
" Sayang....." panggil Ila.
" Jangan berisik anakku lagi tidur, terserah kamu dehh sekarang Papa nggak ngurusin " kata Afkar sambil memeluk Daff.
" Iyaa sayang aku tau kamu marah maaf yaa... maaf banget aku lupa waktu, aku janji nggak akan ulangi lagi " kata Ila merasa bersalah.
" Aku tuh khawatir sama kamu, kamu paham nggak sih ? " kata Afkar datar sambil duduk menatap Ila dengan tatapan dinginnya.
" I...iyaa paham ma..maaf ya Pa " kata Ila yang ingin keluar dari kamar, namun terhenti karena Afkar langsung menarik tangan Ila sehingga membuat Ila duduk di pangkuan Afkar.
" Janji yaaa jangan gitu lagi, kalau keluar hpnya jangan sampai mati aku tuh khawatir sama kamu " kata Afkar sambil menenggelamkan kepalanya di dada Ila.
" Iyaa aku janji maaf yaaa " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.
" Hmmmm Papa mau korupsi duit aku yaaa " gumam Daff dengan mata yang masih terpejam, sehingga membuat Ila dan Afkar beralih menatap Daff.
" Lahhh si Jaenuddin pasti mimpiin gue yang aneh-aneh nihh " kata Afkar.
* Skip pagi *
Saat Daff bangun dia langsung melihat Papa dan Mamanya sedang bepelukan di sampingnya.
" Ehhhh ini Papa sama Mama tega banget naruh Daff di pinggir kasur gini, biasanya tuh anak di taruh di tengah ini malah di pinggir " kata Daff dalam hati.
" Sayang bangun ihhh ayoo masak laper nihh " kata Afkar yang masih memeluk Ila dan belum menyadari keberadaan Daff yang duduk di belakangnya.
" Gimana mau bangun ? kamunya peluk aku terus " kata Ila yang juga belum menyadari Daff yang tengah menyaksikan mereka yang lagi peluk-peluk manja.
" Habisnya cantik banget sih " kata Afkar sambil menyelipkan anak rambut Ila.
" Emang nih Indonesia milik lu berdua dehhh yang lain ngontrak, buruu bangun laper nihh saya " celetuk Daff, sehingga membuat Ila dan Afkar menatap Daff.
" Ehhhh slurrrr bangun malah senyum-senyum berdua " kata Daff sambil turun dari kasur.
" Yukkk bangun yukk tuan muda udah kelaperan tuhh " kata Ila sambil bergegas menyusul Daff.
" Arrggghhh sumpah si Jaenuddin ganggu banget pagi-pagi " gumam Afkar yang masih berguling-guling diatas kasur.
" Daff mau di masakin apa sayang ? " kata Ila yang sudah berada di dapur, sedangkan Daff sudah duduk tenang di depan meja makan.
" Mmmm telur goreng sama sayur soup ajaa " kata Daff.
" Okeee " kata Ila sambil mengacungkan jempolnya kearah Daff.
Saat Afkar keluar dari kamar penampilannya sudah rapi dengan setelan kemejanya sambil langsung berjalan memghampiri Daff yang sudah duduk rapi di depan meja makan.
" Ehhhh Daff kok belum siap-siap Nak ? ini kan hari pertama masuk sekolah " kata Afkar yang melihat anaknya masih mengenakan pakaian tidur.
" Kan ini masih hari minggu beibbb " celetuk Daff, sehingga membuat Afkar tepok jidat.
" Ohhh iyaa deng mon maap lupa maklum dah tua, tau gini gue belum mandi " kata Afkar sambil duduk di samping Daff.
" Hahahaha malah udah siap ke kantor lagi " kata Daff sambil menertawai Papanya.
" Oiyyyaaa Pah, doain Daff yaa Paa supaya Daff kuat menjalani masa-masa sulit Daff saat masuk sekolah besok " kata Daff.
" Yaaa doain aja sihh Paaa " kata Daff, sehingga membuat Afkar menghembuskan nafasnya kasar.
" Yaudah iya Papa doain, doanya mau yang grosir atau eceran nih ? " kata Afkar sambil mengangkat salah satu alisnya.
" Grosir aja dehhh Pa biar dapat banyak " kata Daff.
" Okeee " kata Afkar.
" Oiiyyaaa btw Papa kok bisa punya banyak duit ? " kata Daff sambil menatap Afkar.
" Pesugihan " kata Afkar.
" Asataga kelakuan " kata Daff sambil menggelengkan kepalanya.
" Yaaa lagian nanya-nanya, yaaa Papa kerjalah " kata Afkar ngegas.
Sedangkan Ila yang mendengar obrolah konyol suami dan anaknya hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Maa...." panggil Daff.
" Iya sayang ada apa ? " kata Ila sambil menatap putranya.
" Kok bisa sih Ma, Mama tertarik modelan kayak Papa gini ? " kata Daff sambil memandang Afkar dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Hiiillliiiihhhh ya karena Papa gan......" kata Afkar terpotong oleh ucapan Ila.
" Papa mu pakai susuk Daff " kata Ila sambil terkekeh di ujung kalimatnya, sehingga membuat Afkar kesal mendengarnya.
" Maaaa uang belanja bulan depan Papa potong yaaa " ancam Afkar.
" Bercanda Paa " kata Ila.
" Dihhhh baperan banget kek cewek " sindir Daff.
" Udah-udahh debatnya lanjut nanti lagi, nihh makan dulu katanya tadi pada laper " kata Ila sambil membawa makanan tepat di hadapan Afkar dan Daff.
" Wahhhh aku sudah tidak sabar " gumam Daff antusias
" Hehh hati-hati masih panas itu " kata Afkar memperingati.
" Iyaaa Pa tauuu hufffffff " kata Daff sambil meniup makanannya.
" Mmmm nih Paa cobain udah nggak panas lagi " kata Daff sambil menyuapi Afkar.
" Aaaaa.... terima kasih anak ganteng " kata Afkar sambil mengelus kepala Daff.
" Tadi berantem sekarang suap-suapan, dasar anehhh " kata Ila dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
___________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat lagi untuk update part-part selanjutnya.