Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 52



" Maaf yaa Ma " kata Daff.


" Nggak papa sayang " kata Ila.


" Kecapean banget pasti " gumam Ila sambil berjalan kearah kamar menghampiri Afkar.


" Capek banget yaa ? " kata Ila sambil mengelus rambut Afkar tang sedang berbaring di kasur.


" You okee ? " timpal Ila yang hanya di balas deheman oleh Afkar.


" Kamu mau di bikinin sesuatu nggak ? " kata Ila.


" Nggak mau " kata Afkar.


" Sayang maaf yaa hari ini Daff bikin kamu kesel, kerjaannya banyak banget yaa di kantor ? istirahat yaa sayang " kata Ila yang ingin keluar dari kamar, namun terhenti karena melihat Daff yang mengintip dari luar.


" Paa samperin anaknya gih, ituuu lagi ngintip di luar. kasiann tadi di marahin sama kamu " bisik Ila, sehingga membuat Afkar langsung duduk.


" Ehhhh Jaenuddin ngapain lo ngintip di situ ? sini masuk " kata Afkar, sehingga membuat Daff berjalan menghampiri Afkar sambil menunduk.


" Papa masih marah yaa sama Daff ? maaf yaa " kata Daff sambil menatap Afkar.


" Papa nggak pernah marah sama kamu, tadi lagi kemasukan setan aja " kata Afkar sambil mengangkat Daff ke pengkuannya.


" Kok bisa Pa ? terus setannya lewat mana pas masuk badan Papa ? " kata Daff sambil mendongakkan kepalanya kearah Afkar.


" Lewat Singapur " kata Afkar.


" Emang iyaa ? " tanya Daff.


" Iyaa terus lewat Malaysia buat ketemu Upin dan Ipin dulu " kata Afkar.


" Si Papa ada-ada aja, oiyyaa gimana kalau kita bikin sate di halaman belakang ? " kata Ila.


" Okee " kata Afkar, sehingga membuat ketiganya berjalan keluar dari kamar.


" Wahhhhh ini adalah kesempatan emas " kata Daff dalam hati saat mengambil beberapa tusuk sate yang sudah di bakar oleh Afkar, kemudian memakannya di bawah meja.


" Ehhh tunggu perasaan tadi ada banyak dehh " kata Afkar saat melihat sate di sampingnya yang tinggal 2 tusuk.


" Kucing kali Pa " kata Ila.


" Ila kita nggak ada yaa melihara kucing di rumah ini " kata Afkar.


" Kucing Daff maksudnya " kata Ila sambil menunjuk Daff yang sedang makan dengan lahap di bawah meja.


" Hmmm baru juga minta maaf, tuh bocah udah solimi lagi " gumam Afkar sambil berjongkok di hadapan Daff.


" Waduhhh udah ketahuan sama Papa harus ngapain nihh ? owwhh aku tau " kata Daff dalam hati sambil mencium pipi Afkar.


" Hehhh ? " kata Afkar salting.


Sementara di tempat Akhtar, Akhtar masih saja berkutat dengan laptopnya sehingga membuat Della geram.


" Ayah kerja mulu dehhh " kata Della kesal.


" Dikit lagi sayang " kata Akhtar sambil menatap Della sambil tersenyum.


" Ayah masih sibuk yaa ? " kata Gibran.


" Iyaa sayang, bentar yaaa " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran.


" Uhhhh kesel dehhh, nggak di kantor, nggak di rumah, kerjaan mulu yang di urusin, kasian Gibran tauu kalau Ayahnya sibuk teruss " kata Della.


" Sebentar sayang " kata Akhtar.


" Hari ini mungkin Gibran yang akan tanya, Ayah masih sibuk ya ? tapi akan ada saatnya kita yang akan tanya, Nak masih sibuk ? jika hari ini jawaban kita selalu nanti yaa Nak, Ayah masih sibuk. bisa jadi Gibran akan menjawab hal yang sama " kata Della.


" Jika hari ini kamu yang nggak punya waktu untuknya, bisa jadi nanti dia yang nggak punya waktu untuk sekedar menjenguk kita. waktu itu cepat berlalu dan nggak akan pernah kembali ke awal. apa yang kita tabur hari ini, itulah yang akan kita tuai di hari esok " timpal Della, sehingga membuat Akhtar segera menutup laptopnya.


" Maaf yaa sayang, sekarang Gibran mau apa Nak ? " kata Akhtar sambil beralih menatap Gibran.


" Ngemall aja gimana Yah ? " kata Della antusias.


" Gibran mau main di rumah aja, main tes kekompakan sama Ayah Bunda " kata Gibran.


" Cara mainnya gimana ? " kata Della.


" Bunda yang tebak dan Ayah yang kasi cluenya " kata Gibran.


" Boleh juga, tapi Gibran ngapain ? " kata Akhtar.


" Gibran yang kasih soalnya " kata Gibran.


" Mulai yaaaa " kata Gibran sambil membisikkan sesuatu ke telinga Akhtar.


" Aaaa itu Bund yang anget " kata Akhtar.


" Setrikaan ? " kata Della.


" Bukan, ini tuh bisa di minum " kata Akhtar.


" Ooooo jaheee " kata Della.


" Benar yeeeeeaayyyy " kata Gibran happy sambil membisikan kata selanjutnya pada Akhtar.


" Inii bisa di pakai buat melempar " kata Akhtar.


" Apaan ? " kata Della bingung.


" Yang besar Bund " kata Akhtar.


" Cintaku padamu " kata Della cekikikan, sehingga membuat Akhtar menggelengkan kepalanya.


" Okeee sekarang Gibran sama Bunda " kata Akhtar sambil membisikkan sesuatu pada Gibran.


" Monyet " kata Della.


" Ihhhh belum Bunda " kata Gibran kesal, sehingga membuat Della terkekeh.


" Sejenis hewan Bunda " kata Gibran.


" Hehhh hewan ada banyak, sebutin ciri-cirinya " kata Della.


" Kulitnya tebal " kata Gibran.


" Badak ? " kata Della.


" Bukan, yang ada bulunya " kata Gibran.


" Hahhhh ada bulunya ? ketek " kata Della, sehingga membuat Akhtar tertawa.


" Hewan ada bulunya kok malah ketek " kata Gibran sambil tepuk jidat.


" Serigala " kata Della.


" Benar yeaayyyyy " kata Gibran girang, sehingga membuat Akhtar membisikkan soal selanjutnya pada Gibran.


" Aaaaa buat mindahin TV " kata Gibran.


" Mon maap, tapi apaan yang buat TV pindah ? " kata Della heran.


" Ehhhh maksudnya buat pindahin dari nomor 1 ke nomor 2 " kata Gibran.


" Owwhhh remot " kata Della, sehingga membuat Gibran kegirangan.


" Yeeayyyy Bunda kita menang " kata Gibran sambil memeluk Della.


" Yeaaayyyyy kita menang Ayah kalah huuuuu " kata Della tak kalah heboh.


" Ternyata bahagia itu sangat sederhana " kata Akhtar dalam hati.


_________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys.