Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 32



Kini Baik Della maupun Ila mereka sudah di izinkan untuk pulang kerumah masing-masing.


" Anak Papa cakep banget " kata Afkar saat melihat anaknya yang berada di pangkuan Ila.


" Ehhhh sayang lihat dehh dia liatin aku, aku kasih ayam goreng boleh nggak ? " kata Afkar antusias, sehingga membuat Ila menatap tajam kearah Afkar.


" Jangan aneh-aneh dehh " kata Ila.


" Yaudah iyaaa lagian aku cuman bercanda kok " kata Afkar sambil mengelus pipi anaknya.


" Oiyyaa Mas namanya udah kamu siapin kan ? " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.


" Muhammad Al Qadafi " kata Afkar mantap.


" Terus panggilannya Al ? " kata Ila yang langsung di balas gelengan oleh Afkar.


" Emamg anak Ahmad dhani di panggil Al segala ? " kata Afkar sewot.


" Terus ? " kata Ila.


" Daff aja biar lebih modern, gimana suka kan ? " kata Afkar yang diangguki oleh Ila.


" Anak kita benar-benar cakep yaa La " kata Afkar, sehingga membuat Ila memutar kedua bola matanya malas, karena setiap Afkar melihat wajah Daff dia selalu mengatakan hal yang sama.


" Hidung mancung ini pasti hasil waktu aku ngidam boneka Barbie di kantor, lihatlah sayang hidungnya mancung banget kayak Barbie " kata Afkar sambil menyentuh hidung putranya.


" Uhhhhh gemeshhhh sekali epribadehhhh " kata Afkar sambil mencium wajah Daff dengan gemass, sehingga membuat Daff menangis karena ulah Afkar.


" Mas Afkar ihhhhh " kata Ila kesal sambil menenangkan Daff.


" Yaa maaf sayang, uuuuuu tayang jangan nangis dong nanti Mama marah lohhhh " kata Afkar sambil terus menciumi wajah putranya, namun hal itu malah membuat tangisan Daff tambah kencang.


" Mas Afkar......." kata Ila penuh penekanan.


" Uuuu sayangnya Mama kasian, Papa jahil yaa Nak yaa ? gangguin Daff terus yaaa ? " kata Ila sambil menimang Baby Daff.


" Issshhhh padahal kan anaknya aja yang cengeng " kata Afkar dalam hati.


Setelah Baby Daff tenang, kini Ila duduk kembali di samping Afkar.


" Kenapa ? " kata Ila sambil melirik Afkar yang sedari tadi hanya terdiam.


" Nggak, nggak papa demi alek kagak napa-napa " kata Afkar, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya.


" Maaf yaa " kata Ila sambil mencium pipi Afkar sekilas.


" Ehhhh " kata Afkar salah tingkah.


Sementara di tempat Akhtar dan Della, Della sudah di buat uring-uringan oleh tingkah Akhtar yang lebih memerhatikan anaknya daripada dirinya, bahkan Akhtar lebih telaten mengurus Baby Gibran daripada Della.


" Mas Avatar kenapa kita nggak pakai jasa babysitter aja sih ? supaya Mas nggak capek kayak tadi malam, setiap Gibran nangis Mas yang selalu bangun buat nenangin Gibran sampai buatin dia susu. " kata Della.


" Nggak papa sayang itu sudah jadi tugas aku sebagai Ayahnya. lagian aku nggak percaya sama jasa Babysitter, aku takut anak kita di kasih obat tidur kayak berita di tv " kata Akhtar.


" Kan nggak semuanya seperti itu Mas " kata Della.


" Nggak, selama aku masih sanggup aku yang akan jaga Gibran " kata Akhtar tak terbantahkan.


" Tapi kan kamu kerja " kata Della menimpali.


" Kalau kamu nggak sanggup jaga Gibran sendiri aku bisa work from home " kata Akhtar.


" Aku sanggup kok Mas, tapi aku gimana ? " kata Della, sehingga membuat Akhtar mengangkat salah satu alisnya.


" Dari kemarin Gibran terus yang di perhatiin, istrinya nggak " kata Della kesal, sehingga membuat Akhtar terkekeh mendengar penuturan Ila.


" Mau di perhatiin kayak gimana sih ? " kata Akhtar sambil meletakkan Gibran kedalam box bayi, kemudian berjalan kearah Della.


" Yaaa kayak biasanya Mas " kata Della.


" Emangnya perhatian aku ke kamu nggak kayak biasanya ? " kata Akhtar sambil membawa kepala Della agar bersandar di dadanya.


" Iya " kata Della.


" Yaudah coba kamu koreksi biar aku tau dimana letak berubahnya " kata Akhtar.


" Mmm Mas Avatar lebih perhatian ke Gibran daripada Della, dengar Gibran nangis aja Mas Avatar cepat banget nyamperinnya, giliran Della panggil jawabnya selalu iyaaa sayang sabar yaaa Mas lagi ganti baju Gibran duluu " kata Della, sehingga membuat Akhtar terkekeh mendengar penuturan istrinya.


" Masa cemburu sama Gibran ? " kata Akhtar sambil mencium puncak kepala Della.


" Yaa nggak gitu juga Mas, Della cuman mau Mas Avatar adil " kata Della.


" Gibran kan masih bayi belum tau apa-apa sayang, jadi wajar kalau aku langsung datang kalau Gibran lagi nangis, bayi kan kalau ada apa-apa cuman bisa nangis belum bisa bicara, beda sama kamu kalau ada apa-apa langsung ngomong ke aku " kata Akhtar.


" Yaaa juga sih " gumam Della.


" Mungkin perhatian aku memang lebih banyak ke Gibran, tapi bukan berarti perhatian aku ke kamu berkurang kan ? " kata Akhtar yang diangguki oleh Della.


" Iyaa bener, maksih Mas Avatar. Mas Avatar memang suami dan Ayah terbaik buat Della dan Gibran " kata Della sambil mendongakkan kepalanya menatap Akhtar.


" Aamiin " kata Akhtar sambil mencium kening Della singkat.


___________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.