Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 40



" Itu sih salah Papa kenapa milihnya berjam-jam, menurut Daff gambarnya itu nggak penting yang penting kegunaan barangnya " kata Daff santai, sehingga membuat Afkar kesal dengan respon anaknya.


" Tau gitu gue asal ambil aja tadi " gumam Afkar kesal.


" Paaa minta duit dong, ATM Mama terblokir " kata Ila yang tiba-tiba datang ke hadapan Afkar dan juga Daff.


" Mau kemana jeng ? rapi bener " kata Afkar.


" Mau keluar sebentar sama Della, boleh yaaa ? " kata Ila.


" Awas aja kalau matanya sampai kemana-mana, di dompet Papa ada ATM warna gold pakai itu aja " kata Afkar.


" Dompetnya di mana ? " kata Ila.


" Ketinggalan di mobil " kata Afkar, sehingga membuat Ila berjalan keluar.


" Istri di jajanin terusss anaknya gausah " kata Daff sambil melirik Afkar.


" Cieeeee marah cieeeee " ledek Afkar.


" Paaa ATM nya nggak ada " kata Ila yang baru saja masuk.


" Ada sayang, makanya cari yang bener " kata Afkar.


" ATM yang warna gold kan ? gak ada Pa seriusss " kata Ila serius.


" Perasaan Papa taruh di dompet terus dehh, oiyyyaa Ma kemarin Papa bayar seragam sekolah untuk Daff. kayaknya Papa simpen di atas meja samping tempat tidur " kata Afkar, sehingga membuat Ila berjalan kearah kamar.


" Gimana ? " kata Afkar saat melihat Ila berjalan menghampirinya lagi.


" Paaaa nggak ada seriusss " kata Ila.


" Eehhhhh kebelet eek nih, ke kamar dulu yaaa semuanya " kata Daff tiba-tiba sambil mempercepat langkahnya kearah kamar.


" Nih anak gerak-geriknya mencurigakan " gumam Ila.


" Hehhh jangan coba-coba untuk kabur balikin sini, Papa udah tau gerak-gerik kamu " kata Afkar, sehingga membuat Daff menghentikan langkahnya.


" Hadehhhh si Papa tau aja " kata Daff dalam hati.


" Eeee itu Pa eeee Daff gak tau Daff pikir itu kartu mainan " kata Daff gelagapan.


" Terus mana kartunya ? " kata Afkar.


" Daff gunting " kata Daff sambil menampilkan deretan giginya.


" Astagaaaa Daff " kata Ila kaget.


" Astaga gabutnya anak gue gini amat " kata Afkar sambil memijit kepalanya pusing.


" Papa maaf....." kata Daff sambil mencium tangan Afkar berkali-kali.


" Isinya duit Daff bukan kertas aduhhhhh sakit sekali epribadehhhhh " kata Afkar sambil mengelus kepala Daff.


" Yaudah Maa bawa dompet Papa aja di sana ada ATM yang lain, ingat pulangnya jangan larut malam " kata Afkar yang diangguki oleh Ila.


Setelah kepergian Ila, kini Afkar berjalan kearah kamar untuk membersihkan dirinya.


" Daff ayoo ikut Papa " kata Afkar sambil berjalan kearah kamarnya.


" Mau apa ? " kata Daff sambil berjalan mengikuti Afkar.


" Uhhhhh Papa lama dehhh, kalau kayak gini kan tangan Daff gatal banget buat acak-acak barang-barang Papa " gumam Daff sambil melihat barang-barang yang ada di kamar Papanya.


" Ehhh tapi Daff harus tahan dulu kan tadi Daff udah buat salah soal kartunya Papa, kalau tau isinya duit nggak bakalan aku gunting tapi akan Daff beliin telur satu truk dan sayur soup. ahhhhh sedaaaapppp " gumam Daff bertepatan dengan keluarnya Afkar dari kamar mandi.


" Dihhh ngapain senyum-senyum ? " Kata Afkar heran.


" Ada masalah ? " kata Daff songong.


" Ooooo jelas tidak " kata Afkar sambil berjalan kearah lemari pakaian.


" Wudhu dulu sana, Papa tunggu di sini " kata Afkar, sehingga membuat Daff berlari kearah kamar mandi.


Setelah melaksanakan sholat isya bersama, Daff langsung mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.


" Ya Allah semoga Daff sekeluarga sehat terus, bahagia teruss, uangnya banyak teruss supaya Daff bisa beli telur satu truk dan semoga Daff sama Papa ganteng teruss dan Mama Ila cantik terus. Aamiin....." kata Daff, sehingga membuat Afkar yang mendengar doa putranya berusaha menahan tawanya, namun tetap ikut mengaamiinkan doa anaknya.


" Paaa salim dulu " kata Daff, sehingga membuat Afkar mengulurkan tangannya kearah Daff.


" Hehhh Jaenuddin lo kira-kira dong kalau doa, masa minta telur satu truk " kata Afkar sambil membereskan sajadahnya.


" Yaaa supaya kenyang dong Paa dan kita nggak akan kehabisan telur terus " kata Daff.


" Emang lu nggak bosan makan telur terus ? " tanya Afkar.


" Nggak lahhh " timpal Daff.


" Paaa Mama mana sih ? Daff udah ngantuk nihh " kata Daff.


" Yaudah ayoo Papa antar ke kamar kamu " kata Afkar, sehingga membuat Daff menggelengkan kepalanya.


" Di sini aja Daff pengen bobo sama Papa " kata Daff sambil merebahkan dirinya ketempat tidur.


" Udah baca doa belum ? " kata Afkar sambil mengelus kepala Daff.


" Doanya dalam hati " kata Daff sambil memejamkan matanya.


Setelah menidurkan Daff kini Afkar berjalan kearah ruang tamu untuk menunggu istrinya.


" Duhhhh istri gue kemana sih ? " gumam Afkar sambil mendudukkan dirinya di sofa.


" Hadehhh mana hpny nggak aktif lagi " gumam Afkar sambil berjalan kearah jendela ketika melihat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya.


" Ehhhh anak gadis baru pulang, dari mana ? " kata Afkar datar saat Ila masuk kedalam rumah.


" Eeee itu bisa di bicarakan baik-baik kok Paa " kata Ila sambil meletakkan belanjaanya di meja.


" Mama sebenarnya sadar nggak sih kalau udah punya anak, abis dari mana aja ? jalan, ngemall, foya-foya. nggak sekalian pulang pagi " kata Afkar datar sambil berjalan meninggalkan Ila.


" Gemesin sih kalau lagi marah, tapi kayaknya kali ini beneran marah dehh " batin Ila sambil menyusul Afkar ke kamar.


" Sayang....." panggil Ila.


" Jangan berisik anakku lagi tidur, terserah kamu dehh sekarang Papa nggak ngurusin " kata Afkar sambil memeluk Daff.


_________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.