
Hallo guys, yang ini udah masuk ke season 2 yaa....
Selamat membaca 😘👏
__________________________
Sebuah tempat dimana terdapat ketinggian dari sebuah laut yang membentang luas, memperlihatkan dua pemuda dengan penampilan yang berbeda-beda dengan warna rambut hitam dan juga merah, tidak lupa dengan seorang gadis yang berlumuran darah di bagian perut yang berada di ketepian jurang yang sangat dalam itu. Pemuda yang memiliki rambut hitam pekat menghilang seketika saat tubuhnya banyak kehilangan darah dan kekuatan fisiknya dengan cahaya hitam miliknya.
"Clard!" panggil seorang gadis cantik berambut putih dengan luka di perutnya yang berdiri di tepian jurang yang di penuhi dengan lautan yang sangat dalam.
Perut gadis itu di hiasi cairan merah yang bisa di katakan darah. Karena sakit yang tidak tertahankan tubuh gadis itu mulai tidak seimbang dan terjatuh ke jurang.
"Yuraaaaaaa" teriak seorang pemuda yang melihat gadis di hadapannya jatuh ke jurang.
"Buuuuuuuurr..." tubuh gadis itupun menghilang di dalam lautan.
100 tahun kemudian...
Di dasar laut, terdapat sebuah kerajaan yang di huni bangsa Mermaid yang di pimpin oleh Queen Gloraris Meldi sea. Di lain sisi seorang prajurit menemukan sesuatu yang begitu besar, melihat itu diapun segera berenang menuju istana dikediaman para mermaids.
"Yang Mulia... Yang mulia..." panggil seorang lelaki di dasar laut yang dalam memiliki ekor ikan berwarna biru tua.
"Iya, ada apa pengawal?" jawab wanita paruh baya dengan mahkota di kepalanya yang memiliki ekor ikan berwarna biru tua.
"Yang Mulia! Kami menemukan bola es yang sangat besar di bagian timur. Bola es itu terdapat seorang manusia di dalamnya. Kami dapat merasakan detak jantungnya yang Mulia" ujar pengawal itu.
"Apa? Manusia? Katakan pada panglimamu untuk mengerahkan pasukan Mermaid untuk mengangkat Bola es itu ke permukaan. Aku juga akan ikut membantu kalian dan meminta bantuan kepada sahabat-sahabatku" perintah Queen Gloraris.
***
"Pasukan apa kalian siap?" tanya Queen Gloraris yang berada di tengah-tengah anatara pasukan mermaid.
"Siap!" jawab mereka serempak.
Mereka semuapun mengulurkan tangan mereka kedepan bersama-sama dan dengan sekuat tenaga dan mereka mengangkat bola es itu menggunakan elemen Aqua.
Sesampainya bola es itu di permukaan, Queen Gloraris berbicara dengan seseorang menggunakan telepati untuk membantunya melelehkan bola es yang melindungi seorang manusia dengan detak jantung yang masih bertahan.
Setelah menunggu sekian lamanya, datang sekelompok pasukan peri dan kereta istana yang bisa terbang berwarna biru muda beserta pasukannya juga menggunakan semacam papan seluncur yang bisa terbang dengan bentuk salju. Kereta itu memiliki puncak yang melambangkan bentuk salju. Di sana berkumpulah berbagai elemen. Bangsa mermaid, bangsa Fairy, dan bangsa frozen yang akan mencairkan es itu.
Queen Tarapun keluar dari kereta terbang itu, dan membuat sesuatu mirip dengan papan seluncur yang berbentuk salju, agar dia bisa melayang ke udara.
Queen Tara beserta pasukannya mulai melelehkan es itu dengan mengelilinginya sambil mengulurkan tangannya ke arah es itu. Perlahan es itupun meleleh, terlihat dari atas seorang gadis cantik berambut panjang dengan warna putih.
"Storm?" gumam bangsa bangsa Frozen dengan ekspresi terkejut.
Karena pernasaran, Queen Liana dan Queen Gloraris beserta pasungkannya menuju ke atas es itu untuk melihatnya. Queen Gloraris berenang dengan air yang menyelimuti tubuhnya.
"Storm?" kaget mereka melihat seorang gadis lebih muda dari mereka dengan elemen Storm.
Setelah es itu meleleh, Queen Gloraris membuat permukaan air dapat di injak para manusia darat agar dapat melihat lebih jelas gadis itu. Dalam beberapa menit setelah es itu mencair, gadis itupun sadar dan segera bangkit dari baringnya dengan posisi duduk. Sekali lagi mereka semua terkejut melihat lambang bulan dan bintang di dahi gadis itu serta lambang sepasang sayap putih di bagian lengan kanannya, dan sisik ikan di bagian betis putihnya.
Mereka semua segera memberi hormat kepada gadis yang tak jelas dari mana asalnya, karena wanita itu memiliki semua elemen yang ada bisa di katakan terkuat dari segala elemen.
"Yang Mulia" ucap mereka sambil membungkuk.
"Aaakkhhh... Dimana aku? Dan siapa kalian?" tanyanya yang menatap bingung sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.
"Perkenalkan Aku Queen Gloraris Meldi Sea bangsa Mermaid elemen Aqua dari kerajaan Piston See"
"Aku Queen Tara Crossiana dengan Elemen Ice dari kerajaan Zenna"
"Aku Queen Liana Diori bangsa Fairy dari kerajaan Gadio"
Usai perkenalan mereka, gadis dengan rambut putih itu hanya menatap bingung mereka, karena dia tidak mengenal dirinya sendiri, dari mana dia berasal, bahkan dia tidak tahu ada di mana dia saat ini, lebih tepatnya lagi amnesia. Queen Tara dapat mengerti apa yang telah di ekspresikan oleh gadis itu yang masih merasa pusing di kepalanya.
"Queen! Sepertinya gadis ini kehilangan seluruh ingatannya, akibat terlalu lama di dalam es itu. Entah sejak kapan dia berada dalam es itu" ujarnya menyambungkan telepati kepada Queen Gloraris dan Queen Liana.
"Ya, sebaiknya gadis ini tinggal bersamamu Queen Tara" jawab Queen Gloraris.
"Yang di katakan Queen Gloraris benar, hanya kamu yang bisa menjaganya karena dia adalah pelindung World Elements" sambung Queen Liana membenarkan perkataan Queen Gloraris.
Setelah berkompromi menggunakan telepati, mereka pun mencarikan nama yang cocok untuk gadis cantik berambut putih itu, hingga mendapatkan suatu nama yang sesuai dengan arti kenyataan dan cocok untuk dirinya mereka berinama 'Aries' yang artinya berjiwa pemimpin.
Nama Aries kini lebih kerap ditelinganya dan menyetujuinya karena dia juga tidak tau apa-apa selain mereka semua, usai semua berlalu Ariespun di bawa ke istana Queen Tara dan menjadi anak angkatnya sembari membantunya menginginkan kembali akan ingatannya serta mencari asal usul Aries, barang kali dia berada di permukiman atau sebuah istana juga karena melihat dari penampilan Aries dia seperti usai berperang dimana baju perang yang ia kenakan masih terlihat jelas bekas darah yang telah mengering dan menghitam.