Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
part 61



" Ini apa Daff ? " kata Elsa.


" Itu adalah password Wi-fi rumahnya Gibran dan akan sangat bermanfaat bagi kami para pelajar online dan yang Tante pegang password Wi-fi rumahnya Daff, siapa tau Tante nyasar ke daerah rumah Daff dan nggak punya kuota buat pesan taxi online dan itu juga sangat berguna bukan ? " celetuk Daff, sehingga membuat Akhtar dan Afkar berusaha menahan tawanya.


" Hahahaha nih anak kreatif juga bisa mikir sampai situ " kata Afkar dalam hati.


" Hahahahaa bisa aja kamu " kata Riska sambil menggelengkan kepalanya.


" Tante sama Elsa maafin Daff kan ? " kata Daff sambil menatap Riska dan Elsa secara bergantian.


" Aku maafin karena kamu udah buat Mama aku ketawa " kata Elsa.


" Makasih Elsa, kalau Tante gimana ? " kata Daff beralih menatap Riska.


" Iyaaa Tante maafin, tapi jangan di ulangi lagi yaa " kata Riska yang diangguki oleh Daff.


" Makasih yaa Bu udah mau maafin Gibran sama Daff, kami sebagai orang tua mereka juga minta maaf dan menjamin hal ini tidak akan terjadi lagi " timpal Akhtar yang diangguki oleh Afkar.


" Iyaaa saya maafkan " kata Riska.


" Alhamdulillah " kata Akhtar dan Afkar bersamaan.


" Yaudah gimana kalau kita bicara di dalam saja, kebetulan saya baru selesai masak " kata Riska, sehingga membuat Akhtar buru-buru menolak ajakan Riska, ketika melihat ekspresi Afkar dan Daff yang akan mengiyakan ajakan tersebut.


" Ahhhh tidak usah Bu, tadi sebelum ke sini istri saya sedang memasak di rumah " kata Akhtar.


" Ooo yaudah gapapa " kata Riska.


Setelah pamit dengan Riska dan Elsa, Akhtar dan Afkar segera mengajak anak-anak mereka untuk balik.


" Ehhhh udah pada pulang, gimana di maafin kan ? " kata Ila sambil membantu Della menghidangkan makan siang.


" Alhamdulillah " kata Afkar.


" Gibran sayang Ayah aman kan Nak, nggak lirik-lirik Mamanya Elsa kan ? " kata Della saat Akhtar duduk di depan meja makan.


" Aman Bunda " kata Gibran.


" Okeeedehhh, yaudah ayoo makan " kata Della.


" Daff mau yang mana sayang ? " kata Ila lembut.


" Apa aja Maa " kata Daff tak semangat.


" Diem diemm baeee Daff, nggak kayak biasanya banget, nggak cocok kamu diemm begitu Nak " kata Della.


" Cuman capek aja Bunda " kata Daff.


Setelah makan siang bersama Afkar memutuskan untuk mengajak Istri dan anaknya pulang, setelah mendengar bahwa Daff kecapean.


" Daff sayang you oke baby ? " kata Ila karena selama perjalanan pulang Daff tidak pernah berbicara sama sekali.


" Iyaa Ma " kata Daff sambil melirik Afkar.


" Kenapa ? ada yang sakit ? " kata Afkar sambil duduk di samping Daff.


" Papa masih marah ? " kata Daff sambil menatap Afkar.


" Nggak, kan kamu udah jalanin hukuman dan minta maaf sama Elsa dan Mamanya, tapi jangan di ulangi lagi yaa " kata Afkar.


" Jadi Papa udah nggak marah sama Daff ? " kata Daff yang diangguki oleh Afkar.


" Asiiikkkkk makasih Papa, Daff janji nggak kayak gitu lagi " kata Daff sambil memeluk Afkar.


" Ohhhhh jadi kamu dari diam karena ngira Papa masih marah ? " kata Afkar.


" Iyalah, kalau Papa marah seakan-akan dunia Daff itu runtuh tauuu " kata Daff lebay.


" Dihhhh lebay banget sumpah " kata Afkar.


" Kalau Mama yang marah gimana ? " kata Ila menimpali.


" Bisa aja kamu, yaudah dehh kalau gitu Mama mau ke kamar dulu yaaa " kata Ila yang diangguki Afkar dan Daff.


" Paaa " panggil Daff.


" Hmmmm " dehem Afkar sambil melirik Daff.


" Daff main di kamar mandi boleh ? " kata Daff.


" Nanti Mama marah lo, mau dunianya hancur lebur gara-gara Mama marah sama kamu ? kan kamu sendiri yang bilang " kata Afkar.


" Plissss " kata Daff.


" Gak ada yaaa nanti kamu main air terus lagi, emangnya nggak ada yang lebih menarik apa daripada closed ? " kata Afkar.


Baru saja Daff ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti karena kedatangan Ila yang tiba-tiba berdiri di depan Afkar dan Daff.


" Busettt dahhhh mau kemana Bu, cantik bener " kata Afkar saat melihat penampilan Ila.


" Emang nggak boleh ya makeup di rumah untuk suami ? " kata Ila sambil duduk di samping Afkar.


" Bolehhh sayang boleh, boleh banget malah " kata Afkar sambil memeluk Ila.


" Lama-lama aku pindah ke merkurius juga nihh " sindir Daff ketika dirinya seperti nggak dianggap ada di sana.


" Pengen gosong di merkurius lu ? " timpal Afkar sambil melepaskan pelukannya.


" Ehhh kalau di liat-liat Mama sekarang gendut banget " kata Daff, sehingga membuat Afkar melotot kearah Daff.


" Nggak, nggak Ma si Jaenuddin bohong " kata Afkar panik.


" Gendut " kata Daff sambil cekikikan.


" Terus kenapa ? " kata Afkar.


" Papa issshhhh Mama gendut bukannya ngomong malah muji cantik setiap hari, Papa bohong kan ? " kata Ila kesal.


" Enggak, Mama nggak gendut " kata Afkar berusaha meyakinkan Ila.


" Gendut " timpal Daff.


" Jaenuddin bohong Maa " kata Afkar.


" Tau ahhh pokoknya ini semua salah Papa " kata Ila sambil pergi ke kamar.


" Uhhhhh kena lagi " kata Afkar sambil menyentil dahi Daff, sehingga membuat Daff cemberut.


" Asli jelek banget, dahh ahhh Papa nyusul Mama dulu " kata Afkar sambil menyusul Ila.


" Huffffttt gara-gara si Jaenuddin ini " batin Afkar sambil masuk kedalam kamar.


" Udahhh Maaa nggak usah di pikirin, omongan si Jaenuddin nggak bener " kata Daff saat melihat Ila memandang pantulan dirinya di depan cermin.


Saat melihat Afkar masuk kedalam kamar, Ila langsung berjalan dan memeluk Afkar.


" Kenapa sayang ? udahh si Daff cuman bercanda kok masa kurus gini di bilang gendut " kata Afkar.


" Iyaa aku tau kalau Daff cuman mau jailin kamu, aku cuman mau peluk aja kok " kata Ila.


" Permisi numpang lewat ya wakk, mari....." kata Daff yang tiba-tiba berdiri di depan kamar Afkar dan Ila yang tidak tertutup tersebut.


" Ehhhh lewat mahh lewat ajaa, jangan ngintip ya nanti gue puter juga pala lu " timpal Afkar.


" Santai Pak ini juga mau pergi, emang dehh Indonesia milik kalian berdua " kata Daff sambil berjalan kearah kamarnya yang berada di samping kamar orang tuanya.


__________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys.