Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 43



" Ayah, Bunda itu bukan tulang, Bunda itu manusia sama kayak kita " kata Gibran polos yang lagi-lagi membuat tawa Akhtar dan Della pecah.


" Kenapa ? Gibran bener kan ? " tanya Gibran.


Baru saja Akhtar ingin menjawab pertanyaan polos Gibran, namun terhenti karena suara ketukan pintu dari luar.


" Bentar yaa " kata Della yang diangguki oleh Akhtar dan Gibran.


Ketika membuka pintu rumahnya Della heran ketika melihat seorang ibu dan anak yang berdiri di sana.


" Ada apa ya Bu ? " kata Della heran melihat anak kecil tersebut menangis.


" Justru saya yang harus nanya, kalian apa kan anak saya sampai nangis seperti ini ? " kata Ibu tersebut sinis.


" Hahh ? maksudnya Bu ? " kata Della.


" Alahhhh nggak usah pura-pura nggak tau dehh, tadi katanya anak saya datang ke sini ehhh pas pulang langsung nangis, kamu apakan anak saya hahh ? " omel Ibu tersebut.


" Ibu salah rumah kali dari tadi rumah saya nggak kedatangan siapa-siapa kok " kata Della yang berusaha menahan emosinya.


Akhtar yang mendengar perdebatan di luar, langsung berjalan keluar yang di susul oleh Gibran.


" Ada apa ini ? " kata Akhtar.


" Itu kan perempuan cengeng tadi, ngapain dia kesini ? " kata Gibran dalam hati.


" Ini lohh Mas, Ibu ini nuduh kita apa-apain anaknya sampai nangis kayak gini, padahal kan dari tadi kita nggak kedatangan siapa-siapa " kata Della.


" Lahhh emang anak saya datang ke sini tadi, nggak usah pura-pura nggak tau dehhh. nggak mungkin anak saya nangis kalau nggak kalian apa-apain " kata Ibu tersebut.


" Kayaknya Ibu salah paham dehhh, soalnya dari tadi kita memang nggak kedatangan siapa-siapa " kata Akhtar.


" Alaahhhh salah paham gimana ? " kata Ibu tersebut emosi, sehingga membuat Akhtar berjongkok sambil memegang kedua tangan anak kecil yang sedang menangis tersebut.


" Nak, bener kamu tadi kesini ? " kata Akhtar lembut, sehingga membuat Elsa mengangguk.


" Terus kenapa nangis ? " kata Akhtar.


" Hiks...hiks di...dia nggak ma..mau hiks temenan sama hiks Elsa om hiks..hiks " kata Elsa sambil menunjuk Gibran yang berdiri disamping Akhtar, sehingga membuat semuanya menatap kearah Gibran.


" Benar begitu ? " kata Akhtar sambil beralih menatap putranya.


" Iya " kata Gibran datar.


" Kenapa nggak mau temenan ? " kata Akhtar.


" Dia terlalu berisik " kata Gibran.


" Hiks..hiks tapi kata Mama hiks kita nggak boleh hiks pilih-pilih teman hiks...hiks " kata Elsa sesegukan.


" Iyaa yang dikatakan dia benar loh Nak, kita nggak boleh pilih-pilih teman, sekarang Gibran minta maaf yaa sama temannya " kata Della sambil berjongkok dihadapan Gibran.


" Gibran yang Bunda bilang bener loh, kita nggak boleh pilih-pilih teman sayang " kata Akhtar menimpali, sehingga membuat Gibran menghembuskan nafasnya kasar.


" Salah tuhh yang benar kita nggak boleh pilih-pilih baik sama orang " celetuk Gibran.


" Tapi kamu nggak baik sama aku " kata Elsa.


" Aku baik sama kamu buktinya aku nggak pukul kamu tadi " kata Gibran menimpali.


" Tapi kamu nggak mau bicara sama aku " kata Elsa.


" Kata Ayah aku nggak boleh akrab sama orang yang nggak aku kenal " kata Gibran sambil berjalan masuk kedalam rumah, namun langsung di cegah oleh Akhtar.


" Minta maaf dulu " kata Akhtar tegas, sehingga membuat Gibran menghentikan langkahnya.


" Maaf " kata Gibran datar.


" Minta maafnya yang benar Gibran " kata Akhtar datar.


" Aku minta maaf yaaa " kata Gibran sambil berbalik menatap Elsa.


" Iya aku maafin " kata Elsa.


" Makasih " kata Gibran datar sambil masuk kedalam rumah.


" Duhhh maaf ya Bu, anak saya memang nggak gampang untuk dekat apalagi akrab sama orang " kata Akhtar merasa tidak enak.


" Huhhh kalian ini gimana sih, masa didik anak aja nggak bisa. anak saya tujuannya baik lohh mau temenan sama anak anda, tapi kelakuan anak anda sungguh tidak sopan. sepertinya kalian berdua adalah orang tua yang buruk nggak bisa mendidik anak dengan baik " kata Ibu tersebut dengan nada sinis, sehingga membuat Della emosi.


" Ihhh apaansih Bu, anak Ibu aja yang kecentilan mau temenan sama anak saya yang gantengnya Masya Allah. saya pikir yang di lakukan anak sudah benar kok dan dia juga sudah minta maaf. yaaa kalau anak saya memang nggak mau temenan sama anak Ibu jangan di paksa dong, lagian yang di katakan anak saya benar nggak boleh terlalu akrab sama orang asing " kata Della sambil menyusul Gibran masuk.


" Dasar nggak punya sopan santun, ayoo Elsa kita pulang " kata Ibu tersebut.


" Sekali lagi saya minta maaf atas perlakuan putra saya Bu, tapi dengan hanya kejadian ini jangan langsung menyimpulkan kalau kami nggak bisa mendidik anak kami dengan baik, karena setiap orang tua punya cara masing-masing untuk mendidik anaknya " kata Akhtar datar.


" Terserah " kata Ibu tersebut sambil menarik tangan Elsa untuk pergi dari sana.


" Gibran " kata Akhtar sambil duduk di samping Gibran.


" Jangan marahin Gibran yang di lakukan Gibran udah benar kok, Gibran menerapkan ucapan kita yang nggak boleh terlalu dekat sama orang asing " kata Della.


" Gibran nggak suka sama dia Ayah dia terlalu berisik, lagian Gibran juga udah punya Daff sebagai sepupu sekaligus teman yang baik " kata Gibran sambil menatap Akhtar.


" Bukannya Daff juga berisik ? " kata Akhtar.


" Daff nggak berisik cuman cerewet aja " kata Gibran.


____________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.