Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
Part 73



" Mau Kakak buang ke tong sampah " kata Daff kesal.


" Hehhh cucu kesayangan Mommy ini, enak ajaa kamu Daff " kata Fiah sewot.


" Skip aja Mommy doi nya baperan " kata Dzamira, sehingga membuat semua orang tertawa kecuali Gibran.


Saat Fiah dan gus Fauzan tengah asik mengobrol dengan cucunya, tiba-tiba Akhtar dan Afkar datang secara bersamaan, sehingga membuat semua perhatian tertuju pada mereka berdua.


" Assalamualaikum Abi, Mommy " kata Afkar sambil menyalimi tangan Fiah dan gus Fauzan yang di ikuti oleh Akhtar.


" Istri kalian nggak ikut ? " tanya Gus Fauzan.


" Ila sama Della lagi ada arisan Bi, katanya nanti nyusul " kata Afkar yang diangguki oleh Gus Fauzan.


" Kok Papa bisa ke sini ? " kata Daff saat Afkar duduk tepat diasampingnya.


" Emangnya lu doang yang kangen Mommy sama Abi " kata Afkar.


" Oiyyaa Dzamira mau cerita " kata Dzamira.


" Cerita apa sayang ? " kata Fiah.


" Tadi di sekolah Mira dapat minuman gratis " kata Mira bangga.


" Lahhh kok bisa ? " kata Fiah.


" Tadi kan Mira nanya, harganya berapa ? Ibunya bilang lima ribu "


" Teruss bisa dapat gratis gimana ceritanya ? " tanya Syilla.


" Mira tanya kalau setetes berapa ? katanya gratis " kata Dzamira.


" Teruss ? " kata Fiah penasaran.


" Yaudah dehhh Mira suruh tetesin sampai penuh " kata Dzamira, sehingga membuat semua orang menggelengkan kepalanya mendengar cerita Dazamira.


" Mira siapa yang ngajarin ? " tanya Akhtar yang syok mendengar penuturan anak perempuannya.


" Haddduuuhh mampussshh dah gue, duhh pliss Mir jangan sebut nama gue kali ini ajaaa " kata Daff dalam hati.


" Kakak Daff " kata Dzamira, sehingga membuat semua mata tertuju pada Daff.


" Hehehhe kan biar hemat, hemat kan pangkal kayaa " cengir Daff.


" Hemat apaan, itumahhh kamu ajarin adik kamu yang nggak bener Daff " kata Fiah.


" Yaaa Daff cuman nyaranin cara itu ke Dzamira kalau lagi berada dalam kondisi kepepet ajaaa " kata Daff.


" Tetap aja nggak bener Al-Khadafi " kata Gus Fauzan.


" Iyaa Abi maaf " kata Daff.


" Jangan di ulangi lagi " kata Akhtar.


" Iyaaa Ayah siap " kata Daff dan Dzamira berbarengan.


" Oiyyyaa kalau masalah sekolahnya aman ? " kata Gus Fauzan.


" Aman Abi " kata Gibran.


" Aman Abi, tadi di sekolah Mira ada test, terus Mirah dapat A dong " kata Dazamira.


" Cucu Mommy sama Abi pinter banget sihh " kata Fiah bangga.


" Gak sia-sia Bunda sama Ayah ngajarin kamu Mir " kata Akhtar.


" Ehhhh Gibran juga sering ngajarin ya Yah " timpal Gibran.


" Emangnya yang selalu temenin Mira belajar siapa ? " kata Gus Fauzan.


" Kakak Gibran " kata Dzamira.


" Ihhhh Daff juga dapat nilai baguss lohh, kenapa yang di puji cuman Mira " kata Daff berlagak kesal.


" Emang kamu dapat nilai berapa ? " tanya Afkar pada anaknya.


" 100 dong " kata Daff percaya diri.


" Wahhh pelajaran apa Daff ? " kata Syilla.


" Bahasa inggris, Geografi, sama Matematika " kata Daff.


" Semuanya dapat seratus ? " kata Gus Fauzan.


" Bahasa inggris 40, Geografi 35, dan Matematika 25, jadi kalau di totalin jadi 100 " kata Daff santai.


" Sudah Gibran duga " kata Gibran datar.


" Astagfirullah, bikin malu Papa malu aja lu Din. udah Papa bangga-banggain ehhh ternyata di luar ekspektasi " kata Afkar sambil menggelengkan kepalanya.


" Kan Daff dapat 100 nih, Papa nggak mau ngasih hadiah gituh ? " tanya Daff sambil menaik turunkan alisnya.


" Nggak ada yaa " kata Afkar.


" Kalau Mira gimana Yah ? " kata Dzamira beralih menatap Ayahnya.


" Emang tadi Mira dapat A mata pelajaran apa ? " kata Akhtar.


" Tes doang sih Yah " kata Mira.


" Iyaa tes apa sayang ? " kata Akhtar.


" Tes darah " kata Dzamira polos, sehingga membuat semua orang sontak membulatkan matanya mendengar jawaban dari Mira, sedangkan Daff sudah tertawa ngakak.


" Astagfirullah Mira, kalau itu sih Papa Afkar juga dapat A " kata Afkar terkekeh.


" Ada-ada aja kamu Mir " kata Fiah.


" Laperrr " kata Mira tiba-tiba.


" Sama " timpal Daff.


" Yaaa kalau lapar makan sayang, Syilla siapin buat keponakan kamu Nak " kata Fiah.


" Iya Mommy, ayoo ikut Mbak Syilla " kata Syilla yang di ikuti oleh Daff dan Mira.


" Gibran nggak sekalian ? " kata Syilla.


" Masih kenyang Mbak " kata Gibran.


Saat berada di meja makan Mira heran melihat Daff yang hanya memakan daging tanpa menyentuh nasi yang ada di depannya.


" Kakak Daff, nasinya di makan juga dong " kata Dzamira.


" Pisahin dulu sayurnya cil " timpal Daff.


" Papa Kakak Daff nggak mau makan sayur " teriak Dzamira, sehingga membuat Afkar berbalik kearah meja makan yang tak jauh dari ruang keluarga.


" Daff nggak boleh pilih-pilih makanan " kata Afkar.


" Daff nggak pilih-pilih makanan Pa "


" Teruss itu kenapa nggak mau makan sayur ? " kata Afkar.


" Okee sekarang Daff tanya, ini daging apa ? " kata Daff sambil menunjuk daging yang ada di depannya.


" Daging sapi, gitu aja nggak tau " kata Mira.


" Sapi makan apa ? "


" Rumput " jawab Mira


" Rumput tumbuhan bukan ? " kata Daff yang diangguki oleh Mira.


" Yaudah dong kalau Daff makan daging, ga perlu include sayur lagi " kata Daff santai.


" Bener juga yaa " timpal Mira.


" Hehhhh nggak gitu konsepnya Udinn " kata Afkar frustasi.


_____________


Happy Readingā¤