulu, hingga jalan pun padat dan banyak yang mengantri.
***
Tepat di rumah mewah, dimana Anita berada di sebuah ruangan yang di hadapannya terdapat cermin dan wastafel, dia merenungi dirinya yang mengenakan kaca mata dan kuncir kuda. Menatap kosong dirinya, entah apa yang dia pikirkan, membuat tangannya membuka kaca mata dan kuncir kudanya. Percayalah, Anita sangat cantik meski tanpa make up seperti gadis zaman sekarang. Kulit putihnya yang lembut, mata bulatnya yang indah, dia tampak sempurna.
Anita tidak seperti gadis pada umumnya yang mengenakan pakaian seksi, bahkan dia juga tidak pernah mengenakan pakaian tanggung. Dia selalu menutupi tubuhnya seperti di sekitarnya terdapat hujan salju, bahkan sarung tangan tidak pernah absen ditanggannya.
Lamungannya di cermin tergoyahkan ketika hujan turun dengan lebat dan mendadak, dengan terburu-buru Anita Pun berlari menuju tempat di mana terdapat pakaiannya yang berjemur dengan rapi. Satu-persatu pakaian dia angkat dan dia rapikan dengan cepat. Terlihat jelas dimatanya dia sangat terburu-buru dan pergi menuju halaman belakang tanpa mengenakan kaca mata dan rambutnya dia biarkan tergerai sambil menatap hujan yang deras, berputar pelan dengan posisi merentangkan tangan menikmati hujan yang membuatnya tenang. Matanya terpejam meresapi dan menikmati setiap tetes hujan yang mengenai tubuhnya. Senyuman indahnya mulai terlihat, wajah indah dan lugunya sangat berseri, andaikan dia tidak berpenampilan layaknya seperti orang cupu mungkin lelaki di universitas Arsa memujanya dan mungkin para gadis akan menjadi musuhnya, berpenampilan seperti kutu buku saja di bully apa lagi memiliki wajah cantik.