
Keesokan harinya saat Afkar terbangun dari tidurnya Afkar langsung beralih menatap Ila yang masih tertidur lelap, sehingga membuat Afkar bergeser ke samping perut Ila yang masih terlihat rata.
" Selamat pagi anak Papa, lagi ngapain kamu di perut Mama ? " kata Afkar sambil mengusap perut Ila.
" Nanti kalau kamu udah lahir, pokoknya harus nurut sama Papa mama ya, jangan ngelawan nanti jadi maling kundang " kata Afkar lagi.
" Ehhh Junior, enak di panggil Ayah Ibu atau Papa Mama nih ? " kata Afkar sambil mendekatkan wajahnya di perut Ila.
" Masih tampan dan kece gini masa di panggil Ayah, tapi nggak nyaman juga di panggil Papa. panggil gue Kakak Afkar aja mau nggak ? " kata Afkar sambil menekan-nekan perut Ila dengan jari telunjuknya.
" Dosa kamu kalau nggak jawab pertanyaan orang tua, belum lahir aja udah berdosa, mau jadi apa kamu kalau gede ? " kata Afkar sambil mengomeli perut Ila.( sepertinya Afkar memang sudah gila guys )
" Yang paling penting kamu jangan jadi orang jahat yaa. jadi orang baik, kaya raya dan good looking aja kayak Papa Afkar, nanti Papa ajarin caranya " kata Afkar sambil mencium perut Ila, sehingga membuat tidur Ila terganggu.
" Mas Afkar ngapain ? " kata Ila saat melihat Afkar memandangi perut Ila.
" Ngobrol sama junior " kata Afkar sambil mengusap perut Ila.
" Ngobrolin apa Papa ? " kata Ila sambil bangun.
" Rahasia dong, yaudah yooo sholat dulu " kata Afkar yang diangguki oleh Ila.
Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah kini Afkar langsung mandi, kemudian bersiap-siap untuk ke kantor, setelah 3 hari work from home karena sakit. sementara Ila sedang berkutat di dapur untuk membuat sarapan.
" Selamat pagi Mama Ila " kata Afkar sambil menghampiri Ila yang sedang menata makanan di meja makan.
" Pagi Pa " kata Ila sambil tersenyum kearah Afkar.
" Aku ambilin nasinya yaa " kata Ila yang langsung diangguki oleh Afkar.
" Kamu yakin udah mau ke kantor ? emang udah nggak sakit lagi ? " kata Ila khawatir.
" Aku udah sehat kok sayang, lagian yang harusnya nanya itu aku, kamu nggak papa kan kalau aku tinggal ke kantor ? " kata Afkar yang langsung diangguki oleh Ila.
" Nggak papa kok, lagian kan ada Mbak Intan juga nanti " kata Ila.
" Yaudah kalau gitu aku berangkat yaa " kata Afkar, sehingga membuat Ila langsung menyalimi tangan Afkar.
Setelah mengecup kening Ila singkat kini Afkar beralih menatap perut Ila sambil berjongkok didepan Ila.
" Nak Papa berangkat kerja dulu yaa, ini semua demi masa depan kamu kelak baby " kata Afkar sambil mencium perut Ila.
" Aku berangkat yaa, kalau ada apa-apa langsung telepon " kata Afkar yang diangguki oleh Ila.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Saat memasuki area kantor Afkar langsung menyapa semua karyawan yang ada di kantor, namun saat ingin memasuki ruangannya tanpa sengaja Afkar melihat Akhtar yang sudah ada di ruangannya dengan segelas air putih di depannya.
" Duhhh kok gue jadi pengen minum air itu, hmmm pasti ini kelakuan Anak gue nih, okee sayang untuk mencegah kamu ileran Papa akan masuk meminum air Om Akhtar " kata Afkar sambil memasuki ruangan Akhtar.
" Assalamu'alaikum Kak, izin mau numpang minum " kata Afkar yang langsung berjalan kearah Akhtar kemudian meminum air yang ada di depan Akhtar.
" Apa-apaan ini ? " kata Akhtar datar.
" Hehh jawab salam dulu Kak, gue udah salam lo tadi " kata Afkar tanpa rasa bersalah sedikitpun.
" Wa'alaikumsalam " kata Akhtar datar.
" Sorry tiba-tiba kepengen minum " kata Afkar cengengesan.
" Emang di ruangan lo nggak ada air ? " kata Akhtar.
" Yaaa ada, tapi gue pengennya air yang ada di depan lo Kak " kata Afkar.
" Dasar aneh " kata Akhtar.
" Yeee ini tuh maunya keponakan lo Kak, emang mau ponaknnya ileran ? " kata Afkar sambil duduk di depan Akhtar.
" Jadi lo beneran ngidam ? " kata Akhtar yang diangguki oleh Afkar.
" Mmm dan sekarang kayaknya anak gue berulah lagi dehh " kata Afkar sehingga membuat Akhtar bingung.
" Hahhh ? " kata Akhtar bingung.
" Beliin boneka barbie plissss " kata Afkar penuh harap sambil mengatupkan kedua tangannya di depan Akhtar.
" Boneka barbie ? ini kita di kantor Afkar mana ada yang jual boneka barbie di sini " kata Akhtar, sehingga membuat Afkar berkaca-kaca.
" Kakak jahat " kata Afkar sambil membelakangi Akhtar.
" Huffftttt drama apa lagi ini ? nggak dirumah nggak di kantor, selalu aja dihadapkan sama orang ngidam " kata Akhtar dalam hati.
" Yaudah iyaa Kakak beliin, tapi Kakak suruh sekertaris Kakak aja nggak papa kan ? " kata Akhtar pasrah.
" Aaaaa makasihhhh Kakak luv youuu " kata Afkar yang langsung memeluk Akhtar.
" Iyaa sama-sama yaudah lepasin dulu, Kakak hubungi sekertaris Kakak dulu " kata Akhtar sehingga membuat Afkar langsung melepas pelukannya.
" Barbienya dua yaaa Kak " kata Afkar yang hanya dibalas deheman oleh Akhtar.