World Elements

World Elements
gunung air naga



Merekapun kembali terbang mencoba untuk naik ke atas, dengan sangat kencang mereka terbang menggunakan sayap peri milik mereka. Hingga sampai di atas tebing itu dan di hadapan mereka terdapat danau yang memiliki tiga warna yaitu Biru muda,  hitam, dan jernih. Melihat danau yang unik itu, merekapun memutuskan untuk pergi kesana.


"apa ini gunung air naga?" tanya mereka serempak.


"aku rasa begitu" jawab Yura. "ayo kita telusuri tempat ini" ajaknya dengan semangat.


Merekapun menelusuri tempat itu namun tidak menemukan satu nagapun di sana.


Kecuali di dalam air belum mereka telusuri. Yura memerintahkan Diah untuk memeriksa seisi danau itu. Penerawangan Diah membuat kedua naga di dalam danau itu merasa terganggu hingga membuat mereka keluar di dalam air hitam dan air biru muda.


"siapa yang menganggu kami disini?" tanya naga merah dengan arogannya.


"aku" jawab Yura tidak mau kalah dengan arogannya.


"hmmmm 10 manusia" ucap naga biru yang sedikit terdengar mengerikan sambil mendekati mereka para manusia. "apa yang membuat kalian datang kesini? Apa kalian ingin mengambil permata kami dan menaklukan kami?" lanjutnya menarik lagi kepalanya.


Naga itu sangat panjang hingga mencapai ribuan meter, tidak lupa dengan besarnya mereka, hingga tidak dapat dibayangkan tubuh sebesar dan sepanjang itu berdiam diri di dalam danau yang tidak sesuai dengan ukuran mereka.


"guys menaklukan mereka terlihat sangat sulit, jadi jika mereka menyerang element yang mengandung panas melawan yang hitam itu, dan yang dingin melawan yang biru" usul Pangeran Clard yang sudah mempersiapkan dirinya.


Dalam perbincangan mereka, Yura sejak tadi mencoba untuk membuat rencana agar dia dapat menaklukan kedua naga itu tanpa memberitahukannya pada yang lain.


Karena kebengisan dari kedua naga itu kepada para manusia, mereka berduapun menyerang dengan kekuatan api hitam dan api merah mereka. Yaaaa tentu saja setelah melihat pergerakan kedua naga itu membuat 10 manusia tadi yang berstatus vairy dan mermaid kini berpencar dan melayang ke udara menggunakan sayap mereka.


Kedua naga itu menyerang dengan membabi buta, tidak perduli apa yang mereka tabrak, bahkan pohon-pohon yang ada di sana mulai terbakar karena api hitam milik naga hitam. Sesekali mereka terkena kibasan ekor naga hingga membuat mereka terlempar jauh. Memar di bagian tubuh mulai terlihat, sementara naga itu sama sekali belum terluka ataupun merasa kesakitan.


Tidak ada pilihan lain, Yura sudah merasa lelah hingga dia mengeluarkan senjatanya (cambuk). Sesekali cambuk itu Yura arahkan kepada naga hitam hingga membuat naga itu mengaum sangat mengerikan karena sakit. Milihat Yura yang seperti itu, yang lainnyapun mengikutinya.


Pertarungan sengit itu membuat puncak gunung-gunung ambruk, hutan-hutan hangus terbakar. Sangat sulit untuk membuat sisik dari naga itu lepas, bahkan mereka mencoba untuk mendekati kepala naga itu saja sangat sulit, karena kedua naga itu sangat-sangat menjaga permata milik mereka.


Dari para kesatria yang diramalkan kini sudah mulai meneteskan, babak belur kini cairan merah ikut menghiasi tubuh mereka, terlempar sana,  terbanting sini, itulah yang terjadi. Mereka semua merasakan siksaan yang sangat amat sakit hingga mengalahkan rasa sakit saat perang.


