
Karena hari ini hari minggu jadi Akhtar hanya stay di rumah untuk memanjakan istrinya yang sedang hamil.
" Mas Avatarr hari ini benar-benar nggak kemana-mana kan ? cuman di rumah aja kan ? " kata Della sambil menghampiri Akhtar yang sedang menonton berita.
" Iya sayang " kata Akhtar yang langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Della.
" Mas aku kepengen banget dehh makan pizza " kata Della.
" Yaudah aku pesanin yaa " kata Akhtar sambil mengambil ponselnya, namun langsung di cegah oleh Della.
" Nggak usah nggak jadi " kata Della sambil menahan tangan Akhtar.
" Lohhh kenapa ? " kata Akhtar heran.
" Aku mau diet ajaa kata orang aku jelek, berat badan aku juga bertambah " kata Della kesal.
" Terus kamu mau berhenti makan ? yakin nggak mau makan ? bagaimanapun fisik kamu, kamu tetap cantik di mata aku. mereka hanya iri karena kamu tetap terlihat cantik walau berat badan kamu bertambah " kata Akhtar.
" Jadi nggak usah dengar omongan orang luar, lagian berat badan kamu bertambah itu wajar kan kamu lagi hamil " timpal Akhtar.
" Bener aku tetap cantik ? " kata Della yang langsung diangguki oleh Akhtar.
" Awas ajaa kalau lihat yang lebih ramping matanya kemana-mana " kata Della.
" Nggak sayang nggak, yaudah sekarang aku pesanin pizzanya yaa " kata Akhtar.
" Sekalian sama martabak manis pakai toping keju yaa Mas teruss minumnya apa aja dehhh yang penting manis " kata Della antusias, sehingga membuat Akhtar terkekeh.
" Ada lagi ? " kata Akhtar.
" Mmmm kayaknya udah cukup dehh Mas, iya kan Baby ? " kata Della sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat menonjol.
" Sabar yaa Nak, Ayah pesanin dulu " kata Akhtar sambil mengecup sekilas perut Della.
" Okee Ayah " kata Della menirukan suara anak kecil.
" Menurut Mas Avatar anak kita nanti mirip aku atau mirip kamu ? " kata Della sambil menyandarkan kepalanya di bahu Afkar.
" Mirip aku mungkin " kata Akhtar.
" Dihhh nggak bakalan kan babynya di perut akuu, jadi pasti mirip aku " kata Della.
" Aku tanya sama kamu dehhh, aku lebih mirip Abi atau Mommy ? " kata Akhtar, sehingga membuat Della menatap Akhtar lekat.
" Hmmm mirip Abi " kata Della.
" Waktu masih baby aku di perut Mommy atau Abi ? " kata Akhtar lagi.
" Yaudahh jadi tidak menutup kemungkinan jika anak kita nanti akan lebih mirip Ayahnya " kata Akhtar.
" Iyaaa juga yaaa, tapi nggak papa dehh kalau mirip Mas Avatar kan Mas Avatar ganteng jadi Della ikhlas Lillahi Ta'ala " kata Della, sehingga membuat Akhtar menggelengkan kepalanya.
Sementara di Tempat Afkar dan Ila, sejak tadi Afkar sudah sangat rewel agar Ila mau ikut jalan-jalan sore bersamanya.
" Ayolahhh sayang sekalian olahraga supaya persalinannya nanti lancar tanpa hambatan " rengek Afkar.
" Lain kali aja yaa sayang, nggak tau kenapa hari ini aku malas banget buat gerak " kata Ila.
" Sayang ayolahhh emangnya kamu nggak takut biarin aku jalan sendirian ? " kata Afkar.
" Kenapa harus takut ? kamu kan udah dewasa jadi nggak bakal hilang juga kan ? " kata Ila.
" Yaudah kalau nggak mau tapi jangan salahkan aku kalau nanti aku di godain sama gadis-gadis cantik di taman, secara kan wajah aku semakin hari semakin mempesona " kata Afkar sambil berdiri, sehingga membuat Ila langsung menahan tangan Afkar.
" Yaudah iyaa aku ikut, tunggu sini biar aku siap-siap dulu " kata Ila, sehingga membuat Afkar mengangguk senang.
" Ternyata ini alasan cewek dandannya lama, baju harus banget matching sama celana, jilbab, tas, sepatu, warna kulit, paru-paru, ginjal, usus " kata Afkar yang sedari tadi memperhatikan Ila.
" Yaa nggak sekalian organ dalam juga dong Mas " kata Ila sambil terkekeh.
" Yaudahhh ayooo, aku udah siap " kata Ila, sehingga membuat Afkar langsung menggandeng tangan Ila.
" Lets gooo " kata Afkar.
Saat Afkar dan Ila berada di taman, tiba-tiba Afkar teringat masa kecilnya dengan Akhtar.
" Kenapa ? " kata Ila saat melihat Afkar yang sedari tadi hanya diam.
" Nggak papa, tiba-tiba aja kangen sama Kak Akhtar. sekarang kita udah nggak pernah bercanda dan menghabiskan waktu berdua kayak dulu lagi " kata Afkar.
" Kalian pasti dekat banget yaa " kata Ila yang langsung diangguki oleh Afkar.
" Hmmm tau nggak dulu waktu aku sama Kakak masih SD, Kak Akhtar selalu nyisihin uang jajan supaya kita bisa makan eskrim sepulang sekolah di taman, yaaa walaupun Kak Akhtar harus di hukum sama Mommy karena aku batuk-batuk setelah makan eskrim " kata Afkar.
" Dia itu walaupun kaku, dingin, dan datar, tapi Kak Akhtar paling nggak tega kalau udah liat aku memelas meminta sesuatu " timpal Afkar sambil terkekeh.
" Kalau kangen kenapa nggak telepon Kak Akhtar aja ? " kata Ila yang langsung di balas gelengan oleh Afkar.
" Nggak ahhh kan masih bisa ketemu di kantor, sekarang mau habisin waktunya sama kamu ajaa " kata Afkar sambil mengecup pipi Ila singkat.
___________
Jangan lupa like, comment, and vote yaa guyss supaya Author lebih semangat lagi buat Up part-part selanjutnya.