
" Aaaa Sayangnya Bunda baik banget, makasih yaaa sayang " kata Della terharu.
" Bunda jangan nangis " kata Gibran sambil menghapus air mata Della.
" Nggak sayang, Bunda nggak nangis tapi Bunda bahagia " kata Della.
" Oiyyaa tadi Gibran belajar apa saja di sekolah ? " kata Della sambil mengelus kepala Gibran dengan sayang.
" Hmmm cuman perkenalan aja " kata Gibran.
" Oiyyyaa Gibran punya pertanyaan buat Bunda sama Ayah " timpal Gibran, sehingga membuat Dellah dan Akhtar saling pandang.
" Pertanyaan apa ? " kata Akhtar.
" Satu tambah satu berapa ? " kata Gibran.
" Dua " kata Della.
" Salah " kata Gibran.
" Terus berapa ? " kata Della.
" Sebelas " kata Gibran.
" Hahhh kok sebelas ? " kata Della bingung.
" Kan nggak ada sama dengannya " kata Gibran polos.
" Siapa yang ngajarin ? " kata Akhtar sambil terkekeh.
" Si Daff " kata Gibran.
" Emang si Daff orang terpintar se antariksa dehh " kata Della sambil menggelengkan kepalanya.
Baru saja Gibran ingin menimpali ucapan Bundanya, namun terhenti karena suara ketukan pintu dari luar.
" Bentar yaa " kata Della sambil berjalan kearah pintu.
" Assalamu'alaikum " kata seseorang di balik pintu tersebut.
" Wa'alaikumsalam ada apa yaa ? " kata Della tak suka saat melihat seseorang tersebut.
" Pak Akhtarnya ada Bu ? " kata Riska sambil mencari keberadaan Akhtar, sehingga membuat Della semakin tidak suka dengan Riska.
" Ada masalah apa ya ? " kata Della.
" Bu Della saya tanya Pak Akhtar ada di rumah atau nggak ? soalnya saya ada perlu sama Pak Akhtar bukan sama Bu Della " kata Riska.
" Tapi saya istrinya, jadi saya berhak tau dong Ibu ada perlu apa sama suami saya " kata Della penuh penekanan.
" Siapa Bund ? " kata Akhtar yang tiba-tiba berada di samping Della bersama Gibran.
" Ehhh Pak Akhtar, gini Pak saya mau minta tolong sama Bapak buat pasangin gas di rumah saya Pak, soalnya gas di rumah habis dan saya nggak tau cara pasangnya gimana. " kata Riska sambil merapikan rambutnya.
" Lohhh kenapa nggak minta bantuan dari tetangga yang lain aja ? " kata Della.
" Iyaa kenapa harus sama Ayah ? kenapa nggak minta bantuan dari tetangga yang lebih dekat dari rumah Tante ? Tante jalan ke rumah ini ngelewatin tiga rumah yang lebih dekat dari rumah Tante loh " kata Gibran.
" Tapi saya kan baru di komplek ini dan saya hanya kenal Bapak Akhtar, makanya saya minta tolong sama Pak Akhtar, Pak Akhtar bisa kan ? " kata Riska penuh harap.
Baru saja Akhtar ingin menimpali ucapan Riska, namun tidak jadi karena dari tadi Della dan Gibran tidak membiarkannya untuk angkat bicara.
" Nggak bisa, Ayah mau nemenin Gibran belajar " kata Gibran.
" Iyaaa bener tuhh " kata Della.
" Pak Anwar " teriak Della memanggil seseorang yang bernama Anwar tersebut.
" Ibu Della manggil saya ? " kata Pak Anwar yang kebetulan lewat di depan rumah Della.
" Iya Pak, ini Bu Riska minta tolong buat dipasangin gas di rumahnya, Pak Anwar bisa bantuin nggak ? " kata Della.
" Ooo bisa Bu, kenapa Bu Riska nggak minta tolong sama saya aja padahal kan rumah saya lebih dekat daripada rumah Pak Akhtar " kata Pak Ridwan sambil membenarkan rambutnya.
" Sialan nihh istrinya Pak Akhtar " kata Riska dalam hati.
" Ahhh saya nggak enak aja Pak, soalnya saya belum kenal sama Bapak " kata Riska.
" Ahhhh Ibu nggak usah sungkan kalau perlu bantuan, mari Bu saya pasangkan gasnya " kata Pak Ridwan yang diangguki oleh Riska.
" Permisi yaa Pak Akhtar, assalamu'alaikum " kata Riska sambil berjalan meninggalkan rumah Akhtar.
" Wa'alaikumsalam "
" Ayooo masuk, makanya muka Ayah tuhh jangan di buat ganteng-ganteng banget ngundang pelakor tau nggak " kata Della sambil berjalan masuk kedalam rumah.
" Dengerin tuh Yah " timpal Gibran sambil berjalan mengikuti Della, sehingga membuat Akhtar geleng-geleng kepala melihat tingkah Della dan Gibran yang sangat posesif terhadapnya.
" Kok mukanya pada di tekuk sih ? Ayah nggak ngomong apa-apa loh dari tadi " kata Akhtar saat menghampiri Della dan Gibran.
" Awas aja yaaa sampai Ayah kecentilan " kata Della sambil menatap tajam kearah Akhtar.
" Gibran berada di pihak Bunda pokoknya " kata Gibran menimpali.
" Harus ituu, tos dulu Nak " kata Della sambil mengarahkan tangannya kearah Gibran yang di sambut baik oleh Gibran.
" Kok kesalnya sama Ayah sih ? " kata Akhtar heran dengan tingkah istri dan anaknya.
" Kita nggak kesal sama Ayah kok, kita berdua cuman ngingetin plus jagain Ayah dari para pelakor yang berniat merebut Ayah dari kita berdua " kata Della yang diangguki oleh Gibran, sehingga membuat Akhtar tersenyum mendengar penuturan Della.
" Tapi kalian juga harus percaya sama Ayah, karena kepercayaan itu penting dalam sebuah hubungan " kata Akhtar.
" Kita percaya sama Ayah, tapi tidak dengan Tante yang tadi " kata Gibran.
" 100 buat anak Bunda " kata Della menimpali.
" Yasudahh terserah kalian berdua aja, Gibran ayoo belajar katanya tadi mau di temenin sama Ayah " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran.
___________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys🙂.