
Sementara di kediaman Afkar dan Ila, Afkar sudah 3 hari bekerja dirumah karena sedang sakit, berulang kali Ila mengajak untuk periksa ke dokter tapi Afkar selalu menolak dengan alasan dia baik-baik saja.
" Sayang tolong pijitin kepala aku yaa, sumpah nihh kepala udah kayak mau pecah " kata Afkar lemas, sehingga membuat Ila langsung mendekat kearah Afkar.
" Apa nggak sebaiknya kita ke dokter ? ini udah 3 hari loh " kata Ila khawatir.
" Im okay baby, ini cuman sakit kepala biasa kok " kata Afkar lemah.
" Yasudah kalau kamu nggak mau ke rumah sakit biar aku yang telepon dokter untuk datang kesini " kata Ila.
" Sayang suami mu ini nggak papa " kata Afkar.
Baru saja Ila ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti karena Afkar tiba-tiba mual dan langsung berlarih kearah kamar mandi yang diikuti oleh Ila.
" Tuhhh kann keadaan kamu lagi nggak baik-baik saja, kita kedokter yaaa " kata Ila sambil memijit tengkuk Afkar.
" Aku nggak papa " kata Afkar yang hampir terjatuh dikamar mandi, namun langsung ditahan oleh Ila.
" Tuhh kan hampir aja, aku nggak mau tau aku panggil dokter sekarang " kata Ila sambil menuntun Afkar berjalan kearah kasur, kemudian membantu Afkar berbaring.
" daripada telepon dokter mending telepon Abi aja " kata Afkar sambil menahan tangan Ila.
" Okee aku telepon dokter dulu abis itu telepon Abi " kata Ila.
" Ilaa bisa nggak sih kamu nurut aja sama aku, aku bilang telepon Abi bukan dokter " kata Afkar meninggikan suaranya namun masih terdengar lemah, sehingga membuat Ila kaget pasalnya baru kali ini Afkar membentaknya.
" Baiklah " kata Ila berkaca-kaca, namun tetap menuruti perintah Afkar.
" Assalamu'alaikum sayang, kalian nggak papa kan ? udah satu minggu lo kalian nggak main kesini " kata Fiah dibalik telepon tersebut.
" Wa'alaikumsalam Mommy Fiah, maaf yaa Mom soalnya Mas Afkar lagi sakit jadi ki..." kata Ila terpotong karena ucapan Fiah.
" Hahhh Afkar sakit ? sakit apa Nak ? " kata Fiah khawatir.
" Afkar demam Mom dan sekarang Afkar pengen banget ketemu Mommy sama Abi, kalau nggak keberatan Mommy sama Abi bisa kesini kan ? " kata Ila sopan.
" Iya sayang Abi sama Mommy segera kesana " kata Fiah dibalik telepon tersebut.
" Makasih Mommy, assalamu'alaikum " kata Ila mengakhiri panggilan tersebut sambil mendekat kerah Afkar.
" Mommy sama Abi udah mau kesini, sekarang Mas Afkar makan dulu yaa " kata Ila sambil duduk dipinggir kasur.
" Kalau aku makan nanti aku akan muntah lagi, nanti aja yaa " kata Afkar lemah.
" Tapi kan perut kamu harus di isi Mas " kata Ila.
" Kenapa sih dari tadi kamu maksa-maksa aku terus, kamu senang liat aku mual dan muntah-muntah setelah makan, iyaaa ? " kata Afkar sambil menjatuhkan piring yang di pegang Ila bertepatan dengan datangnya Gus Fauzan dan Fiah.
" Ada apa ini ? " kata Gus Fauzan.
" Mommy, Abi " kata Ila yang langsung menyalimi tangan kedua mertuanya.
" Maaf yaa Mommy, Abi, kamarnya berantakan " kata Ila yang langsung membereskan pecahan piring tersebut, namun langsung di cegah oleh Fiah.
" Jangan kamu yang bersihin Sayang, biar Mbak aja " kata Fiah.
" Yaudah kalau gitu Abi sama Mommy ngobrol aja dulu, biar Ila panggil Mbak Intan buat bersihin " kata Ila sambil berjalan keluar, karena sudah tidak bisa menahan air matanya.
" Mommy, Abi, Afkar kangen " kata Afkar lemah.
" Apa-apaan kamu Kar, begini cara kamu memperlakukan istri kamu ? " kata Gus Fauzan datar.
" Afkar kesal Bi, dari tadi Ila selalu maksa-maksa Afkar buat makan sama periksa ke dokter " kata Afkar.
" Itu semua demi kebaikan kamu Afkar " kata Gus Fauzan menimpali.
" Apa kamu nggak mikirin perasaan Ila ? dia pasti sedih banget kamu perlakukan dia seperti itu " kata Fiah menimpali.
" Astagfirullah, apa yang sudah aku lakukan ? " kata Afkar tersadar saat mendengar ucapan Fiah.
" Ila mana Mom ? " kata Afkar yang ingin bangun namun keadaannya masih sangat lemah.
Baru saja Fiah ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti karena kedatangan Ila bersama asisten rumah tangga.
" Sayang " kata Afkar lemah, sehingga membuat Ila langsung mendekat kearah Afkar.
" Iya ada apa ? Mas Afkar butuh sesuatu ? " kata Ila.
" Maaf aku udah kasar sama kamu " kata Afkar sambil memeluk Ila.
" Aku ngerti kok mungkin kamu sedikit sensitif karena sedang sakit, aku yang seharusnya minta maaf karena belum bisa merawat kamu dengan baik " kata Ila.
" Nggak kamu yang terbaik sayang " kata Afkar.
" Udahh ahhh malu ada Mommy sama Abi " bisik Ila.
" Udahhh nggak usah malu sayang, mereka nggak akan iri mereka kan bukan kaum jomblo " kata Afkar sambil melepaskan pelukannya.
" Untung aja Ila anaknya pengertian, kalau Mommy yang di gituin udah nggak Mommy urusin kamu Afkar " kata Fiah sambil duduk dekat kepala Afkar.
" Untungnya Ila nggak kayak Mommy " kata Afkar.
" Sebenarnya kamu sakit apa sih Kar ? " kata Gus Fauzan.