Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
Part 60



" Paham ? " kata Afkar.


" Paham " kata Gibran, sementara Daff masih menunduk sambil menangis.


" AL QADAFI PAHAM !! " bentak Afkar.


" Mas Afkar udahhh " kata Ila.


" Hiks..hiks paham hiks " kata Daff sesegukan.


" Yaudah kalau paham kalian boleh ke kamar " timpal Akhtar, sehingga membuat kedua bocah tampan itu berjalan kearah kamar milik Gibran.


" Hiks...hiks gue nggak tega hiks " kata Afkar setelah melihat Gibran dan Daff masuk kedalam kamar.


" Nangis kan luu, makanya kalau sama anak marahinnya jangan terlalu berlebihan " timpal Della.


Baru saja Akhtar ingin menimpali ucapan istrinya, namun terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu, sehingga membuat Akhtar segera beranjak dari duduknya.


" Siapa Bang ? " kata Afkar.


" Pesenannya Daff nih " kata Akhtar sambil meletakkan beberapa minuman boba dan juga donat di atas meja.


" Sini biar aku yang bawain " kata Ila, namun langsung di cegah oleh Afkar.


" Jangan dulu, biar Jaenuddin intropeksi diri " kata Afkar sambil menghapus air matanya.


" Ahhhh tau ahhh, kalian tega banget sama anak sendiri " kata Della kesal.


" Bukan tega sayang, tapi memberikan konsekuensi dari apa yang telah mereka perbuat. kalau di biarkan begitu saja bisa jadi kejadian seperti ini terulang lagi " kata Akhtar menjelaskan.


" Lu jadi double date nggak nih Dell ? " timpal Afkar.


" Udahh ahhh udah nggak mood, Ila gimana kalau kita masakin Gibran sama Daff aja ? " timpal Della.


" Boleh " kata Ila sambil berjalan mengikuti Della kearah dapur.


" Dasar wanita " gumam Afkar.


Sementara di dalam kamar, Gibran sudah mulai menghafalkan surah An-naba dengan bersungguh-sungguh, berbeda dengan Daff yang hanya memandang isi Al-Qur'an tersebut.


" Papa semarah itu tadi, Papa benci nggak yaa sama aku ? "


" Apa Papa akan buat anak lagi untuk gantiin posisi aku ? "


" Papa akan maafin aku nggak yaaa ? " batin Daff.


Gibran yang melihat Daff melamun, langsung berjalan menghampiri sepupunya.


" Ayooo mulai hafalin " kata Gibran, sehingga membuat Daff beralih menatap Gibran.


" Ayoo " timpal Gibran.


" Nggak bisa Abang Gibran " kata Daff.


" Bisa, caranya tuh setiap ayat kamu baca 10 kali secara berulang-ulang, nahh kalau udah coba hafalin dan kalau masih nggak bisa coba baca 20 kali abis itu hafalin " kata Gibran yang diangguki oleh Daff.


" Hafal sekarang yaaa, kalau udah nanti kita lanjut diskusi supaya Tante Riska sama Elsa mau maafin kita " timpal Gibran.


" Iyaaa " kata Daff.


" Jangan cuman iyaa iyaa aja, tapi praktekin " kata Gibran.


" Kayaknya jiwa Bunda Della lagi menguasai tubuh Abang dehhh, cerewet kali lohhh " kata Daff, sehingga membuat Gibran berjalan kearah meja belajar.


90 menit kemudian...


" Udah hafal ? " kata Gibran sambil berbalik menatap Daff yang berada di atas kasurnya.


" Dikit lagi " timpal Daff.


" Yaud..." kata Gibran terhenti karena ucapan Daff.


" Udah nihhh " potong Daff.


" Yaudah sekarang kita tinggal pikirin cara minta maafnya " kata Gibran.


" Gimana kalau kita kasih hadiah ajaa " timpal Daff.


" Hadiah apaa ? kita kan nggak punya barang cewek " kata Daff.


" Kamu pikir kita bakalan di izinin buat beli, kita kan lagi di hukum Daff " kata Gibran, sehingga membuat Daff tepok jidat.


" Ahhaaaa aku udah dapet idee " timpal Daff.


" Apa ? " kata Gibran.


" Rahasia " kata Daff.


