Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 31



" Sakitnya kayak nggak bisa di tahan kan La ? " kata Della yang diangguki Ila.


" Omyghatttt sayang, kamu pipis ? " kata Afkar ketika melihat rok yang di pakai Ila basah.


Baru saja Della ingin menjawab pertanyaan Afkar, namun terhenti karena beberapa perawat dan Dokter yang langsung mendudukan Ila ke kursi roda.


" Aduhhh gue harus apa ? " kata Afkar pusing yang masih berada di ruang perawatan Della, sementara istrinya sudah di bawa ke ruang bersalin di temani oleh Fiah dan Gus Fauzan.


" Ya lo harus ke sana bego di saat seperti ini Ila butuh support dari lo dan lo harus nguatin dia melewati proses persalinannya " kata Akhtar sambil menggelengkan kepalanya.


" Jadi sekarang gue kesana ? " tanya Afkar lagi.


" Yaiyalah Kakk " kata Della sambil memutar kedua bola matanya malas, sehingga membuat Afkar berlari menyusul Ila.


" Astaga ini anak dari mana aja sih ? " kata Fiah yang menunggu Afkar di depan pintu.


" Maaf Mom " kata Afkar yang langsung masuk.


" Dok istri saya benar-benar sudah mau melahirkan ? " kata Afkar saat memasuki ruang bersalin.


" Iya Pak terus kuatkan dia " kata Dokter tersebut, sehingga membuat Afkar menatap Ila yang sedang kesakitan sambil berbaring.


" Ihhhh Dokter gimana sih, katanya masih dua minggu lagi ? " kata Afkar sambil berlari menghampiri Ila.


" Sayang " kata Afkar lirih.


" Sakit..." kata Ila yang langsung menggenggam tangan Afkar.


" Iyaa sayang aku ngerti, maaf yaa karena aku nggak bisa bantuin kamu merasakan rasa sakit itu " kata Afkar yang langsung mendapat gelengan oleh Ila.


" Nggak kamu nggak salah ini memang sudah menjadi kewajiban wanita untuk melahirkan, tapi ini benar-benar sakit " kata Ila sambil menahan rasa sakit.


" Ma...maafin aku yaa kalau belum bisa menjadi istri yang baik, ma...maaf kalau aku punya banyak salah sama kamu, maafin aku Mas Afkar " timpal Ila yang sudah bercucuran keringat.


" Kamu udah jadi istri yang baik buat aku, You are the most beautiful thing that God sent to me " kata Afkar.


" Akkhhh " pekik Ila sambil mencengkram bahu Afkar, sehingga membuat Afkar memejamkan matanya.


" Mas Afkar kayaknya udah mau keluar deh " kata Ila sambil menahan rasa sakit bertepatan dengan masuknya Dokter yang menangani Ila.


" Pak tetap temani Istri Bapak yaa kuatkan dia " kata Dokter tersebut.


" Sekarang kita akan mulai proses persalinannya " timpal Dokter tersebut, sehingga membuat Ila mengedan dengan wajah yang sudah di banjiri air mata dan juga keringat.


" Sayang kamu yang kuat yaaa, kamu harus kuat demi bayi kita sayang " kata Afkar sambil menangis.


" Bapak seharusnya menguatkan bukan malah ikut menangis Pak, hibur dan kuatkan istri Bapak " kata Salah satu perawat yang ada di sana.


" Di hibur ? gue harus apa ? " batin Afkar sampai tercetus ide konyol di otaknya.


" Sayang kamu lihat aku, aku akan hibur kamu " kata Afkar sambil berjoget dalam ruangan tersebut, namun matanya tidak berhenti mengeluarkan air mata melihat perjuangan Ila untuk melahirkan anaknya.


" Dok istri saya tidak terhibur bagaimana ini ? " kata Afkar heboh sambil beralih mencium wajah Ila berkali-kali.


" Ahhh tadi Dokter bilang gue harus kuatin Ila " kata Afkar dalam hati.


" Sayang kamu kuat, kamu wonder woman, kamu super hero, kamu superman ehhh super girl, bahkan kekuatan kamu mengalahkan hulk " kata Afkar sambil berbisik kearah Ila, namun cara itu tetap tidak berhasil menurutnya.


" Mbakk ayoo sedikit lagi Mbak, dorong terus Mbak " kata Dokter spesialis kandungan tersebut.


" Sayang jangan dengerin kata Dokter itu kemarin aja bilangnya lahiran dua minggu lagi ehhh ternyata sekarang " bisik Afkar.


" Ayoo bu sedikit lagi " kata Dokter tersebut, sehingga membuat Afkar melirik kearah Dokter tersebut.


" Sayang nggak ada salahnya kita percaya Dokter itu, ayoo sayang kamu bisa you are the best woman " kata Afkar sambil terus mencium Ila berkali-kali.


" Akkkkhhhhhh " jerit Ila.


" Oeeeee....oeeeeeee...oeeeeee "


" Alhamdulillah " kata Dokter tersebut, sehingga membuat Afkar langsung memeluk Ila.


" Terima kasih telah berjuang dan bertarung nyawa hanya untuk melahirkan anak kita, i love you more dear " bisik Afkar dengan suara bergetar menahan tangis sambil memeluk Ila.


" Sudah jadi kwajiban aku, i love you more " kata Ila sambil meredam rasa sakitnya.


" Selamat yaa anaknya laki-laki, silahkan Pak " kata Dokter tersebut, sehingga membuat Afkar sigap mengambil alih anaknya kemudian mengadzani putra kecilnya.


Setelah mengadzani anaknya, Afkar tersenyum bangga melihat wajah putranya yang benar-benar tampan dan Afkar mengakui bahwa anaknya terlihat lebih tampan dari dirinya.


" Assalamu'alaikum anakku sayang, gantengnya nggak kalah sama anak sebelah " kata Afkar tersenyum melihat putranya.


Sementara di tempat Akhtar dan Della, Akhtar begitu perhatian pada Della apapun yang Della inginkan selalu di turuti oleh Akhtar.


" Anak Ayah ganteng banget jadi anak sholeh ya sayang, jangan pernah membantah apa kata Bunda, perjuangan Bunda hari ini sangat luar biasa untuk melahirkanmu dan Ayah menjadi saksi perjuangan wanita hebat itu " kata Akhtar sambil menggendong putranya dengan sayang, sehingga membuat Della terharu mendengar penuturan suaminya.


" Beruntung banget gue dapetin lo Mas Avatar " kata Della dalam hati.


" Aku juga beruntung dapetin wanita sehebat kamu " kata Akhtar sambil tersenyum kearah Della, sehingga membuat Della kaget.


" Hahhh Mas Avatar bisa dengerin kata hati Della ? " kata Della, sehingga membuat Akhtar terkekeh.


" Pikiran kamu yang mudah ke tebak sayang " kata Akhtar sambil mendekat kearah Della.


______________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat buat update part-part selanjutnya.


Sorry guys kemarin sakit jadi nggak up🙏