
" Ini apa Daff ? " kata Elsa.
" Itu adalah password Wi-fi rumahnya Gibran dan akan sangat bermanfaat bagi kami para pelajar online dan yang Tante pegang password Wi-fi rumahnya Daff, siapa tau Tante nyasar ke daerah rumah Daff dan nggak punya kuota buat pesan taxi online dan itu juga sangat berguna bukan ? " celetuk Daff, sehingga membuat Akhtar dan Afkar berusaha menahan tawanya.
" Hahahaha nih anak kreatif juga bisa mikir sampai situ " kata Afkar dalam hati.
" Hahahahaa bisa aja kamu " kata Riska sambil menggelengkan kepalanya.
" Tante sama Elsa maafin Daff kan ? " kata Daff sambil menatap Riska dan Elsa secara bergantian.
" Aku maafin karena kamu udah buat Mama aku ketawa " kata Elsa.
" Makasih Elsa, kalau Tante gimana ? " kata Daff beralih menatap Riska.
" Iyaaa Tante maafin, tapi jangan di ulangi lagi yaa " kata Riska yang diangguki oleh Daff.
" Makasih yaa Bu udah mau maafin Gibran sama Daff, kami sebagai orang tua mereka juga minta maaf dan menjamin hal ini tidak akan terjadi lagi " timpal Akhtar yang diangguki oleh Afkar.
" Iyaaa saya maafkan " kata Riska.
" Alhamdulillah " kata Akhtar dan Afkar bersamaan.
" Yaudah gimana kalau kita bicara di dalam saja, kebetulan saya baru selesai masak " kata Riska, sehingga membuat Akhtar buru-buru menolak ajakan Riska, ketika melihat ekspresi Afkar dan Daff yang akan mengiyakan ajakan tersebut.
" Ahhhh tidak usah Bu, tadi sebelum ke sini istri saya sedang memasak di rumah " kata Akhtar.
" Ooo yaudah gapapa " kata Riska.
Setelah pamit dengan Riska dan Elsa, Akhtar dan Afkar segera mengajak anak-anak mereka untuk balik.
" Ehhhh udah pada pulang, gimana di maafin kan ? " kata Ila sambil membantu Della menghidangkan makan siang.
" Alhamdulillah " kata Afkar.
" Gibran sayang Ayah aman kan Nak, nggak lirik-lirik Mamanya Elsa kan ? " kata Della saat Akhtar duduk di depan meja makan.
" Aman Bunda " kata Gibran.
" Okeeedehhh, yaudah ayoo makan " kata Della.
" Daff mau yang mana sayang ? " kata Ila lembut.
" Apa aja Maa " kata Daff tak semangat.
" Diem diemm baeee Daff, nggak kayak biasanya banget, nggak cocok kamu diemm begitu Nak " kata Della.
" Cuman capek aja Bunda " kata Daff.
Setelah makan siang bersama Afkar memutuskan untuk mengajak Istri dan anaknya pulang, setelah mendengar bahwa Daff kecapean.
" Daff sayang you oke baby ? " kata Ila karena selama perjalanan pulang Daff tidak pernah berbicara sama sekali.
" Iyaa Ma " kata Daff sambil melirik Afkar.
" Kenapa ? ada yang sakit ? " kata Afkar sambil duduk di samping Daff.
" Papa masih marah ? " kata Daff sambil menatap Afkar.
" Nggak, kan kamu udah jalanin hukuman dan minta maaf sama Elsa dan Mamanya, tapi jangan di ulangi lagi yaa " kata Afkar.
" Jadi Papa udah nggak marah sama Daff ? " kata Daff yang diangguki oleh Afkar.
" Asiiikkkkk makasih Papa, Daff janji nggak kayak gitu lagi " kata Daff sambil memeluk Afkar.
" Ohhhhh jadi kamu dari diam karena ngira Papa masih marah ? " kata Afkar.
" Iyalah, kalau Papa marah seakan-akan dunia Daff itu runtuh tauuu " kata Daff lebay.
" Dihhhh lebay banget sumpah " kata Afkar.
" Kalau Mama yang marah gimana ? " kata Ila menimpali.
" Bisa aja kamu, yaudah dehh kalau gitu Mama mau ke kamar dulu yaaa " kata Ila yang diangguki Afkar dan Daff.
" Paaa " panggil Daff.
" Hmmmm " dehem Afkar sambil melirik Daff.
" Daff main di kamar mandi boleh ? " kata Daff.
" Nanti Mama marah lo, mau dunianya hancur lebur gara-gara Mama marah sama kamu ? kan kamu sendiri yang bilang " kata Afkar.
" Plissss " kata Daff.
" Gak ada yaaa nanti kamu main air terus lagi, emangnya nggak ada yang lebih menarik apa daripada closed ? " kata Afkar.
Baru saja Daff ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti karena kedatangan Ila yang tiba-tiba berdiri di depan Afkar dan Daff.
" Busettt dahhhh mau kemana Bu, cantik bener " kata Afkar saat melihat penampilan Ila.
" Emang nggak boleh ya makeup di rumah untuk suami ? " kata Ila sambil duduk di samping Afkar.
" Bolehhh sayang boleh, boleh banget malah " kata Afkar sambil memeluk Ila.
" Lama-lama aku pindah ke merkurius juga nihh " sindir Daff ketika dirinya seperti nggak dianggap ada di sana.
" Pengen gosong di merkurius lu ? " timpal Afkar sambil melepaskan pelukannya.
" Ehhh kalau di liat-liat Mama sekarang gendut banget " kata Daff, sehingga membuat Afkar melotot kearah Daff.
" Nggak, nggak Ma si Jaenuddin bohong " kata Afkar panik.
" Gendut " kata Daff sambil cekikikan.
" Terus kenapa ? " kata Afkar.
" Papa issshhhh Mama gendut bukannya ngomong malah muji cantik setiap hari, Papa bohong kan ? " kata Ila kesal.
" Enggak, Mama nggak gendut " kata Afkar berusaha meyakinkan Ila.
" Gendut " timpal Daff.
" Jaenuddin bohong Maa " kata Afkar.
" Tau ahhh pokoknya ini semua salah Papa " kata Ila sambil pergi ke kamar.
" Uhhhhh kena lagi " kata Afkar sambil menyentil dahi Daff, sehingga membuat Daff cemberut.
" Asli jelek banget, dahh ahhh Papa nyusul Mama dulu " kata Afkar sambil menyusul Ila.
" Huffffttt gara-gara si Jaenuddin ini " batin Afkar sambil masuk kedalam kamar.
" Udahhh Maaa nggak usah di pikirin, omongan si Jaenuddin nggak bener " kata Daff saat melihat Ila memandang pantulan dirinya di depan cermin.
Saat melihat Afkar masuk kedalam kamar, Ila langsung berjalan dan memeluk Afkar.
" Kenapa sayang ? udahh si Daff cuman bercanda kok masa kurus gini di bilang gendut " kata Afkar.
" Iyaa aku tau kalau Daff cuman mau jailin kamu, aku cuman mau peluk aja kok " kata Ila.
" Permisi numpang lewat ya wakk, mari....." kata Daff yang tiba-tiba berdiri di depan kamar Afkar dan Ila yang tidak tertutup tersebut.
" Ehhhh lewat mahh lewat ajaa, jangan ngintip ya nanti gue puter juga pala lu " timpal Afkar.
" Santai Pak ini juga mau pergi, emang dehh Indonesia milik kalian berdua " kata Daff sambil berjalan kearah kamarnya yang berada di samping kamar orang tuanya.
__________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys.