
" Paham ? " kata Afkar.
" Paham " kata Gibran, sementara Daff masih menunduk sambil menangis.
" AL QADAFI PAHAM !! " bentak Afkar.
" Mas Afkar udahhh " kata Ila.
" Hiks..hiks paham hiks " kata Daff sesegukan.
" Yaudah kalau paham kalian boleh ke kamar " timpal Akhtar, sehingga membuat kedua bocah tampan itu berjalan kearah kamar milik Gibran.
" Hiks...hiks gue nggak tega hiks " kata Afkar setelah melihat Gibran dan Daff masuk kedalam kamar.
" Nangis kan luu, makanya kalau sama anak marahinnya jangan terlalu berlebihan " timpal Della.
Baru saja Akhtar ingin menimpali ucapan istrinya, namun terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu, sehingga membuat Akhtar segera beranjak dari duduknya.
" Siapa Bang ? " kata Afkar.
" Pesenannya Daff nih " kata Akhtar sambil meletakkan beberapa minuman boba dan juga donat di atas meja.
" Sini biar aku yang bawain " kata Ila, namun langsung di cegah oleh Afkar.
" Jangan dulu, biar Jaenuddin intropeksi diri " kata Afkar sambil menghapus air matanya.
" Ahhhh tau ahhh, kalian tega banget sama anak sendiri " kata Della kesal.
" Bukan tega sayang, tapi memberikan konsekuensi dari apa yang telah mereka perbuat. kalau di biarkan begitu saja bisa jadi kejadian seperti ini terulang lagi " kata Akhtar menjelaskan.
" Lu jadi double date nggak nih Dell ? " timpal Afkar.
" Udahh ahhh udah nggak mood, Ila gimana kalau kita masakin Gibran sama Daff aja ? " timpal Della.
" Boleh " kata Ila sambil berjalan mengikuti Della kearah dapur.
" Dasar wanita " gumam Afkar.
Sementara di dalam kamar, Gibran sudah mulai menghafalkan surah An-naba dengan bersungguh-sungguh, berbeda dengan Daff yang hanya memandang isi Al-Qur'an tersebut.
" Papa semarah itu tadi, Papa benci nggak yaa sama aku ? "
" Apa Papa akan buat anak lagi untuk gantiin posisi aku ? "
" Papa akan maafin aku nggak yaaa ? " batin Daff.
Gibran yang melihat Daff melamun, langsung berjalan menghampiri sepupunya.
" Ayooo mulai hafalin " kata Gibran, sehingga membuat Daff beralih menatap Gibran.
" Ayoo " timpal Gibran.
" Nggak bisa Abang Gibran " kata Daff.
" Bisa, caranya tuh setiap ayat kamu baca 10 kali secara berulang-ulang, nahh kalau udah coba hafalin dan kalau masih nggak bisa coba baca 20 kali abis itu hafalin " kata Gibran yang diangguki oleh Daff.
" Hafal sekarang yaaa, kalau udah nanti kita lanjut diskusi supaya Tante Riska sama Elsa mau maafin kita " timpal Gibran.
" Iyaaa " kata Daff.
" Jangan cuman iyaa iyaa aja, tapi praktekin " kata Gibran.
" Kayaknya jiwa Bunda Della lagi menguasai tubuh Abang dehhh, cerewet kali lohhh " kata Daff, sehingga membuat Gibran berjalan kearah meja belajar.
90 menit kemudian...
" Udah hafal ? " kata Gibran sambil berbalik menatap Daff yang berada di atas kasurnya.
" Dikit lagi " timpal Daff.
" Yaud..." kata Gibran terhenti karena ucapan Daff.
" Udah nihhh " potong Daff.
" Yaudah sekarang kita tinggal pikirin cara minta maafnya " kata Gibran.
" Gimana kalau kita kasih hadiah ajaa " timpal Daff.
" Hadiah apaa ? kita kan nggak punya barang cewek " kata Daff.
" Kamu pikir kita bakalan di izinin buat beli, kita kan lagi di hukum Daff " kata Gibran, sehingga membuat Daff tepok jidat.
" Ahhaaaa aku udah dapet idee " timpal Daff.
" Apa ? " kata Gibran.
" Rahasia " kata Daff.
