Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
Part 71



" Astaga sensian amat sih, kayak anak perawan " kata Daff, sehingga membuat Gibran menatap tajam kearah Daff.


" Ehhhh ampun Bang jagoo " kata Daff sambil mengatupkan kedua tangannya.


" Lain kali bilang, kalau mau apa-apa " kata Gibran datar.


" Kata Papa Afkar lebih baik minta maaf daripada minta izin, karena kalau minta izin belum tentu di bolehin " kata Daff nyengir, sehingga membuat Gibran menggelengkan kepalanya.


Baru saja Daff ingin menghampiri Della, namun tidak jadi karena hpnya berdering pertanda ada pesan masuk.


" Wahhhh wahhhh, Kak gue cabut yaaa ada urusan " kata Daff yang lamgsung berlari keluar rumah.


" Bundaaa Daff pamit yaaa, ada misi yang haris Daff selesaikan " teriak Daff.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, kini Daff sudah sampai di rumahnya dan langsung memanggil Afkar.


" Paaaa " teriak Daff yang langsung nyelonong masuk.


" Walaikumsalam " sindir Afkar.


" Ehhhh mon maap, Assalamualaikum Papa " kata Daff sambil menyalimi tangan Afkar.


" Mama mana ? " kata Daff.


" Walaikumsalam. Keluar bentar, mau belanja keperluan dapur " kata Afkar.


" Ihhhh nggak yaa, tadi teman Daff nge WA Daff kirim fotonya Mama lagi makan sama Mommy Fiah sama Mbak Syilla " kata Daff sambil menunjukkan foto tersebut ke Afkar.


" Wahhh gak bisa di biarin nih Daff, bisa-bisanya kita nggak di ajak. Jaenuddin kita harus bersatu " kata Afkar.


" Iyaa kita harus bersatu, kita harus demoo " kata Daff semangat.


" Kok demo sih, lu kata mahasiswa ? " kata Afkar.


" Ehhh kok demo sih, apa sih Pa yang namanya pro.. pro apasih ? " kata Daff terlihat berpikir.


" Apa promaagh ? " timpal Afkar.


" Yang marah-marah apa sih namanya, prooo apa sih ? " kata Daff.


" Protes ? " timpal Afkar.


" Iyaa ituu " kata Daff nyengir.


" Emangnnya kamu nggak takut protes di depan Mama ? " kata Afkar.


" Jangan optimis dong belum juga mulai " kata Daff yakin.


" Pesimissss Jaenuddin " kata Afkar.


" Assalamualaikum, Mama pulang " kata Ila yang langsung menghampiri Afkar dan Daff.


" Din buruuu katanya mau protes, Papa serahin ke kamu aja dehh " bisik Afkar.


" Okeee, tapi Papa yang mulai " kata Daff mengangguk yakin.


" Habis dari mana kamu ? " kata Afkar.


" Habis belanja, ehh pas mau pulang ketemu Mommy sama Syilla jadi mampir makan bentar. kenapa ada masalah ? " kata Ila.


" Hehhh tadi pas brifing nggak gitu Udin " bisik Afkar heran.


" Berabeee urusannya Bapak Afkar, Bapak mau nggak di masakin setahun, kalau protess " bisik Daff.


" Lagi bisik-bisik apa ? " kata Ila heran dengan tingkah kedua orang yang sedang berdiri di depannya.


" Owhhhh nggak Maa, ini si Papa kebelet eek " kata Daff.


" Udahhh buru Pa ke kamar mandi " kata Daff sambil berbisik ke arah Afkar.


" Orang nggak kebelet, apa yang mau di keluarin ? " bisik Afkar.


" Pura-pura Pakk, astagaaaaa " bisik Daff frustasi, sehingga membuat Afkar mau tak mau harus pura-pura ke kamar mandi.


" Heheh si Papa emang aneh Ma, bisa-bisanya kebelet eek pas Mama pulang " kata Daff sambil menggaruk tengkuknya, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya.


" Yaudah Mama ke kamar yaa " kata Ila.


" Siap Ibu negara " kata Daff sambil hormat.


Setelah kepergian Ila, Afkar langsung menghampiri Daff yang sedang duduk santai di depan TV sambil menikmati cemilan.


" Papa mau nggak, enak banget nih " kata Daff sambil menyuapi Afkar sepotong kue.


" Tumben banget, lu mau ngerayu gue apalagi Udin ? " kata Afkar, namun tetap menerima suapan dari Daff.


" Tau aja, beliin jaket dong Paa biar tambah keren " kata Daff.


" Kan....kan... " kata Afkar.


" Lagian duit banyak napa nggak foya-foya sih " kata Daff enteng.


" Enteng banget nyuruh foya-foya, badan capek nihh nyari duit " kata Afkar.


" Kan pesugihan, owwhhh atau jangan-jangan cara itu udah nggak mempan. kalau gitu kita pakai cara lain Pah TUMBAL " kata Daff pura-pura serius.


" Lu yang Papa tumbalin " kata Afkar.


" Tega bener " kata Daff.


" Lagian ngadi-ngadi "


" Atau nggak kita pakai cara babi ngepet Pah, gimana ? " kata Daff sambil menaik turunkan alisnya.


" Baru kali ini ada orang yang mawarin jasa, jasa ilmu hitam " kata Afkar sambil melirik Daff.


" Dihhh biar makin kayaa " kata Daff.


" Yaudah iyaaa nanti Papa beliin, kamu ini nurunin sifat siapa sih Daff ? perasaan Papa sama Mama orang kalem, kenapa anaknya modelan kayak gini sihh ? " kata Afkar heran.


" Kaca di rumah ini banyak lo Pah " timpal Daff.


____________


Huhuhuh akhirnya bisa Update lagi setelah sekian lama, happy reading guys❤