Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 23



Akhtar hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Adiknya. meskipun Afkar kebanyakan drama, tapi setidaknya hanya Afkar yang selalu membuat hari-harinya di kantor tidak membosankan.


Setelah makan siang bersama, Akhtar dan Afkar kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka, namun baru saja mereka sampai di lobi kantor Akhtar tidak sengaja menabrak seorang karyawan, sehingga membuat karyawan wanita tersebut hampir terjatuh dan membuat Akhtar refleks menarik tangan wanita tersebut sehingga membuat keduanya terlihat seperti berpelukan.


" Mas Avatar....." teriak Della yang baru saja turun dari taxi dan langsung menyaksikan kejadian tersebut.


" Della " gumam Akhtar yang langsung menjauh dari wanita tersebut.


" Waduhhhh bakal jadi perang dunia ketiga ini " kata Akhtar dalam hati.


" Maaf Pak saya benar-benar tidak sengaja, maafkan saya Pak " kata Karyawan tersebut.


" Mas Avatar jahat " kata Della sambil naik kembali ke dalam taxi tersebut, sehingga membuat Akhtar langsung berlari kearah mobilnya.


" Kenapa Mas Avatar tega sama Della ? apa karena tubuh Della nggak ramping lagi ? " kata Della dalam hati yang wajahnya sudah di banjiri air mata.


" Mohon maaf Mbak, tujuan Mbak sekarang kemana yaa ? " kata sopir taxi tersebut.


" Ke alamat ini aja Pak " kata Della menyebutkan alamat Fiah.


" Dasar laki-laki emang nggak pernah puas sama satu wanita " kata Della dalam hati.


Setelah sampai di halaman rumah Fiah, Della langsung berlari ketika melihat Fiah yang sedang merawat tanaman di teras rumahnya.


" Mommy hiks...hiks " kata Della yang langsung memeluk Fiah.


" Ehhhh Dell kamu kenapa Nak ? " kata Fiah kaget ketika melihat Della yang langsung memeluknya sambil menangis sesegukan.


" Hiks...hiks Mas Avatar Mom hiks..hiks " kata Della sesegukan.


" Yaudah kita masuk ke dalam yaa Nak, kamu ceritanya di dalam aja " kata Fiah sambil menuntun Della masuk.


" Sekarang kamu cerita sama Mommy, sebenarnya ada apa ? " kata Fiah sambil mengelus punggung Della.


" Hikss...hiks Mas Avatar hiks..hiks selingkuh Mommy hiks..hiks " kata Della sesegukan, sehingga membuat Fiah kaget.


" Akhtar selingkuh ? " kata Fiah yang diangguki oleh Della.


" Mungkin kamu cuman salah paham aja Nak, nggak mungkin Akhtar selingkuh dia kan sayang banget sama kamu " kata Fiah berusaha menenangkan Della.


" Nggak Mommy hiks..hiks Della lihat sendiri hiks..hiks Mas Avatar pelukan sama perempuan di kantor hiks..hiks " kata Della.


" Masa sih Akhtar selingkuh ? " kata Fiah dalam hati.


" Hiks..hiks Mas Avatar selingkuh karena bodi Della udah nggak ramping lagi Mommy hiks..hiks " timpal Della.


" Masa sih Dell ? kalau gitu Mommy hubungi Akhtar dulu yaa " kata Fiah yang langsung di cegah oleh Della.


" Bener Mommy hiks..hiks bahkan di sana juga ada Kak Afkar hiks..hiks " kata Della, sehingga membuat Fiah langsung menghubungi Afkar.


" Assalamu'alaikum Mommy cantik " kata Afkar di balik telepon tersebut.


" Hahhh ? " kata Afkar bingung dengan pertanyaan Mommynya.


" Apa benar Akhtar tadi berpelukan dengan wanita lain di kantor ? " kata Fiah.


" Bener banget Mommy malah pas ada Della di sana lagi " kata Afkar, sehingga membuat Fiah langsung memutuskan sambungan teleponnya.


" Kurang ajar bisa-bisanya Akhtar selingkuh, dapat ajaran sesat dari mana anak itu ? " kata Fiah emosi.


" Tuhh kan bener hiks..hiks " kata Della yang kembali menangis.


" Sayang kamu nggak usah nangis, Mommy ada di pihak kamu " kata Fiah sambil memeluk Della.


Sementara di tempat Akhtar dia sudah mencari Della kemana-mana bahkan dirinya sudah pulang ke rumah namun hasilnya nihil.


" Dell sebenarnya kamu di mana ? " kata Akhtar sambil terus menghubungi Della namun tak mendapat jawaban apapun dari Della bahkan Akhtar juga sudah menghubungi Wijaya dan Nafeeza, namun Della juga tidak ada di sana.


" Akkhhhhh " kata Akhtar sambil mengacak rambutnya frustasi.


" Ahhh Mommy, mungkin saja Della ada di rumah Mommy " gumam Akhtar yang langsung menghubungi Fiah, namun tiba-tiba ponselnya mati.


" Della semoga kamu baik-baik saja " gumam Akhtar yang langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena kebetulan jalanan siang itu lumayan sepi.


Namun saat Akhtar ingin mencharger ponselnya di mobil, tanpa sengaja dirinya malah hampir menabrak pengendara bermotor dan membuat Akhtar segera mengalihkan mobilnya, sehingga membuat mobil Akhtar menabrak sebuah pohon besar.


* bruuukkkkkk*


" Akkhhhhhh " pekik Akhtar sambil keluar dari mobil tersebut, sehingga membuat Akhtar di kerumuni oleh orang-orang yang ada di sekitar sana.


" Bapak nggak papa Pak ? saya telepon ambulance ya Pak " kata salah satu orang yang ada di sana.


" Nggak usah Pak saya baik-baik saja, tolong panggilkan taxi saja Pak " kata Akhtar sambil memegangi kepalanya yang mengeluarkan banyak darah akibat benturan yang cukup keras.


Sementara Afkar yang kebetulan lewat jalan tersebut, tanpa sengaja melihat mobil Kakaknya yang menabrak pohon, sehingga membuat Afkar langsung berhenti.


" Kayak mobil Kak Akhtar, ahhhh tapi mungkin saja cuman mirip ehhh tapi nggak ada salahnya kan kalau gue cek dulu " gumam Afkar sambil turun dari mobil.


" Kak Akhtar " kata Afkar kaget saat melihat Akhtar yang berusaha menahan rasa sakit.


" Apa Bapak kenal dengan orang ini ? " kata seseorang yang memapah Akhtar, sehingga membuat Afkar langsung mengangguk.


" Afkar itu kamu kan Dek ? " kata Akhtar.


" Iya ini Afkar Kak, Pak tolong masukin Kakak saya di mobil ini " Kata Afkar sambil membuka pintu mobilnya.


_____________


Jangan lupa like,comment, and vote yaa guys. supaya Author lebih semangat lagi untuk Up part-part selanjutnya.