Yura yang mulai muak dengan kedua naga itu mulai mengumpulkan seluruh kekuatannya, yaitu melawan Dark (naga hitam) terlebih dahulu sendirian. Mengapa sendirian, karena dia telah membuat perisai kepada sahabat-sahabatnya, agar hanya dia yang melawan kedua naga itu. Ice (naga biru) terus menerus menyerang Yura, namun tidak di perdulikannya karena Yura fokus kepada Dark Dragon.


"Yura awaas!" teriak mereka yang gemetar melihat serangan dari ice dragon.


"bagaimana ini? Yura tidak mungkin sendirian melawan naga-naga itu" cemas Vera.


"percayakan ini pada Yura" balas Pangeran Clard mencoba untuk membuat suasana tenang.


Sementara pertarungan Yura masih saja berlanjut, tiba saat Yura memintal leher Dark Dragon itu menggunakan cambuk miliknya, Yura menyeretnya ke udara, dan terbang kemana-mana agar tidak mengenai api hitam.


"aku harus berada di kepalanya" batin Yura berfikir membuat rencana agar Dark Dragon menjadi budaknya.


Yurapun mendapatkan ide, dia terbang sangat kencang menuju tebing yang tidak jauh darinya. Kepakan sayapnyapun membawanya secepat kilat begitu juga dengan Dark Dragon dan Ice Dragon. Entah apa yang di fikirkannya kemudian berhenti tepat di depan tebing itu, sementara naga-naga itu masih berada dalam kecepatan yang penuh dengan amarah hingga menabrak tebing yang berada di belakan Yura tadi. Karena Yura sudah memikirkannya sebelumnya, diapun cepat menyelamatkan diri dan tepat berada di punggung Dark Dragon.


"Hey! Dia berada di punggungmu!" ucap Ice Dragon.


"ya, Yura berhasil" seru mereka serempak.


Tentu saja setelah berada di punggungnya Yura memanfaatkan kesempatan yang dia dapatkan, diapun berusaha untuk naik lebih tinggi agar dia bisa berada di kepalanya dan menaklukan naga itu. Sayap di pundaknya kini menghilang, sedikit sulit akibat pergerakan Dark Dragon yang tidak menerima Yura di punggungnya hingga membawa Yura terbang melewati awan. Entah apa yang terjadi di atas awan, yang tiba-tiba berubah warna menjadi mendung, bahkan petir-petirpun juga mulai bersahut-sahutan.


Pada saat itu terjadi badai yang sangat mengerikan di atas awan, semuanya merasa panik, bahkan ice dragonpun tidak mampu menembus badai itu. Badai yang sangat mengerikan hingga membuat seluruh World Elements menjadi gelap, seperti menunjukan sesuatu yang sangat mengerikan akan terjadi.


***


"Akan ada sesuatu yang mengerikan terjadi" ucap Queen Ororo yang berada di teras istana sambil melihat kearah langit yang menghitam.


"yang mulia!" panggil panik Queen Tara, Queen Liana, dan King Jack.


"sambungkan telepati kepada para kesatria sekarang, bagaimanapun juga mereka harus tau yang sebenarnya" ujar Queen Ororo ikut panik.


"tidak ada cara lain, kita harus menyatukan kekuatan kita agar kita bisa menghubungi mereka" ucap Queen Ororo.


***


Badai terus berlanjut, sementara Yura dan Dark Dragon belum saja kembali dari atas awan. Sedikit cemas, hingga perisai yang mengurung mereka kini pecah berderai seperti serpihan kaca-kaca.


Melihat Ice Dragon yang mulai lengah akan kewaspadaannya, Robypun membentuk sebuah busur dan anak panah menggunakan kekuatannya. Anak panah itu mulai dia tarik dan mencoba untuk fokus pada sasaran yaitu permata kehidupan. Anak panah itupun mulai melesat dengan kendali Roby dan juga di bantu yang lainnya agar rencana mereka berhasil.


'Sriikk!' anak panah mengenai sasaran dan permata itupun terlepas dari dahi ice dragon, dengan element Electric Ragilpun mendapatkan permata itu dengan mudah. Auman ice dragon sangat keras dan mengerikan saat melihan Dark dragon. Selain Dark Dragon Yurapun terlihat disana dan lebih cepat di bandingkan Dark Dragon.


