Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 45



Daff memperhatikan wajah Papanya, wajahnya terlihat pucat, mata yang biasanya melotot dan menatapnya dengan binar kebahagiaan kini telah tertutup rapat, bibir yang selalu mengomelinya tentang banyak hal kini sudah kaku.


" Papa hiks..hiks " kata Daff lirih.


" Papa jangan pergi hiks..hiks " timpal Daff sambil menciumi seluruh wajah Afkar.


" Daff "


" Daff kenapa Pa ? " kata Ila khawatir saat melihat Daff mengigau sambil menangis sesegukan.


" Dafff bangun sayang " kata Ila khawatir sambil menepuk pipi Daff.


" Daff ehhhh bangun Nak " kata Afkar sambil menggoyangkan badan Daff, sehingga membuat Daff membuka matanya secara perlahan.


" Papa " gumam Daff saat melihat wajah Afkar.


" Iya Papa di sini sayang " kata Afkar, sehingga membuat Daff langsung bangun dan berhambur di pelukan Afkar.


" Hehh ada apa Nak ? " kata Afkar sambil mengusap punggung Afkar.


" Hiks...hiks Papa jangan pergi hiks..hiks " kata Daff sesegukan di pelukan Afkar.


" Paapa nggak akan pergi, Papa di sini sayang " kata Afkar sambil menenangkan Daff.


" Daff kenapa sayang ? " kata Ila sambil mengelus pundak Daff dengan sayang.


" Daff mimpi buruk hiks...hiks " kata Daff sambil menatap wajah Afkar.


" Itu cuman mimpi Jaenuddin, aelahhh bikin Bapak lu khawatir aja lihat lu nangis-nangis sambil tidur, ehhh tau-taunya cuman mimpi " kata Afkar berusaha mencairkan suasana sambil mengahpus air mata Daff.


" Emang mimpi apaansih ? " timpal Afkar yang juga penasaran.


" Kata Abi Fauzan, mimpi buruk nggak perlu di ceritain Papa " celetuk Daff yang sudah mulai tenang.


" Aelaahhh bikin gue penasaran aja nih anak " gumam Afkar yang masih terdengar jelas di telinga Daff.


" Yang jelas di mimpi Daff, Papa tuh jelek banget mukanya. kalau followers instagram Papa lihat beuuhhh sudah di pastikan followers Papa ngefollow Papa cuman mau lihat Daff bukan Papa " celetuk Daff.


" Beneran Papa jelek banget di mimpi lu Daff ? " kata Afkar.


" Iyaaa pakai banget lagi, hampir aja Daff mau ajak Papa oprasi plastik " kata Daff.


" Udah yaa debatnya di lanjut besok lagi, sekarang Daff tidur lagi ya sayang udah tengah malam besok kan sekolah " kata Ila tegas.


" Bentar Ma " kata Daff sambil memandangi wajah Afkar.


" Uhhhhh gara-gara nangis jadi laper " gumam Daff yang terdengar samar di telinga Ila dan Afkar.


" Kenapa lagi ? " kata Afkar.


" Paaaa pengen " rengek Daff, sehingga membuat Afkar mengangkat salah satu alisnya.


" Hahhh ? pengen apa tengah malam kayak gini ? jangan aneh-aneh yaa Papa ngantuk ini " kata Afkar.


" Pengen makan sayur soup, tapi di masakin Papa " kata Daff dengan wajah yang di buat selucu mungkin.


" Ihhh lucunyaaa " kata Ila gemas dengan wajah Daff.


" Berani bayar berapa kamu ? " kata Afkar.


" Nih buat Papa " kata Daff sambil membentuk love dengan kedua tangannya.


" Astagaa Ila anak kamu ngegombal " kata Afkar sambil tepok jidat.


" Kagak " timpal Afkar.


" Paaa buruuu, Daff lapar nihh " kata Daff merengek.


" Yaudah iyaa, ayooo ke dapur sama-sama " kata Afkar.


" Sini cium dulu dikit " kata Daff sambil mengecup pipi Afkar sekilas, sehingga membuat Ila terkekeh.


" Dihhh pas ada maunya " kata Afkar sambil mengangkat tubuh Daff sambil berjalan kearah dapur yang di ikuti oleh Ila dari belakang.


" Mama bantuin yaa Pa " kata Ila ketika Afkar mendudukkan Daff di kursi depan meja makan.


" Nggak yaaa, Daff mau masakan Papa tanpa campur tangan Mama, Mama duduk sini aja temenin Daff " protes Daff.


" Yaudah iyaa, Papa masakin nihh " kata Afkar yang mulai mengeluarkan semua bahan masakan dari kulkas.


" Waooowww gila sihh Bapak gue, masak doang aja ganteng " kata Daff sambil memperhatikan Afkar yang mulai berkutat dengan peralatan dapur.


" Owhhh jelas dong suami Mama gitu lohh " kata Ila menimpali.


" Dih Mama apaansih ? " kata Daff sambil melirik Ila.


" Apaan dah dih dah dih ? " kata Ila.


" Yaa Mama kenapa ? " kata Daff menimpali.


" Ya kamu yang apa ? " kata Ila.


" Apasihh Mama nggak jelas banget " kata Daff.


" Yaaa kamu yang nggak jelas Daff " kata Ila.


" Terussss geludd terusss, ini Papa bawa minyak panas " kata Afkar sambil membawa sayur soup ke hadapan Daff dan Ila.


" Jiwa psikopatnya keluar " kata Daff bergidik ngeri.


" Udah-udahh nih makan abis itu tidur " kata Afkar.


" Wahhhhh aku sudah tidak sabar, makasih Papa " kata Daff antusias, sehingga membuat Afkar terkekeh.


" Pelan-pelan Baby itu masih panas " kata Ila, sehingga membuat Daff meniup makanannya terlebih dahulu.


" Gemesshhh banget anak gue " kata Afkar dalam hati.


" Alhamdulillah kenyang " kata Daff sambil mengusap perutnya.


" Sekarang tidur yaaa " kata Afkar, sehingga membuat Daff memandangi wajah Afkar sambil berkaca-kaca karena teringat mimpinya tadi.


" Kenapa Nak ? " kata Afkar khawatir.


" Daff kenapa sayang ? " kata Ila menimpali.


" Papa jangan kemana-mana yaa, jangan ninggalin Daff " kata Daff sambil menatap Afkar dalam.


" Iyaaa Papa janji, ehhh Jaenuddin walaupun lu nyebelin Papa nggak akan ninggalin lu. lu itu anak kesayangan Papa " kata Afkar sambil membawa Daff kepelukannya.


" Udahhh yaaa itu cuman mimpi jangan terlalu di pikirin, sekarang tidur lagi yaaa ? " timpal Afkar.


" Tidur sama Papa Mama boleh ? " kata Daff sambil mendongak menatap Afkar dan Ila.


" Boleh dong, iya kan Pa ? " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.