
Tiba semua di permukaan, Yura dan yang lainnyapun membentuk sayap mereka dan terbang naik ke daratan diikuti dengan Queen meids dan beberapa meids lainnya. Merekapun terbang menuju tempat dimana ratu vairy berada dengan mengikuti Queen Venance dari belakang.
Setelah lama mereka terbang menelusuri hutan, mereka tiba di sebuah pohon yang sangat besar, di sana terlihat beberapa vairys yang terbang. Tapi, sungguh disayangkan Yura dan sahabat-sahabatnya tidak dapat masuk ke istana vairys mungil itu ya dengan terpaksa hanya bangsa meids lah yang masuk kedalam.
Setelah menunggu sedikit lama, Queen Venance pun keluar dengan sepasang vairy mungil dan menggemaskan tidak lupa dengan mahkota mereka di atas kepala, keunikan mereka adalah memiliki daun telinga yang agak panjang dari telinga pada umumnya, ya sosok vairy yang pernah aku dengar sebenarnya adalah berpenampilan seperti mereka dengan telinga yang sedikit memanjang.
"me... Mereka? Queen dan King asli dari vairy" gumam Pangeran Clard, Pangeran Dilon dan Vera.
"terima salamku yang mulia" ucap mereka (Yura, Novia, Sesilia, Diah, Vera, Pangeran Clard, Pangeran Dilon, Ezra, Ragil dan Roby)
"ternyata benar yang di katakan Queen Venance, kalian telah datang sungguh keberuntungan kami bisa melihat kalian disini" ucap Queen Vairy itu.
"entah berapa banyak rahasia di world element" gumam Novia
"perkenalkan aku Queen Paradess liurna" ujarnya.
"perkenalkan aku King Joder Liurna" lanjut king Joder. "mari ikut denganku, akan ku perlihatkan peta menuju gunung air naga itu" lanjut King Joger.
Usai perkenalan merekapun kembali terbang serendah-rendahnya karena King Joger, Queen Paradess dan Queen Venance tidak dapat terbang melewati pohon karena kekuatan sayap mereka terbatas dan tubuh mereka yang sangat mungil itu.
Pohon demi pohon mereka lalui, pemandangan taman yang sangat indah jutaan vairys mungil terlihat berada di kuntum bunga seperti lebah yang menghisap sari bunga begitu juga dengan Vairys itu.
Tiba disebuah taman yang luas, jauh dari mereka terdapat danau. Tiba-tiba merekapun mendarat memutuskan untuk berjalan kaki, sementara Queen dan King Vairy berada di telapak tangan Sesilia dan Ezra sedangkan Queen Venance berada di telapak tangan diah yang dibungkusi oleh air yang membuat ekornya kembali mengepak.
Wewangian bunga di taman itu sangat menyejukan hati, warna-warninya menyegarkan mata, alunan udara menggelitik lembut kulit mereka, keindahannya tertata dengan rapi, siapapun yang berada di sana pasti tidak ingin pulang ke tempat asalnya, karena keindahannya membuat kita terhipnotis.
Langkah yang manja, belaian tangan telah di sentuh lembutnya bunga, suasana yang hening dan damai membuat mereka tenang dan nyaman.
Dari perjalanan mereka sejak tadi yang tidak berhenti melangkah, kini terhenti saat tepat berada di pinggiran danau. Tapi anehnya, air danau itu sama sekali tidak memiliki pantulan yang berada di atas airnya, membuat ribuan pertanyaan ada pada 12 kesatria itu.
"danau apa ini?" tanya Ezra.
"ini adalah danau kejujuran, danau ini di kuasai oleh ikan emas" jawab Queen Venance yang berada di dalam gelembung air yang di buat oleh Diah.
"apa yang akan kita lakukan di danau ini?" tanya Pangeran Clard juga tidak tahu akan soal danau kejujuran itu.
"ikan emas...." panggil King Joger sambil menepuk air danau itu sebanyak tiga kali. Al hasil di tengah-tengah danau itu mulai terbentuk pusaran air, yang perlahan melaju hingga terbentuk seperti badai topan di dasar laut. Di dalam pusaran itu keluarlah sebuah gelembung air dan di dalamnya terdapat ikan emas yang sebesar jari kelingking dan begitu wownya saat terdapat mahkota di kepalanya.
"siapa yang menggangguku?" tanyanya.
"maaf ikan emas, tapi kami saat ini membutuhkan informasi mengenai permata kehidupan di gunung air naga" ucap Yura langsung dengan intinya yang membawa mereka semua ke sana.
Ikan emas itupun kembali kedanau menghilang sekitika di telan air danau itu tanpa meninggalkan satu kata atau pesan apapun untuk mereka. Sedikit kecewa, putus asa, bercampur aduk, namun semua itu tidak di rasakan lagi saat ikan emas kembali dan terlukislah peta di air danau itu, lebih tepatnya lagi di hadapan mereka, peta dimana menuju gunung air naga.
"permata-permata itu akan kalian temukan saat 2 naga telah muncul dari air jernih dan air hitam dan mengalahkan mereka. Mengalahkan bukan berarti membunuh mereka, mengalahkan dengan arti kita mereka tunduk pada kalian" ujar ikan emas itu.
