
"Suara itu sepertinya berasal dari bawah tangga" ucap Ezra.
***
"Apa? Jadi... Bahkan aku yang berada di istana ini..."
"Iya Clard, aku... Aku adalah penghancur"
"Apa?" kaget Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil yang mendapatkan tatapan kaget dari Pangeran Clard dan Yura.
"Guys?" gumam Yura.
"Apa ini benar Clard?" tanya Diah.
"Yura yang membaca buku itu, aku tidak mengetahui apa-apa" jawab Pangeran Clard.
"Tunggu dulu! Lihat bola itu mulai bersinar" kata Sesilia.
Bola itu semakin terang dengan warna masing-masing dari elemen mereka. Dan masuk ke tubuh mereka. Perlahan tubuh mereka melayang ke udara dengan dengan masing-masing sinar dari elemen yang mereka miliki.
"Apa yang terjadi? Apa kalian juga merasakan apa yang ku rasakan?" tanya Novia yang mendapat anggukan dari teman-temannya.
Bola yang sebelumnya memiliki 10 warna, kini hanya memiliki 2 warna yaitu Coklat dan biru. Warna lainnya telah menyatu ke tubuh mereka.
"Aku bisa merasakan energi kalian semua. Apa cahaya tadi adalah separuh dari kekuatan kita?" tanya Sesilia.
"Ya aku rasa begitu" jawab Pangeran Clard memainkan elemen firenya dan di ikuti teman-temannya.
Yura hanya bahagia melihat teman-temannya mendapatkan sepenuhnya kekuatan mereka.
"Yura kami yakin, setelah rambut mu memutih kamu pasti akan mendapatkan kekuatanmu" ucap Pangeran Clard.
Tanpa sengaja Sesilia pun menatap buku itu dan betapa terkejutnya saat dia bisa membaca dan mengartikan isi buku itu dan melihat kehalaman 1787.
"Lihat, buku ini mengatakan '9 di antara 10 kesatria akan membantu elemen Storm. Cinta, kasih sayang, kekompakan, kebersamaan, dan kesetiaan akan membantu mereka memenangkan pertarungan mereka. Storm adalah kunci dari kematian dan kehidupan Bangsa Dark' hanya itu yang ku tau, karena sebagian tulisan dari halaman ini menghilang" ucap Sesilia yang mendapatkan tatapan dari teman-temannya.
"Sesil? Bagaimana kamu bisa membacanya?" tanya Pangeran Clard bingung.
"Entahlah, aku hanya membaca apa yang aku lihat" jawab Sesilia.
"Aku rasa hanya Yura dan Sesilia yang dapat membaca buku ini" seru Ezra.
"Tunggu dulu, bukankah kita hanya ada 8 orang tapi mengapa di buku ini menyebutkan 10 orang. Siapa 2 orang lagi?" ucap Yura.
Karena hanya Yura dan Sesilia yang dapat membaca dan mengartikan buku itu, mereka berdua pun memutuskan untuk membacakannya sedikit keras dari halaman 1 tepatnya dari awal.
Halaman pertama menjelaskan tentang elemen yang ada di dunia World elements. Buku itu hanya melihatkan sebuah gambar yang di penuhi dengan simbol-simbol yang sebagian tidak mereka ketahui.
Tidak terasa hari sudah menjelang pagi, tapi Yura dan Sesilia belum selesai membaca, sementara yang lainnya masih tegar untuk mendengarnya.
Di saat bagian tentang pernikahan dan persatuan, Pangeran Clard sangat terkejut mendengar hukuman dari pernikahan antara elemen Fire dan Elemen Aqua. Salah satu di antara elemen itu akan di asingkan selama 500 tahun.
Banyak pengetahuan yang mereka dapatkan saat membaca dan mendengar isi buku petunjuk itu.
Pagi hari. Matahari telah bersinar di tepat tempatnya. Raja dan Ratu yang memeriksa satu per satu kamar Putra atau Putrinya tidak mendapatkan hasil. Mereka berfikir bahwa Putra atau Putrinya sedang latihan untuk menambah ilmu.
"Ampun yang Mulia" kata prajurit yang baru saja datang dan membungkuk di hadapan Queen Ororo.
"Ada apa?" tanya Queen Ororo dengan lembut.
"Mereka semua tidak ada di tempat latihan yang Mulia" jawab prajurit itu dengan rasa takut.
"Apa?" kaget Queen Ororo. "Kumpulkan beberapa prajurit cari mereka semua sampai ketemu!" perintah Queen Ororo sangat marah.
"Apa yang terjadi yang mulia?" tanya Queen Pinkki yang mendengar teriakannya.
"Mereka tidak ada di tempat latihan, entah kemana mereka pergi. Aku takut terjadi sesuatu kepada Yura" jawab Queen Ororo.
Dengan segera Queen Pinkki mengajak Raja dan Ratu lainnya memcari mereka semua, sememtara Queen Ororo menjaga istana.
1 minggu berlalu, mereka semua masih berada di dalam ruangan rahasia itu. Buku itu sudah terbaca sebanyak setengah halaman dari jumlah halamannya.
"Sudah satu minggu mereka tidak berada di istana, aku harus menggunakan telepati ke Pangeran Odin" batin Queen Ororo. "Odin... Odin..." panggil Queen Ororo tanpa menggerakan bibirnya.
"Aku di sini yang mulia, apa yang terjadi? Apa kamu menyetujui agar aku menikah dengan Putrimu?" tanya Pangeran Odin yang menjawab telepati dari Queen Ororo.
"Kamu kemanakan Putriku? Sudah 1 minggu dia tidak berada di istana" ucap Queen Ororo to the point.
