
" Mirip Abi banget tuh anak " kata Fiah saat melihat tingkah Akhtar.
" Ya wajarlah sayang kalau Akhtar mirip aku, kan aku Abinya kalau Akhtar mirip tetangga itu yang harus kita pertanyakan " kata Gus Fauzan sambil memeluk pinggang Fiah posesif.
Sementara di tempat Della dan Akhtar, kini mereka sudah berada di rumah sakit tepatnya di dokter spesialis kandungan dan sedang menunggu antrian mereka.
" Mas Avatar nanti di periksanya nggak di suntik kan ? cuman di periksa kayak biasa aja kan ? " kata Della cemas.
" Nggak sayang, palingan cuman kandungannya aja yang di periksa " kata Akhtar sambil menggenggam tangan Della untuk mengurangi rasa cemas istrinya.
" Mas tau dari mana ? Mas pernah di periksa di sini juga ? " kata Della, sehingga membuat Akhtar menghembuskan nafasnya kasar.
" Tidak, ngapain juga aku periksa di sini ? " kata Akhtar.
" Tapi kok Mas Avatar bisa tau ? " kata Della lagi.
" Hmmm ya namanya juga dokter kandungan, jadi yaa pasti kandungan pasiennya dong yang diperiksa " kata Akhtar.
" Iya juga yaaa, Mas Avatar pintar banget sih " kata Della sambil melingkarkan tangannya di lengan Akhtar.
" Tapi nanti kalau dokternya mau nyuntik Della, Mas Avatar gantiin Della yaaa soalnya Della takut " kata Della.
" Kok aku ? " kata Akhtar sambil menunjuk dirinya sendiri.
Belum sempat Della menjawab ucapan Akhtar, namun terhenti karena tiba-tiba namanya dipanggil oleh seorang suster yang berada di dekat pintu masuk.
" Bu Della silahkan masuk " kata suster tersebut, sehingga membuat Akhtar dan Della berbalik kearah suster tersebut.
" Hehhh gue masih muda woiii ! enak aja dipanggil Ibu, sama lo aja masih mudaan gue tau '' kata Della kesal, sehingga membuat Akhtar langsung menarik tangan Della masuk kedalam ruangan, bisa gawat kalau tidak segera dipisahkan.
" Atas nama Della ? " kata Dokter tersebut yang diangguki oleh Della.
" Dokter jangan di suntik yaaa dok, kalau mau nyuntik nihhh nyuntik suami saya aja dok '' kata Della sambil menunjuk Akhtar yang duduk disampingnya, sehingga membuat dokter tersebut geleng-geleng kepala.
" Loh kenapa suaminya yang di suntik ? kan istrinya yang sedang hamil ? " kata Dokter tersebut.
" Kan dia yang hamilin saya dok, jadi suntik dia aja " kata Della, sehingga membuat Akhtar geleng-geleng kepala sedangkan Dokter tersebut terkekeh mendengar pernyataan dari Della.
" Baiklah kalau gitu, mari berbaring disini biar saya periksa dulu " kata Dokter tersebut sambil berjalan kearah ranjang yang diikuti oleh Della dan Akhtar.
" Nggak di suntik kan Dok ? " kata Della cemas.
" Apa sering terjadi keluhan belakangan ini ? " kata Dokter tersebut setelah memeriksa kandungan Della.
" Mual aja sih Dok sama lebih sensitif gitu " kata Della, sehingga membuat Dokter tersebut mengangguk paham.
" Usia kandungannya sudah sekitar 5 minggu yaa " kata Dokter tersebut sambil berjalan kearah kursi yang diikuti oleh Della dan Akhtar.
" Tapi kondisi kandungannya baik-baik saja kan Dok ? " kata Akhtar yang sedari tadi hanya diam.
" Semuanya baik-baik saja tapi saya sarankan agar Mbak Della selalu mengkomsumsi makanan yang sehat dan jangan melakukan pekerjaan yang berat, karena di usia kandungan seperti ini sangat rentan apalagi dengan usia Ibunya yang masih sangat muda " kata Dokter tersebut.
" Baik Dok kalau gitu kami permisi, terima kasih sebelumnya " kata Akhtar yang diangguki oleh Dokter tersebut.
Saat di perjalanan pulang tiba-tiba perhatian Della tertuju pada gerobak penjual martabak di pinggir jalan.
" Mas Avatar Della pengen martabak ituuuu " kata Della sambil menunjuk gerobak penjual martabak, sehingga membuat Akhtar lanhsung menghentikan mobilnya kemudian melihat gerobak yang dimaksud Della.
" Jangan disini yaa tempatnya kurang higienis, biar nanti Mas pesanin di restoran okee " kata Akhtar lembut.
" Tapi Della pengennya yang itu Mas Avatar, Mas mau anaknya nanti ileran ? " kata Della sambil mengerucutkan bibirnya.
" Sayang martabaknya Ayah pesanin di restoran nggak papa kan Nak, di sini tempatnya kurang higienis Ayah nggak mau terjadi apa-apa sama kamu. nurut sama Ayah yaa Nak " kata Akhtar seolah berbicara dengan perut Della sambil mengusap perut Della, sehingga membuat Della tersenyum melihat perhatian Akhtar.
" Okeee Ayah " kata Della sambil menirukan suara anak kecil.
" Anak pintar " kata Akhtar sambil mengecup perut Della singkat.
" Yaudah sekarang kita pulang yaa " kata Akhtar sambil menjalankan kembali mobilnya.
" Martabaknya gimana ? " kata Della.
" Udah aku pesanin lewat aplikasi, nanti makannya dirumah aja ya " kata Akhtar yang diangguki oleh Della.
" Mas Avatar, Mas pengen anaknya cowok atau cewek ? " kata Della sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.
" Apa aja yang penting Ibu dan Anaknya sehat sampai lahiran " kata Akhtar sambil menggenggam tangan Della kemudian mencium punggung tangan Della.
" I love youuu Mas Avatarkuuu " kata Della.
" I love you too my little wife " kata Akhtar.