
" Gara-gara eluuu ni Dell tiba-tiba nyuruh pulang cepet, jadi lupa kan gue sama pesanan Jaenuddin " kata Afkar.
Baru saja Della ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti oleh suara ketukan pintu.
" Lahhhh cepet juga tuh boba nyampenya, seneng kan lu ? " kata Afkar yang di balas cengiran oleh Daff.
" Makasih Papa, sini cium dulu dikit " kata Daff sambil mencium pipi Afkar sekilas.
" Dihhh pas ada maunya " gumam Afkar sambil berjalan kearah pintu.
" Pesanan saya su...." kata Afkar terhenti ketika melihat seorang anak kecil yang seumuran Daff yang sedang menangis bersama Ibunya.
" Ehhh ada apa ya Bu ? " kata Afkar heran.
" Di mana Pak Akhtar ? " kata Riska marah.
" Ehhhh kok ngamuk, nggak mungkin kan kalau Abang gue hamilin nih orang " batin Afkar.
" Ada urusan apa yaa Bu ? " kata Afkar.
Baru saja Riska ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti oleh kedatangan Daff.
" Papa kok lama banget sih ? " kata Daff.
" Diaa orangnya Maa, dia nggak mau main sama Elsa karena Mama Elsa janda " kata Elsa sambil menunjuk Daff.
" Ehhhh ini maksudnya gimana sih ? kok tiba-tiba nunjuk anak saya " kata Afkar yang masih belum paham.
" Ohhh jadi anak Bapak yang nggak mau temenan sama anak saya gara-gara saya janda ? Bapak ini sibuk banget yaa sampai nggak ada waktu buat ngajarin anaknya. anda boleh membenci status saya tapi tolong jangan libatkan anak saya dia tidak ada sangkut pautnya dengan status saya ini " kata Riska emosi.
" Bentar Bu, saya rasa Ibu salah paham co..." kata Afkar tehenti karena ucapan Riska.
" Salah paham gimana sih Pak ? jelas-jelas anak Bapak ngatain anak saya. " potong Riska.
" Bener begitu Daff ? " kata Afkar sambil menunduk kearah Daff yang sedari tadi hanya diam.
" Daff jawab " kata Afkar yang lagi-lagi tidak mendapat tanggapan apapun dari Daff.
" AL QADAFI JAWAB PAPA !!! " bentak Afkar, sehingga membuat Daff kaget pasalnya ini pertama kalinya Afkar membentak dirinya.
Akhtar yang mendengar suara bentakan Afkar langsung keluar di susul Ila, Della, dan juga Gibran.
" Ini ada apa ribut-ribut ? " kata Akhtar sambil menghampiri Afkar.
" Mas ada apa ? " kata Ila.
" Kayaknya gue emang kebanyakan kerja dehh sampai nggak bisa didik anak gue sendiri " gumam Afkar sambil mengacak rambutnya frustasi.
" Minta maaf sekarang " kata Afkar datar.
" Ini pasti gara-gara yang tadi " batin Gibran.
Gibran yang mulai mengerti permasalahannya langsung menggenggam tangan Daff.
" Ini bukan salah Daff, tapi salah Gibran " kata Gibran, sehingga membuat semua orang menatap kearah Gibran.
" Jelasin ke Ayah apa yang sebenarnya terjadi " kata Akhtar, sehingga membuat Gibran menceritakan semuanya.
" Tapi ini bukan salah Daff, Daff mengatakan hal itu karena dia tau Gibran nggak nyaman dan nggak gampang dekat sama orang " timpal Gibran yang masih terus menggenggam tangan Daff.
" Elsa aku minta maaf yaa, maafin adik aku juga kalau kata-kata kami tadi nggak baik " kata Gibran.
" Daff juga minta maaf " timpal Daff yang sudah berurai air mata.
" Saya juga minta maaf Bu, yaa mungkin Ibu benar saya terlalu sibuk kerja sehingga saya tidak punya banyak waktu untuk mengajari anak saya. sekali lagi saya minta maaf " timpal Afkar.
