
Keesokan harinya kini Afkar sudah kembali memasuki dunia perkantoran yang menurutnya sangat membosankan.
" Aduhhh kenapa sihh gue harus dihadapkan sama kertas-kertas seperti ini " kata Afkar sambil beralih mengambil ponselnya, kemudian menghubungi Akhtar.
" Ihhh kok pesan gue nggak di balas sih ? " gumam Afkar kesal, karena Akhtar tidak membalas pesan darinya.
" Ahhhh mending telepon ajaa dehh " kata Afkar sambil menghubungi nomor Akhtar.
" Assalamu'alaikum, ada apa ? " kata Akhtar datar.
" Wa'alaikumsalam, Kak nanti makan siang bareng yaa " kata Afkar yang hanya di balas deheman oleh Akhtar.
" Ingat yaa Kak jangan sampai lupa " kata Afkar yang lagi-lagi hanya di balas deheman oleh Akhtar.
" Issshhh dari tadi ham hem ham hemm mulu, emang lo Nisa Sabyan ? " kata Afkar.
" Iya Afkar iyaaa " kata Akhtar di balik telepon tersebut sambil menghembuskan nafasnya kasar.
" Kak Akhtar, Afkar lagi sakitt " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar langsung memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.
" Yahhhh di matiin, bener-bener nihh yaaa Kakak gue nggak bisa kemakan drama yang aaa....." kata Afkar terhenti, karena ucapan Akhtar yang tiba-tiba ada di sana.
" Lo sakit apa ? " kata Akhtar yang tiba-tiba masuk, sehingga membuat Afkar sedikit kaget.
" Afkar nggak enak badan Kak.." kata Afkar pura-pura lemas, sehingga membuat Akhtar langsung berjalan menghampiri Adiknya.
" Gak enak badan ? " kata Akhtar yang langsung diangguki oleh Afkar.
" Tapi suhu badan kamu normal kok " kata Akhtar sambil meletakkan tangannya di dahi Afkar.
" Panasnya emang nggak keliatan Kak, tapi kepala Afkar serasa mau pecah " kata Afkar sambil memegang kepalanya.
" Udahh dehhh lo nggak ada bakat bohongin gue " kata Akhtar datar, sehingga membuat Afkar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
" Ayooo " kata Akhtar sambil berjalan keluar dari ruangan Afkar.
" Hahhh kemana ? " kata Afkar bingung.
" Udah jam makan siang Afkar, katanya mau bareng ? " kata Akhtar, sehingga membuat Afkar langsung menyusul Akhtar.
" Mau makan di mana ? " kata Akhtar sambil melirik Afkar.
" Caffe depan kantor ajaa " kata Afkar yang langsung diangguki oleh Akhtar.
Saat sampai di tempat makan tersebut, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Fahmi yang juga makan di sana.
" Uncle Fahmi " teriak Afkar, sehinnga membuat Fahmi langsung berbalik kearah keponakannya.
" Uncle mau makan juga yaa ? " kata Afkar sambil duduk di kursi sebelah Fahmi yang diikuti oleh Akhtar yang duduk tepat di depan Fahmi.
" Dihhh kalau mau nyuci yaa di rumah, masa nyuci di tempat makan. cafe itu tempat makan Uncle Fahmi " kata Afkar, sehingga membuat Fahmi menghembuskan nafasnya kasar.
" Kamu juga udah tau ini tempat makan, masih aja nanya-nanya " kata Fahmi.
" Terserah Uncle Fahmi ajaa dehh " kata Afkar.
" Mirip emaknya banget nih anak " kata Fahmi dalam hati sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keponakannya.
" Kak Akhtar mau pesan apa ? biar sekalian Afkar yang pesanin di sana " kata Afkar sambil beralih menatap Akhtar.
" Samain aja sama pesanan kamu " kata Akhtar yang langsung diangguki oleh Afkar.
" Kalau Uncle Fahmi ? " kata Afkar yang beralih menatap Fahmi, sehingga membuat Fahmi mengangkat gelas coklat panasnya yang masih terlihat penuh.
" Hahhh ? " kata Afkar bingung.
" Lo ngerti maksud Uncle Fahmi nggak Kak ? " bisik Afkar pada Akhtar.
" Maksud Uncle Fahmi minumannya masih penuh, jadi nggak perlu lo pesanin, nanti kalau mau Uncle bisa pesan sendiri " kata Akhtar yang diangguki oleh Afkar.
" Busetttt dahhh cuman perkara ngangkat gelas aja jawabannya panjang banget " kata Afkar heran.
" Jadi kamu nggak paham maksud Uncle ? " kata Fahmi yang hanya di balas gelengan oleh Afkar.
" Afkar mana ngerti kode-kode begitu, uhhh Uncle kayak cewek aja pakai kode-kode segala, gunanya mulut kan udah jelass ehhh masih pakai bahasa isyarat " cerocos Afkar sambil berjalan memesan makanan.
" Ehhhh Tar, Uncle duluan yaa Nak ada urusan mendadak di kantor " kata Fahmi setelah membaca pesan di ponselnya.
" Oke Uncle " kata Akhtar.
Setelah kepergian Fahmi kini Afkar sudah kembali membawa dua air mineral di tangannya.
" Lohhh sih Uncle mana ? " kata Afkar sambil duduk di depan Akhtar.
" Udah balik " kata Akhtar yang hanya di balas anggukan oleh Afkar.
" Kak tadi gue di godain tau sama Mbak Mbak pelayan di sana, katanya gue manis, lucu, dan genteng bangett. " kata Afkar narsis, sehingga membuat Akhtar menatap jijik kearah Adiknya.
" Semua orang tau ituuu, tanpa Mbak Mbak pelayan tadi bilang, gue juga udah tau kalau gue ganteng banget, nggak ada kurangnya banget dehh gue. pokok na mahh Afkar perfeck " kata Afkar sambil menyisir rambutnya dengan tangannya.
Akhtar hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Adiknya. meskipun Afkar kebanyakan drama, tapi setidaknya hanya Afkar yang selalu membuat hari-harinya di kantor tidak membosankan.
_______________
Jangan lupa like, comment, and vote yaa guys. supaya Author lebih semangat buat Up part-part selanjutnya.