"tapi bagaimana cara kami menaklukan kedua naga itu?" tanya Yura angkat bicara.
"kedua naga itu tidak mudah ditaklukan, karena kedua naga itu milik permata kehidupan dan permata Dark. Banyak yang mengatakan bahwa permata-permata itu berada di goa, yang sebenarnya adalah permata-permata itu berada tepat di atas kepala mereka yaitu menempel di dahi mereka. Dengan mendapatkan permata itu, kalian akan dapat menguasai sang naga. Bahkan mendapatkan permata itu juga tidak mudah, bahkan menyentuhnya saja sangat mustahil" ujar ikan emas itu.
"mau tidak mau, bisa tidak bisa aku harus mendapatkan permata itu" ucap Yura hingga membuat tatapan mengarah padanya. "apa yang kalian lihat? Bukankah kita memang harus mendpatkan permata itu?" katanya lagi.
"air danau ini memiliki kekuatan, hanya pantulan Dark lah yang bisa terlihat, karena air ini sangatlah suci. Air ini dapat menolong kebaikan dan membuat bangsa dark tertangkap dengan pantulannya. Jika bayangan bangsa dark terpantul di cahaya ini maka tubuhnya akan hangus terbakar, bahkan tidak dapat di sembuhkan dengan cara apapun" jawab ikan emas itu.
Setelah berbincang cukup lama dengan ikan emas, Para kesatriapun mengucapkan kata perpisahan kepada meids dan vairys untuk melanjutkan pertualangan mereka dan mendapatkan permata kehidupan dan mengahancurkan permata dark.
Merekapun melanjutkan perjalanan dengan mengepakan sayap mereka hingga memabawanya terbang ke udara. Sebuah perjalanan yang akan menentukan takdir World Elements.
Suasanapun di taklukan oleh keheningan, kecuali hembusan-hembusan angin yang bersiul di telinga, kicauan burung-burung yang merdu. Entah apa yang mereka fikirkan hingga memutuskan keheningan itu berlangsung sangat lama.
"guys!" ucap Diah memecahkan keheningan dan mendapatkan tatapan pertanyaan yang mengarah padanya. "aku menyayangi kalian semua" lanjutnya berhenti terbang lebih tepatnya lagi diam ditempat.
"hmmm... Kita semua saling menyayangi Diah" balas Sesil langsung memeluk Diah dan diikuti yang lainnya.
"entahlah, mungkin ini perasaan yang tidak menentu. Aku merasakan kita tidak dapat bersama selamanya" seru Vera melepaskan pelukannya.
"apa maksudmu?" tanya Pangeran Dilon.
"kita semua memang bersahabat, tapi kita disini memiliki 2 dunia yang berbeda. Kami dari bumi dan kalian berasal dari sini" jawab Novia.
"sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita, kita tidak punya banyak waktu" seru Pangeran Clard yang mengalihkan pembicaraan.
"yaaaaa setidaknya sisakan sedikit waktu untuk kita berbincang Clard" balas Ezra dengan wajah cemberut dengan terpaksa mengikuti kemauan Pangeran Clard.
"aku merasa lelah, sebaiknya kita berjalan kaki saja" ucap Yura yang disetujui sahabat-sahabatnya.
Merekapun mendarat dan terus berjalan menelusuri hutan tidak kenal lelah dan beristirahat. Sepanjang jalan Yura terus saja mengkosongkan pandangannya, sementara Clard terus saja berusaha berbicara padanya agar tidak terjadi apa-apa padanya dan tidak lupa menjaga dirinya untuk Yura, karena jika dia terluka maka Yura yang akan merasakan sakitnya.
"entah drama apa yang terjadi pada kisah kami" batin pangeran Clard sedih.
'Clard' seseorang yang memanggil pangeran Clard menggunakan telepati, namun tidak begitu jelas. Panggilan itu berkali-kali dia dapatkan, dan mencoba untuk membalas telepati itu namun tidak terjangkau.
"guys! Aku mendapatkan telepati dari seseorang seperti suara Queen Ororo namun suaranya tidak tercapai" seru Pangeran Clard.
"untuk apa Ibuku memanggilmu?" tanya Yura.
"sudahlah itu urusan belakangan, kita saat ini berada dalam masalah" ucap Ragil.
"jalan buntu!" seru mereka serempak.
"apa kita tidak salah jalan?" tanya Toby sambil menerawang tebing yang berada di depannya.
"hmmm jalan satu-satunya kita harus naik keatas" kata Pangeran Clard mulai membentuk sayap di pundaknya dan di ikuti yang lainnya.
Merekapun kembali terbang mencoba untung naik ke atas, dengan sangat kecang mereka terbang menggunakan sayap peri milik mereka. Hingga sampai di atas tebing itu dan di hadapan mereka terdapat danau yang memiliki tiga warna yaitu Biru muda, hitam, dan jernih. Melihat danau yang unik itu, merekapun memutuskan untuk pergi kesana.
"apa ini gunung air naga?" tanya mereka serempak.
"aku rasa begitu" jawab Yura. "ayo kita telusuri tempat ini" ajaknya dengan semangat.