" Yaudah kalau gitu, ayoo kita keluar setor hafalan ke Ayah sama Papa " kata Gibran, sehingga membuat Daff menggeleng cepat.
" Kenapa ? " kata Gibran.
" Takut " cicit Daff.
" Laki-laki nggak boleh takut, tenang aja okee " kata Gibran sambil menarik tangan Daff keluar dari kamar dan berjalan menghampiri Akhtar dan Afkar.
" Udah hafal ? " kata Akhtar saat melihat Gibran dan Daff berdiri di depannya, sehingga membuat keduanya mengangguk.
" Yaudah ayoo mulai, Gibran sama Papa Afkar dan Daff sama Ayah " kata Akhtar.
Setelah menyelesaikan hafalannya, Gibran dan Daff masih berdiri di depan Akhtar dan Afkar sambil menunduk.
" Hafalannya jangan sampai lupa, di ulangi terus sampai benar-benar hafal di luar kepala " kata Akhtar.
" Baik Ayah " kata Gibran dan Daff bersamaan.
" Udah siapin mental buat dapetin maaf jan ehhh Elsa dan Mamanya kan ? " timpal Afkar yang lagi-lagi hanya diangguki oleh Gibran dan Daff.
" Yaudah ayoo Ayah sama Papa Afkar anterin kesana " kata Akhtar.
" Inget anterin aja nggak lebih, nggak usah pada sok kecentilan sama tetangga sebelah " teriak Dell dari arah dapur.
" Gibran sayang, pantau Ayah yaa Nak " timpal Della.
" Tenang ajaa, istriku di rumah jauh lebih cantik " balas Akhtar sambil berbalik menatap Della sambil tersenyum.
" Bucin banget sih buruan ahhh, sayang pergi dulu yaaa " kata Afkar yang di balas anggukan oleh Ila.
Setelah sampai di depan rumah Riska, Akhtar langsung memencet bell yang ada di samping pintu.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam, ada apa lagi yaaa ? " kata Riska saat membuka pintu rumahnya.
" Kami mau minta maaf Tante " kata Gibran yang diangguki oleh Daff.
" Siapa Ma ? " kata Elsa yang tiba-tiba muncul.
" Haii Elsa, maaf yaaa nih buat kamu sebagai tanda perminta maafan aku " kata Gibran sambil mengeluarkan salah satu figur Iron Man kesukaanya dari dalam bajunya.
" Aku nggak punya mainan anak perempuan makanya aku cuman bisa kasi ini, ini salah satu mainan favorit aku, terima yaaa " kata Gibran sambil menyodorkan mainannya kearah Elsa.
" Makasih, iyaaa aku udah maafin kamu kok " kata Elsa sambil menerima figur Iron Man tersebut.
" Makasih, Tante maafin Gibran yaaa " kata Gibran sambil menyalimi tangan Riska.
" Yaudah Tante maafin, tapi jangan di ulangi lagi yaaa " kata Riska.
" Makasih Tante " kata Gibran yang diangguki oleh Riska.
" Duhhh nih si Gibran kreatif juga yaa pakai bawa hadiah segala lagi, lahhh si Jaenuddin ini fiksss modal kata-kata doang nihh " batin Afkar saat memperhatikan Daff yang tidak membawa apa-apa.
" Giliran kamu " bisik Gibran pada Daff.
" Eummmm Elsa, Tante, aku minta maaf yaaa aku ngaku salah " kata Daff.
" Nihhh tanda permintaan maaf aku " kata Daff sambil mengeluarkan sebuah kertas dari saku celananya dan memberikannya pada Elsa dan Mamanya.
" Jangan sampai nih Jaenuddin berbuat yang aneh-aneh lagi " batin Afkar.
" Ini apa Daff ? " kata Elsa.
" Itu adalah password Wi-fi rumahnya Gibran dan akan sangat bermanfaat bagi kami para pelajar online dan yang Tante pegang password Wi-fi rumahnya Daff, siapa tau Tante nyasar ke daerah rumah Daff dan nggak punya kuota buat pesan taxi online dan itu juga sangat berguna bukan ? " celetuk Daff, sehingga membuat Akhtar dan Afkar berusaha menahan tawanya.
_________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guysss.