
pesta yang telah di nanti-natikanpun akan di mulai, di mana mereka menunggu pengumuman dari Aries yang berada di kursinya. Tatapan mulai mengarah ke Aries yang mengganti posisi duduknya menjadi berdiri.
"Tak-tok-tak-tok" suara dari langkah kaki Aries yang mengenakan haighils. Perlahan dia menarik nafasnya dan kemudian kembali menghembuskannya. "Saya Aries, sebelumnya berterima kasih kepada Raja-Raja dan Ratu-Ratu sekalian yang telah ikut hadir di pesta untuk menghormati para pejuang yang menegakan kebenaran. Dengan senang hati, aku Storm membuka pesta ini dengan di mulai pertujukan dari prajurit terbaik dari kerajaan Jochas ini dia Veri dan Vera..." ujarnya yang di sambut dengan tepukan meriah dari yang lainnya.
Veri dan Vera yang belum siap dengan baju latihannya, dengan cepat di bantu dengan Aries menggunakan kekuatannya sendiri. Sedikit lembut mempergerakan kedua tangannya mengarah ke Veri dan Vera dengan seketika, jubah bangsawan milik mereka kini berubah menjadi sebuah baju latihan milik mereka dan satu pedang di bagian pinggang kiri mereka.
Rasa bangga mereka rasakan saat mendapatkan kesempatan untuk memberi pertujukan pendang mereka, untuk menghormati para prajurit mereka yang telah gugur di medan perang.
Desingan yang di hasilkan dari benturan-benturan pedang mereka terdengar jelas di indera. Bahkan benturan itu menghasilkan percikan api kecil, yang membuat kagum tamu-tamu yang lainnya. Suara sahut menyahut dari benturan pedang dan tepukan tangan terus terdengar. Setelah selesai dengan pertunjukan pedang, Aries melanjutkan untuk mengumumkan pertunjukan selanjutnya dari para 10 element yang masih ada hingga sekarang masing-masing mewakili satu orang. Sebagai kesatria yang di ramalkan, mereka Pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, Ragil, Pangeran Dilon, dan Vera, ingin memulai pertunjukan dari mereka untuk mewakili elements yang ada, Bahkan Aries juga ikut serta untuk mewakili element Storm.
Sebagai Element tertinggi, Aries memulai pertunjukannya dengan menggunakan sinar emas miliknya dan menebarkanya dalam bentuk butiran-butiran sebesar pasir yang bercahaya emas bagaikan kunang-kunang berkeliaran di udara dan mendarat ke tubuh mereka semua yang ikut serta dalam pesta.
Melihat butiran-butiran emas yang menghigap di tubuh, mereka semua tersenyum dan terkagum-kagum.
"Apa kalian siap?" tanya Aries tegas.
Dalam hitungan detik, mereka bersepuluh memulai atraksi mereka masing-masing dengan element. Pangeran Clard memainkan cahaya merah di udara yang perlahan berubah menjadi api. Novia membuat kaca dari kristal berbentuk bulan tipis di bawah lampu hias istana, kristal itu Pangeran Clard gunakan untuk membuat elementnya menari di sana. Ezra juga ikut memaikan cahaya abu-abu miliknya, Diah memberikan hiasan butiran air yang di hasilkan element Aqua miliknya. Roby menyatukan kaca kristal dari Novia dan kaca es milik Pangeran Dilon menggunakan cahaya hijau miliknya dengan element Plant. Sesilia membuat pantulan cahaya yang indah menghiasi istana Zenna, sedangkan Ragil membuat aliran listrik yang membuat pesrsatuan 10 element itu menjadi sempurna dan di seimbangkan oleh Aries yang memiliki semua element.
Selaim suara yang di hasilkan tepukan tangan dan kaguman para tamu, Queen Tarapun memerintahkan seorang pelayannya untuk menyalakan sebuah lagu untuk memulai tarian perang, sebagai penghormatan.
Karya mereka (para kesatria) tadi kini mereka hancurkan menjadi cahaya dan bertebaran di mana-mana bagaikan hujan salju berbentuk cahaya dengan 10 warna. Sayap-sayap fairy mereka mulai terbentuk di bagian belakang dengan di mulai cahaya sesuai element mereka. Cahaya itu kini mulai membentuk sayap kupu-kupu yang sangat indah di balakang mereka dan kemudian secara perlahan mengepakkannya pelan-pelan dan kemudian semakin kencang hingga mereka terangkat ke udara, tidak lupa dengan cahaya dari ujung kaki mereka yang tertinggal ketika mereka terbang. Dari dulu hingga saat ini warna dari element Storm adalah putih, di karenakan Aries adalam Storm yang paling sempurna dia mengubah lambang dari dirinya menjadi emas karena penyatuannya dengan mutiara pelangi.