" Saya juga minta maaf selaku orang tua dari Daff " timpal Ila.
" Sebaiknya kita bicarakan masalah ini di dalam aja Bu, supaya lebih nyaman " kata Della.
" Nggak usah, sebaiknya ajari saja anak kalian tata krama. ayoo Elsa kita pulang " kata Riska sambil pergi dari rumah Akhtar.
" Kalian berdua masuk sekarang " kata Akhtar datar sambil masuk kedalam rumah yang di ikuti oleh semuanya.
" Tenang aja semuanya akan baik-baik saja Daff, jangan nangis ada Abang di sini " bisik Gibran, sehingga membuat Daff mengeratkan genggamannya pada Gibran.
" Huffttt bener-bener nggak habis pikir " gumam Afkar sambil duduk di sofa samping Akhtar, sementara Ila dan Della duduk disamping suami masing-masing.
" Gibran sama Daff berdiri di depan Ayah sama Papa sekarang " timpal Akhtar, sehingga membuat Gibran dan Daff berdiri di depan Akhtar dan Afkar.
" Yang ngajarin Daff bilang seperti itu siapa ? " kata Afkar, sehingga membuat Daff menunduk takut.
" Apa Papa sama Mama pernah ngajarin kamu seperti itu ? jawab Al Qadafi " timpal Afkar, sehingga membuat Daff menggeleng cepat.
" Terus kenapa bilang seperti itu ? " kata Afkar.
" Daff lakuin itu karena Gibran Pa " timpal Gibran.
" Gibran diam, Papa nanya sama Daff bukan sama kamu " kata Afkar, sehingga membuat Gibran diam.
" Maaf Pa " cicit Daff.
" Makanya kalau bicara itu di fikir dulu jangan asal ceplos aja, minta maaf itu mudah Daff tapi menghapus ingatan seseorang itu mustahil " kata Afkar sambil mengacak rambutnya frustasi.
" Jangan kurang ajar dong Daff " timpal Afkar.
" Paa Daff nggak sepenuhnya salah, tapi ini juga salah Gib " kata Gibran terpotong oleh ucapan Akhtar.
" Yang bilang kamu nggak salah siapa ? yang pantas di salahkan di sini itu adalah kamu Gibran. kamu itu Kakaknya Daff seharusnya memberi contoh yang baik bagi adiknya " kata Akhtar.
" Kamu ini manusia, makhluk sosial harus saling berinteraksi. apa-apaan kamu setiap ada yang mau temenan kamu selalu nolak dengan alasan risih lahh, nggak nyaman lahhh, mau begini teruss kamu ? sampai-sampai adik kamu ngambil tindakan seperti tadi hanya karena sikap kamu " kata Akhtar datar, sehingga membuat Gibran menunduk.
" Udahlahh mereka memang salah, tapi bisa kan di kasih tau baik-baik " kata Ila yang tidak tega melihat Daff yang sudah menangis sesegukan.
" Iyaa kalian sudah keterlaluan marahin anak-anak " timpal Della.
" Kalau kalian belain mereka, mereka nggak akan ada kapoknya " timpal Akhtar.
" Sekarang kalian benar-benar harus di hukum " kata Afkar yang diangguki oleh Akhtar.
" Sekarang kalian berdua masuk kamar pikirkan cara agar Elsa dan Mamanya mau memaafkan kalian dan kalian berdua nggak boleh keluar kamar sampai menemukan solusi serta menghafalkan surah An-naba di depan Ayah sama Papa " kata Akhtar.
" Paham ? " kata Afkar.
" Paham " kata Gibran, sementara Daff masih menunduk sambil menangis.
" AL QADAFI PAHAM !! " bentak Afkar.
" Mas Afkar udahhh " kata Ila.
" Hiks..hiks paham hiks " kata Daff sesegukan.
_______
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys.