
" Lahhh Daff kamu nggak mau masuk surga ? " kata Ila ketika melihat Daff tidak mengangkat tangannya.
" Mauu maa " kata Daff.
" Teruss kenapa nggak angkat tangan ? " timpal Della.
" Sekarang berangkatnya ? " kata Daff, sehingga membuat Della dan Ila tepuk jidat.
" Yaaa nggak sekarang juga Muhammad Al Qadafi " kata Della.
" Ohhh yaudah, Mama pinjem hpnya dong " kata Daff.
" Buat apa ? " kata Ila.
" Mau hubungi Papa brooo " kata Daff, sehingga membuat Ila memberikan ponselnya kearah Daff.
" Bang Gibran password Wi-finya apa nihh ? " kata Daff.
" Della cantik abieezzz " kata Gibran datar, sehingga membuat Daff beralih menatap Della.
" Kenapa ? " kata Della.
" Ternyata lebih parah dari rumah gue, kenapa yaa orang tua kita pada alay ? " gumam Daff.
" Emang di rumah kamu apa ? " kata Gibran.
" Afkar imooeet " kata Daff yang diangguki oleh Gibran.
" Ehhhh bentar-bentar, ini kok nggak bisa sih ? " kata Daff sambil beralih menatap Gibran.
" Della cantik abieezzz itu S nya di ganti pakai huruf Z dan huruf Z nya ada 3 " kata Gibran yang diangguki oleh Daff.
" Ehhh Papa sibuk nggak yaaa, ahhhh nanti aja dehh teleponnya " kata Daff.
" Memangnya mau telepon Papa karena apa sih ? " tanya Ila.
" Mau ngingetin buat beliin Daff boba sama donat, takut Papanya lupa " kata Daff, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya.
" Maaa pulang yuk " kata Daff yang sudah mulai bosan.
" Lohh kok pulang ? " kata Della yang masih mau ngobrol dengan Ila.
" Bosen " kata Daff.
" Bosen kenapa ? " timpal Gibran.
" Bang Gibran diem diem ajaa dari tadi " kata Daff kesal.
" Yaudah maaf, sekarang kamu maunya apa ? " kata Gibran yang peka ketika melihat Della masih ingin mengobrol dengan Ila.
" Main di luar yukkk " kata Daff.
" Yaudah " kata Gibran.
" Mainnya jangan jauh-jauh yaaa Nak " kata Ila yang diangguki oleh keduanya.
" Ingat mainnya di halaman rumah ajaa, okeee " timpal Della.
" Iya Bunda " kata Gibran sambil berjalan keluar mengikuti Daff.
" Mau main apa ? " kata Gibran.
" Nggak tauu, soalnya Bang Gibran orangnya nggak asik " celetuk Daff sambil duduk di lantai teras yang di ikuti oleh Gibran.
" Walaupun nggak asik, tapi Daff sayang sama Bang Gibran " timpal Daff, sehingga membuat Gibran tersenyum tipis.
" Abang juga sayang sama Daff " kata Gibran.
" Udah tauuu " kata Daff.
" Ngapain kamu di sini ? " kata Gibran datar.
" Tadi aku lewat nggak sengaja liat kalian, makanya mampir " kata Elsa.
Daff yang melihat Gibran risih dengan kedatangan Elsa pun langsung mengambil tindakan.
" Mending kamu pulang dehhh " kata Daff.
" Kamu ngusir aku ? tapi kenapa ? " kata Elsa.
" Karena kita nggak mau temenan sama anak janda kayak kamu " timpal Daff, sehingga membuat Elsa berlarih meninggalkan Daff dan juga Gibran sambil menangis.
" Beres kan ? " kata Daff enteng.
Baru saja Gibran ingin menimpali ucapan Daff, namun terhenti karena kedatangan Akhtar dan Afkar bersamaan.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam " kata Gibran dan Daff yang langsung menyalimi tangan Akhtar dan Afkar secara bergantian.
" Ngapain di luar ? " kata Afkar.
" Main lahhh, kok Papa bisa di sini sih ? tau darimana Daff sama Mama ada di sini ? teruss kok Papa pulangnya cepet nggak kayak biasanya ? " kata Daff.
" Astagaaa Udin, tanyanya satu-satu dong beibbbb " kata Afkar, sehingga membuat Daff memandang Afkar dari atas sampai bawah.
" Lahhh kenapa lagi luu ? ini Papa baru mau jawab pertanyaan beruntun dari kamu loh " kata Afkar, sehingga membuat Daff langsung masuk kedalam rumah, sehingga membuat Afkar bingung.
" Bang Akhtar, anak gue kenapa tuh ? " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tau sambil berjalan masuk kedalam rumah sambil menggendong Gibran.
" Ehhhh udah pulang " kata Della sambil berjalan kearah suaminya.
" Iyeee udah pulang gara-gara permintaan bumil yang tiba-tiba nelepon suruh pulang sekarang " timpal Afkar yang baru masuk, sehingga membuat Ila langsung menyalimi tangan Afkar.
" Yaaa maaf namanya juga ngidam, kan udah lamaa nggak double date " kata Della yang memang menelpon Akhtar agar cepat pulang dan sekalian mengajak Afkar agar bisa double date.
" Ehhhh anak gue kenapa tuh ? " kata Afkar heran saat melihat Daff yang hanya duduk diam nggak kayak biasanya, sehingga membuat semua orang menatap kearah Daff.
" Tadi baik-baik aja kok " kata Ila.
" Jaenuddin " kata Afkar sambil berjalan menghampiri Daff.
" Nggak usah ganggu, anda telah merusak kesehatan mental saya " ketus Daff.
" Astaga lu kenapa ? Papa ngelakuin hal keji apa lagi sampai lu ngambek kayak gini " kata Afkar.
" Dasar tukang ingkar janji " kata Daff.
" Papa sleding yeee, kapan Papa ingkar janji ? " kata Afkar.
" Dahlahhh lupain " kata Daff sambil ngupil.
" Ngomong atau Papa coret nama kamu dari kartu keluarga " kata Afkar serius.
" Tadi pagi kan Daff nitip minuman boba sama donat, ehhh Papa malah pulang dengan tangan kosong " celetuk Daff, sehingga membuat semua orang geleng-geleng kepala melihat drama anatara Bapak dan anak tersebut.
" Yaelahhhh timbang boba sama donat doang, bentar Papa pesenin " kata Afkar sambil mengambil ponsel dari sakunya.
" Gara-gara eluuu ni Dell tiba-tiba nyuruh pulang cepet, jadi lupa kan gue sama pesanan Jaenuddin " kata Afkar.
Baru saja Della ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti oleh suara ketukan pintu.
" Lahhhh cepet juga tuh boba nyampenya, seneng kan lu ? " kata Afkar yang di balas cengiran oleh Daff.
" Makasih Papa, sini cium dulu dikit " kata Daff sambil mencium pipi Afkar sekilas.