Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
Part 69



" Motor Gibran lu kemanain Daff ? " kata Ritan heran.


" Gue gadai in supaya bisa ganti rugi tuhh kacanya Pak Tirta " kata Daff santai.


" Buset dahhh lu Daff, tega bener sama Abang sendiri " kata Luki yang tidak abis pikir dengan pola pikir Daff.


" Kalau pulang dulu lama, kalau ada yang mudah kenapa harus ribet " kata Daff sambil berjalan ke ruangan Pak Tirta.


Setelah dari ruangan Pak Tirta, Daff langsung mengajak kedua temannya bolos.


" Pulang aja yukk, mumpung si satpam masih molor " kata Daff.


" Setuju, lagian kalau masih di sekolah pasti di marahin Pak Tirta lagi " timpal Riyan.


" Gue mahh langsung gass, ayoo " kata Luki bersemangat.


" Lo mau ikut gue atau Luki ? " kata Riyan pada Daff.


" Udahh lahhh gue naik angkot ajaa, ntar jam pulang sekolah kita kumpul di markas yee " kata Daff yang diangguki oleh Riyan dan Luki.


******


" Assalamu'alaikum " kata Daff saat memasuki rumahnya.


" Walaikumsalam, Daff kamu bolos lagi ? " kata Ila sambil melihat jam yang melingkar di tangannya masih menunjukkan jam 9:30 pagi.


" Nggak Ma, cumam cabut aja hehehe " kata Daff cengengesan sambil menyalimi tangan Ila.


" Sama aja, kamu ini kebiasaan banget si Daff " kata Ila sambil menggelengkan kepalanya pusing.


Walaupun begitu, Afkar maupun Ila tidak pernah membanding-bandingkan Daff dengan Gibran yang merupakan siswa teladan.


" Udahh sih Ma biarin aja, namanya juga anak muda " kata Afkar sambil menuruni tangga.


" Papa ter debessttt " kata Daff sambil mengacungkan jempolnya kearah Afkar.


" Ihhhh Papa kok malah ngedukung sih, pokoknya lain kali nggak boleh bolos lagi yaa Daff " kata Ila.


" Iyaa Maa kalau Daff nggak lupa " kata Daff cengengesan, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya.


" Tumben Papa pulang cepet ? " kata Daff sambil duduk disamping Afkar, kemudian mengambil tangan Afkar lalu menyaliminya.


" Ke kantor cuman ambil berkas aja, terus pulang " kata Afkar yang diangguki oleh Daff.


" Kamu kok hampir tiap hari bolos sekolah, kenapa ? nggak nyaman sama sekolahnya ? atau mau pindah sekolah aja ? " kata Afkar.


" Ehhh nggak gitu Pa, tapi Daff tuhh bosen di sekolah itu-itu terus yang Daff lihat. papan tulis, meja, kursi, guru, temen-temen, satpam, bu kantin. udah gitu-gitu doang. nggak ada asyik-asyiknya " cerocos Daff.


" Astagfirullah, emang kamu mau liat apaan Daff ? " kata Afkar.


" Yaaa sekali-kali gitu Paa, pihak sekolah ngundang biduan buat ngajar matematika. kan enak jelasin rumusnya pakai goyang ala Mbak Inul " kata Daff terkekeh di ujung kalimatnya.


" Kayaknya nggak bener otaknya nih anak " kata Afkar heran dengan anaknya sendiri.


" Lohh bukannya kamu udah megang kendali anak perusahaan Papa ? uang hasil dari situ masih kurang ? " kata Afkar.


" Yaelahhh bukan gitu Paa, tapi Daff nggak ada cash. 500 ribu aja dehh plisss " kata Daff.


" Buat apaansih ? " kata Afkar sambil memberikan lima lembar uang seratus ribuan pada Daff.


" Mau nebus motornya Kak Gibran " kata Daff terkekeh.


" Tadi Daff nggak sengaja mecahin jendela sekolah, di suruh ganti rugi makanya motornya Kak Gibran di gadein dulu " timpal Daff, sehingga membuat Afkar tertawa.


Sementara di sekolah Gibran sudah lelah mencari keberadaan Daff.


" Tuhh anak kemana sih ? di teleponin nggak aktif-aktif " kata Gibran.


" Pasti bolos lahh, Daff sama antek-anteknya kalau nggak bikin rusuh satu hari, hidupnya nggak sejahterah " kata Samuel yang diangguki Gibran.


" Gimana udah ketemu sama Daff ? " kata Elsa sambil menghampiri Gibran dan Samuel.


" Belum " kata Samuel.


" Ehhhh Kakak nyari Kak Daff yaa ? " kata Salah satu adik kelas mereka yang bernama Winda.


" Iyaa kamu tau Daff di mana ? " kata Elsa.


" Tadi aku liat ngendap-ngendap keluar dari sekolah sama Kak Luki dan Kak Riyan " kata Windah.


" Sudah ku duga, makasih yaa Dek atas infonya " kata Samuel.


" Sama-sama Kak, oiyyaa Kak Gibran aku denger-denger Kak Gibran cucu dari seorang Ustadz yaa ? kalau boleh Winda minta tips pacaran yang syar'i dong " kata Windah sambil tersenyum manis kearah Gibran.


" Dasar caper " gumam Elsa tak suka melihat Winda yang sepertinya memiliki rasa pada teman kecilnya.


" Izin ke orang tua, minta surat keterangan RT/RW/lurah, daftar ke KUA, terus ijab qobul " kata Gibran datar.


" Itu mahh persyratan nikah Kak " kata Winda.


" Memangnya ada pacaran sehat dan syar'i sebelum adanya akad ? " tanya Gibran, sehingga membuat Winda menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.


" Jadi nggak ada ya Kak ? " kata Winda.


" Gak " kata Gibran datar sambil berjalan meninggalkan Winda yang diikuti oleh Samuel dan Elsa.


" Wahhhh gilaa Kak Gibran cool banget, udah ganteng, sholeh, fiksss ini harus masuk kedalam list kandidat jodoh idaman Winda " kata Winda sambil senyum-senyum sendiri sambil memandangi punggung Gibran yang semakin menjauh.


" Kayaknya tuh adik kelas suka sama lo Bro " kata Samuel.


" Cantik lo Bro " timpal Samuel, sehingga membuat Elsa kesal dengan ucapan Samuel walaupun Gibran tak menanggapi ucapan Samuel, namun Elsa akui kalau Winda memang terlihat cantik.


________


Jangan lupa tinggalin jejak yaa guys.