"Apa? Kamu menuduhku? Dasar! Cuih!" cetus Pangeran Odin.
Di istana kegelapan yang sangat jauh dari posisi istana Viore.
"Cuih, aku di tuduh menculik Putrinya? Kurang ajar! Ratu macam apa dia?" ucap Pangeran Odin sambil membanting meja yang ada di hadapannya.
"Ada apa Putraku? Mengapa kamu sangat marah?" tanya King Zigaz.
"Setelah semuanya siap aku ingin Yura menjadi istriku Ayah" kata Pangeran Odin dengan amarahnya. "Bagaimanapun juga aku akan membunuh semua orang yang menghalangiku"
2 minggu telah berlalu, tapi mereka semua belum di temukan. Kehebohan telah hilangnya kesatria kini telah menggempar di kerajaan lainya. Ketakutan karena hilangnya mereka kini terlihat.
"Oh tidak di mana mereka? 3 hari lagi gerhana bulan akan terjadi, bahkan peperangan pun mungkin akan terjadi. Jika Yura berada di istana Dark selama gerhana bulan, entah apa yang terjadi nanti" batin Queen Ororo.
***
"Huuufftt... Akhirnya habis juga" kata Sesilia dan Yura serempak.
"Bahkan aku baru tahu ada elemen tanah" ucap Pangeran Clard.
"Sudah berapa lama kita disini?" tanya Roby.
"Entahlah, aku rasa sudah berminggu-minggu" jawab Ezra.
Dalam beberapa menit saat mereka bangkit dari duduknya, mereka di kejutkan teriakan dari Yura yang merasa sakit di bagian mata. Teriakan itu sangat keras sehingga seisi istana Viore mendengarnya.
"Yura!" panik mereka.
Tanpa berfikir panjang, buku itu mereka bawa dan bola itu mereka simpan di tempat sebelumnya. Sementara Pangeran Clard menggendong Yura ala bridal menuju kamarnya.
"Kalian? Dari mana saja kalian?" Tanya King Fitz.
"Jangan bertanya dulu Ayah, lihat apa yang terjadi kepada Yura"
"Apa? Bagaimana ini bisa terjadi? Kekuatan mereka sangat besar, entah dari mana mereka sebelum ini. Mereka mendapatkan sepenuhnya kekuatan mereka" batin King Fitz.
Panik dan tergesah-gesah mereka naik keatas menuju kamar Yura. Mereka semua dapat masuk, kecuali Raja Fitz.
"Apa? Bagaimana bisa?" gumam King Fitz.
Tidak lama kemudian, Queen Ororo dan yang lainnya datang. Saat mereka hendak masuk, ada perisai di depan pintu kamar Yura sehingga mereka sedikit terlempar.
"Apa yang terjadi?" tanya Queen Ororo. "Oh tidak, ada seseorang dari bangsa Dark di dalam sana" paniknya.
Queen Ororo dan yang lainnya menggabungkan seluruh kekuatan mereka untuk membuka perisai itu, tapi tidak berhasil.
Dalam sekejap perisai itu pun menghilang dan melihatkan Pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil tergeletak tak sadarkan diri dengan buku petunjuk di tangan Sesilia.
"Clard... Novia... Ezra... Diah... Roby... Sesilia... Ragil" panggil mereka bersamaan.
"Di mana Yura?" tanya Queen Ororo saat melihat Novia masih sadarkan diri.
"Ce... Cermin" jawab Novia terbatah-batah menunjuk ke arah cermin dan tak sadarkan diri.
"Oh tidak, mereka ke ruangan rahasia itu" ucap Queen Irridesa yang mengambil buku di samping Sesilia.
"Hmmm sudah ku duga, mereka semua telah menyerap energi dari bola itu. Sebelum gerhana bulan Yura harus berada di istana ini" kata Queen Ororo sambil mengeluarkan kekuatannya untuk menyadarkan para kesatria.
"Ayah... Ibu" ucap mereka saat sadar.
"Ayah, Yura di culik oleh Odin" kata Pangeran Clard kepada King Jack.
"Queen Irridesa, kita harus kesana" ajak Queen Ororo.
"Baik yang Mulia" jawab Queen Irridesa mengikuti perintah.
"Ibu, aku ikut" seru Sesilia yang mendapat tatapan tajam dari Queen Ororo. "Aku akan ikut, karena aku memiliki elemen Sun Light. Hanya elemen Sun Light yang bisa menembus Hutan dari wilayah Dark"
"Bukan hanya Sesil, kami semua akan ikut" seru Pangeran Clard.
"Kalian semua tidak akan ikut, ini perintah ku" tegas Queen Ororo.
"Maaf yang Mulia, kali ini kami tidak akan mematuhi perintahmu karena sahabat kami berada dalam bahaya" bantah Ezra.
"Bairkan kami para Raja dan Ratu menyelamatkan mereka, kalian semua jaga istana ini" keputusan akhir dari Queen Ororo.
Dengan sekejap, mereka semua pergi meninggalkan Pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, dan Ragil. Dengan penjagaan yang sangat ketat Pangeran Clard berada di depan istana bersama prajurit, Novia berada di ruang tengah istana, Ezra berada di puncak istana, Diah berada di halaman belakang, Roby berada di taman yang tidak jauh dari Pangeran Clard, Sesilia juga berada di dalam istana, Ragil berada di depan gerbang untuk memberikan informasi dengan cepat.
"Entah mengapa, tapi saat aku berada di dekat Yura dengan begitu cepat aku melupakan Putri, begitu juga kebalikannya" batin Pangeran Clard. "Semoga mereka semua selamat"