
Keesokan harinya tepatnya di rumah Afkar, Afkar dan Daff baru saja bangun dari tidurnya dan berjalan keluar kamar masing-masing.
" Selamat pagi Papa brooo " kata Daff saat melihat Afkar baru keluar dari kamarnya.
" Selamat pagi anak Papa " kata Afkar sambil menatap Daff yang juga baru keluar dari kamarnya.
" Samperin Mama yuk " kata Afkar yang diangguki oleh Daff.
Baru saja Afkar ingin melangkahkan kakinya kearah dapur, namun terhenti karena suara ketukan pintu.
" Siape nih pagi-pagi bertamu ? " gumam Afkar.
" Kamu samperin Mama duluan yaa, biar Papa ngecek ke depan dulu " kata Afkar yang diangguki oleh Daff.
" Assalamu'alaikum Pak Afkar " kata seorang saat melihat Afkar membukakan pintu untuknya.
" Wa'alaikumsalam, ehh Bu ada apa ya ? " kata Afkar.
" Saya mau pesan bakso Pak " kata seseorang tersebut, sehingga membuat Afkar bingung.
" Hahh ? bakso ? maaf yaa Bu, mungkin Ibu salah rumah. di sini nggak ada yang jualan bakso " kata Afkar menjelaskan.
" Permisi Pak, saya mau pesan bakso "
" Pak saya juga mau pesan bakso "
" Pak saya juga yaa Pak "
" Pak saya juga pesan bakso 10 porsi Pak "
" Saya 5 porsi Pak "
" Ehhhh kok rame bener ? " kata Afkar saat melihat ibu-ibu yang terus berdatangan untuk memesan bakso.
" Tunggu-tunggu ini pada beli bakso, emang siapa yang jualan ? " kata Afkar benar-benar bingung.
" Kemarin sore Daff datang ke rumah Pak, katanya Mbak Ila jualan bakso " kata salah satu Ibu-ibu.
" Jadi anak saya datang ke rumah kalian semua ? " kata Afkar yang diangguki oleh semua Ibu-ibu yang ada di sana.
" Iya Pak, katanya sih untuk promosi jualan Mamanya " kata salah satu Ibu-ibu di depan Afkar.
" Astagfirullah, anak gue gini amat kelakuannya " kata Afkar dalam hati.
" Ibu-ibu saya minta maaf atas info yang di berikan oleh anak saya. masalahnya Ila nggak ada jualan apa-apa Bu, sekali lagi maaf yaa, Daff anaknya emang suka ngawur " kata Afkar menjelaskan, sehingga membuat Ibu-ibu tersebut pulang.
Daff yang dari tadi menguping pembicaraan Papanya dan para Ibu-ibu, langsung lari dan bersembunyi di bawah meja makan ketika melihat Papanya masuk kedalam rumah.
" Hehhh ngapain lu di bawah meja ? kayak kucing aja " kata Afkar saat melihat Daff bersembunyi di bawah meja, sehingga membuat Daff cengengesan dan langsung keluar dari bawah meja.
" Hehhh botol kecap, lu ngomong apa sama para tetangga kita ? " kata Afkar.
" Ampun Papa " kata Daff cengengesan.
" Ada apa sih Pa ? " kata Ila menghampiri keduanya.
" Ada-ada aja " kata Ila.
" Udahhh ahhh Papa mau mandi dulu " kata Afkar berjalan kearah kamarnya.
* Skip sarapan *
" Ehhhh tutup botol kecap, lu kenapa belum siap-siap sekolah ? " kata Afkar ketika melihat Daff dengan santainya memakan roti yang masih menggunakan piyama.
" Sekolahnya kebanyakan online Pa " kata Daff yang diangguki oleh Afkar.
" Papa mau roti atau nasi goreng ? " kata Ila.
" Roti aja Maaa " kata Afkar sambil meletakkan hpnya di meja makan.
" Papa tuhhh nggak sayang kan sama aku ? " kata Daff setelah melihat ponsel Afkar.
" Hehhh apenih tiba-tiba ngomel nggak jelas " kata Afkar.
" Ngaku dehhh Papa punya anak lagi kan ? pantas aja Papa nggak mau ngasih aku duit " kata Daff sewot.
" Apasih, gue tampol yeee " kata Afkar.
" Paaaa " kata Ila sambil menatap tajam kearah Afkar.
" Jaenuddin tuhhh Ma ngomongnya kagak di filter " kata Afkar.
" Bayi siapa tuhhh yang Papa jadiin walpaper ? Papa lebih suka bayi itu kan ? jujur yaaa aku cemburu " kata Daff sambil melirik ponsel Afkar.
" Ehhhh tutup botol kecap, ituuu eluuu egeeee arrgghhhhh " kata Afkar sambil mengacak rambutnya prustasi.
" Ehhhh iyakah ? mweheheheh mon maap " kata Daff cengengesan, sehingga membuat Ila terkekeh melihat kedua laki-laki kesayangannya.
" Terserah bodo amat " kata Afkar kesal.
" Terusss aku nggak mau yaa kalau profil Wa Papa fotonya Mama. ganti foto aku " kata Daff.
" Apasih, nggak ada yaa harus foto Mama. biar semua orang tau kalau Papa udah nikah " kata Ila, sehingga membuat Afkar beralih menatap Ila.
" Nggak, nggak boleh pokoknya harus foto aku biar semua orang tau kalau Papa tuh udah punya anak. Mama paansihh ? " kata Daff sambil melirik Ila.
" Yaaa kamu yang apaan ? nyerocos teruss " kata Ila.
" Inii kenapa Mama ikutan juga sih ? " kata Afkar dalam hati sambil melihat istri dan anaknya secara bergantian.
" Gakk mau tau yaa harus foto Mama " kata Ila tak terbantahkan.
" Dihhh posesif kek cewek " gumam Daff.
" Nihhh keluarga konsepnya gimana sih ? " gumam Afkar geleng-geleng kepala.
" Udahh yaaa stop, Papa berangkat kerja dulu biar kaya raya " kata Afkar menyudahi sarapannya, kemudian beralih mengecup kening Ila dan Daff secara bergantian.