Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 26



" AFKAR JANGAN PERGI......" teriak Akhtar kemudian langsung sadarkan diri, sehingga membuat Della dan Gus Fauzan kaget.


" Mas Avatar " kata Della sambil mengelus bahu Akhtar.


" Tar ada apa Nak ? " kata Gus Fauzan.


" Bi Afkar mana ? Afkar nggak papa kan ? dia nggak pergi kemana-mana kan Bi ? " kata Akhtar panik.


" Heyyy heyy tenang dulu, Afkar nggak kenapa-napa, dia baik-baik saja " kata Gus Fauzan bertepatan dengan masuknya Dokter yang menangani Akhtar.


" Permisi, saya periksa dulu yaa " kata Dokter tersebut, sehingga membuat Gus Fauzan sedikit menjauh.


" Kondisinya sudah membaik dan besok pagi juga sudah boleh pulang " kata Dokter tersebut yang diangguki oleh Gus Fauzan.


" Terima kasih Dok " kata Gus Fauzan.


" Kalau begitu saya permisi " kata Dokter tersebut.


" Mas Avatar maafin Della yaa " kata Della berkaca-kaca.


" Aku nggak papa sayang dan nggak ada yang perlu di maafin aku ngerti posisi kamu " kata Akhtar sambil mengelus tangan Della.


" Tapi kamu celaka gara-gara aku " kata Della merasa bersalah yang langsung di balas gelengan oleh Akhtar.


" Aku celaka karena aku kurang hati-hati, bukan karena kamu " kata Akhtar.


" Bi tolong hubungi Afkar, perasaan Akhtar nggak tenang kalau nggak lihat dia Bi " kata Akhtar sambil beralih menatap Gus Fauzan.


" Sebenarnya ada apa ? kenapa kamu begitu khawatir sama Adik kamu ? " kata Gus Fauzan.


" Akhtar mimpi buruk tentang Afkar Bi " kata Akhtar, sehingga membuat Gus Fauzan menelepon Afkar.


" Assalamu'alaikum Kar " kata Gus Fauzan.


" Wa'alaikumsalam Bi, kenapa ? " kata Afkar dalam telepon tersebut.


" Nak kamu bisa ke rumah sakit nggak ? ini Kakak kamu mau ketemu sama kamu Nak " kata Gus Fauzan.


" Hahhh mau ketemu ? nggak ahhh tadi di bentak-bentak sekarang mau ketemu, nggak mau ahhh " kata Afkar.


" Heiii bukannya kamu khawatir sama Kakak kamu ? nggak boleh gitu ahhh " kata Gus Fauzan.


" Nggak, Afkar nggak khawatir " kata Afkar.


" Hehhh kalau kamu nggak khawatir ngapain kamu kirim pesan ke Abi sampai puluhan kali hanya untuk menanyakan keadaan Kakak kamu ? " kata Gus Fauzan.


" Bii biar Akhtar yang bicara " kata Akhtar, sehingga membuat Gus Fauzan memberikan ponselnya ke Akhtar.


" Assalamu'alaikum Kar, ini Kakak kamu baik-baik aja kan Dek ? " kata Akhtar.


" Wa'alaikumsalam " kata Afkar.


" Lo sehat kan ? nggak kenapa-napa kan ? " kata Akhtar khawatir.


" Kan yang sakit Kakak, kenapa yang di tanya keadaan Afkar ? " kata Afkar.


" Maafin Kakak udah ngebentak kamu, Kakak sayang sama lo dan gue nggak mau lo pergi kemana-mana " kata Akhtar.


" Nggak bisa, Afkar capek mending Kakak istirahat aja supaya cepat sembuh " kata Afkar cuek.


" Yaudah kalau gitu maafin Kakak ya, kamu juga istirahat ya Dek, assalamu'alaikum " kata Akhtar.


" Wa'alaikumsalam " kata Afkar sambil memutuskan panggilan teleponnya.


" Giamana Tar ? " kata Gus Fauzan.


" Afkar nggak bisa ke sini Bi, tapi Akhtar sudah sedikit lega setidaknya dia baik-baik saja " kata Akhtar.


" Adik kamu cuman sedikit kecewa aja Nak, tapi percaya sama Abi, Afkar juga sangat khawatir sama keadaan kamu buktinya dia sampai ngirim pesan ke Abi puluhan kali hanya untuk memastikan kamu baik-baik aja " kata Gus Fauzan.


" Bener Bi ? " kata Akhtar yang diangguki Gus Fauzan.


" Mending sekarang kamu istirahat aja, nggak usah mikir yang aneh-aneh " kata Gus Fauzan.


" Abi bener Mas, mungkin saja Afkar masih sedikit sensitif sama Mas Avatar " kata Della.


" Yaudah kalau gitu Abi pulang nggak papa kan ? kasian Mommy sama Adik kamu di rumah " kata Gus Fauzan yang diangguki oleh Akhtar dan Della.


Sementara di tempat Afkar, dirinya sedang uring-uringan setelah mendapat telepon dari Kakaknya.


" Duhhh sebenarnya gue khawatir, tapi gue tensin kalau harus gue yang nyamperin " kata Afkar dalam hati sambil mondar-mandir di dalam kamar.


" Kamu kenapa sih dari tadi mondar-mandir mulu ? " kata Ila yang baru masuk kamar.


" Nggak papa sayang, ini tuh kemauan junior " kata Afkar yang masih terus mondar-mandir nggak jelas.


" Masa sih, tapi kok mukanya kayak nggak tenang gitu ? " kata Ila sambil duduk di pinggir kasur.


" Sebenarnya tadi Kak Akhtar nelepon nyuruh aku ke sana, tapi aku tengsin kalau aku harus ke sana " kata Afkar sambil duduk di samping Ila, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Afkar.


" Kenapa harus tengsin ? " kata Ila.


" Yaaa kan ceritanya aku lagi ngambek sayang, masa aku yang nyamperin duluan " kata Afkar.


" Terus Kak Akhtar yang harus nyamperin kamu duluan ? itu nggak mungkin Mas kan Kak Akhtar lagi sakit " kata Ila.


" Emang kamu nggak khawatir sama Kak Akhtar ? udah ahhh nggak usah tengsin segala ayoo kita siap-siap ke rumah sakit " timpal Ila, sehingga membuat Afkar menahan tangan Ila.


" Apa lagi ? " kata Ila.


" Tapi kamu bilang ke Kak Akhtar kalau kamu yang mau banget ke sana bukan aku " kata Afkar, sehingga membuat Ila terkekeh.


" Ada-ada aja sih, padahal kan aslinya kamu tuh sayang banget sama Kak Akhtar " batin Ila.


" Yaudah iyaa " kata Ila.


" Makasih sayang " kata Afkar sambil memeluk Ila.


__________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat lagi buat Update part-part selanjutnya.