" Yaudah kalau gitu, ayoo kita keluar setor hafalan ke Ayah sama Papa " kata Gibran, sehingga membuat Daff menggeleng cepat.


" Kenapa ? " kata Gibran.


" Takut " cicit Daff.


" Laki-laki nggak boleh takut, tenang aja okee " kata Gibran sambil menarik tangan Daff keluar dari kamar dan berjalan menghampiri Akhtar dan Afkar.


" Udah hafal ? " kata Akhtar saat melihat Gibran dan Daff berdiri di depannya, sehingga membuat keduanya mengangguk.


" Yaudah ayoo mulai, Gibran sama Papa Afkar dan Daff sama Ayah " kata Akhtar.


Setelah menyelesaikan hafalannya, Gibran dan Daff masih berdiri di depan Akhtar dan Afkar sambil menunduk.


" Hafalannya jangan sampai lupa, di ulangi terus sampai benar-benar hafal di luar kepala " kata Akhtar.


" Baik Ayah " kata Gibran dan Daff bersamaan.


" Udah siapin mental buat dapetin maaf jan ehhh Elsa dan Mamanya kan ? " timpal Afkar yang lagi-lagi hanya diangguki oleh Gibran dan Daff.


" Yaudah ayoo Ayah sama Papa Afkar anterin kesana " kata Akhtar.


" Inget anterin aja nggak lebih, nggak usah pada sok kecentilan sama tetangga sebelah " teriak Dell dari arah dapur.


" Gibran sayang, pantau Ayah yaa Nak " timpal Della.


" Tenang ajaa, istriku di rumah jauh lebih cantik " balas Akhtar sambil berbalik menatap Della sambil tersenyum.


" Bucin banget sih buruan ahhh, sayang pergi dulu yaaa " kata Afkar yang di balas anggukan oleh Ila.


Setelah sampai di depan rumah Riska, Akhtar langsung memencet bell yang ada di samping pintu.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam, ada apa lagi yaaa ? " kata Riska saat membuka pintu rumahnya.


" Kami mau minta maaf Tante " kata Gibran yang diangguki oleh Daff.


" Siapa Ma ? " kata Elsa yang tiba-tiba muncul.


" Haii Elsa, maaf yaaa nih buat kamu sebagai tanda perminta maafan aku " kata Gibran sambil mengeluarkan salah satu figur Iron Man kesukaanya dari dalam bajunya.


" Aku nggak punya mainan anak perempuan makanya aku cuman bisa kasi ini, ini salah satu mainan favorit aku, terima yaaa " kata Gibran sambil menyodorkan mainannya kearah Elsa.


" Makasih, iyaaa aku udah maafin kamu kok " kata Elsa sambil menerima figur Iron Man tersebut.


" Makasih, Tante maafin Gibran yaaa " kata Gibran sambil menyalimi tangan Riska.


" Yaudah Tante maafin, tapi jangan di ulangi lagi yaaa " kata Riska.


" Makasih Tante " kata Gibran yang diangguki oleh Riska.


" Duhhh nih si Gibran kreatif juga yaa pakai bawa hadiah segala lagi, lahhh si Jaenuddin ini fiksss modal kata-kata doang nihh " batin Afkar saat memperhatikan Daff yang tidak membawa apa-apa.


" Giliran kamu " bisik Gibran pada Daff.


" Eummmm Elsa, Tante, aku minta maaf yaaa aku ngaku salah " kata Daff.


" Nihhh tanda permintaan maaf aku " kata Daff sambil mengeluarkan sebuah kertas dari saku celananya dan memberikannya pada Elsa dan Mamanya.


" Jangan sampai nih Jaenuddin berbuat yang aneh-aneh lagi " batin Afkar.


" Ini apa Daff ? " kata Elsa.


" Itu adalah password Wi-fi rumahnya Gibran dan akan sangat bermanfaat bagi kami para pelajar online dan yang Tante pegang password Wi-fi rumahnya Daff, siapa tau Tante nyasar ke daerah rumah Daff dan nggak punya kuota buat pesan taxi online dan itu juga sangat berguna bukan ? " celetuk Daff, sehingga membuat Akhtar dan Afkar berusaha menahan tawanya.


_________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guysss.