
" Yaaa Papa bingung Daff, Afkar 123 kayak apaan banget gitu lohh " kata Afkar menjelaskan.
" Papa, Afkar imoeet itu yang lebih apaan banget, Papa hidup di tahun berapa nulis imut masih imoeet " celetuk Daff.
" Nggak ada habisnya yaaa perkara Wi-fi " gumam Ila saat mendengar percakapan antara suami dan anaknya.
" Udahh ahhh terima aja napa sih, yaudah Papa mau mandi dulu siap-siap ke kantor " kata Afkar sambil berjalan kearah kamar.
* Skip sarapan *
" Papa pulang jam berapa ? " kata Daff sambil memandang kearah Afkar.
" Yaaa kayak biasanya laahhh, emang kenapa ? " timpal Afkar.
" Kalau Papa udah pulang kerja, Daff titip minuman boba sama donat yang warna-warni yaaa Pa " kata Daff.
" Iyaa nanti Papa beliin " kata Afkar.
" Yessss, makasih Papa ganteng " kata Daff yang diangguki oleh Afkar.
Sementara di tempat Della, baru saja Akhtar ingin sarapan, namun terhenti karena tiba-tiba Della ingin memakan ice cream yang harus di beli oleh Akhtar sendiri.
" Sepagi ini ? " kata Akhtar yang diangguki oleh Della.
" Okee nanti aku beliin, tapi pas agak siangan aja yaaa " kata Akhtar.
" Isshhhh Dellla maunya sekarang, lagian yang mau itu anak kamu bukan aku " kata Della kesal.
Gibran yang mendengar hal tersebut langsung bingung, pasalnya dirinya tidak menginginkan ice cream pagi ini.
" Gibran nggak mau ice cream kok " timpal Gibran, sehingga membuat Akhtar dan Della menatap Gibran.
" Lahhh yang bilang kamu mau ice cream siapa ? " kata Della.
" Bunda, tadi Bunda bilang anak Ayah yang mau ice cream, kan anak Ayah cuman Gibran " kata Gibran polos.
" Maksud Bunda, anak Ayah yang ada di perut Bunda sayang " kata Della yang diangguki oleh Gibran.
" Yaudah Ayah beliin aja " timpal Gibran yang diangguki oleh Della.
" Yaudah iyaaa, tapi satu aja yaaaa " kata Akhtar yang diangguki oleh Della, sehingga membuat Akhtar segera berjalan keluar untuk membeli ice cream di warung terdekat.
Setelah membeli ice cream pesanan Della, Akhtar langsung kembali ke rumah dan memberikan ice cream tersebut.
" Ishhhh masa isi di dalamnya nggak sesuai sama gambar yang ada di bungkusannya " kata Della ketika membuka ice cream yang berbentuk spongebob tersebut.
" Itu artinya apa yang di lihat belum tentu sama dengan realita sesungguhnya " kata Akhtar sambil memakan kembali sarapannya.
" Yeeeuuu si Mas Avatar serius banget jawabnya, kan maksud Della gambar spongebob di dalamnya jadi menyeramkan, nggak seperti di bungkusannya terlihat menggemaskan " kata Della sambil melahap ice cream tersebut.
" Yaudah kalau gitu Mas berangkat yaa " kata Akhtar, sehingga membuat Della segera menyalimi tangan Akhtar, kemudian membuat Akhtar mengecup singkat kening Della.
" Gibran jagain Bunda kalau ada apa-apa langsung ambil telepon Bunda dan telepon Ayah. okeeee " kata Akhtar sambil mengelus puncak kepala Gibran.
" Iya Ayah " kata Gibran sambil menyalimi tangan Akhtar.
Setelah kepergian Akhtar, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah Della, baru saja Della ingin berjalan kearah pintu namun terhenti karena ucapan Gibran.
" Biar Gibran aja Bunda, Bunda duduk lagi aja " kata Gibran sambil berjalan kearah pintu.
" Wa'alaikumsalam, ehhh Mama Ila sama Daff " kata Gibran sambil menyalimi tangan Ila.
" Bundanya ada sayang ? " kata Ila.
" Ada, mari masuk Ma " kata Gibran yang diangguki oleh Ila.
" Bunda, ada Mama Ila sama Daff " kata Gibran sehingga membuat Della langsung berjalan menghampiri Ila.
" Ilaaaa kangen " kata Della sambil memeluk Ila.
" Sama, ehhh selamat yaaa atas kehamilannya " kata Ila yang diangguki oleh Della.
" Dasar cewek kebanyakan drama " gumam Daff sambil duduk di samping Gibran.
" Bang Gibran, kenapa gula rasanya manis ? " kata Daff.
" Karena kalau pahit bukan gula namanya " kata Gibran datar.
" Ihhhh gak asik ahh gak bisa di ajak berjanda!! " kata Daff.
" Bercanda heiii bukan berjanda " timpal Della, sehingga membuat Daff beralih menatap Della.
" Bunda kenapa hujan turunnya air ? " kata Daff.
" Yaaa konsepnya emang begitu, emangnya kamu maunya turunnya apa ? " kata Della.
" Duit " timpal Daff.
" Sekalian aja turunin janda " kata Della.
" Ihhhhh boleh tuhhh " kata Daff antusias, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Daff.
" Nih anak Bapaknya banget yaa La " kata Della terkekeh.
" Mmm begitulah " kata Ila.
" Oiyyaaa nanti kalian berangkat ngajinya bareng aja yaaa " kata Ila.
" Kenapa sih harus ngaji tiap hari ? " kata Daff.
" Yaaa supaya masuk surga lahh " timpal Della.
" Coba Bunda mau tanya yang mau masuk surga coba angkat tangan, Bunda mau lihat " kata Della, sehingga membuat Gibran segera mengangkat tangannya.
" Lahhh Daff kamu nggak mau masuk surga ? " kata Ila ketika melihat Daff tidak mengangkat tangannya.
" Mauu maa " kata Daff.
" Teruss kenapa nggak angkat tangan ? " timpal Della.
" Sekarang berangkatnya ? " kata Daff, sehingga membuat Della dan Ila tepuk jidat.
_________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys.