
" Udahh yaaa stop, Papa berangkat kerja dulu biar kaya raya " kata Afkar menyudahi sarapannya, kemudian beralih mengecup kening Ila dan Daff secara bergantian.
Setelah sampai di kantor, Afkar tanpa sengaja melihat Akhtar di ruangannya yang sudah di sibukkan dengan beberapa berkas di depan.
" Jahilin Kak Akhtar seru kali yaaa " gumam Afkar sambil berjalan masuk ke ruangan Akhtar.
" Assalamu'alaikum my best brother " kata Afkar.
" Wa'alaikumsalam " kata Akhtar menatap sekilas kearah Afkar, kemudian fokus kembali pada kerjaanya.
" Jangan ganggu dulu yaa brother, Kakak ingin bekerja dengan tenang " timpal Akhtar.
" Dihhhh yang mau ganggu elu siapeee ? " kata Afkar sewot.
" Alahhh lo kalau datang ke sini pasti tujuannya ngerusuhin kerjaan gue " kata Akhtar.
" Tau aja nihh si Ucup " kata Afkar dalam hati.
" Percaya diri sekali anda " elak Afkar.
" Udahhh yaaa daripada gangguin Kakak, mending kamu gantiin Kakak dulu buat ketemu seseorang alamatnya nanti Kakak kirim, abis dzuhur yaa jangan telat " kata Akhtar.
" Ketemu siapa sih ? " kata Afkar.
" Ituu ada orang yang mau join Kerja sama " kata Akhtar.
" Okedehhh, assalamu'alaikum " kata Afkar sambil nyelonong keluar.
Setelah menyelesaikan pekerjaanya, Afkar bergegas untuk menemui seseorang yang di maksud oleh Kakaknya.
* Skip sampai restoran *
" Perwakilan dari perusahaan HS Group ya Pak ? " kata salah satu pelayan restoran yang menyambut kedatangan Afkar.
" Benar " kata Afkar.
" Bapak sudah di tunggu di meja nomor 12 Pak " kata pelayan tersebut.
" Ohhh makasih yaa Mbak, permisi " kata Afkar sopan sambil berjalan menghampiri meja nomor 12.
" Assalamu'alaikum " kata Afkar, sehingga membuat seseorang tersebut menoleh kearah Afkar.
" Santi..." kata Afkar kaget.
" Afkar " kata Santi yang juga tak kalah kaget melihat Afkar.
" Duduk Kar, udah lama banget yaaa terakhir ketemu 5 tahun yang lalu bukan sih ? " kata Santi.
" Nggak nyangka banget gue bisa ketemu lo lagi Kar, ternyata lo semakin berwibawa sekarang " kata Santi dalam hati.
" Langsung to the point aja yaa, jadi ba...." kata Afkar terpotong oleh ucapan Santi.
" Afkar kita baru ketemu lagi loh, paling nggak nanyain kabar gue dulu kek " kata Santi kesal.
" Kita bahas soal pekerjaan aja ya, karena gue nggak ada waktu buat bahas yang lain. gue harap lo bisa bersikap profesional " kata Afkar tegas.
" Apa lo masih marah sama gue ? " kata Santi, sehingga membuat Afkar menghembuskan nafasnya kasar.
" Tolong bahasnya masalah pekerjaan saja yaa Bu " kata Afkar penuh penekanan.
" Apa lo belum bisa maafin gue Kar ? gue bener-bener minta maaf " kata Santi, sehingga membuat Afkar geram dengan Santi.
" Gue udah maafin lo, jadi sekarang fokus membahas masalah pekerjaan aja okeee " kata Afkar.
" Lo sekarang berubah yaa Kar, dulu mahh lo orangnya asik banget kalau diajak bercanda " kata Santi.
" Sekarang bisa kita mulai kan ? " kata Afkar.
" Kar ngobrol-ngobrol dikit boleh lahhhh " kata Santi.
" Okeee jadi gimana Bu Santi masalah kerja sama kita ? mau di lanjut ? " kata Afkar.
" Lanjut dong Kar " kata Santi.
" Baik silahkan anda baca dulu kontrak kerja sama kita, jika sudah setuju silahkan di tanda tangani " kata Afkar sambil menyerahkan sebuah map berwarna coklat.
" Aduhhh buru-buru amat sama teman lama Kar " kata Santi sambil memegang tangan Afkar, sehingga membuat Afkar segerah menepis tangan Santi.
" Kerja sama kita saya batalkan, saya tidak sudi bekerja sama dengan seseorang yang tidak profesional seperti anda, saya permisi assalamu'alaikum " kata Afkar emosi sambil meninggalkan tempat tersebut.
" Afkar tungguu, aarrgghhhh sial " kata Santi kesal.
" Akan gue pastikan lo akan kembali ke dalam pelukan gue Afkar Pradipta " kata Santi dalam hati sambil memandangi punggung Afkar.
Sementara di rumah Afkar, Ila sedang menemani Daff nonton sambil ngemil.
" Sayang kamu main sendiri dulu ya Nak, bentar lagi Papa pulang " kata Ila sambil melirik jam yang menempel di dinding.
" Iya Ma " kata Daff sambil ngemil coklat.
" Daff mau di masakin apa sayang ? " kata Ila.
" Apa aja dehh Ma, tapi jangan yang pedes " kata Daff.
" Oke " kata Ila sambil berjalan kearah dapur.
Saat Ila sedang sibuk berkutat di dapur, sedangkan Daff tengah asik menghamburkan coklat di depan TV.
" Papa pul......" kata Afkar terhenti ketika melihat tingkah Daff.
" Tuhan..... baru pulang udah di sambut kayak gini, malah lagi kesel banget hari ini " batin Afkar.
" Daff kamu bisa nggak sih sehariiii aja jangan nambah pekerjaan Papa sama Mama " kata Afkar datar, sehingga membuat Daff kaget.
" Ehhhh beneran Papa ? " kata Daff heran plus takut.
" Apasih kok pulang langsung marah-marah ? " kata Ila sambil menghampiri Afkar.
" Nggak papa, urus tuh anak kamu " kata Afkar kesal sambil berjalan kearah kamar.
" Kebiasaan kalau capek bawaannya suka marah-marah " gumam Ila sambil menggelengkan kepalanya.
" Mama...." kata Daff berkaca-kaca.
" Udahhh nggak papa sayang, sekarang Daff ke kamar yaa biar Mama aja yang beresin " kata Ila yang diangguki oleh Daff.
" Maaf yaa Ma " kata Daff.
" Nggak papa sayang " kata Ila.
_________
Judul sama sampulnya di ganti jadi Ustadz Idaman 2 yaa, soalnya kedepannya novel ini juga akan membahas soal Gibran dan Daff bukan cuman Akhtar dan Afkar.