Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 3



Keeseokan harinya setelah kepergian Gus Fauzan, Fiah, dan Syilla ke Bogor. Afkar bersiap untuk ke kantor untuk menjalani amanat yang diberikan oleh Abinya, sementara Akhtar sibuk memindahkan barang-barangnya ke mobil untuk pindah.


" Kak lo yakin pindah hari ini ? " kata Akhtar.


" Iya dan kemungkinan besar Kakak belum bisa ke kantor hari ini, jadi untuk hari ini urusan kantor Kakak serahin ke lo dulu " kata Akhtar.


" Okelah, mau gimana lagi " kata Afkar pasrah.


" Kalau gitu gue duluan yaa, Ila duluan yaa " kata Akhtar.


" Iyaa hati-hati Kak " kata Ila.


" Kak Akar pamit yaaa...Ila gue pamit yaaa " kata Della sambil memeluk Ila.


" Sering-sering kesini yaaa " kata Ila yang diangguki oleh Della.


" Assalamu'alaikum " kata Della dan Akhtar bersamaan.


" Wa'alaikumsalam "


" Sayang, nggak papa kan kalau kita tinggal disini dulu, yaaaa minimal sampai Abi sama Mommy pulang " kata Afkar.


" Nggak masalah Sayang " kata Ila.


" Hahhh apa ? coba diulangi lagi tadi ngomong apa ? " kata Afkar antusias.


" Nggak masalah ? " kata Humairah bingung.


" Bukan itu, tapi setelah kaliamat yang barusan kamu ucapin " kata Afkar.


" Sayang " Kata Ila sambil menyembunyikan pipinya yang memerah.


" Hahahah gemeshhh banget sih kalau lagi malu-malu gini " kata Afkar sambil menarik Ila kedalam pelukannya.


" Ishhhh malu tau " kata Ila sambil memukul pelan dada Afkar.


" Kalau gitu aku berangkat kantor dulu yaaa, kamu baik-baik dirumah, tenang aja nanti ada Mbak yang nemenin kamu disini " kata Afkar, sehingga membuat Humairah langsung menyalimi tangan Afkar.


" Kamu juga hati-hati yaa " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.


" Assalamu'alaikum " kata Afkar sambil berjalan menuju garasi.


" Wa'alaikumsalam " kata Ila.


Setelah mengeluarkan mobil dari garasi tiba-tiba Afkar turun kembali dari mobil, kemudian berjalan menghampiri Ila.


" Ada apa ? " kata Ila bingung.


" Ada yang ketinggalan " kata Afkar.


" Ap......" kata Ila terpotong, karena Afkar tiba-tiba mengecup pipi Ila sekilas.


" Ehhhh " kata Ila kaget.


" Kaget banget, sama suami sendiri juga " kata Afkar terkekeh melihat ekspresi Ila.


" Aku berangkat yaaa " kata Afkar sambil melambaikan tangannya kearah Ila.


Setelah sampai dikantor Afkar langsung dihadapkan oleh berkas yang menumpuk.


" Buset dahhh, banyak bener " gumam Afkar.


" Permisi Pak, perkenalkan saya Wilna sekertaris Bapak disini " kata seorang perempuan bernama Wilna yang tiba-tiba masuk keruangan Afkar.


" Ada yang bisa saya bantu Pak ? " kata Wilna sambil berjalan kearah Afkar.


" No " kata Afkar tanpa memandang Wilna.


" Bapak yakin " kata Wilna dengan suara yang menggoda, sehingga membuat Afkar menghembuskan nafasnya kasar.


" Kamu nggak ada kerjaan lain ya ? " kata Afkar.


" Kan kerjaan saya bantu-bantu Bapak Afkar " kata Wilna sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Kamu nggak usah goda saya, saya sudah punya istri " kata Afkar to the point.


" Ahhh Bapak bisa aja, tapi saya bisa loh Pak jadi yang kedua tanpa ketahuan istri Bapak " kata Wilna.


" Astagfirullah dasar wanita akhir zaman, nggak tau malu banget " kata Afkar dalam hati.


" Ohhh yaaa, tapi masalahnya saya tidak akan menyakiti ataupun menghianati istri saya dirumah " kata Afkar.


" Yaaaa saya ditolak dong, tapi apa Bapak yakin mau menolak saya ? " kata Wilna dengan suara yang dibuat-buat untuk menggoda Afkar.


" Yakin 100% " kata Afkar cuek.


" Baiklah kalau Bapak menolak tawaran saya, tapi kalau Bapak berubah pikiran Bapak tinggal panggil saya aja, saya siap loh Pak melayani Bapak melebihi istri Bapak sendiri " kata Wilna sambil berjalan keluar dari ruangan Afkar.


" Astagfirullah, orang seperti ini harus segera dinmusnahkan " gumam Afkar.


" Khemmm Wilna " panggil Afkar, sehingga membuat Wilna langsung berbalik kearah Afkar.


" Wahhhh cepat sekali Bapak berubah pikiran " kata Wilna.


" Dihhh PD banget nih orang, malah sok cantik didepan gue lagi, cantikan istri gue kemana-mana kali " kata Afkar dalam hati.


" Ohhh tentu tidak, keputusan saya sama sekali tidak berubah " kata Afkar.


" Lalu kenapa Bapak memanggil saya ? " kata Wilna.


" Saya cuman mau bilang, kalau kamu nggak perlu lagi jadi sekertaris saya " kata Afkar tegas, sehingga membuat Wilna kaget.


" Saya dipecat Pak ? " kata Wilna kaget.


" Hmmm bisa dibilang begitu " kata Afkar.


" Ta...tapi Pak sa..saya "kata Wilna terpotong oleh ucapan Afkar.


" Keputusan saya sudah bulat, saya tidak mau dengan adanya kamu disini akan memicu percikan kesalahpahaman istri saya " kata Afkar sambil menelpon seseorang tak lupa menekan tombol speaker.


" Assalamu'alaikum Abi maaf mengganggu waktu Abi, tapi Afkar ingin sekertaris yang laki-laki aja Abi, Afkar kurang nyaman kalau sekertarisnya perempuan. boleh kan Bi ? " kata Afkar sambil menelpon Abinya.


" Baiklah Abi akan menghubungi sekertaris Abi dan mencarikan sekertaris yang sesuai keinginan kamu " kata Gus Fauzan dibalik telepon tersebut.


" Makasih Abi, assalamu'alaikum " kata Afkar sambil memutuskan panggilannya.


" Dengar sendiri kan ? jadi silahkan keluar dari ruangan saya " kata Afkar.


" Pak tolong berikan saya kesempatan kedua, saya janji nggak akan macam-macam lagi sama Bapak " kata Wilna gugup.


" Maaf keputusan saya sudah bulat anda boleh keluar sekarang " kata Afkar tegas, sehingga membuat Wilna keluar dari ruangan Afkar dengan lesuh.


" Huhhhh Afkar dilawan " kata Afkar sambil kembali fokus pada kerjaanya.