
" Astaga nih kenapa lagi nih password wi-fi di ganti ? " kata Daff yang baru mengganti seragamnya sambil berjalan menghampiri Afkar.
" Yaa kenapa ? " kata Afkar.
" Passwordnya apa sih Pa ? ini Daff mau hubungi tempat pegadaian, mau ngambil motornya Kakak " kata Daff.
" Afkar ABCD " kata Afkar.
" Hahhh Papa mau belajar baca ? menngcapehh sekaliii " kata Daff terlihat tertekan sambil mengetik password wi-fi di ponselnya.
" Muka-muka begini nih pantes banget di daftarin squid game season 2, biar di dorr sama si baju pink " kata Afkar sambil melirik Daff.
" Yaelahh Paa tega bener, yaudah Daff pamit yaa mau nebus motor dulu " kata Daff sambil menyalimi tangan Afkar.
" Mau kemana Daff ? " kata Ila sambil duduk di samping Afkar.
" Keluar bentar Maa, boleh yaa " kata Daff.
" Sebelum magrib udah harus di rumah yaa " kata Ila.
" Siap Ibu boss " kata Daff sambil hormat.
" Ehhhh bentar dehh, kok Mama cantik banget sih, Daff aja yang sebagai anak suka banget sama Mama " kata Daff.
" Ehhh nggak boleh suka sama istri orang yaa " kata Afkar sewot.
" Mama tau nggak, Daff pernah cari 10 wanita tercantik di dunia, tapi menurut Daff mereka biasa aja " kata Daff seolah tak mendengar ucapan Afkar.
" Kok bisa ? bukannya di internet banyak wanita cantik ? " kata Ila.
" Nggak ada Ma, menurut Daff, Mama adalah wanita tercantik di dunia ini " kata Daff, sehingga membuat Ila speechles dengan omongan putranya.
" Kamu ini belajar gombal dari mana ? " kata Ila sambil menggelengkan kepalanya.
" Mama mau nggak jadi pacar Daff ? " tanya Daff.
" AL QADAFIIIIIIIIIIII !!!! " teriak Afkar kesal.sehingga membuat Daff segera berlari keluar sambil cekikikan.
" Pa jangan teriak-teriak ihhh " kata Ila.
" Sabar Afkar sabar " kata Afkar sambil mengelus dada.
" Assalamu'alaikum " kata Daff sambil cengengesan di depan pintu.
" Walaikumsalam "
*******
" Hahhh motornya udah ada yang nebus ? siapa Pak ? " kata Daff kaget ketika tau bahwa motor Gibran sudah di tebus oleh seseorang.
" Katanya sih pemilik asli motor itu Dek, bahkan dia nunjukin surat-surat motornya " kata pegawai tersebut.
" Hahh masa Kak Gibran sih ? " gumam Daff.
" Pak orangnya yang ini bukan ? " kata Daff sambil menunjukkan foto Gibran.
" Nahhh bener Dek, ini orangnya " kata Pegawai tersebut.
" Mampushhh gue " kata Daff dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, kini Daff sudah berada di halaman rumah Gibran.
" Assalamualaikum " kata Daff yang langsung masuk kedalam rumah tersebut sambil menyalimi tangan Della.
" Walaikumsalam " kata Della.
" Ayah belum pulang Bund ? " kata Daff.
" Belum, paling sore baru pulang " kata Della yang diangguki oleh Daff.
" Kalau Mira mana Bund ? " kata Daff.
" Tuhh lagi ngerjain tugas sekolah di depan TV " kata Della, sehingga membuat Daff segera berjalan kearah Dzamira.
" Buset dahhh Adek gue rajin bener, PR apaan sih ? serius banget " kata Daff sambil duduk di depan Dzamira.
" PR ceritain pengalaman 200 kata, bantuin dong Kak " kata Dzamira.
" Okee kecil itu mahhh. kamu tulis begini, suatu hari aku duduk di depan rumah dan pada saat itu ada mobil polisi lewat " kata Daff.
" Ini masih kurang banyak Kakak Daff " kata Dzamira.
" Suaranya wiu wiu wiu wiu wiu tulis sampai 190 kata lagi " kata Daff.
" Boleh begitu ? " kata Dzamira.
" Boleh lahhh " kata Daff.
" Okeedehhh, Kakak Daff emang paling top " kata Dzamira.
" Iyaaa dong " kata Daff bangga.
" Ehhh Kakak Gibran ada nggak ? " kata Daff.
" Tuhhh di belakang Kakak Daff " kata Dzamira sambil menunjuk Gibran yang sedang berdiri tepat di belakang Daff, sehingga membuat Daff berbalik kearah Gibran.
" Ha....haii Kak " kata Daff gugup yang hanya di balas tatapan datar oleh Gibran.
" Kak tadi Daff khilaf. beneran dahhhh suerrrr " kata Daff saat Gibran duduk tapat di depan Daff.
" Tadi gue butuh uang Kak, buat gantiin kaca yang gue pecahin, daripada gue nyuri, mending gadein motor Kakak " kata Daff membela diri.
" Tapi sebelum ke sini, gue udah mau nebus kok Kak. seriusss, tapi kata Bapaknya udah di tebus duluan sama yang punya motor " kata Daff.
" Kak maafin napa Kak " timpal Daff yang hanya di balas deheman oleh Gibran.
" Nahhh gini kan enak, baik banget sih Kakak gue " kata Daff yang hendak mencium pipi Gibran, sehingga membuat Gibran dengan cepat mendorong tubuh Daff.
" Ck ! gila lo ? sana jauh-jauh " kata Gibran datar.
" Astaga sensian amat sih, kayak anak perawan " kata Daff, sehingga membuat Gibran menatap tajam kearah Daff.
" Ehhhh ampun Bang jagoo " kata Daff sambil mengatupkan kedua tangannya.
__________
Jangan lupa tinggalin jejak guys.