Terbang dengan membentuk sebuah lingkaran tidak lupa dengan Aries di posisi tengah-tengah di lingkaran itu, paduan cahaya yang di tinggalkan mereka sangatlah indah. Pangeran Clard, Novia, Ezra, Diah, Roby, Sesilia, Ragil, Pangeran Dilon dan Vera mengarahkan cahaya element mereka secara bersamaan ke tubuh Aries yang sedang berputar dengan posisi tangan yang terbentang sejajar dengan pundak miliknya. Pandangan indah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya kini mereka saksikan di istana Zenna. Setelah kekuatan dari cahaya-cahaya itu Aries rasakan, diapun mulai menyatukan kedua telapak tanggannya dan membukanya kembali mengarah ke bawah mementuk sebuah 5 baju baja wanita dan 5 baju baja pria yang sangat kuat, yang tidak bisa di tembus oleh senjata tajam apapun, kecuali kekuatan milik mereka para kesratria. Baju-baju baja itu Aries gerakan menggunakam 10 jari miliknya, tidak lupa dengan yang lainnya membuat senjata-senjata seperti, Pedang, busur perak di mana anak panahnya akan mengejar sasaran di manapun dia berada, Tombak, Cambuk, Kapak panjang, pedang panjang yang berbentuk keris, rantai kematian (untuk melumpuhkan bangsa Dark) dan senjata lainnya. Senjata-senjata itu hanya mereka keluaran sebagai media pameran untuk melengkapi tarian perang, karena senjata-senjata itu hanya dapat di gunakan 1 kali. Tarian mereka bersepuluh di lanjutkan dengan mumculnya Putri Kenny dan Veri sebagai pelengkap tarian pedang. Tarian itu membuat para tamu merinding karena music dan tariannya sangat menegangkan, bahkan membuat mereka tidak mengalihkan padangannya. Tarian perang itu di tutup dengan cara membuat cahaya yang nerbentuk bunga besar dengan kelopak warna-warni bdan warna emas bagian pinggirannya. Masing-masing kelopak bunga itu mimiliki lambang yang berbeda-beda sesuai dengan warna element.
"Mengagumkan sekali" ucap mereka.
"Acara selanjutnya, acara tambahan yaitu pesta dansa" ucap Aries.
"Dear? Apa kamu tidak ingin mengajakku dansa?" tanya Diah yang penuh harapan. Karena ditanya, mau tidak mau Roby harus mau menuruti permintaan kekasihnya itu. Begitu juga dengan Vera, Pangeran Dilon, Novia, Ezra, Sesilia dan Ragil ikut menari, tinggalah Putri Kenny, Pangeran Clard, Aries, dan Veri. Tanpa bertanya Veri langsung menarik tangan Putri Kenny dan mengajaknya bergabung dengan yang lain.
"Veri? Oh ridak, apa yang kamu lakukan?" tanya Putri Kenny gugup karena belum pernah dansa menggunakan kaki selain ekor miliknya.
"Ikuti saja langkahku, percayakan ini padaku" ucap Veri.
Aries yang berseberangan dengan Pangeran Clard yang fokus terhadap para tamu dan sahabat-sahabatnya kini saling menatap satu sama lain, tatapan Pangeran Clard membuat Aries merasakan sesuatu yang mungkin belum dia rasakan sebelumnya.
"Clard!" panggil seorang gadis di fikiran Pangeran Clard.
"Yura? Apa itu kamu?" batin Pangeran Clard sambil menerawang di sekitarnya.
"Iya ini aku, saat ini aku semakin tersesat sangat jauh, semakin jauh darimu. Tolong aku Clard! Tolong aku" kata suara Yura yang kemudian hilang saat seseorang tanpa sengaja menyenggolnya dan terus menyenggolnya dengan keras hingga dia berada di hadapan Aries.
"Aries!" gumam Pangeran Clard. "Berdansa?" tanyanya sambil mengacukan tangan kemudian mendapatkan anggukan dari Aries.
Saat Aries menyentuh tangan Pangeran Clard, pada saat itu juga dia merasakan pusing di bagian kepala namun hal itu tidak di ketahui siapapun, karena Aries mencoba untuk menutupinya. Semakin ketengah dan semakin ketengah Pangeran Clard membawa Aries.
"Hentikan Clard! Aku... Aku..." ucap Aries tidak dapat menahan sakit kepalanya.
"Tenanglah Aries, ini hanya sebuah dansa, bukan peperangan" ucap Pangeran Clard.
"Aries! Aries! Aku ingin berbicara padamu!" ucap seorang pemuda menggunakan telepati kepada Aries.
Mendengar itu, dengan cepat Aries memberontak dari pelukan Pangeran Clard. "Maafkan aku, tapi aku memiliki urusan" ucap Aries dan pergi tanpa membuang-buang waktu.