"Yura? baguslah dia baik-baik saja" ucap mereka serempak.


"Ragil! Jika kalian mendapatkan permata kehidupan simpan dengan baik, jangan serahkan kepada Yura! Karena Yura dalam kendali bangsa Dark" ujar seseorang yang menggunakan telepati kepada Ragil.


"Apa?" histeris Ragil yang membuat semuanya terkejut.


"Ada apa Ragil? Apa yang terjadi?" tanya Roby.


"Yu-Yura" ucapnya terputus dan kemudian mendapatkan Yura yang mendarat dengan dengan sayap emas miliknya dan tidak lupa dengan surai yang bertebaran melambai-lambai seakan memanggil mereka semua dan di susul oleh Dark Dragon.


Melihat itu, Ragil merasa gemetar hingga bibirnya tidak mampu berkata-kata.


Mereka semua merasa tenang saat melihat Yura selamat, saking senangnya merekapun lupa akan kejadian sebelumnya yang membuat mereka terluka parah. Saat langkah ingin menghampiri sosok gadis yang serba emas itu, diapun mulai dengan aksinya melumpuhkan Ice Dragon dan mampu berdiri di atas kepala naga itu.


Setelah beberapa menit berlangsung Yurapun mengeluarkan senyum mengerikan di bibirnya dan menyadari bahwa permata kehidupan tidak lagi bersama Ice Dragon.


"kami akan sealu menjadi budakmu yang mulia" ujar kedua naga itu dan langsung masuk ke dalam tubuh Yura hingga meninggalkan lambang naga di bagian bahunya.


Teriakan Yura kini mulai bergema, kali ini Yura menjerit kesakitan, akibat menahan semua kekuatan dari kedua naga itu. Teriakan Yura kini hampir menyerupai naga, hingga volumenya dapat memekakan telinga.


Setelah kedua naga itu berhasil masuk ketubuh Yura, Yurapun menunduduk sejenak seperti ingin membenarkan posisinya berdiri.


"Yura" panggil mereka yang hanya mendapatkan senyum mengerikan dari Yura.


Wajah Yura kini berubah menjadi pucat pasih, seperti mayat yang menyeramkan. Dahinya yang sebelum memiliki lambang permata berwarna emas kini menjadi dua warna emas dan juga hitam.


"Yura, apa kamu baik-baik saja?" tanya pangeran Clard yang sedikit cemas sambil berlari kecil menghampiri Yura.


"sebaiknya berikan kepadaku permata kehidupan itu!" ucapnya datar.


"guys tunggu dulu! Aku ingin mengataka......n" ucap Ragil terpotong karena tidak diperdulikan


Mereka sama sekali tidak memperdulikan Ragil yang hendak memberitahukan apa yang di katakan Queen Ororo padanya.


"kedua naga itu mampu dia taklukan" kagum Novia.


"baiklah, sebaiknya kita pulang!" ajak Pangeran Dilon sambil membelai surai emas milik Yura.


Tiba-tiba saja, tangan Pangeran Dilon di pegang Yura dengan sangat kasar dan dihempaskannya begitu saja hingga mendapatkan tatapan kaget. Setelah itu, diapun memandang Ragil dengan tatapan yang penuh ambisi.


"oh Tuhan, apa Yura mengetahuinya" batin Ragil gugup.


Yura yang sejak tadi berdiam kini tiba-tiba saja menyerang sahabat-sahabatnya, dia tidak memperdulikan apapun, dia hanya menginginkan permata kehidupan itu yang berada di tangan Ragil.


"guys, Yura yang saat ini kita kenal bukanlah Yura yang kita kenal, dia sekarang dalam kendali bangsa Dark" jelas Ragil yang mendapat sambungan telepati dari Queen Ororo.


"apa?" kaget mereka yang telah mendapatkan serangan dari Yura.