
" Astaga sensian amat sih, kayak anak perawan " kata Daff, sehingga membuat Gibran menatap tajam kearah Daff.
" Ehhhh ampun Bang jagoo " kata Daff sambil mengatupkan kedua tangannya.
" Lain kali bilang, kalau mau apa-apa " kata Gibran datar.
" Kata Papa Afkar lebih baik minta maaf daripada minta izin, karena kalau minta izin belum tentu di bolehin " kata Daff nyengir, sehingga membuat Gibran menggelengkan kepalanya.
Baru saja Daff ingin menghampiri Della, namun tidak jadi karena hpnya berdering pertanda ada pesan masuk.
" Wahhhh wahhhh, Kak gue cabut yaaa ada urusan " kata Daff yang lamgsung berlari keluar rumah.
" Bundaaa Daff pamit yaaa, ada misi yang haris Daff selesaikan " teriak Daff.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, kini Daff sudah sampai di rumahnya dan langsung memanggil Afkar.
" Paaaa " teriak Daff yang langsung nyelonong masuk.
" Walaikumsalam " sindir Afkar.
" Ehhhh mon maap, Assalamualaikum Papa " kata Daff sambil menyalimi tangan Afkar.
" Mama mana ? " kata Daff.
" Walaikumsalam. Keluar bentar, mau belanja keperluan dapur " kata Afkar.
" Ihhhh nggak yaa, tadi teman Daff nge WA Daff kirim fotonya Mama lagi makan sama Mommy Fiah sama Mbak Syilla " kata Daff sambil menunjukkan foto tersebut ke Afkar.
" Wahhh gak bisa di biarin nih Daff, bisa-bisanya kita nggak di ajak. Jaenuddin kita harus bersatu " kata Afkar.
" Iyaa kita harus bersatu, kita harus demoo " kata Daff semangat.
" Kok demo sih, lu kata mahasiswa ? " kata Afkar.
" Ehhh kok demo sih, apa sih Pa yang namanya pro.. pro apasih ? " kata Daff terlihat berpikir.
" Apa promaagh ? " timpal Afkar.
" Yang marah-marah apa sih namanya, prooo apa sih ? " kata Daff.
" Protes ? " timpal Afkar.
" Iyaa ituu " kata Daff nyengir.
" Emangnnya kamu nggak takut protes di depan Mama ? " kata Afkar.
" Jangan optimis dong belum juga mulai " kata Daff yakin.
" Pesimissss Jaenuddin " kata Afkar.
" Assalamualaikum, Mama pulang " kata Ila yang langsung menghampiri Afkar dan Daff.
" Din buruuu katanya mau protes, Papa serahin ke kamu aja dehh " bisik Afkar.
" Okeee, tapi Papa yang mulai " kata Daff mengangguk yakin.
" Habis dari mana kamu ? " kata Afkar.
" Habis belanja, ehh pas mau pulang ketemu Mommy sama Syilla jadi mampir makan bentar. kenapa ada masalah ? " kata Ila.
" Hehhh tadi pas brifing nggak gitu Udin " bisik Afkar heran.
" Berabeee urusannya Bapak Afkar, Bapak mau nggak di masakin setahun, kalau protess " bisik Daff.
" Lagi bisik-bisik apa ? " kata Ila heran dengan tingkah kedua orang yang sedang berdiri di depannya.
" Owhhhh nggak Maa, ini si Papa kebelet eek " kata Daff.
" Udahhh buru Pa ke kamar mandi " kata Daff sambil berbisik ke arah Afkar.
" Orang nggak kebelet, apa yang mau di keluarin ? " bisik Afkar.
" Pura-pura Pakk, astagaaaaa " bisik Daff frustasi, sehingga membuat Afkar mau tak mau harus pura-pura ke kamar mandi.
" Heheh si Papa emang aneh Ma, bisa-bisanya kebelet eek pas Mama pulang " kata Daff sambil menggaruk tengkuknya, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya.
" Yaudah Mama ke kamar yaa " kata Ila.
" Siap Ibu negara " kata Daff sambil hormat.
Setelah kepergian Ila, Afkar langsung menghampiri Daff yang sedang duduk santai di depan TV sambil menikmati cemilan.
" Papa mau nggak, enak banget nih " kata Daff sambil menyuapi Afkar sepotong kue.
" Tumben banget, lu mau ngerayu gue apalagi Udin ? " kata Afkar, namun tetap menerima suapan dari Daff.
" Tau aja, beliin jaket dong Paa biar tambah keren " kata Daff.
" Kan....kan... " kata Afkar.
" Lagian duit banyak napa nggak foya-foya sih " kata Daff enteng.
" Enteng banget nyuruh foya-foya, badan capek nihh nyari duit " kata Afkar.
" Kan pesugihan, owwhhh atau jangan-jangan cara itu udah nggak mempan. kalau gitu kita pakai cara lain Pah TUMBAL " kata Daff pura-pura serius.
" Lu yang Papa tumbalin " kata Afkar.
" Tega bener " kata Daff.
" Lagian ngadi-ngadi "
" Atau nggak kita pakai cara babi ngepet Pah, gimana ? " kata Daff sambil menaik turunkan alisnya.
" Baru kali ini ada orang yang mawarin jasa, jasa ilmu hitam " kata Afkar sambil melirik Daff.
" Dihhh biar makin kayaa " kata Daff.
" Yaudah iyaaa nanti Papa beliin, kamu ini nurunin sifat siapa sih Daff ? perasaan Papa sama Mama orang kalem, kenapa anaknya modelan kayak gini sihh ? " kata Afkar heran.
" Kaca di rumah ini banyak lo Pah " timpal Daff.
____________
Huhuhuh akhirnya bisa Update lagi setelah sekian lama, happy reading guys❤