Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
Part 64



Keesokan harinya Afkar sedang memperhatikan Daff yang sangat fokus mengikuti kelas online sambil tersenyum bangga.


" Papa nggak ke kantor ? udah jam 10 loh " kata Ila sambil menghampiri Afkar.


" Hari ini Papa kerja di rumah aja " kata Afkar yang diangguki oleh Ila.


" Maa lihat dehhh anak kita fokus banget belajarnya " kata Afkar, sehingga membuat Ila mengikuti arah pandang Afkar.


" Kalau liat Daff serius begini ganteng banget, damage nya dapat banget lo Ma " kata Afkar bangga.


" Uhhhh akhirnyaaa selesai juga " kata Daff sambil mematikan tablet yang ada di depannya, kemudian menghampiri Afkar dan Ila.


" Tadi belajar apa sayang ? " tanya Ila


" Menggambar sama mewarnai Ma " kata Daff.


" Suka ? " kata Ila.


" Biasa aja " kata Daff.


" Terus kalau belajar paling suka pas pelajaran apa ? " timpal Afkar.


" Pas pelajarannya udahan " kata Daff santai.


" Pas udahan ? " kata Afkar.


" Iyaa pokoknya Daff paling suka pas gurunya bilang gini, baiklah anak-anak pelajarannya sampai sini dulu yaa. " kata Daff, sehingga membuat Afkar dan Ila tertawa.


" Jujur banget Daff " kata Afkar.


" Paaaa " kata Daff cengengesan.


" Hmmmm "


" Hehehehe Papa " kata Daff cengengesan.


" Nih bocah kalau udah cengengesan pasti ada maunya " kata Afkar.


" Maamaaaa " panggil Daff.


" Kenapa ? " timpal Ila.


" Pacaran boleh ? " kata Daff, sehingga membuat Afkar dan Ila kaget.


" Hahhhh Mama nggak salah denger kan ? " kata Ila.


" Badan masih bau minyak telon juga, sok-sok ann pengen pacaran " timpal Afkar.


" Ihhh Mamaaaa masa Papa bilang gitu " rengek Daff.


" Yang di omongin Papa bener kok, kamu ini masih kecil udah mau pacar-pacaran, pacaran nggak boleh yaaa dosaaa " kata Ila.


" Ihhhh Papa sama Mama sama aja " kata Daff ngambek.


" Dihhh di bilangin malah ngambek, mau masuk neraka kamu " timpal Afkar, sehingga membuat Daff berdiri kemudian berjalan ke luar rumah.


" Mau kemana ? " kata Ila.


" Mau pergi " kata Daff sambil menghentikan langkahnya.


" Ohhhhh " kata Afkar cuek sambil menyenderkan kepalanya di bahu Ila.


" Ihhhh kok nggak di kejar ? " kata Daff semakin kesal.


" Lahhh katanya mau pergi ? " timpal Afkar.


" Nggak jadi dehhh, nggak ada tujuan " kata Daff sambil berjalan kearah Afkar dan Ila kembali, sehingga membuat Ila dan Afkar tertawa.


" Lagian sok-sok an mau pacaran segala, ingat pacaran nggak boleh dosaa Daff dosaa " kata Afkar serius.


" Papa mahh gituuu giliran Mama yang pacaran boleh, kalau dosa kenapa Mama di bolehin ? " kata Daff, sehingga membuat Afkar dan Ila bingung.


" Hahh Mama pacaran ? " kata Afkar yang diangguki oleh Daff, sehingga membuat Afkar menatap Ila penuh selidik.


" Ehhhhh nggak Paa, Daff jangan ngomong yang aneh-aneh dong " kata Ila.


" Bener kok kalau nggak percaya lihat aja tangan Mama " kata Daff.


" Tangan Mama kenapa ? " kata Ila.


" Itu kukunya merah-merah Daff juga mau kayak gitu " kata Daff.


" Iyaa " kata Daff polos.


Baru saja Afkar ingin menimpali ucapan Daff, namun terhenti karena bell rumahnya berbunyi pertanda ada tamu.


" Bentar Papa buka dulu " kata Afkar sambil berjalan kearah pintu.


" Assalamu'alaikum " kata seseorang tersebut.


" Wa'alaikumsalam, Uncle Fahmi " kata Afkar sambil menyalimi tangan Fahmi.


" Masuk Uncle " kata Afkar mempersilahkan.


" Daff lihat siapa yang datang " kata Afkar, sehingga membuat Daff berlari kearah Fahmi.


" Kakek Fahmi....." teriak Daff sambil menghampiri Fahmi.


" Hehhh Papa Fahmi yaaa bukan Kakek, masih muda gini kok di panggil Kakek " kata Fahmi tak terima.


" Lahhh kan Uncle emang Kakeknya Daff " timpal Afkar.


" Ihhh kamu mahhh kan Uncle Fahmi memang masih muda " kata Ila, sehingga membuat Fahmi tersenyum tipis.


" Uncle ngobrol sama Mas Afkar dulu yaaa, Ila tinggal ke dapur dulu nggak papa kan ? " kata Ila yang diangguki Fahmi.


" Uncle dari mana ? rapi bener " kata Afkar saat melihat Fahmi memakai pakaian formal.


" Abis dari nikahan anak teman Uncle, rumahnya nggak jauh dari sini makanya mampir " kata Fahmi.


" Aunty Airin nggak ikut ? " kata Afkar.


" Nggak lagi nemenin Nafeeza di rumah " kata Fahmi.


" Lahhh Naf kan udah gede ngapain di temenin " kata Afkar.


" Ehhhhh jangan-jangan Uncle abis selingkuh yaa " timpal Afkar.


" Astagfirullah Afkar " kata Fahmi datar.


" Yaaa abisnya mencurigakan banget sih " kata Afkar.


" Apanya ? " kata Fahmi.


" Yaaa masa abis dari kondangan jam 10 pagi, biasanya yaaa acara kawinan itu baru mulai jam 10 " kata Afkar.


" Acaranya kemarin, Uncle baru sempat datang hari ini makanya pulangnya cepat " kata Fahmi.


" Dihhh Uncle parah ihhh datangnya pagi bener, pasti pengantinnya belum bangun abis malam pertama kan capek " kata Afkar terkekeh.


" Emang pengantin kalau malam pertama ngapain ? " kata Daff yang sedari tadi hanya menyimak obrolan Afkar dan Fahmi.


" Daff nggak tau ? " kata Fahmi.


" Nggak tau kan Daff belum nikah " kata Daff polos.


" Daff mau Papa Fahmi ajarin ? " kata Fahmi, sehingga membuat Afkar kaget.


" Hehhh Uncle jangan ngadi-ngadi yaaa " kata Afkar.


" Boleh " kata Daff.


" Woowww serius mau ? " kata Fahmi.


" Yaaaa uncle jangan merusak kepolosan anak saya yahhh " kata Afkar tak terima.


" Daff beneran mau di ajarin ? " kata Fahmi yang ingin mempermainkan Afkar.


" Apa salahnya belajar dulu, iya kan Pa ? " kata Daff sambil menatap Afkar.


" Kamu bener Daff " kata Fahmi.


" Daff kayaknya Mama tadi masak sayur soup dehh, ayooo Papa temenin ke dapur " kata Afkar sambil menggendong Daff pergi dari hadapan Fahmi, sehingga membuat Fahmi tertawa.


" Awasss aja pas Uncle punya cucu nanti " gumam Afkar kesal.


________


Jangan lupa tinggalin jejak yaa guys.