
" Gibran kamu jangan malu yaa Nak, kalau Bunda kamu akan jadi janda " gumam Della yang matanya sudah bengkak akibat menangis.
" Aisshhh Gibran kamu mahh ngorok mulu, Bundamu lagi pusing nih Nak " kata Della prustasi.
Sementara di tempat Akhtar, Akhtar kini sudah berada di depan rumah Afkar. yaaa Akhtar pikir saat ini hanya Afkar lah yang bisa mengembalikan moodnya.
" Assalamu'alaikum " kata Akhtar sambil mengetuk pintu rumah Afkar.
" Wa'alaikumsalam. ehh Kak Akhtar masuk Kak " kata Ila ramah.
" Afkarnya ada La ? " tanya Akhtar yang diangguki oleh Ila.
" Duduk dulu Kak, biar Ila panggil Mas Afkar " kata Ila, sehingga membuat Akhtar berjalan kearah sofa.
" Woiii broooo " kata Afkar sambil menghampiri Akhtar.
" Kata bini gue lu nyari gue, ada apa ? " kata Afkar sambil mengedipkan matanya kearah Akhtar, kemudian menyisir rambutnya menggunakan tangan.
" Maksud lo apa ngedipin mata lo kayak gitu ? " kata Akhtar dengan tatapan jijik.
" Biasalahhh hobi baru orang ganteng dan orang kaku, dingin, dan datar kayak lo nggak perlu tau " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar menggelengkan kepalanya.
" Ada masalah ya ? " timpal Akhtar sambil menepuk bahu Kakaknya.
" Dari dulu lo memang selalu peka sama orang di sekitar lo Kar, gue belum cerita aja lo udah langsung tau " kata Akhtar dalam hati.
" Ada masalah apa sih ? muka lo jelek banget Kak kalau di tekuk gitu " kata Afkar dengan nada yang mengejek, padahal Akhtar masih menampilkan wajah datarnya seperti biasa.
" Nggak ada masalah apa-apa, gue cuman mau ketemu lo " kata Akhtar datar.
" Jangan pikir dengan menampilkan wajah datar seperti biasanya lo bisa menutupi masalah dari gue, ayolahh gue kenal lo lebih dari siapapun Kak dan gue yang paling tau lo, tapi kalau memang lo nggak mau cerita ya nggak masalah, gue siap hibur looo braderrrr " kata Afkar sambil menaik turunkan alisnya.
" Thanks " kata Akhtar sambil tersenyum kearah Afkar.
" Ehhh btw lo mau minum apa Kak ? jus kadal mau ? " kata Afkar.
" Ohhhh atau jus pare mungkin ? " timpal Afkar.
" Kalau nggak niat buatin nggak usah di tawarin yang aneh-aneh " kata Akhtar.
" Yeeee bercanda broo, yaudah lo tunguu sini dulu gue ambilin minum maklum Mbak Intan nggak masuk terus Adek ipar lo lagi jaga ponakan ganteng lo " kata Afkar sambil berdiri, namun langsung di tahan oleh Akhtar.
" Nggak usah gue nggak haus lo di sini aja temenin gue " kata Akhtar.
" Yakin ? kalau lo dehidrasi gimana ? " kata Afkar sambil duduk kembali di samping Akhtar.
" Nanti kalau gue mau minum gue tinggal nyuruh lo lagi " kata Akhtar.
" Dihhh enak di elu nggak enak di gue dong " kata Afkar tak terimah.
Baru saja Akhtar ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti karena suara ketukan pintu dari luar.
" Bentar yaa " kata Afkar sambil berjalan kearah pintu depan.
" Ehhhh Pak RT, masuk dulu Pak " kata Afkar mempersilahkan.
" Jadi kedatangan saya di sini untuk mengkonfirmasi perkataan istri saya Pak, katanya tadi Bapak Afkar menelpon dan bilang kalau rumah Bapak di serang. apa benar begitu Pak ? " kata Pak RT tersebut, sehingga membuat Akhtar kaget.
" Rumah lo di serang siapa ? " kata Akhtar beralih menatap Afkar, sedangkan yang di tatap hanya menampilkan cengiran khasnya.
" Aduhh saya jadi nggak enak nih Pak, rumah saya tadi memang di serang Pak tapi maksud saya di serang pasukan semut " kata Akhtar sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
" Astagfirullah Pak Afkar ini sudah keduanya kalinya loh saya di kerjain sama Bapak " kata Pak RT kesal.
" Bapak kok mukanya kesal gitu ? nggak enak banget Pak di liatnya, sumpah dehh " kata Afkar, sehingga membuat Pak RT tersebut menatap tajam kearah Afkar.
" Kalau kamu nggak suka liat muka kesal saya jangan bikin ulah dong " kata Pak RT tersebut.
" Bapak kok hobi banget sih Pak marahin saya ? " kata Afkar.
" Kamu kenapa hobi sekali jahilin saya ? " timpal Pak RT tersebut.
" Biar nambah kerjaan Bapak lahh, daripada Bapak rebahan mulu kan ? " kata Afkar.
" Yaudah kalau gitu saya permisi dan saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi " kata Pak RT tersebut sambil berjalan keluar.
" Parah lo Kar " kata Akhtar tak percaya dengan kelakuan adiknya.
" Yaaa itu juga nggak sengaja Kak. soalnya hp gue nggak sengaja kepencet nelepon nomor Pak RT, kalau bilang salah pencet kan nggak keren yaudah gue bilang aja kalau rumah gue di serang pasukan ehhh Afkar belum selesai bicara udah langsung di matiin " jelas Afkar panjang lebar.
" Tapi kata Pak RT tadi ini sudah kedua kalinya, yang pertama kalinya apa Kar ? " kata Akhtar penasaran.
" Yaaa itu gue laporan aja sama Pak RT kalau istri gue udah lahiran " kata Afkar di sertai cengiran khasnya, sehingga membuat Akhtar benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Adiknya yang semakin hari semakin menjadi.
" Udahh ahhh mending gue balik gue takut ikutan gila, karena lama-lama di sini " kata Akhtar.
" Yaudahh pulang sono, selesaiin masalahnya baik-baik jangan emosi " kata Afkar.
" Thanks karena udah balikin mood gue " kata Akhtar sambil memeluk Adiknya.
Setelah pulang dari rumah Afkar, kini Akhtar sudah berniat pulang untuk bertemu anak dan istrinya.
" Assalamu'alaikum " kata Akhtar saat memasuki kamar, sehingga membuat Della beralih menatap Akhtar disertai dengan mata bengkaknya.
" Maaf " kata Akhtar sambil berjalan menghampiri Della, kemudian langsung memeluk Della dengan sayang.
" Tadi aku ke rumah Afkar hanya untuk menenangkan diri, kalau berada di rumah aku takut kepancing emosi terus ngeluarin kata-kata kasar yang nyakitin perasaan kamu, jadi aku memilih keluar sebentar. maaf yaa " kata Akhtar sambil mencium puncak kepala Della lama.
" Jadi kamu nggak ketemu Dokter itu ? " kata Della mendongak menatap Akhtar yang hanya di balas gelengan oleh Akhtar.
" Mana mungkin aku menemui perempuan lain kalau istriku di rumah jauh lebih cantik " kata Akhtar.
" Maaf yaa " timpal Akhtar.
" Nggak kamu nggak salah aku yang keterlaluan, maaf yaa Mas Avatar " kata Della yang diangguki oleh Akhtar.
_________
Jangan lupa tinggalin jejak yaa guys. supaya Author lebih semngat lagi untuk update part-part selanjutnya.