
" Mau Kakak buang ke tong sampah " kata Daff kesal.
" Hehhh cucu kesayangan Mommy ini, enak ajaa kamu Daff " kata Fiah sewot.
" Skip aja Mommy doi nya baperan " kata Dzamira, sehingga membuat semua orang tertawa kecuali Gibran.
Saat Fiah dan gus Fauzan tengah asik mengobrol dengan cucunya, tiba-tiba Akhtar dan Afkar datang secara bersamaan, sehingga membuat semua perhatian tertuju pada mereka berdua.
" Assalamualaikum Abi, Mommy " kata Afkar sambil menyalimi tangan Fiah dan gus Fauzan yang di ikuti oleh Akhtar.
" Istri kalian nggak ikut ? " tanya Gus Fauzan.
" Ila sama Della lagi ada arisan Bi, katanya nanti nyusul " kata Afkar yang diangguki oleh Gus Fauzan.
" Kok Papa bisa ke sini ? " kata Daff saat Afkar duduk tepat diasampingnya.
" Emangnya lu doang yang kangen Mommy sama Abi " kata Afkar.
" Oiyyaa Dzamira mau cerita " kata Dzamira.
" Cerita apa sayang ? " kata Fiah.
" Tadi di sekolah Mira dapat minuman gratis " kata Mira bangga.
" Lahhh kok bisa ? " kata Fiah.
" Tadi kan Mira nanya, harganya berapa ? Ibunya bilang lima ribu "
" Teruss bisa dapat gratis gimana ceritanya ? " tanya Syilla.
" Mira tanya kalau setetes berapa ? katanya gratis " kata Dzamira.
" Teruss ? " kata Fiah penasaran.
" Yaudah dehhh Mira suruh tetesin sampai penuh " kata Dzamira, sehingga membuat semua orang menggelengkan kepalanya mendengar cerita Dazamira.
" Mira siapa yang ngajarin ? " tanya Akhtar yang syok mendengar penuturan anak perempuannya.
" Haddduuuhh mampussshh dah gue, duhh pliss Mir jangan sebut nama gue kali ini ajaaa " kata Daff dalam hati.
" Kakak Daff " kata Dzamira, sehingga membuat semua mata tertuju pada Daff.
" Hehehhe kan biar hemat, hemat kan pangkal kayaa " cengir Daff.
" Hemat apaan, itumahhh kamu ajarin adik kamu yang nggak bener Daff " kata Fiah.
" Yaaa Daff cuman nyaranin cara itu ke Dzamira kalau lagi berada dalam kondisi kepepet ajaaa " kata Daff.
" Tetap aja nggak bener Al-Khadafi " kata Gus Fauzan.
" Iyaa Abi maaf " kata Daff.
" Jangan di ulangi lagi " kata Akhtar.
" Iyaaa Ayah siap " kata Daff dan Dzamira berbarengan.
" Oiyyyaa kalau masalah sekolahnya aman ? " kata Gus Fauzan.
" Aman Abi " kata Gibran.
" Aman Abi, tadi di sekolah Mira ada test, terus Mirah dapat A dong " kata Dazamira.
" Cucu Mommy sama Abi pinter banget sihh " kata Fiah bangga.
" Gak sia-sia Bunda sama Ayah ngajarin kamu Mir " kata Akhtar.
" Ehhhh Gibran juga sering ngajarin ya Yah " timpal Gibran.
" Emangnya yang selalu temenin Mira belajar siapa ? " kata Gus Fauzan.
" Kakak Gibran " kata Dzamira.
" Ihhhh Daff juga dapat nilai baguss lohh, kenapa yang di puji cuman Mira " kata Daff berlagak kesal.
" Emang kamu dapat nilai berapa ? " tanya Afkar pada anaknya.
" 100 dong " kata Daff percaya diri.
" Wahhh pelajaran apa Daff ? " kata Syilla.
" Bahasa inggris, Geografi, sama Matematika " kata Daff.
" Semuanya dapat seratus ? " kata Gus Fauzan.
" Bahasa inggris 40, Geografi 35, dan Matematika 25, jadi kalau di totalin jadi 100 " kata Daff santai.
" Sudah Gibran duga " kata Gibran datar.
" Astagfirullah, bikin malu Papa malu aja lu Din. udah Papa bangga-banggain ehhh ternyata di luar ekspektasi " kata Afkar sambil menggelengkan kepalanya.
" Kan Daff dapat 100 nih, Papa nggak mau ngasih hadiah gituh ? " tanya Daff sambil menaik turunkan alisnya.
" Nggak ada yaa " kata Afkar.
" Kalau Mira gimana Yah ? " kata Dzamira beralih menatap Ayahnya.
" Emang tadi Mira dapat A mata pelajaran apa ? " kata Akhtar.
" Tes doang sih Yah " kata Mira.
" Iyaa tes apa sayang ? " kata Akhtar.
" Tes darah " kata Dzamira polos, sehingga membuat semua orang sontak membulatkan matanya mendengar jawaban dari Mira, sedangkan Daff sudah tertawa ngakak.
" Astagfirullah Mira, kalau itu sih Papa Afkar juga dapat A " kata Afkar terkekeh.
" Ada-ada aja kamu Mir " kata Fiah.
" Laperrr " kata Mira tiba-tiba.
" Sama " timpal Daff.
" Yaaa kalau lapar makan sayang, Syilla siapin buat keponakan kamu Nak " kata Fiah.
" Iya Mommy, ayoo ikut Mbak Syilla " kata Syilla yang di ikuti oleh Daff dan Mira.
" Gibran nggak sekalian ? " kata Syilla.
" Masih kenyang Mbak " kata Gibran.
Saat berada di meja makan Mira heran melihat Daff yang hanya memakan daging tanpa menyentuh nasi yang ada di depannya.
" Kakak Daff, nasinya di makan juga dong " kata Dzamira.
" Pisahin dulu sayurnya cil " timpal Daff.
" Papa Kakak Daff nggak mau makan sayur " teriak Dzamira, sehingga membuat Afkar berbalik kearah meja makan yang tak jauh dari ruang keluarga.
" Daff nggak boleh pilih-pilih makanan " kata Afkar.
" Daff nggak pilih-pilih makanan Pa "
" Teruss itu kenapa nggak mau makan sayur ? " kata Afkar.
" Okee sekarang Daff tanya, ini daging apa ? " kata Daff sambil menunjuk daging yang ada di depannya.
" Daging sapi, gitu aja nggak tau " kata Mira.
" Sapi makan apa ? "
" Rumput " jawab Mira
" Rumput tumbuhan bukan ? " kata Daff yang diangguki oleh Mira.
" Yaudah dong kalau Daff makan daging, ga perlu include sayur lagi " kata Daff santai.
" Bener juga yaa " timpal Mira.
" Hehhhh nggak gitu konsepnya Udinn " kata Afkar frustasi.
_____________
Happy Readingā¤