Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 24



" Afkar itu kamu kan Dek ? " kata Akhtar.


" Iya ini Afkar Kak, Pak tolong masukin Kakak saya di mobil ini " Kata Afkar sambil membuka pintu mobilnya.


" Duhhhh Kak, kok bisa gini sih ? gue antar ke rumah sakit yaa " kata Afkar sambil menjalankan mobilnya.


" Nggak usah Dek, antar gue ke rumah Mommy aja " kata Akhtar sambil terus memegangi kepalanya.


" Iyaa nanti gue anter, tapi kita ke rumah sakit dulu " kata Afkar.


" Nggak Afkar, gue harus cari Della " kata Akhtar.


" Masalah Della lo nggak usah khawatir dia ada di rumah Mommy kok " kata Afkar.


" Tau dari mana ? " kata Akhtar.


" Tadi Mommy nelepon nanyain gue, lo selingkuh atau nggak ? dan gue nggak sengaja dengar suara Della di sana " kata Afkar.


" Terus lo jawab apa ? " kata Akhtar.


" Yaaa gue jawab lo emang berpelukan sama karyawan itu " kata Afkar.


" Astaga Dek kenapa lo jawab kayak gitu sihh, kan lo juga tau kejadian sebenarnya seperti apa " kata Akhtar prustasi.


" Yaa makanya gue mau ke rumah Mommy buat jelasin yang sebenarnya, soalnya gue belum selesai ngomong Mommy udah putusin sambungan teleponnya, gue telepon balik udah nggak di angkat " kata Afkar.


" Gue nggak mau tau lo harus antar gue ke rumah Mommy sekarang " kata Akhtar datar.


" Issshhh bisa nggak sih lo nurut dulu sama gue Kak, lo tenang aja masalah Della biar gue yang jelasin. yang terpenting sekarang lo harus ke rumah sakit " kata Afkar.


" Bagaimana gue bisa tenang Afkar, Della lagi salah paham sama gue di tambah lagi keadaanya yang sedang hamil, gue nggak mau sesuatu terjadi sama istri dan calon anak gue " kata Akhtar datar.


" Tapi keadaan lo juga penting Kak, gue juga nggak mau sampai terjadi apa-apa sama lo " kata Afkar.


" Gue nggak papa Afkar " kata Akhtar.


" Lo jangan keras kepala dong Kak, pikirin kesehatan lo ju..." kata Afkar terpotong oleh ucapan Akhtar.


" Berapa kali harus gue bilang kalau gue nggak papa, gue baik-baik aja Afkar, jadi nggak usah banyak bicara tugas lo sekarang cuman nganterin gue ke rumah Mommy " bentak Akhtar, sehingga membuat Afkar sedikit kaget, karena baru kali ini Akhtar membentaknya.


" Lo emang udah nggak kayak dulu lagi Kak, padahal kan gue cuman khawatir sama lo " batin Afkar yang memang sedikit sensitif karena di bentak oleh Akhtar.


Setelah di bentak oleh Akhtar, Afkar sudah tidak pernah berbicara lagi selama perjalanan, namun tetap mengantar Akhtar ke rumah Fiah.


" Assalamu'alaikum Mommy, ini Afkar......" teriak Afkar sambil memapah Akhtar.


" Wa'alaikumsalam, astaga ada apa ini ? Afkar apa yang terjadi sama Kakak kamu Nak ? " kata Fiah kaget saat melihat kepala Akhtar berlumuran darah.


" Della mana Mom ? " kata Akhtar.


" Ada di dalam Nak " kata Fiah, sehingga membuat Afkar memapah Akhtar masuk.


" Della " kata Akhtar, sehingga membuat Della beralih menatap Akhtar.


" Hiks...hiks Mas Avatar kenapa ? " kata Della yang langsung menghampiri Akhtar.


" Aku nggak papa sayang " kata Akhtar.


" Tapi kok hiks..hiks berdarah hiks..hiks " kata Della.


" Minggir lo " kata Afkar pada Della, sehingga mendudukkan Akhtar di sofa.


" Della ini...." kata Akhtar terhenti karena ucapan Afkar.


" Makanya kalau ada apa-apa jangan langsung menarik kesimpulan, dengerin dulu penjelasan suami lo jangan langsung kabur-kaburan. masalah tadi Kak Akhtar nggak sengaja nabrak karyawan kantor dan membuat karyawan itu hampir jatuh, sebagai bentuk pertanggung jawaban Kakak, Kak Akhtar refleks menarik tangan perempuan itu makanya terlihat seperti berpelukan. Mommy juga asal matiin teleponnya begitu saja, padahal kan Afkar belum selesai bicara " kata Afkar datar.


" Lihat akibat perbuatan lo tadi, suami lo uring-uringan nyari lo karena takut terjadi apa-apa sama lo dan calon anaknya, sampai dia nabrak pohon besar di jalan " timpal Afkar.


" Lihat suami lo baik-baik, dia nggak terlihat baik-baik saja, tapi hanya untuk menjelaskan kebenarannya ke elo, dia sampai nggak mikirin dirinya sendiri " kata Afkar sambil menunjuk Della.


" Cukup Afkar " bentak Akhtar, sehingga membuat Afkar melirik kearah Akhtar sekilas.


" Bujuk suami lo ke rumah sakit sekarang, dia udah kayak orang gila nahan sakit dari tadi. Afkar pamit pulang Mommy " kata Afkar sambil menyalimi tangan Fiah, kemudian berjalan keluar dari rumah.


" Hiks...hiks maafin Della hiks..hiks " kata Della sambil memeluk Akhtar.


" Nggak papa sayang, aku baik-baik aja kok " kata Akhtar sambil membalas pelukan Della.


" Maafin Mommy ya Nak, Mommy udah salah paham sama kamu " kata Fiah.


" Nggak papa Mom, Akhtar ngerti " kata Akhtar terhenti karena langsung tak sadarkan diri bertepatan dengan masuknya Gus Fauzan.


_________________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat lagi buat Up part-part selanjutnya.