
Keesokan harinya setelah pulang dari kantor Akhtar dan Afkar berada di toko perlengkapan sekolah untuk keperluan Daff dan juga Gibran yang akan segera memasuki taman kanak-kanak.
" Duhhhh banyak banget, gue bingung nihh milihin Daff yang mana " kata Afkar uring-uringan sambil mencari tas yang cocok untuk putranya.
" Beliin apa yang dia suka aja, kayak Gibran dia kan sukanya Iron Man makanya gue beliin dia tas Iron Man " kata Akhtar santai.
" Menurut pengamatan gue sebagai Bapaknya, yang paling Daff suka itu cuman 4 hal. sayur soup, telur ceplok, duit, dan yang paling terakhir ngerusuhin saya " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar menggelengkan kepalanya.
" Kalau gitu mainan dia kebanyakan apa ? " kata Akhtar.
" Dia nggak punya mainan Kak, setiap gue tawarin mau beliin mainan Daff selalu nolak katanya lebih baik beli makanan " kata Afkar.
" Film kartun favorit dia apa ? " tanya Akhtar lagi.
" Lu kayak nggak tau keponakan lo aja Kak, Daff mana pernah nonton kartun kalaupun nonton palingan nonton sinetron azab yang di chanel ikan terbang ituu " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar terkekeh.
" Yaudahh lo pilih apa yang lo suka aja, kelakuan lo kan mirip sama Daff siapa tau selera kalian juga mirip " kata Akhtar, sehingga membuat Afkar terlihat berfikir.
" Apa gue beliin tas barbie aja kali yaa ? " celetuk Afkar.
" Hehhh anak lo cowok ya Kar bukan cewek " kata Akhtar sambil menggelengkan kepalanya.
" Kan gue pernah ngidam barbie, siapa tau dia suka " kata Afkar.
" Yaudah terserah lo aja " kata Akhtar.
Setelah beberapa menit memilih perlengkapan sekolah akhirnya Afkar menetapkan pilihannya pada tas, buku, sepatu, dan yang lainnya dengan tema Spider Man.
" Hufffttt semoga aja si Jaenuddin suka nihh " gumam Afkar.
" Udahhh ? " tanya Akhtar, yang diangguki oleh Afkar.
" Yaudahhh yokk balik " kata Akhtar.
" Lo duluan aja dehh Kak, Afkar mau mampir bentar buat beliin Daff cemilan " kata Afkar.
" Yaudah kalau gitu Kakak duluan yaa, titip salam sama Daff " kata Akhtar yang diangguki oleh Afkar.
Setelah membeli barang keperluan Gibran, kini Akhtar langsung buru-buru pulang untuk menemui Gibran.
* Skip rumah Akhtar *
" Assalamu'alaikum " kata Akhtar yang langsung masuk saat melihat Della dan Gibran sedang menonton bersama.
" Ayah......" kata Gibran sambil berlarih kearah Akhtar.
" Wa'alaikumsalam " kata Della sambil menyalimi tangan Akhtar begitupun dengan Gibran.
" Oiyyyaa nih punya Gibran " kata Akhtar sambil memberikan sebuah paperbag yang berukuran besar.
" Udah semua ? " tanya Della yang diangguki oleh Akhtar.
" Wahhhhh Iron Man, makasih Ayah " kata Gibran sambil memeluk Akhtar.
" Sama-sama sayang, yang rajin yaaa belajarnya " kata Akhtar sambil membalas pelukan Gibran.
" Khemmm jadi Bunda di lupain nih ? " sindir Della, sehingga membuat Akhtar dan Gibran melepas pelukannya, kemudian beralih memeluk Della.
" Kita nggak lupain Bunda kok, iya kan Yah ? " celetuk Gibran.
" Iya dong, karena Apa Gibran ? " kata Akhtar sambil melirik Gibran.
" Ahhhhhh sosweet..." kata Della sambil mencium pipi Akhtar dan juga Gibran bergantian.
" Ohhh yaa tapi tadi Bunda lihat perempuan cantik loh dan Bunda yakin Ayah sama Gibran pasti suka " kata Della pura-pura kesal, karena ingin melihat tanggapan Gibran.
" Mas Diam aja yaa, biar Gibran aja yang jawab " bisik Della yang diangguki oleh Akhtar.
" Itu tidak mungkin Bunda " kata Gibran.
" Tapi dia benar-benar jauh lebih cantik dari Bunda, Bunda takut " kata Della mendramatisir keadaan.
" Jangan takut Bunda " kata Gibran sambil menggenggam tangan Della.
" Siapa perempuan itu Bunda ? sebutin nama dan alamatnya biar Ayah dan Gibran menemuinya dan mengiris wajahnya bersama-sama " kata Gibran, sehingga membuat Della dan Akhtar kaget dengan penuturan anaknya yang terdengar mengerikan.
" Hehhh kok ngomong gitu sih, Ayah nggak pernah yaa ngajarin Gibran ngomong kasar apalagi nyakitin orang " kata Akhtar.
" Maaf Ayah, Gibran nggak serius ngomongnya Gibran cuman mau hibur Bunda kok " kata Gibran.
Sementara Di tempat Afkar, dirinya baru saja sampai di rumah.
" Assalamu'alaikum Papa ganteng pulang...." teriak Afkar.
" Wa'alaikumsalam " kata Ila sambil menghampiri Afkar.
" Dihhh tumben pakai salam, biasanya nyelonong aja tuh tutup botol saos " celetuk Daff sambil duduk santai di sofa.
" Ehhhh kue putu ini Bapak lo baru balik loh, bikin ribut mulu " kata Afkar sambil menghampiri Daff.
" Tolong yaaa jangan ribut mulu kerjaanya, kalian berdua kalau udah ketemu debat mulu " kata Ila.
" Si Jaenuddin tuhh Ma bikin ribut mulu " kata Afkar.
" Papa sama aja, sembarangan ganti nama anaknya " kata Ila kesal.
" Mampussshhhhh " kata Daff dengan nada mengejek.
" Kamu juga Daff " kata Ila beralih menatap Daff, kemudian berjalan kearah dapur.
" Uhuuyyyy mampussshhh " timpal Afkar, sehingga membuat Afkar dan Daff saling pandang.
" Satu sama " kata Afkar dan Daff bersamaan, sehingga membuat keduanya tertawa.
" Oiyyaaa nih perlengkapan lu buat sekolah, suka nggak ? " kata Afkar sambil menyerahkan paperbag pada Daff.
" Semuanya serba Spider Man, keren nggak ? " timpal Afkar.
" Ohhhh bagus " kata Daff sambil melihat isi paperbag tersebut sekilas.
" Ehhhh buset dahhh lu Daff, itu Papa milihnya berjam-jam loh dan kamu responnya cuman begitu ? " kata Afkar heran.
" Itu sih salah Papa kenapa milihnya berjam-jam, menurut Daff gambarnya itu nggak penting yang penting kegunaan barangnya " kata Daff santai, sehingga membuat Afkar kesal dengan respon anaknya.
" Tau gitu gue asal ambil aja tadi " gumam Afkar kesal.
___________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat lagi untuk update part-part selanjutnya.