Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 20



" Wahhhh berani lo yeee sama orang tua, walaupun muka gue masih imut-imut gini tapi umur gue lebih tua daripada lu, sopan dikit napa " kata Afkar sambil menunjuk siswa yang memukulinya.


" Ahhhhh berisik " kata Siswa tersebut sambil memukul kembali perut Afkar.


" Wahhhh bener-bener lu yee tong yeee, kagak ada sopan-sopannya sama orang tua, semoga anak gue kelak nggak kayak lo dehhh " kata Afkar sambil memegang perutnya.


Baru saja siswa tersebut ingin memukul Afkar kembali, namun tiba-tiba Polisi datang sehingga membuat beberapa siswa SMA tersebut langsung lari.


" Huuuuu dasar anak-anak nakal, mental kerupuk lo semuaaa giliran ada polisi kabur semuaa huuuuuu " teriak Afkar, sehingga membuat salah satu Polisi menghampirinya.


" Selamat sore Pak, ap..... " kata Polisi tersebut terpotong oleh ucapan Afkar.


" Ahhhhh saya nggak ikut tawuran kok Pak, niat saya hanya untuk memisahkan semua para siswa nakal tadi agar jalanan tidak macet lagi, soalnya saya lagi buru-buru Pak " cerocos Afkar.


" Tapi Bapak nggak papa kan ? " kata Polisi tersebut.


" Ahhhh Bapak nihhh perhatian banget sama saya, saya nggak papa kok Pak " kata Afkar, sehingga membuat Polisi tersebut menggelengkan kepalanya melihat respon Afkar.


" Oiyyaa Pak, kalau gitu saya boleh pamit pulang kan Pak ? " kata Afkar yang langsung diangguki oleh Polisi tersebut.


" Ahhhh terima kasih Pak " kata Afkar sambil mencium tangan Polisi tersebut.


" Bapak punya anak nggak Pak ? " kata Afkar lagi.


" Kebetulan Istri saya tengah hamil anak pertama kami " kata Polisi tersebut.


" Wahhhhh kok bisa kebetulan gini yaaa ? Istri saya juga sedang hamil loh Pak, Pak kalau anak Bapak nanti lahir jodohin sama anak saya pak yaaa " kata Afkar heboh, sehingga membuat Polisi tersebut terkekeh.


" Emang anak kamu laki-laki atau perempuan ? " kata Polisi tersebut.


" Hehehe belum tau sih Pak, belum di USG soalnya tapi saya jamin anak saya bakalan good looking Pak " kata Afkar percaya diri.


" Oiyyaaa kan tadi saya mau pulang yaaa Pak, Pak pamit yaaa Pak jangan lupa anaknya jodohin sama anak saya " kata Afkar yang diangguki oleh Polisi tersebut.


" Assalamu'alaikum Pak " kata Afkar sambil melambaikan tangannya kearah Polisi tersebut.


" Wahhhh anak gue bener-bener yeee, lu mau Bapak lu ikut tawuran supaya ketemu Polisi cakep itu kan ? supaya anaknya nanti di jodohin sama lu " kata Afkar terkekeh sambil menjalankan mobilnya kembali.


" Beuuuhhh anaknya Pak Polisi itu pasti juga good looking soalnya Pak Polisi tadi ganteng beuttt dahhh " kata Afkar.


Setelah sampai di rumah, Afkar langsung memarkirkan mobilnya di garasi, kemudian langsung masuk kedalam rumah.


" Assalamu'alaikum Afkar ganteng pulang....." teriak Afkar, sehingga membuat Ila langsung menghampiri suaminya.


" Wa'alaikumsalam, astagfirullah Mas Afkar mukanya kenapa ? " kata Ila panik saat melihat muka Afkar yang sedikit memar.


" Hahhhh parah banget yaa Yang ? " kata Afkar panik, kemudian langsung berlari ke kamarnya untuk bercermin, sehingga membuat Ila langsung mengikuti Afkar.


" Mas sebenarnya ada apa sih ? " kata Ila, sehingga membuat Afkar berbalik menatap Ila.


" Nggak papa kok Yang ini cuman luka kecil aja " kata Afkar.


" Ya aku tau ini luka kecil, tapi penyebabnya apa ? " kata Ila.


" Bukan apa-apa cantik " kata Afkar yang ingin menyentuh pipi Ila, namun langsung di tepis oleh Ila.


" Kalau bukan apa-apa kenapa bisa memar kayak gini ? jujur sama aku atau malam ini tidur di luar " kata Ila tegas.


" Duhhh bisa gawat nih kalau tidur di luar " kata Afkar dalam hati.


" Iyaaa dehh iyaaa, sebenarnya ini di pukul anak SMA " kata Afkar pasrah.


" Anak SMA ? kok bisa ? " kata Ila bingung.


" Tapi jangan marah yaa ? " kata Afkar.


" Yaaa cerita dulu permasalahannya " kata Ila, sehingga membuat Afkar menceritakan semua yang terjadi tadi.


" Hahhh kamu ikut tawuran ? " kata Ila kaget.


" Yaaa cuman ikut di pukulin aja sih Yang, soalnya tiba-tiba Polisi datang " kata Afkar.


" Tapi ini semua kemauan anak kita Sayang, seriusss dehhh ini murni keinginan junior kita bukan aku " timpal Afkar.


" Yakin ini murni keinginan junior ? " kata Ila yang langsung diangguki oleh Afkar.


" Yakin 100% sayang " kata Afkar, sehingga membuat Ila langsung mengambil salep untuk mengobati luka memar yang ada ujung bibir Afkar.


" Tapi yaa sayang anak kita nyuruh aku ikut tawuran ternyata ada maksud terselubung " kata Afkar, sehingga membuat Ila bingung.


" Maksud terselubung ? maksudnya ? " kata Ila sambil mengoleskan salep pada ujung bibir Afkar.


" Iyaaa supaya Papanya bisa ketemu Polisi ganteng, dan kamu tau ? ternyata Polisi ganteng itu istrinya juga sedang hamil " kata Afkar.


" Teruss ? " kata Ila yang masih belum mengerti arah pembicaraan suaminya.


" Yaaa junior kode Papanya supaya dia di jodohkan sama anak polisi ganteng itu " kata Afkar, sehingga membuat Ila geleng-geleng kepala mendengar penuturan Afkar.


" Semoga saja sifat anakku nantinya normal-normal aja " gumam Ila.


" Kamu ngomong apa sih sayang ? " kata Afkar.


" Nggak bukan apa-apa, mending kamu mandi dulu biar aku siapin makan " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.